Jodohku

Jodohku
BAB 179


__ADS_3

Rafa melajukan mobilnya kembali ke rumah. Sesampainya di rumah Lisa langsung memandikan Sultan, setelah itu memberinya Asi. Sultan langsung tidur saat dia sudah merasa kenyang dan segar karena sudah mandi.


Lisa keluar menghampiri Rafa yang sedang ngobrol dengan Juna di teras samping.


Sayup-sayup terdengar suara Juna yang menyebut-nyebut nama Yugo dan Galih.


" Mereka datang bukan hanya sekali atau dua kali, apalagi yang namanya Yugo, mungkin ada empat kalian dia mencari Lisa, tadinya aku jawab kalau Lisa kuliah di kota X, makanya nggak pulang kerumah. Tapi yang namanya Yugo itu malah bilang kalau aku ini pembohong, karena dia sudah nyari Lisa di sana tapi nggak pernah ketemu"


" Beberapa bulan yang lalu mereka ke rumah ini lagi dan mencari Lisa lagi, akhirnya aku jawab kalau Lisa sudah tinggal di kota X bersama suaminya, sejak saat itu mereka tidak kembali ke rumah ini", Juna menjelaskan.


" Dasar laki-laki nggak tahu malu, sudah dengan jelas Lisa mengacuhkannya, bahkan menolaknya, masih terus saja mencarinya", ucap Rafa.


Lisa memilih kembali ke kamarnya karena tidak mau mengganggu obrolan suaminya itu.


Selang beberapa menit kemudian Rafa masuk ke dalam kamar dan menjumpai Lisa tengah duduk sambil menyisir rambutnya di depan cermin meja rias.


Rafa menghampiri Lisa dan berdiri di belakang Lisa, mengalungkan tangannya di leher Lisa.


" Kenapa?", tanya Lisa sambil menengadahkan kepalanya menatap Rafa.


Cup....


Rafa mengecup bibir Lisa lembut, kemudian dengan pelan merangkul Lisa dan mendudukkannya di sofa yang berada di dalam kamar.


" Aku baru saja mandi kak, sebentar lagi Maghrib ", ucap Lisa sedikit menolak sentuhan Rafa.


" Kenapa?, apa nggak mau mandi lagi?, mumpung Sultan masih bobo, besok kan kita nggak ketemu lama", ucap Rafa sambil melepas satu persatu kancing piyama Lisa.


" Cuma empat hari, apa itu sangat lama menurut kakak?", tanya Lisa yang akhirnya membiarkan Rafa melucuti pakaiannya.


" Tentu saja sangat lama, apa lagi kalau harus meninggalkanmu di tempat yang ada banyak pemujamu", ucap Rafa sambil mengecup bibir Lisa.


Kini mereka berdua sudah tidak ada yang berbicara, mulut mereka saling mengunci satu sama lain. Rafa mendorong tubuh Lisa ke sofa dan menindihnya, mulai mer*m*s bukit kembar yang kini menjadi daerah favorit Rafa untuk meningkatkan ga*r*h Lisa.


Terdengar d*sah*n lirih yang keluar dari mulut Lisa saat Rafa memainkan ujung put*ng gunung kembar Lisa dengan lidahnya.


Lisa tidak sadar mer*mas-r*mas rambut Rafa yang berada tepat di depan dadanya, karena tubuhnya yang mulai bergetar hebat.


Dengan cepat Rafa melepas semua pakaiannya dan juga melepas sisa pakaian yang melekat di tubuh Lisa. Keadaan mereka berdua saat ini sudah sama-sama polos.


Rafa melanjutkan kegiatan melenakannya dengan melakukan penyatuan dengan Lisa, dengan awal permainan dengan ritme yang pelan dan lama kelamaan semakin cepat karena sudah tiba bisa mengendalikan keinginannya yang membuncah.


Hingga Rafa membuat tubuh Lisa bergetar hebat di atas sofa, dengan nafas mereka yang sudah tak beraturan dan saling memburu.


" You are only mine, no one else ( kamu hanyalah milikku seorang, tidak untuk yang lain)", bisik Rafa di telinga Lisa saat sesuatu melesak keluar dari tubuh Rafa dan masuk ke dalam tubuh Lisa.


Lisa hanya tersenyum mendengar kalimat Rafa, yang Lisa tahu jika Rafa sedang merasa cemburu karena laporan yang di sampaikan oleh Juna tadi.


" I am only yours, nothing else ( aku hanyalah milikmu, tidak ada yang lain)", Lisa ikut berbisik di telinga Rafa yang tengah terbenam di leher Lisa.

__ADS_1


***


Tak terasa sudah 4 hari Rafa sendiri, tanpa anak dan istrinya di kota X.


Hari kamis sore sepulang dari kerja, Rafa membersihkan diri dan makan malam bersama ayah dan bundanya.


" Nanti Rafa berangkat ke desa, pekerjaan Rafa untuk seminggu ke depan sudah Rafa kebut dan bereskan, ayah dan bunda mau bareng Rafa, atau mau ke sana besok?", tanya Rafa.


" Malam ini saja, biar kita tidur dirumah Lisa semua, jadi besok ke rumah Tami nya nggak telat", ucap bunda.


" Ya sudah habis makan kita langsung berangkat saja, biar sampainya nggak kemalaman gimana Yah ?", tanya Rafa meminta pendapat.


" Boleh, lagian ayah dan bunda sudah mengosongkan jadwal buat besok, malam ini juga kita berangkat, usai makan malam", ucap Tuan Johan kemudian memasukan suapan terakhir ke dalam mulutnya.


Malam ini mereka bertiga pun langsung berangkat menuju ke desa. Rafa sengaja mengajak pak Jono untuk menyetir karena Rafa sangat lelah bekerja hari ini, Rafa berencana hendak tidur di dalam mobil saat perjalanan menuju ke desa.


Rafa duduk di bangku depan, di samping pak Jono, sedangkan bunda dan ayah duduk di bangku belakang.


" Rafa mau tidur dulu Bun, Yah", Rafa menyalakan audio di mobil dengan keras untuk meramaikan suasana, terdengar alunan lagu


'Cinta Luar Biasa' yang dinyanyikan Andmesh Kamaleng


*Waktu pertama kali*


*Kulihat dirimu hadir*


*Rasa hati ini inginkan dirimu*



*Suara indah menyapa*


*Geloranya hati ini tak kusangka*



*Rasa ini tak tertahan*


*Hati ini selalu untukmu*



*Terimalah lagu ini*


*Dari orang biasa*


*Tapi cintaku padamu luar biasa*


__ADS_1


*Aku tak punya bunga*


*Aku tak punya harta*


*Yang kupunya hanyalah hati yang setia*


*Tulus padamu*



*Hari-hari berganti*


*Kini cinta* *pun hadir*


*Melihatmu, memandangmu bagai bidadari*


*Lentik indah matamu*


*Manis senyum bibirmu*


*Hitam panjang rambutmu anggun terikat*


*Rasa ini tak tertahan*


*Hati ini selalu untukmu*



Rafa tertidur dengan lelap di dalam mobil.


" Putramu itu sangat bertanggung jawab, baik dengan keluarga maupun perusahaan, Aku benar-benar bangga menjadi ayahnya", ucap Tuan Johan.


" Benar Yah, kita beruntung meski hanya mempunyai seorang putra, tapi dia bisa menangani semuanya sendiri, bahkan bisa mencari teman hidup yang bisa diajaknya untuk saling berbagi dan menerima"


***


Doni sudah berada di kediaman Tami sejak hari Rabu, sedangkan Winda dan beberapa kerabatnya menginap di salah satu hotel yang dekat dengan rumah Tami sejak hari kamis, meski bisa dibilang hotel yang terdekat juga berada cukup jauh, sekitar 4 km dari rumah Tami.


Ada beberapa kenalan dan teman Doni yang juga merasa heran, karena Doni yang terkenal seorang Casanova mau menikah dan menjalani hubungan serius dengan seorang gadis. Apalagi gadis yang dinikahinya berasal dari desa dan masih bau kencur ( sangat muda).


Seminggu yang lalu, saat Doni pulang kerja, dia mendapatkan panggilan video dari temannya yang bekerja sebagai bartender di club malam, karena sudah lama tidak melihat Doni main ke club, dia menanyakan kabar dan keadaan Doni.


Saat Doni bercerita jika seminggu lagi hendak menikah,


" Apa kau serius bos?, jangan kabur saat menjelang akad, jangan-jangan kau kabur setelah melihat penghulunya datang", goda si bartender yang kini menjadi teman Doni sejak Doni bergabung menjadi member di club malam tempatnya bekerja.


" Sialan, aku nggak se bre*gs*k dan se pengecut itu, main kabur di acara pernikahan, aku kan pernah bilang sudah tobat, mungkin juga setelah pernikahanku ini kita akan jarang bertemu, soalnya aku akan sibuk membahagiakan istriku dirumah , hahahaha", Doni tertawa begitu keras di layar ponsel, sedangkan temannya hanya menggeleng-gelengkan kepala.


" Aku do'akan semoga kalian bahagia dan langgeng terus sampai maut memisahkan", ucap si bartender.

__ADS_1


" Thanks bro !, semoga kamu juga segera di pertemukan dengan jodohmu", ujar Doni sebelum mereka berdua mengakhiri percakapan mereka melalui video call.


__ADS_2