
Sakit di Kepalaku sudah menghilang...
Tidur di awali dengan tangisan memang benar benar ampuh 😄
Kudengar suara Azan...
Aku bangun dari tempat tidur...
menuju kamar mandi... mencuci muka sekalian berwudhu... Sudah masuk waktu Ashar...
Aku sudah melewatkan waktu Zuhur karena tidurku yang sangat lama...
Aku yakin.. diantara obat yang diberikan Rina tadi..
Ada obat tidur diantaranya 😄😄
Aku menunaikan kewajibanku sebagai muslim...
Rajin Ega??? 🙈 (Alhamduuuulillaahhh) gaya tangannya seperti ustad yang di tivi itu yaa 😁
begitu aku selesai sholat, aku melihat pintu terbuka...
memang, aku tadi mendengar suara ketokan dipintu.. tapi mana mungkin aku menjawab untuk mempersilahkan masuk....
Aku mengenakan jilbabku kembali...
Berjalan pelan menuju pintu...
kulihat sosok laki laki yang membelakangi pintu...
Hmmm... aku mengerutkan alisku...
Menyadari kehadiranku... laki laki itu berbalik...
Kami saling berpandangan...
"Maaf mengganggu dokter.... namanya saya Andi... dari Basarnas ibukota.." laki laki itu memperkenalkan dirinya...
Aku mengangguk tersenyum tipis...
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Saya diperintah kemari untuk melihat keadaan dokter...apa dokter sudah merasa lebih baik... maaf tadi saya membuka pintunya... saya takut dokter ada apa apa..."
Diperintah?? Aku kembali mengerutkan alisku...
Andi sepertinya tau bahwa aku tidak mengerti maksud perkataannya, dan kembali menjelaskan..
"Atasan saya.. Kapten A..(dibaca ei).... yang tadi membawa dokter kemari karena pingsan... memerintahkan saya buat melihat keadaan dokter.."
"ooh... saya baik baik saja, jangan khawatir.. dan siapa Kapten A itu??"
Naluri Kepoku mulai keluar...
"Kapten A... penerbang dari Angkatan udara.... sekarang lagi membantu evakuasi kantong jenazah kembali ke ibukota.."
"ooh... (kenapa kali ini aku banyak sekali mengeluarkan kata ooh 🤭🙈)
"baik dokter... saya kembali dulu..." Andi berpamitan padaku sembari sedikit menganggukan kepalanya sebagai tanda hormat padaku...
"eeeh...tunggu.."
Andi kembali menoleh padaku..
"iyaa dokter?"
"Sampaikan terima kasih saya pada Kapten A..."
"Baik dokter.. akan saya sampaikan.."
"terima kasih"
andi kembali mengangguk kan kepalanya kemudian berbalik dan pergi...
Hmmmm... Kapten A 🙄
Kalo dia seorang Kapten... bearti perwira menengah di angkatannya... pangkat yang lumayan tinggi... pasti orangnya sudah berumur juga...
__ADS_1
jangan jangan seperti dr.Ryan...
hiiiiiiii... aku menggerakkan badanku seperti orang yang kedinginan...
"kamu kenapa?"
tiba tiba saja dr.Rina sudah berada dibelakangku.. dan tentu saja melihat gerakanku tadi...
"Gak pa pa.." Aku kembali duduk di atas tempat tidur..
"Sudah enakan?"
Aku mengangguk...
"Mana hapeku?"
"Hahahahhaha... hape aja yang dipikirin.. nih, makan dulu..nasi kotak dari jatah preman.."
dr.Rina memberikanku sebungkus nasi kotak....
"hape...." mintaku lagi sambil melototkan mataku..
"nih... takut liat mata galak gitu hahahahah"
Aku menyalakan handphone yang sudah dimatikan oleh dr.Rina... begitu handphoneku aktif... berbagai notifikasi masuk...
"Rin..." tanyaku pada dr.Rina yang sedang menulis diatas meja kerjanya...
"hmmmm...." hanya itu suara yang dikeluarkan Rina dari mulutnya sambil terus menulis...
Aku berpindah tempat.. duduk didepan dr.Rina... dan membuka nasi kotak...
hmmm.. lumayan ayam bakar...
"Kamu liat orang yang antar aku kesini pas pingsan tadi?" aku bertanya dengan hati hati pada dr.Rina...
dr.Rina ini dokter yang pintar dan jeli... dia akan dengan mudah mengerti pertanyaan atau kata kataku.. jadi aku memang harus berpikir keras, bagaimana supaya dia tidak curiga padaku...
dr.Rina menghentikan aktivitas tangannya... lalu memandangku...
dr.Rina memandangku dengan pandangan curiga...
"orangnya gimana?"
"tinggi, kepalanya botak..perutnya buncit..agak berjambang...kira kira beumur 45 an lah...jelas?"
dr.Rina memandangku sambil tersenyum...
"bohong" jawabku sambil melotot..
"hahahahhahaa... kenapa penasaran?"
"Gak pa pa... tadi ada yang kemari.. katanya sih bawahannya si kapten..."
"si kapten??" dr.Rina mengerutkan alisnya..
Aku menceritakan tentang kedatangan Andi kemari..
dr.Rina hanya manggut manggut sambil memegang dagu seperti dosen yang mendengarkan mahasiswanya presentasi...
"Ketika aku kemari melihat keadaanmu...kamu sudah ditangani bu dr.Anita... kemudian beliau menyuruhku untuk menjagamu sampai kamu sadar... aku melihat dua orang laki laki berpakaian orange basarnas... entah yang mana kapten A"
"tampang keduanya seperti apa?" tanyaku lagi..
"aku tidak begitu perhatikan.. tapi keduanya masih muda... aku melihat mereka sekilas ketika mereka berpamitan"
"hmmmm... sudahlah... klo memang jodoh pasti ketemu..."
dr.Rina memandangku...
"Jodoh apa?" tanyanya padaku dengan wajah usilnya..
"Untuk mengucapkan terima kasih karena sudah mengangkat tubuhku yang berat ini kemari... sudah jelas bu dokter Rinaaaa..."
"hahhahahahahhaa...kamu tau Ega... semua orang di rumah sakit sekarang membicarakan pingsanmu.. kamu lebih viral dibandingkan kecelakaan pesawat ini"
Aku cuma menghembuskan nafasku...
__ADS_1
"sudah biasa digosipin"
"dan...." dr.Rina menghentikan kalimatnya...
"dan apa??" tanyaku dengan suara lebih keras...
"Dan dr.Ryan menanyakan keadaanmu padaku... hmmm tumben dia memanggil dan mau berbicara padaku.. ternyata ingin mengetahui keadaan pujaan hatinya ini hahhaha"
"huuuhhh.. bohong"
"gak percaya?? tanya pada perawat dibangsal umum.. atau liat cctv... sebagai buktinya"
Aku memandang dr.Rina dengan cemberut..
"dr.Ryan ternyata memang menaruh hati padamu"
"hatiku baik baik saja, tidak usah dicangkok dengan hati yang lainnya"
dr.Rina kembali tertawa mendengar kata kataku...
Aku berdiri... membuang bungkus kotak nasi ketempat sampah... mencuci tanganku... kemudian kembali bersiap...
"Mau kemana?" dr.Rina melihatku bersiap siap...
"Kembali ke dr.Farid... beliau pasti membutuhkan bantuanku.."
"Jangan lupa istirahat... kerja sih boleh aja... tapi klo menyakiti diri sendiri lebih baik tidak usah kerja.."
"baik bu dokter Rinaaa... terima kasih atas nasehatnya.."
Aku membungkuk kepada dr.Rina seperti gaya seseorang yang membungkuk setelah selesai tampil di panggung...
"Gak gratis nih nasehatnya..."
dr.Rina berdiri dari kursinya... menghampiriku dan mengantarku sampai kedepan pintu...
"terima kasih bu dokter.. hamba kembali bertugas dulu" pamitku pada dr.Rina..
"sudah sana..jangan pingsan lagi yaa..."
dr.Rina mendorongku keluar dari ruangan...
Aku berjalan santai menuju ruangan forensik yang lumayan jauh..
dr.Rina benar, aku sudah menjadi viral..
Sepanjang perjalanan aku menuju ruang forensik.. perawat yang ku temui tersenyum semua padaku...
tidak terkecuali tim relawan... kadang ada yang bertanya padaku...
"sudah siuman bu dokter?"
"sudah baikan bu dokter?"
"sudah bisa bekerja bu dokter?"
"awas bu dokter, nanti pingsan lagi.."
bahkan ada kata kata dari para relawan yang membuat wajahku memerah..
"bu dokter, awaaasss... ada tembok...nnt nabrak lagi"
"bu dokter, klo mau pingsan bilang yaa, biar nanti saya yang gendong"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk sambil terus berjalan..
biarlah kejadian ini menjadi kenang kenanganku nanti di rumah sakit ini setelah masa magangku habis...
Tapi untuk saat ini... jelas sekali kalo aku sangat malu..
Biarlah Ega... asal gak malu maluin...
Tapi kejadian ini juga malu maluin hahahhaha 🙈
Jangan lupa vote, like dan komennya yaa
Love You 😘😘
__ADS_1