
Aku melihat Mandala sudah berada di gerbang asrama... tapi aku memutuskan untuk tidak turun...
aku ingin membuatnya marah...
aku ingin tau apa dia bisa marah padaku...
pukul enam lewat lima belas menit baru aku turun...
tidak kulihat lagi mobil dr.Farid di gerbang asrama...
akhirnya dia menyerah...
biarlah semua selesai sekarang...
akan lebih mudah bagiku...
berjalan ke luar pintu gerbang... melewati jalur pasar yang setiap hari kulalui...
dipersimpangan jalan langkahku terhenti... seseorang menungguku disana...
membuka kan pintu mobil untukku...
"Susah yaa, menghadapi seorang gadis yang keras kepala..."
"sudah tau kan?"
aku masih berdiri, enggan masuk kedalam mobil..
"Jika aku tidak membawamu pagi ini, Ina akan memberiku kuliah pagi selama sejam penuh.. ina dan ibu sudah membuat nasi uduk untuk sarapan.. mereka menunggumu.."
akhirnya aku menyerah... masuk kedalam mobil..
Dan benar, ketika aku datang... Ina sudah memarahi Mandala...
"Kenapa lama Dala? kamu ajak Ega kemana dulu?"
Mandala hanya tersenyum...
"Kesempatan buat pacaran lah Ina.."
"Ayo kita makan.."
selalu dr.Farid yang menjadi penengah kami...
karena dr.Farid orang yang mengetahui bagaimana posisiku dan Mandala sebenarnya...
"Honey... kamu kapan ke turki.."
Ibu Mandala berbicara pada putranya...
Honey???? memang benar benar seperti ibu di sinetron 🙈
"belum dapat cuti Mom.. nantilah, Dala akan kesana bersama istri Dala.."
Mandala berbicara dengan santai, tapi aku yang ketelan sendok... aku meminum air putih sampai habis, aku berharap tidak ada yang menyinggung masalahku dan Mandala saat ini...
Ibu Mandala memandangku...
"Honey, gaun pernikahan apa yang kamu suka??"
honey lagi?? ternyata ibu Mandala senang memanggil semua orang dengan sebutan honey...
tiba tiba sendok itu benar benar tertelan olehku 🙈
tenggorokanku tidak dapat mengeluarkan kata kata lagi...
"Iya sayang,, kita bisa kan mulai memikirkannya dari sekarang?" istri dr.Farid pun ikut berbicara...
"Sudah, ayo kita makan dulu... mana tenang Ega makan kalo kalian berdua selalu bertanya.."
dr.Farid lagi lagi menyelamatkanku...
Mandala pun kali ini hanya diam..
Tumben...
aku sempat melihatnya sekilas...
Mandala hanya diam sambil menikmati nasi uduknya...
Mungkin dia sudah mulai marah padaku..
"Dala, kamu ingat kartika?? teman SMP mu dulu.."
ina mengubah pembicaraan kami..
"Iya, Dala ingat... kenapa Ina??"
"Dia sudah kembali kemari.. sudah selesai kuliahnya di Inggris... tadi dia menelpon ke rumah.."
__ADS_1
"Nanti Dala telpon kembali.."
setelah itu kami kembali melanjutkan sarapan kami dengan perbincangan yang ringan ringan saja...
Aku dan dr.Farid bersiap untuk kerumah sakit...
berpamitan pada semua orang...
Mandala hanya tersenyum kecil padaku ketika aku berpamitan... Tapi dia tetap berdiri dari kursinya dan keluar mengantar kami...
bersamaan dengan itu.. datanglah sebuah mobil berwarna merah...
kami semua berpandangan.. siapa yang datang??
sampai kemudian seorang wanita keluar dari pintu pengemudi mobil... tersenyum manis pada kami semua...
"Kartika??" Mandala yang berucap sambil melangkah mendekatinya..
"Apa kabar Dala??" Kartika mencium pipi Mandala.. kedua duanya... kiri dan kanan 🙈
"Baik, ayo masuk.. Ina baru membicarakanmu padaku pas sarapan..."
Mandala membawa kartika masuk.. dan pasti akan melewati kami...
"Paman... apa kabar?" Kartika mencium tangan dr.Farid..
"Alhamdulillah baik..."
kemudian kartika melihatku..
"Eehh ini dr.Chintya... Asisten Ama di rumah sakit.."
Manda memperkenalkanku pada Kartika..
"Hai... saya kartika.."
Kartika menjulurkan tangannya padaku..
aku menerima tangan Kartika..
"Chintya..."
"Kami harus berangkat sekarang, nanti terlambat.. sampai jumpa kartika.."
"baik paman.. hati hati dijalan... sampai jumpa"
ketika memasuki mobil, aku melihat Mandala membawa kartika masuk.. tangan Mandala seperti merangkulnya.. ada hubungan spesial kah Mandala dan Kartika??
Aku melihat penampilan Kartika..
Cantik.. wajahnya berdandan dengan riasan...
Manis dan santun...
bicaranya pun sopan dan lembut...
Tidak sepertiku..
Wajahku hanya menggunakan bedak dan lip glos di bibir... tanpa riasan wajah... menurut ku sangat ribet jika harus menggunakan riasan wajah...
Kulitku sudah putih.. jika kupakai riasan wajah akan seperti topeng... dan aku juga tidak perlu menggunakan cream cream kecantikan yang berlebihan.. cukup dengan aku mencuci muka, memakai pupur dingin setiap malam...
Kulit wajahku malah sensitif ketika kucoba menggunakan cream cream wajah yang sedang trend saat ini...
bersyukurlah.. Allah menciptakan ku seperti ini...
tidak memerlukan biaya banyak untuk merawat kulit wajah...
Aku mengingat kembali ketika Mandala memperkenalkanku pada Kartika...
"Asisten Ama di rumah sakit"
Asisten???
Ya kamu memang asisten dr.Farid kan Ega??
Apa yang kamu harapkan..
Mandala harus memperkenalkanmu sebagai siapa??
Kamu belum memberikan kepastian apa pun kepada Mandala...
Hus, diam...Lagi lagi otak kiri ini beraksi...
Sepanjang hari ini aku berusaha melupakan semuanya... membantu dr.Farid menguji sampel sampel yang kami ambil.. berusaha mengambil ilmu sebanyak banyaknya dari dr.Farid...
Waktuku tidak banyak lagi di rumah sakit ini...
"dokter chintya..." dr.Farid memanggilku..
__ADS_1
"Iya dokter..."
"Saya akan ijin selama seminggu... saya akan membawa istri saya check up.. sekalian membawa ibunya Mandala jalan jalan.. jika ada suatu kasus nantinya... akan ada pihak kepolisian yang akan membantumu.... sekalian belajar... suatu saat nanti kamu juga akan sendiri di ruangan forensik..."
"dokter serius mo ijin??"
"iya, istri saya harus check up, tidak bisa lagi ditunda.."
"dokter yakin memberikan ruangan ini pada saya?"
"Iya, kenapa? saya yakin dengan kemampuanmu.. hanya saja kamu sedikit penakut.. minta temani staf yang ada diluar, jika memang kamu takut sendiri.."
"Hehehehe... iya dokter..."
"Sore ini kami akan kepantai... hanya duduk duduk menikmati matahari terbenam.. berminat untuk ikut?"
Aku terdiam sejenak...
"Tidak dokter, mungkin kehadiran saya akan mengganggu..."
"Mengganggu siapa?? ayo lah.. ikut saya nanti pulang kerja.. kita refresing sejenak.."
Aku hanya tersenyum...
Dan lagi lagi aku tidak dapat menolak...
---------xxxxxxx-----------
Sebelum kepantai kami menjemput Ina dan yang lain di rumah dr.Farid...
Tidak ada Mandala... Aku juga malas bertanya dimana dia...
Sampai kami dipantai... baru aku tau dimana dia...
Mandala lebih dulu tiba dipantai.. menyiapkan tempat untuk ibunya dan Ina yang keduanya menggunakan kursi roda....
Hal terpenting lainnya adalah Mandala kepantai bersama Kartika... cemburu Ga??
Ih, siapa yang cemburu..
Kami duduk di sebuah gajebo...
malika bermain pasir ditemani Mandala dan Kartika..
Gambaran yang sempurna..
mereka pasangan yang serasi...
tiba tiba ada rasa sakit di dadaku...
Mereka semua baik padaku.. tapi Kartika lebih Akrab pada mereka... Kartika dengan mudahnya berkomunikasi pada Ibu Mandala dan Ina...sering kali mereka bercanda, tertawa bersama...
Aku lebih banyak diam.. duduk manis menikmati pemandangan pantai yang indah di depanku.. tapi pemandangan antara Kartika dan Mandala membuatku sakit... Sejak ku datang.. Mandala hanya tersenyum sekali padaku.. tanpa kata kata...
Dering handphone menyelamatkanku..
Aku beralasan untuk menerima telpon agar aku bisa menjauh dari mereka semua...
telepon yang kuterima hanya lima menit... tapi aku memilih duduk sendiri di sebuah batang kayu sampai senja turun...
Entahlah.. aku ingin menjauh dari mereka...
ternyata, kehadiranku memang mengganggu....
Aku memutuskan untuk pergi...
Aku hanya berpamitan pada dr.Farid.. dengan alasan ada kerabat ku yang datang dan aku harus menemui mereka...
dr.Farid meminta aku menunggu Mandala yang lagi sholat maghrib agar dia bisa mengantarku... tapi aku menolak.. aku berlari cepat menjauh dari dr.Farid dan memanggil taksi...
Didalam taksi aku memejamkan mataku..
Menahan Air mata..
Menahan sakit di dada...
Kenapa aku harus menangis?
Untuk siapa aku menangis?
Untuk siapa rasa sakit di dada ini?
Dapatkah kamu tau jawabannya Ega??
---------------
Jangan lupa like, vote dan komennya yaa
LOVE YOU..😘😘
__ADS_1