Jodohku

Jodohku
Hidup harus terus berlanjut....


__ADS_3

Kesedihan masih terasa... tapi hidup harus tetap berlanjut...


Keluarga Papah benar benar berduka...


mereka kehilangan putra mahkotanya...


Aki langsung jatuh pingsan mengetahui Yudhis meninggal dan langsung dilarikan ke rumah sakit...


Papah benar benar terpukul,


setelah putranya meninggal, abahnya pun harus masuk rumah sakit...


dan hari ini papah harus menghadapi akad nikah putri sulungnya... akad nikah yang sudah lama ditunggu papah...


Akad nikah yang harus nya dilaksanakan dengan suka dan duka...


Tapi kali ini..


Akad nikah Teh Yuni penuh dengan isak tangis...


Teh Yuni terus terusan pingsan karena sedih dan kelelahan...


Yuri tidak tampil dengan dandanan keren dan modisnya... tapi tampil dengan mata yang sembab...


tidak ada suara musik...


Pernikahan ini penuh suasana duka...


Tidak ada yang menginginkan ini semua...


Keinginan Teh Yuni untuk menikah tidak seperti ini...


Tapi semua kehendak Alloh...


Yudhis meninggal satu hari sebelum akad nikah Teh Yuni...


Untunglah keluarga suami Teh Yuni pengertian...


mereka berjanji akan mengadakan pesta lagi nantinya setelah suasana duka ini hilang...


kenapa juga mereka harus tidak pengertian..


toh musibah ini bukan kita yang menghendaki...

__ADS_1


sewajarnya lah jika mereka memang harus mengerti...


Selesai akad nikah... aku memutuskan untuk kembali ke hotel tempat Bapak dan Ibu menginap...


Pertama karena memang aku lelah, aku kurang tidur dan yang kedua..resepsi pernikahan membuatku teringat pada Yudhis...


Bapak dan Ibu mengijinkanku untuk kembali ke hotel... sedangkan mereka tetap menemani keluarga Papah... bagaimana pun juga, sebelum adanya perjodohanku dengan Yudhis... Bapak dan Ibu sudah merupakan bagian dari keluarga besar Aki..


--------------


Dua tahun kemudian....


Aku berhasil menyelesaikan kuliahku...


Hari ini pelaksanaan sumpah dokter muda...


Dan setelah itu, aku harus mengabdi didaerah sebelum aku benar benar menjadi seorang dokter...


Pengambilan sumpah hari ini dihadiri Bapak, Ibu juga Yuri....


Komunikasiku dengan keluarga papah sangat baik, terutama dengan Yuri...karena mungkin teteh Yuni diluar negeri, sehingga Yuri lebih mudah untuk menceritakan segala hal denganku...


Akupun sering kali berkunjung ke kota mereka...


atau menghadiri acara acara yang dibuat Papah untuk Yudhis.. seperti waktu itu, Papah melalui sahabat sahabat Yudhis, tetap meluncurkan stasiun televisi keinginan Yudhis...walaupun hanya televisi daerah...


Keluarga Papah ataupun Yuri secara khusus selalu bertanya padaku... apakah aku memiliki pacar atau orang yang aku suka...


Aku hanya tersenyum manis... mamah beberapa kali mengingatkanku, kelak jika aku menikah, mamah ingin memberikankanku sesuatu, yang merupakan titipan Yudhis untuk calon suamiku...


Aku sempat terkejut,


Ternyata, ketika mamah membersihkan kamar yudhis... mamah menemukan dua buah kotak...


satu kotak tertulis namaku... dan kotak satunya tertulis "calon suami Ega"...


Kotak untuk ku pun belum diberikan mamah...


karena tertulis disebuah catatan kecil...


"Diberikan pada saat Ega menikah"


Aku hanya selalu tersenyum...

__ADS_1


kalimat yang paling mudah untuk menghindari setiap pertanyaan itu adalah..


"Ega mau menyelesaikan kuliah Ega dulu..."


Awal awal setelah Yudhis meninggal, Mamah selalu menangis setiap aku datang...


kadang jika datang, aku langsung ke makam Yudhis, tidak mampir menemui mamah...


karena dengan tangisan mamah, aku pun akan ikut menangis pula...


Kapan dong aku move on kalo nangis terus 😁😄😄


Berjalannya waktu, mamah menjadi lebih tegar...


sekarang, walaupun masih ada tetesan air mata jika melihatku, yang keluar bukan lagi air hujan yang deras melainkan gerimis gerimis kecil 😁


dimana gerimis itu bisa hilang dengan bujukan awan hangat yang tiba tiba muncul...


(diajak shopping sama Yuri...langsung hilang gerimis mamah 😁😄)


Dan Aki... kondisinya sekarang semakin menua...


bolak balik opname di rumah sakit...


kata orang orang tu "hidup segan, mati pun tak mau" 😁 (maaf ya aki 🙏🙏)


sekarang dirumah itu hanya tertinggal Papah, Mamah dan Yuri... karenanya Yuri sering mengunjungiku atau mengajakku liburan bersamanya...


Setelah Yudhis meninggal, tidak sedikit laki laki yang mencoba mendekatiku...


tapi entah kenapa... sulit bagiku untuk menerima seseorang...


Bukan karena aku tidak bisa melupakan Yudhis... terlalu lebay kalo alasannya itu...


Tapi memang hatiku terlalu sulit untuk berbagi dengan seseorang...


Bapak dan Ibu bahkan Papah dan Mamah sering kali memperkenalkanku dengan seseorang...


Aku mengerti maksud mereka...


Tapi sungguh, sulit untukku membuka hati....


mungkin Allah memang belum mempertemukanku dengan jodohku yang sebenarnya...

__ADS_1


Seperti kata Yudhis, kelak aku akan bertemu dengan seorang laki laki yang terbaik yang dipilih Allah buatku... amin 😇🙏🙏


__ADS_2