Jodohku

Jodohku
Surat... surat...surat....


__ADS_3

Aku memandangi amplop coklat dihadapanku...


Tertulis namaku dengan jelas...


Aku pun membukanya... dan terdapat tiga amplop surat lagi di dalamnya..


Yudhis menulis nomor di dua buah amplop...


Amplop yang terakhir tidak memiliki nomor..


Aku menghela nafas panjang sebelum membukanya.


Surat yang pertama....


****Ega...


Pertemuan pertama kita mungkin di saat kita balita... kita pun tidak mengetahui dan menyadarinya...


Kita hanya melihat foto kedua orang tua kita yang masing masing menggendong kita...


Pertemuan pertemuan selanjutnya pun tidak berkesan buat kita karena bagi kita waktu itu kita hanyalah dua orang anak kecil yang berkelahi dan menangis karena merebutkan sesuatu...


Kemudian muncul lah seorang anak perempuan memakai celana jeans, berbaju kaos oblong tapi berambut panjang dihadapanku....menantangku bermain catur... kamu masih ingat itu Ga?


Saat itu aku sudah kelas dua SMA... aku sudah mengetahui dari aki kalo aku di jodohkan denganmu..


ketika aku mengetahui kamu berlibur di rumah...


aku pun hanya bisa menghindar... tidak ingin bertemu denganmu...


tapi kita tetap bertemu... dan saat itu kamu menantangku bermain catur...


Aku sempat memandangmu... melihat kulit putihmu... mengamati setiap lekukan di wajahmu...


kamu cantik... nyaman dipandang... gadis manis seperti kamu siapa yang tidak menyukaimu...


Aku terpana sesaat melihatmu...


Tapi kemudian aku sadar kalo kamu belum mengetahui tentang perjodohan kita...


Aku takut kamu menolakku...


Aku takut kamu menolak perjodohan ini...


jalan terbaik yang kulakukan waktu itu adalah menghindarimu sampai aku mengetahui bagaimana reaksimu tentang perjodohan kita...


kita bertemu lagi di rumah aki di saat kita sudah sama sama dewasa... aku yang sudah dewasa,


Kamu saat itu adalah mahasiswi baru... masih terlihat sifat anak SMA pada waktu itu hahahha...


Kamu ingat aku suka memainkan ujung rambutmu??


Sebenarnya aku ingin membelai rambutmu... tapi keberanian yang kudapat hanya dibagian bawah rambutmu saja...


Ketika aku pertama kali menciummu...


Tidak ada romantisnya sama sekali hahahahaha


Tapi aku senang kamu tidak menolakku..


Walaupun aku tau, kamu menerimaku karena hubungan baik keluarga kita...


Aku senang jika kamu menelponku..


Walaupun aku hanya berperan sebagai supir atau suruhanmu... aku senang melakukannya...


Aku sedih ketika melihat kamu menangis..


Aku berusaha untuk tidak menyakitimu..


Aku berusaha untuk memenuhi semua keinginanmu..


Aku menyetujui kemauanmu untuk membatalkan perjodohan kita waktu itu..


Aku mau melihatmu senang walaupun aku sulit untuk menerimanya...


Aku ingin selalu membahagiakanmu...


Aku menulis surat ini sebagai hadiah nantinya di pernikahan kita...


Untuk mengenang perjalanan cinta kita**..


xxxxxxxxxx


Aku menyeka air mataku...


mengingat kembali semua yang terjadi antara aku dan Yudhis...


Pintu kamarku di ketok dari luar...


Si Mbak asisten rumah muncul di depan pintu..


"Bu, kata bapak kenapa telponnya tidak diangkat"


"Oh, td saya ketiduran.. sebentar saya telpon bapak yaa"


"Baik bu, saya permisi dulu"


Aku melihat handphoneku...


Ada lima kali panggilan tak terjawab dari Mandala..


hmmm... bakalan banyak pertanyaan ni...


"Assalamualaikum..."

__ADS_1


"waalaikumsalam... kamu kemana yang?"


"tertidur... "


Aku sengaja bersuara manja biar Mandala tidak bertanya macam macam padaku..


"tumben tidur jam segini"


"bingung... gak ada kerjaan... nonton tivi, tertidur"


"pergilah jalan jalan... kamu boleh menginap di rumah keluargamu"


"Aku mau ke rumah sakit tempatku dulu praktek, menemui dokter yang dulu menjadi asisten kami"


"Cewek apa cowok..."


Aku mengerti arah pertanyaan Mandala...


"Cowok, tapi dokternya sudah menikah.. sudah punya anak.. gak mungkin dia naksir lagi ke perempuan lain"


Mandala tertawa...


"Kamu tu yang disana.. jangan jangan ada dokter baru lagi yang di godain."


"iyaa memang... ada ni dokter magang juga ikut dalam rombongan"


Mandala malah sengaja memanasiku...


Tapi tunggu... dokter magang???


"Kapten... apa aku bisa melamar untuk jadi dokter bencana seperti itu juga?"


"Itu semua di atur oleh IDI... nanti kutanyakan kalo ada lowongan di RS Tentara"


"Baiklah... kamu sekarang ngapain?"


"Lagi istirahat, sebentar lagi mulai evakuasi..."


"jangan lupa makan..."


"Iya, kami ikut makan di dapur umum"


"bagaimana keadaan disana?"


"hancur lebur.. aku berada dipangkalan... di daerah bencana tidak ada sinyal.. semua terputus"


"korbannya?"


"tidak bisa diungkapkan dengan kata kata"


"kamu hati hati.. jangan sampai terinfeksi.."


"tidak, aku tidak memegang apapun dari korban, tugasku hanya membawa helikopter"


"baiklah... istirahat yang cukup.. sore ini aku akan kerumah ummah... aku akan menginap disana"


"iyaa.. aku tutup yaa... assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Panggilan pun terputus...


Aku melihat kembali surat nomor satu yang ditulis Yudhis..


membacanya ulang...


Iyaa.. surat ini ditulis Yudhis sebelum kecelakaan..


Yudhis memang menyiapkan surat ini untukku sebagai tanda cintanya kepadaku...


Aku kembali menatap surat surat yang kuletakan di atas tempat tidur...


masih ada dua surat yang belum kubuka...


Kuambil surat nomor dua...


kenapa amplop dan kertas surat ini sedikit lebih kumal...


Aku mulai membaca...


**Namamu Ega...


Kata orang orang kamu tunanganku...


Aku tidak mengingatmu..


Amnesia ini membuatku melupakanmu...


Sakit di kepala ini membuatku hampir Gila mengingat semuanya...


Kamu dengan sabar menjagaku..


Kamu selalu memperhatikanku...


Tapi aku kasar kepadamu...


Aku memakimu...


Aku marah padamu...


Maafkan aku karena melupakanmu..


Maafkan aku karena kasar padamu...


Aku menulis surat ini ketika aku menemukan surat yang pertama...

__ADS_1


Aku tau dari surat yang pertama bahwa aku menyayangimu...


Ega...


Ijinkan aku untuk mengenalmu kembali..


Ijinkan aku untuk menyayangimu seperti dulu..


melalui surat ini.. kelak kamu dan aku akan mengingat bahwa aku pernah melupakanmu..


pernah menyakiti hatimu**...


xxxxxxxxxxxxx


Aku kembali menangis...


Mengingat bagaimana Yudhis mengalami amnesia setelah kecelakaan itu..


Yudhis kerap kali marah... mengamuk tidak jelas...


Memaki setiap orang yang berada di sekitarnya..


aku melipat surat yang kedua... memasukannya kembali ke dalam amplop...


Mengambil amplop surat yang terakhir...


Amplop tanpa angka di depannya...


**Ega...


Kamu cintaku..


Kamu kekasih hatiku..


kamu soulmateku..


kamu sahabatku..


Aku menulis ini sesaat setelah aku bangun dari tidur panjangku..


Tanganku sakit ketika menulis ini..


Aku melihat senyum manismu..


Aku melihat kebahagiaan dimatamu ketika aku bangun..


Ega..


mungkin di saat kamu membaca surat ini, kita sudah tidak bersama lagi..


Entah kenapa aku merasa bahwa Allah akan mengambil nyawaku...


Aku hanya menunggu waktu saja...


Terima kasih karena telah menerima diriku..


Terima kasih sudah merawatku,


menemaniku di rumah sakit..


Aku ingin selalu di peluk dirimu..


karena aku ingin ketika aku pergi berada didalam pelukanmu..


Ega.. tolong jangan lupakan aku..


tolong biarkan aku tetap ada dihatimu..


aku mencintaimu sepenuh hatiku...


aku tidak ingin pergi jauh darimu...


Aku ingin kamu menjadi bidadariku di surga...


Tapi aku tau itu tidak mungkin...


Berbahagialah dengan suamimu kelak...


Aku yakin kamu akan menjadi istri dan ibu yang baik..


Aku tetap kekasih hatimu...


Sampai kapanpun aku tetap kekasih hatimu...


Dan aku pun yakin..


Cintamu padaku akan tetap ada...


Love you


Yudhis


xxxxxxxx**


Surat yang ketiga ini tulisannya lebih jelek dan amburadul...


mungkin di saat menulis ini, keadaan tangan Yudhis belum stabil karena baru bangun dari koma...


Yaa... Yudhis akan selalu ada dihatiku..


sampai kapan pun itu, Yudhis akan selalu menjadi bagian dari diriku...


--------------------------------------------------------------


Jangan lupa votenya yaa...

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2