Jodohku

Jodohku
DIA MELAMARMU...


__ADS_3

Dua hari Berlalu....


Koridor dan halaman rumah sakit kembali normal...


Seperti biasa.. aku kepasar dulu dipagi hari... membeli sarapan baru kerumah sakit...


Ketika memasuki halaman rumah sakit, hapeku berdering... MY BABE BOSS...


Dua hari yang lalu, ketika bapak menelponku dan aku melawan kata kata beliau itu sungguh membuatku sakit... sebagai anak aku menjadi durhaka tapi jika aku diam..aku teraniaya...


Kali ini bapak menelponku kembali...


Apa lagi yang akan terjadi...


"Assalamualaikum..." Aku menjawab telepon


"Waalaikumsalam... kamu di mana Ga?"


suara bapak terdengar santai dan tenang


"Baru masuk halaman rumah sakit.."


Aku memilih untuk duduk lebih dulu di sebuah kursi taman..


"Ada yang mau bapak tanyakan.."


"Iya pak..."


"Kamu kenal Kapten Mandala?"


Aku tercengang...


"Bapak mengenal Kapten???"


tanyaku balik..


"Bapak yang bertanya.. kenapa kamu balik bertanya.. kamu kenal tidak??"


"Iya, kenal..."


"Ada hubungan apa dengannya?"


"Teman... dia keponakan dr.Farid... dokter forensik senior Ulun.."


"Serius cuman teman?"


"Ada apa Pak??"


Aku mulai merasa ada sesuatu...


"Kemaren dia kekantor bapak bersama Pangdam disini..."


"Lalu...??"


Serius, aku benar benar gugup...


Mandala tipe orang yang tidak bisa di tebak perbuatannya...


"DIA MELAMARMU... dan berkata akan membawa keluarganya menemui keluarga kita..."


"APAAAAAAA??"


Aku langsung berdiri dari kursi... untunglah masih sepi, sehingga tidak ada orang yang bisa kukagetkan..


"Serius pak??? dia datang melamar??"


"Iya, kamu tidak suka?"


"Apa jawaban bapak..."


"Bapak bilang kalo kamu sudah bapak jodohkan.. tapi semua tergantung padamu menerima siapa..."


"Kenapa jadi begini...".Aku bergumam sendiri..


"Egaa.." suara bapak menyadarkanku


"Iyaa pak.."


"Apa jawabanmu.."


"ulun belum punya jawaban..."


"Cepat putuskan... jangan membuat bapak bingung.. satu sisi tokoh politik.. satu sisi lagi Panglima TNI... kamu membuat bapak serba salah"


"I...iya.." Aku tergagap..


"Beri bapak jawaban sebelum satu minggu.. biar bapak bisa berfikir harus bagaimana menghadapi kedua petinggi itu..."


"Baik pak..."


Aku hanya menjawab datar...

__ADS_1


"Bapak tutup dulu...Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam... "


aku mematikan handphone...


Mandala... Mandala... kamu benar benar membuatku GILA....


Aku mencari nomor kontak Mandala...


Tersambung... setelah dua kali telpon.. baru terdengar sebuah suara...


"Nomor yang Anda tuju sedang menunggu telpon dari yang menelpon..."


"GAK LUCU.. maksudnya apa menemui orang tuaku.."


"Siapa menemui orang tuamu??"


aku mengerutkan kening... apa bukan mandala?? tapi jelas bapak tadi bilang kapten Mandala...


"Gak usah bercanda..."


"Serius, yang bercanda siapa?? aku hanya menemui bapakmu... bukan orang tuamu..."


"SAMA AJA LELO...."


Aku bingung antara kesal, marah, atau apalah lagi...


kudengar Mandala tertawa...


"Maaf maaf... jangan marah gitu dong... nnt cepat tua... aku menemui bapakmu... sebagai tameng aku membawa pangdam daerahmu... beliau juga teman ayahku...."


belum selesai mandala menjelaskan.. aku sudah memotong..


"Kenapa lancang begitu?? kenapa tidak memberitahuku sebelumnya..."


"Bukannya aku sudah memberitahumu bahwa aku akan ke kotamu untuk melamar.."


"KAPAN??"


"Dua hari yang lalu waktu kamu kepelabuhan mengantar tasku.. kamu tidak ingat?""


"ITU KAN CUMAN BERCANDA LELO..."


"Lelo apaan sih?? dari tadi lelo terus.."


"Aarrggghhhh..."


Kalo dia ada di depanku...


sudah kugorok lehernya pake silet...


sebuah chat masuk...


dari si manusia Lelo...


"Maaf... tapi aku tidak pernah bercanda... aku serius... minggu depan ibu dan kakak akan datang dari turki... sekalian menjenguk Ina... mereka akan menemui orang tuamu.."


MASA BODO....


Aku tidak membalas chatnya...


Aku langsung menuju ruangan dr.Farid...


dr.Farid om nya.. pasti dia tau sesuatu...


belum sampai keruangan forensik... aku bertemu orang yang tidak ingin kutemui di rumah sakit ini...


Tapi tidak ada jalan lain... aku pasti akan berpapasan dengannya...


Dan benar.. begitu berpapasan dengannya.. dia menegurku dengan kata kata yang tidak di duga..


" Tidak bisa berterima kasih..."


Aku tersentak... langsung menoleh kearah suara...


"Maksud dokter ryan??"


"Bapakmu... tidak bisa berterima kasih.. sudah dibantu kampanye.. tapi tidak bisa membalas..."


Ya Allah... ini kah manusia pilihan orang tuaku... pantas saja dia di tinggalkan istrinya jika dia selalu berfikiran picik seperti itu...


"Hape dr.Ryan ada kameranya??"


dr.Ryan terlihat bingung...


"Apa hubungannya??"


"Buka kamera... trus selfie.. liat hasil selfienya... liat betapa tuanya dokter... dan mau bersanding dengan saya..memangnya tidak ada lagi laki laki yang lebih muda??"


selesai berkata kata aku langsung pergi... tidak lagi menoleh kebelakang...

__ADS_1


Hatiku sudah kesal karena Mandala... ditambah lagi ketemu dr.Ryan di koridor... Mau menjadi gunung merapi sudah kepala ini... siap mengeluarkan letusannya...


--------------xxxxxxx--------------


"dr.Chintya... dipanggil dr.Farid keruangannya.."


Begitu melihatku datang, seorang staff memberitahuku... Aku memang ingin menemui dr.Farid....


"Assalamualaikum dokter..."


"Waalaikumsalam... duduk dokter Chintya... atau saya boleh memanggilmu Ega seperti istri saya?"


Aku hanya mengangguk...


"Saya tau kamu lagi kesal.... saya juga sama terkejutnya seperti kamu... kemaren saya dapat telpon dari kakak ipar saya... Ibunya Mandala...


Mereka bilang kalo Mandala menelpon ke Turki... Minta dilamarkan seorang gadis... "


Aku hanya diam mendengarkan....


"Ayahnya Dala kakak saya... kami hanya dua bersaudara... ketika ayahnya meninggal dunia, saya yang bertanggung jawab atas anak anak kakak saya..


karena itu keluarga di Turki menelpon saya mengenai berita ini... Saya tau gadis itu adalah kamu... dan saya tau kalo kalian juga baru berkenalan dan bertemu... Tapi tadi malam saya sudah menelpon mandala dan sudah berbicara banyak... Mandala serius ingin melamarmu... dan Dia percaya dengan pilihannya..."


dr.Farid berhenti sejenak... memandangku yang hanya diam... kemudian lanjut berkata...


"Tadi pagi pun Mandala menelpon... "


dr.Farid tersenyum sambil tertawa kecil...


"Dala bilang... Gadis Kecil saya marah... bisa ama bantu saya membujuknya..."


"Dala Anak yang baik.. dari kecil dia sopan... selalu berkata jujur... sangat sayang pada ibu dan kakaknya... apalagi setelah ayahnya meninggal... dia selalu menjaga ibunya.. kalo bukan karena Ina yang terkena kanker rahim... mungkin Dala akan terus bersama ibunya..."


"Dala waktu itu bilang... ada kakak bersama ibu.. kasian Ina dan Ama... jadi Dala yang akan menemani Ama dan Ina..."


"Saya tidak tau kenapa Dala berubah ketika melihatmu... Dia sangat sulit di dekati wanita... kadang para wanita yang menyatakan cinta padanya hahhahaha... dulu waktu Dala sudah lulus di Akademi militer... banyak gadis gadis yang mengirim surat dan hadiah kepadanya...tapi Ina mu yang sibuk membaca.. Dala sama sekali tidak perduli..."


"Saya tidak tau bagaimana perasaanmu pada Dala... saya hanya berharap kamu tidak mempermainkan anak saya... jika memang kamu merasa dia adalah jodohmu... tolong terima lamaran kami... jika tidak, kamu bisa mengatakannya sekarang... kami tidak ingin dipermalukan ketika kami menemui keluargamu..."


dr.Farid menghela nafas panjang...


"Sekarang ada yang ingin kamu katakan?"


Aku menatap dr.Farid... tidak tau harus berkata apa... emosi gunung merapi yang terjadi di kepalaku... tiba tiba tersiram es batu...


Dan hawa dingin es batu itu keluar melalui butiran air mataku...


"Kenapa kamu menangis? ada kata kata saya yang salah?"


Aku menggeleng...


"Bisa masalah ini tidak diungkit lagi?"


hanya itu kalimat yang keluar dari mulutku...


"Apa maksud dr.Chintya?"


"Saya hanya ingin menjalani tugas saya di sini dengan tenang.. masih dua bulan lagi... konsentrasi saya hilang karena masalah ini... saya tidak dapat menyerap ilmu dari para senior saya disini... tolong saya dokter..."


Aku menahan air mata, sehingga suaraku terdengar tertahan...


kulihat dr.Farid mengerutkan keningnya...


"Ibu dan kakak Mandala akan datang minggu depan..."


"Saya minta maaf... beri saya waktu sampai masa tugas saya disini selesai..."


"Tapi dr.Chintya...."


"Maaf dokter... Maaf... jika saya harus menjawab sekarang... jawaban saya adalah Tidak... tapi biarkan saya memikirkannya lagi sampai batas waktunya nanti.."


"Baik... saya akan memberitahukan hal ini pada Mandala dan ibunya..."


"Biarkan Allah yang membuat jalannya untuk kami dokter..."


"Baiklah... kembalilah bekerja..."


"Terima kasih dokter..."


Aku berdiri, berbalik dan melangkah keluar...


Dalam dua bulan ini, dapatkah aku membuat keputusan... dapatkah hatiku berbalik arah...


Aku hanya bisa berdoa pada Allah SWT...


Agar memberikanku jalan yang terbaik...


---------------'xxxxxxxxxxxx----------------


jangan lupa like, vote dan komennya yaa...

__ADS_1


LOVE YOU..


__ADS_2