
Hari sudah terang ketika aku membuka mataku kembali.
Aku melihat ke sekelilingku, aku sudah berada di kamarku sendiri.
Bagaimana mungkin??
Pingsan kah aku sehingga aku tidak sadar ketika berpindah tempat?
Apa dokter Iin benar-benar memberiku obat bius?
Pintu kamarku terbuka.
Sosok yang kurindukan muncul di hadapanku.
"Sudah bangun sayang?"
"Kapan kamu kembali?"
Aku memeluk Mandala yang duduk di pinggir tempat tidur.
"Tadi malam, aku minta ijin untuk pulang lebih dulu, tanggap darurat juga akan ber akhir dua hari lagi"
"Bagaimana aku bisa berpindah ke kamar ini?"
Mandala tertawa
"Aku lah yang membawamu pulang. Aku menggendongmu. Kamu sekarang bertambah berat."
"Timbanganku turun, bagaimana jadi bertambah berat". Aku mengerutkan bibirku.
"Eh kapten, maksudku kenapa aku tidak sadar ketika diangkat dan di bawa ?"
"Iin memberimu obat tidur, biar kamu tidak banyak berpikir, itu katanya".
"Aku akan menuntut Iin".
"Sayang, maaf ".
Mandala memelukku.
"Untuk apa? Aku yang seharusnya minta maaf membuatmu khawatir dan pulang lebih cepat".
Mandala mengetok dahiku dengan lembut.
"Kamu istriku, di saat kamu terluka, jelas aku akan pulang".
"Bagaimana dengan Sarah?".
"Sarah itu untuk kemanusiaan, dan kamu itu kewajiban. Iin benar, otakmu terlalu banyak berpikir".
Mandala menggenggam tanganku.
"Maaf membuatmu lelah, maaf membuatmu harus mengurus dua orang, maaf membuatmu jadi berpikir yang aneh-aneh. Lain kali berbicaralah padaku jika kamu merasa lelah".
"Ama sudah pulang pagi ini, Melky mencari seorang perawat untuk Ama di rumah. Jangan mengkhawatirkan Ama lagi".
"Sekarang mandi, kemudian makan. Kamu sudah membuatku masak pagi ini, jadi kamu wajib memakannya sampai habis".
Mandala mengakhiri kata katanya dengan mencium keningku dan menarikku untuk bangun menuju kamar mandi.
Aku tersenyum bahagia.
Hei setan setan berbaju hitam yang selalu menghantui pikiranku.
Kalian lihat bagaimana perhatian Mandala padaku?
Mandala pulang lebih cepat dari tugasnya karena aku.
Mandala bilang aku adalah kewajibannya dan Sarah hanyalah kemanusiaan.
Aku bahagiaaaaa.
Aku tersenyum sendiri di kamar mandi sambil membasahi tubuhku.
Egaaa, kamu sama seperti penghuni rumah sakit kejiwaan itu, senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
Husssttt, aku menyiramkan air dingin ke arah kepalaku. Biar setan itu pergi dari kepalaku.
"Ayo makan dulu".
Mandala membawa satu mangkok bubur berserta pernak perniknya.
"Ini masak sendiri? Ini kan bubur ayam Pak Amat di depan".
Mandala tertawa. Tawanya sangat maniiiis.
Kenapa aku jadi terpesona dengan Mandala.
Aku terus memandangi Mandala
"Aku membantu Pak Amat memasaknya pagi ini biar cepat".
"Huh, aku pikir benaran kamu yang memasaknya".
Lagi-lagi Mandala tertawa.
Lagi-lagi tawanya sangat manis.
Otakmu memang terganggu Egaa.
"Aku suapin, habis itu minum obat dan kembali istirahat".
Mandala menyodorkan sendok berisi bubur kedepan mulutku.
"Aku sudah cukup tidur, tidak akan tidur lagi habis ini. Kebanyakan tidur juga membuat badan sakit".
"Kalo begitu aku yang akan tidur, semalaman aku belum tidur. Kamu bisa membaca buku atau memainkan handphonemu sambil menemaniku tidur. Atau kamu mau aku tiduri?"
"Kapteeennn".
"Kenapa? Salah? Kamu istriku yang sah kan?"
Kami sudah menikah tiga tahun, tapi Mandala masih saja membuat mukaku menjadi merah setiap ada kata-kata yang menggodaku.
"Selalu menggangguku".
"Hari ini aku akan terus mengganggumu, jadi bersiaplah".
Mandala berdiri, mengambil obat untukku.
"Minum obatnya".
Mandala menyodorkan tiga butir obat, dan aku langsung menelannya.
"Ayo".
Mandala menggandeng tanganku ke kamar. Mendudukkanku di atas tempat tidur. Menyalakan televisi, dan tiba tiba duduk dengan lututnya di belakangku.
"Ku keringkan rambutnya".
Mandala menarik hantu kecil di kepalaku. Mengusap lembut rambut panjangku dengan handuk kecil.
"Sebentar, kutarik kabel dan hairdryer dulu ya".
Aku memperhatikan semua yang dilakukan Mandala. Seperti katanya tadi, Dia belum tidur semalaman karena menjagaku. Tapi pagi ini Dia masih memanjakanku.
Dan aku menikmati perhatian yang di berikan Mandala.
Setelah selesai mengeringkan rambutku, Mandala memainkannya, mengangkat tinggi rambutku keatas dan mencium leher bagian belakangku.
"Kapten".
Aku berusaha berontak dan berniat untuk lari. Tapi Mandala lebih dulu memeluk dadaku sehingga aku tidak bisa bergerak.
"Sudah ku bilang, aku akan terus menggodamu hari ini".
Aku tersenyum malu pada Mandala.
"Aku mengantuk, temani aku tidur, aku ingin memelukmu".
Mandala membawaku ke tempat tidur. Dan benar, dia memelukku. Mendekapku ke dadanya.
__ADS_1
"Aku merindukanmu sayang".
Itu kata terakhir yang di ucapkan Mandala sebelum kudengar suara nafasnya yang teratur dan mulai mendengkur pelan.
Aku mengangkat wajahku.
Melonggarkan sedikit pelukan Mandala.
Kupandangi wajah tampan di hadapanku.
Wajahnya sedikit menggelap.
Mandala memang seperti itu, jika pulang dari tugasnya, dia akan sedikit menjadi hitam.
Tapi tunggu satu minggu lagi, kulitnya akan kembali normal.
Mandala tipe orang yang kulitnya mudah kembali ke kulit aslinya.
Berbeda denganku.. kulitku tidak akan menghitam, tapi akan menjadi merah seperti kepiting rebus jika aku berada di terik matahari.
Ku elus lembut wajah tampan ini.
Ada sedikit kerutan di pinggir matanya.
Usia memang tidak bisa menipu hehehehe.
Terlalu banyak beban yang di tanggung Mandala.
Tapi Mandala tidak sepertiku, semua di anggapnya biasa saja, seperti angin lalu.
Mandala tipe orang yang serius dalam sesuatu hal tapi tidak pernah menganggap serius sesuatu yang baginya tidak serius.
(Bingung yaa?? Sama hehehehe).
Maaf suamiku sayang, aku sering kali meragukan kamu.
Aku sering kali cemburu.
Aku sering kali memikirkan hal yang negatif tentangmu.
Ku elus terus wajah tampan ini.
Tiba tiba tanganku di tangkap oleh tangan Mandala.
"Elusnya jangan di wajah saja, pindah ke bagian yang lain"
"Ngantuk".
Aku langsung menyembunyikan wajahku di dada Mandala.
"Benar ngantuk?"
Mandala menggelitik perutku.
Aku berontak berusaha menghindari tangannya.
Aku tidak bisa membalas Mandala.
Aku selalu kalah setiap kali Mandala mengganggu ku.
Dan siang hari ini pun aku kalah dan takluk pada Mandala.
oh setan setan berbaju hitam. Jangan kau ganggu lagi pikiranku. aku hari ini bahagia.
Mandala masih menyayangiku.
Mandala masih memperhatikanku.
Mandala tetap mencintaiku seperti dulu.
--------------
Jangan lupa votenya
LOVE YOU 😘😘
__ADS_1