
Malam ini Mandala mengajakku ke rumah besar..
Sebenarnya aku sangat lelah..
Tapi aku memang harus pergi...
Aku harus meminta maaf pada Ama dan juga Melky karena telah membuat khawatir mereka semua...
Kami menggunakan taksi karena memang mobilku masih di halaman parkir rumah sakit.. dan mobil mandala di bawa Melky tadi siang...
Sampai di rumah besar, kami di sambut semua orang.. kecuali sarah.. yang entah di sembunyikan dimana oleh mereka semua...
Aku mencium tangan Ama...
"Maaf Ama, saya sudah membuat ama khawatir..."
"Sudahlah.. semua sudah berlalu.. ini hanya salah paham.. Dala salah dan kamu juga salah.. Ama berharap ini tidak akan terjadi lagi"
Ama mengelus kepalaku...
"Ama menyayangi kalian berdua.. ama selalu berdoa untuk kebahagian kalian.. ama juga tidak ingin rumah tangga kalian tidak bahagia"
Aku tersenyum dan menganggukkan kepala.. tanda bahwa aku memahami perkataan Ama...
Melky pun memelukku...
"Kakak ipar, jangan buat aku menjadi gila dengan melihat abang yang mengamuk seperti orang gila"
"Maaf menyusahkanmu..."
"Kakak ipar... aku menangis semalaman karena takut melihat abang mengamuk"
Tiara pun mengadu padaku dengan suara manjanya..
"Maaaaff..."
terakhir aku memeluk putri...
"Bundaaaa"
"Sayaaanggg... bunda kangen"
Putri pun berada di pelukanku dengan manja...
Kami makan malam bersama...
"Dimana Sarah?"
Aku memberanikan diri untuk bertanya karena di saat kami makan, Sarah tidak ikut bersama kami...
"Diantar Ama kembali ke rumah sakit.. Ama takut Sarah kembali depresi melihat abang kemaren"
Melky menjelaskan sambil tertawa...
Mandala hanya diam.. sesekali memberikan pandangan penuh arti ke arah Melky...
Selesai makan, kami duduk di ruang tengah...
Tiara menyiapkan beberapa buah potong..
"Sudah USG tiara?"
"Sudah kak.. perempuan lagi.. "
"Nanti yang ke tiga laki laki"
Melky langsung menimpali...
"Mau mu.... besarkan dulu.. aku capek hamil terus.. Putri aja belum dua tahun"
Tiara melotot pada Melky..
Aku hanya tersenyum...
beruntung kau tiara, bisa hamil dengan cepat..
liatlah aku...
Aku berkata dalam hati...
Mandala sepertinya mengerti.. mengelus kepalaku, ketika aku melihatnya mandala tersenyum..
"Jadi, kakak ipar.. tadi malam tidur di mana?"
Keusilan Melky kembali kumat..
"Di rumah Mantan pacar"
Aku pun menjawab Melky semauku..
"Bukannya mantan pacarmu sudah di kubur?"
Mandala pun ikut menggangguku...
"itu mantan tunanganku.. bukan mantan pacarku"
aku masih menjawab dengan santai..
__ADS_1
"berarti mantan pacarmu dokter ryan dong"
mandala berkata sambil tertawa..
"bukan... dia bukan mantan pacarku.."
Aku memukuli bahu mandala... mandala terus tertawa kemudian menangkap tanganku dan membawaku kepelukannya...
"dokter Ryan kembali kepulau... kudengar dia sudah menikah lagi" Ama ikut berbicara...
"Sudah bisa move on dari Ega dong dia Ama"
Mandala kembali menggodaku..
"Harus bisa lah.. mana mungkin juga dia mendapatkan Ega kembali.."
"Bisa Ama... kalo abang sudah meninggal.."
melky berkata dan membuatku melotot padanya..
"Amit amit.. hus hus.. jauhkan semuanya"
Melky dan Mandala tertawa..
"Trauma yaa di tinggal meninggal pasangan?"
Mandala menyentil keningku..
"Sudah ah.. jangan bahas itu lagi.."
Aku cemberut pada mandala...
"Bang, jangan buat kakak ipar kesal.. kakak ipar sudah punya tempat buat kabur sekarang"
"melkyyy..."
Aku melempar bantal pada melky...
"Melky.. cari tahu, dimana kakak iparmu semalam.. setelah tahu, kita hancurkan tempatnya.."
"Aaahh.. kalian berdua menyebalkan..."
Aku berdiri... dan berjalan menuju lift...
"kemana yang?"
"Kangen kamar..."
Aku pun masuk ke dalam lift...
"Tunggu... "
"Kalian tidur di sini saja.. besok baru kembali"
"Iya Ama... kami naik dulu"
Mandala pun menutup pintu lift dan menuju kamar kami di lantai tiga..
"Kangen kamar ini..."
Aku pun memutari kamar seperti awal kali memasuki kamar ini sebagai pengantin baru..
Mandala masuk ke ruang kerjanya..
Aku tahu mandala pasti sering kemari.. karena mandala memerlukan ruang kerjanya untuk berkomunikasi dengan amantua yang nun jauh di sana...
Aku memeriksa ruang pakaian... membuka lemari..
mengamati satu persatu pakaianku...
siapa tahu ada yang hilang di berikan Mandala pada wanita lain wkwkwkwkwkwk....
setelah itu aku mengambil pakaian tidur untukku dan mandala.. aku mengganti pakaianku.. dan meletakkan pakaian mandala di atas tempat tidur...
Aku menyusul Mandala ke ruang kerja...
Melihatku datang, Mandala melambaikan tangannya..
Memberiku isyarat untuk menggunakan jilbabku...
Aku tahu, pasti mandala sedang melakukan video call.. entah dengan mama atau amantua...
Setelah aku menggunakan jilbab, mandala kembali memanggilku..
Dan benar, Mandala sedang melakukan video call dengan Kakak Dali dan juga Mama...
"Bunda... kapan ke sini lagi"
Aku tertawa mendengar logat lucu putri kakak dali yang mencoba memakai bahasa indonesia...
"Nanti ya sayang.. Bunda harus ijin kerja dulu"
Mama juga menanyakan kabarku.. kabar ibuku...
selanjutnya perbincangan seperti biasa... lebih banyak juga mandala yang memberi petuah ke mama untuk menjaga kesehatan beliau...
"Tidur duluan yaa.. ngantuk..."
__ADS_1
selesai video call dengan mama aku pamit duluan pada Mandala...
"Sebentar sini..."
Mandala menarikku duduk di pangkuannya...
"Apa sih ah..."
Aku berusaha untuk berdiri....
Tapi Mandala memeluk pinggangku erat...
kemudian mencium pipiku....
"Aku akan menemui Amantua bersama Ama... kesehatan amantua semakin menurun..."
"Kapan berangkatnya?"
"secepatnya.. masih menunggu visa... dalam minggu ini yang jelasnya.."
"baiklah.. tidak masalah.. aku kan sudah biasa kamu tinggal tugas.."
"permasalahannya adalah... aku ingin kamu menjaga Sarah... Tiara juga hamil.. sulit baginya menjaga orang lain... dan Melky tentu juga akan sangat sibuk.."
Mandala memandangku sambil tersenyum...
"menjaga seperti apa?"
"Sarah sering menyakiti dirinya sendiri... ama takut dia menyakiti bayi di dalam perutnya.."
"Ama atau kamu yang takut?"
Aku cemberut pada Mandala...
Mandala mencium pipiku kembali...
"jangan cemburu seperti itu, ama berencana untuk mengadopsi anaknya kelak jika memang sarah masih dalam kondisi seperti ini..."
"Ama atau kamu?"
"Sayaaaannggg..... apa perlu di tes DNA?"
"mungkin perlu..."
aku masih cemberut...
mandala mengecup bibirku yang cemberut...
"Mau apa tidak? kalo kamu tidak bersedia.. aku akan memberitahukan ama.."
Aku menarik nafasku...
"Apa yang harus kulakukan untuk menjaganya?"
"kunjungi sarah setiap hari di rumah sakit.. ajak dia bicara..aku akan memberikan nomor kontakmu ke dokter di rumah sakit selama kami pergi"
"hanya itu?"
"sayaaanggg.... buat sarah memiliki teman bicara, agar dia melupakan kejadian yang menimpanya"
"selama ini siapa yang mengajaknya bicara.."
"Ama... kadang kadang juga aku"
"apa yang kamu bicarakan dengannya? memakai baju apa kesana? cuma berdua di dalam ruangan?"
"Sayaaaaaannngggggggg......"
"iyaa..iyaa.. aku akan kesana menjaganya"
"siapa tahu jika berbicara dengan sesama perempuan.. sarah akan menjadi lebih nyaman.. di banding dia bicara denganku atau ama.."
"Baiklah... aku juga bukan wanita yang berhati batu.. yang tidak memiliki rasa kemanusiaan... bagaimana aku nanti memperkenalkan diriku di sana.. hai..saya Ega.. istri pertamanya pak Kapten... "
"Serius kamu mau jadi istri pertama? aku akan mencari yang kedua..."
Mandala tersenyum usil padaku..
"kalo berani lakukan saja"
"akan kulakukan jika istriku merestui.."
"lakukanlah semaumu..."
Aku berusaha bangkit dari pangkuan mandala.. tapi lagi lagi mandala menahan badanku..
"kugendong kekamar yaa.. mau tes berat badan.. sepertinya istri ku SATU SATU nya ini tambah gemuk"
"jangan ada maksud terselubung.. aku lelah.. mau tidur pulas setelah ini.."
"aku tidak pernah punya maksud terselubung.. maksudku selalu jelas dan transparan.. tidak pernah bermain di dalam selimut"
Mandala mulai mencium leherku sambil menggendongku ke kamar tidur..
"Kapteeeeeennnnn.... aku lelah..."
-------------------
__ADS_1
jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU 😘😘😘