Jodohku

Jodohku
Bab 31


__ADS_3

Alwan kembali menatap viona yang berada di dalam ponsel nya lalu berkata.


" gak usah mir macem-macem awas aja mikir macem - macem, ini cuman karena urusan pekerjaan  nggak  lebih dan nggak kurang....


" Aku saja tidak tau kalau kerja sama ini ternyata dengan ayah riska  dan juga Riska...


" Aku baru saja tau setelah bertemu dengan nya dan sampai di sini." Ucap Alwan menjelas kan kepada viona.


" Hmmmmm....iya aku tau.. mas awas jangan macem macem dan hati hati jangan sampai dia menjebak mu lagi." Ucap vina sambil mengingat kan alwan


" ok..oya..iya..honey ..mas ingat..udah dulu , mas mati kan telepon nya. " kata alwan pada viona


"Hmmmmmm..." ucap viona lalu mengangguk kan kepala nya.


Alwan memutus sambungan vidio dengan viona lalu setelah itu alwan langsung bergegas utuk menyusul alwan dan yang lain nya yang duduk menunggu nya di lantai bawah.


Alwan dan doni menginap di hotel yang kata nya yang akan di urus riska , itu semua adalah permintaan dari ayah  nya riska, karena klien yamg lain nya menyetujui permintaan ayah nya Riska untuk menginap di situ , jadi alwan juga tidak bisa menolak , ya kalau dia berkata tidak mau sendiri.Alwan keluar dari kamar nya di hotel lalu berjalan melalui lorong di hotel itu. Lalu tiba tiba dia tidak sengaja melihat riska yang sedang berbicara dengan salah satu karyawan di hotel nya itu.


Dengan perlahan alwan melangkah menghampiri riska dan bersembunyi di  balik dinding untuk mendengar pembicaraan riska, bukan maksud untuk menguping , alwan hanya melaku kan itu untuk keselamatan nya , kalau kalau riska merencanakan sesuatu untuk diri nya.


" dengar ya, kamu harus memasuk kan obat ini ke dalam gelas yang berwarna merah, setelah itu kamu antar kan pada orang yang aku sudah beri tau, bagaimana kamu mengerti tidak?" Ucap riska sambil memberi kan botol obat itu kepada karyawan nya di hotel itu. Dan memberi kan beberapa gelas yang warna warni kepada pelayan itu.


" saya mengerti..nona , saya akan melaku kan sesuai apa yang di kata kan nona riska " jawab pelayan itu menanggapi perkataan riska.


Alwan mendengar semua pembicaraan Riska dan pelayanan atau karyanya Riska itu,  setelah Alwan melihat Riska pergi dia bergegas berjalan mendekati pelayanan itu dan sesampai nya di depan pelayanan itu, Alwan langsung menarik tangan pelayanan itu saat hendak akan pergi.


" Ada apa tuan...?, ada yang bisa saya bantu...?  " Tanya pelayanan itu pada Alwan.


" Aku mendengar semua pembicaraan mu dengan wanita tadi yang baru saja pergi,  aku mendengar semua yang kalian kata kan,  aku tau dia menyuruh mu memadukan kan obat yang di beri kan wanita itu ke dalam minuman di tangan mu,  minuman itu akan di berikan kepada ku,  wanita itu akan menjebak ku?" Ucap Alwan


" Kalau aku mau... Aku akan langsung menelepon polisi sekarang juga... Dan melapor kan kalian berdua berdua dan kalian akan langsung masuk penjara.. "Ancam Alwan pada pelayan laki laki yang di suruh Riska.


" Jangan pak saya mohon... Saya masih punya anak dan istri yang butuh untuk di biayai... Tolong jangan lapor kan saya ke polisi. " Jawab pelayanan itu dengan nada ketakutan tan.


" Baik aku tidak akan melapor kan mu ke kantor polisi... Tapi kamu harus melakukan kan apa yang aku suruh... Bagaimana kamu mau?  Tanya Alwan


" Baik tuan saya akan menuruti semua perkataan  tuan... Asal tuan jangan melapor kan saya ke polisi tuan" Ucap pelayanan itu memohon


" Oke dengar kan apa yang akan aku kata kan... Kamu harus memasuk kan obat yang di beri kan wanita itu ke dalam gelas warna biru, dan kamu tetap mengantar kan nya sesuai dengan yang di kata kan wanita itu tadi " Ucap Alwan pada pelayanan itu.


" Baik tuan... "Jawab pelayanan itu lalu segera pergi dan melakukan kan apa yang Alwan bilang.


Alwan berjalan menuju tempat yang sudah di siap kan,  Alwan sampai di ruangan nya disana dia melihat mereka semua sudah berkumpul di ruangan khusus para tau yang penting, dan kurang diri nya saja yang baru datang ke sana.


Mereka berbincang berbincang sambil menunggu jamuan yang sedang di siap kan oleh para pelayanan yang berada di hotel milik Riska.


Di sisi lain Alwan sedang merencanakan rencana nya yang akan dia kembali kan lagi kepada Riska karena Riska yang merencanakan akan menjebak diri nya.


Riska pasti akan menyesal sendiri karena telah berani bermain main dengan diri nya  dia akan menyesal nanti..

__ADS_1


Alwan merogoh saku celana nya lalu mengambil ponsel milik nya dia akan mengirim pesan pada viona,  Alwan langsung mengetik isi pesan nya,  karena di tau kalau viona pasti memikirkan diri nya karena di sini ada Riska,  dan mungkin sekarang dia juga lagi ngambek...


Isi pesan Alwan


" Viona kamu sudah ngantuk belum... Kalau masih tahan untuk tidak tidur tunggu lah aku selesai dengan acaranya lalu aku akan menelepon.. mu.. " Alwan menulis nya lalu mengirim kan nya pada viona.


Viona sedang belajar,  dia benar benar tidak bisa fokus memikirkan suami nya yang sedang bersama dengan kuntilanak itu di tempat lain...


"Haah... Aku benar benar frustasi memikirkan nya" Kata viona


Setelah mendengar ponsel nya bergetar viona segera membuka nya dan dia melihat Alwan yang mengirimi pesan. Viona merasa sedikit tenang setelah menerima pesan dari Alwan  berarti suami nya baik baik saja sekarang karena dia mengirim pesan pada nya.  Setelah membaca pesan dari Alwan viona bisa lebih fokus untuk belajar.


Sedang kan di sisi lain Riska sudah datang di duduk bersebelahan dengan Alwan,  dia merasa sangat percaya diri dengan apa yang di pakai nya,  pakaian yang sangat minim dan sedikit terbuka.


Setelah menunggu beberapa saat pelayan yang di suruh Riska sudah datang,  dia membawa kan cemilan dan minuman yang sudah tertuang di dalam gelas warna warni dan dua botol minuman yang belum di buka.


Riska melirik pelayanan itu dan sambil mengembang kan senyum nya,  karena rencana nya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan nan nya,  walaupun dia tidak tau kalau Alwan sudah mengganti rencana Riska dan rencana nya itu akan berbalik sendiri kepada diri nya.


Pelayanan itu memberikan kan gelas berwarna merah ke pada Alwan sesuai rencana Riska   lalu setelah Alwan menerima gelas itu Alwan langsung meminum minuman di dalam gelas itu.  Lalu dia mengambil gelas berwarna biru yang sudah di berikan obat dan diberikan kepada johan salah satu klien nya dari negara J,  kebetulan johan sedang berdiri di samping nya.  Dan minuman yang lain nya ia beri kan kepada asisten nya dan kepada klien nya yang lain termasuk Riska serta ayah nya itu.


Mereka saling mengobrol dengan santai sambil menyantap jamuan yang sudah di siap kan di hotel itu.


Alwan dan doni memang sudah sering meminum alkohol untuk menghilang kan stres saat kelelahan bekerja.  Jadi jika hanya minum dan hanya menghabis kan 2 botol minuman itu tidak akan bereaksi pada mereka berdua,  tapi karena Alwan ingi rencana nya berhasil jadi dia hrus ikut berperan dalam sandiwara yang di buat nya ini.


Alwan pura pura merasa pusing agar  Riska percaya dan tidak mencurigai nya.  Sedang kan johan yang sudah merasakan panas dan pusing di kepala dan tubuh nya karena meminum minuman yang sudah di berikan obat perangsang ke dalam nya oleh pelayan tadi yang di suruh Riska.


Alwan sengaja memberi kan minuman yang di masuk kan obat itu kepada johan karena tadi johan sempat bercerita  mengutarakan kan rasa ketertarikan kan saat melihat Riska di depan nya,  jadi di memang sengaja memberi kan minuman itu.


" Sayang aku akan menunggumu di kamarku... Cepat kemari lah" Riska mengetik pesan untuk Alwan dan mengirim nya dia berpikir kalau Alwan sekarang sudah tidak bisa mengontrol diri nya lagi.


"Baik lah aku akan segera ke sana tunggulah aku... dan aku minta matikan lampu kamar mu dan didepan kamar mu agar tidak ada yang melihat aku masuk ke kamar mu" Alwan mengerti balasan untuk Riska lalu mengirim nya.


Riska lalu mengikuti permintaan Alwan dia matikan lampu di dalam dan di luar kamar nya,  setelah itu dia tersenyum bahagia yang terpanjang cara di wajah nya.


Riska melepas kan semua pakaian nya sendiri dan menutup diri nya dengan selimut lalu dia menunggu di atas ranjang nya.


" Kamu tidak papa tuan johan"tanya Alwan kepada johan


"Ya saya baik baik saja tuan Alwan" Jawab johan


Johan beranjak dari tempat duduk nya dan langsung berpamitan tan pada yang lain,  Alwan juga ikut berpamitan untuk mengikuti kuti johan.


"Saya pergi duluan" Ucap johan pada yang lain


"Saya juga pamit semua... " Kata Alwan lalu berjalan mengirim kuti johan dan menghampiri nya.


" Baik.. Istirahatlah duluan... sebentar lagi  kita juga akan segera istirahat " Jawab yang lain nya.


Alwan berjalan di samping johan didorong hotel itu.

__ADS_1


" Badan ku merasa panas tuan Alwan,  aku membutuh kan seorang wanita untuk membantu ku "Ucap johan pada Alwan dengan suara serak nya karena menahan sesuatu karena pengaruh obat perang sangat yang di beri kan Riska. Johan berkata sambil melihat kesamping melihat Alwan.


" Aku tadi juga melihat,  seorang wanita yang juga sedang memburuk kan seorang pria malam ini"jawab Alwan santai


"Siapa tuan... " Tanya johan pada Alwan


" Di adalah Riska..  Kamu bilang tadi siang kamu tertarik pada Riska saya benar kan? "Tanya Alwan


" Benar tuan Alwan saya benar benar tertarik dengan wanita itu "jawab johan


" Lalu bisa memiliki nya malam ini asal kamu mau mengikuti permainan ku malam ini"tambah Alwan


" Memang permainan apa...? "Jawab johan yang tidak sabaran


" Kamu masuk lah Ke kamar Riska,  kamu pergi lah ke sana dan kamu tidak usah mengeluarkan kan suara hingga permainan mu selesai, turuti saja permai nan nya dan jangan memaksa nya "Ucap Alwan menjelaskan kan kepada johan


" Ok.. "Jawab johan yang memang seorang Playboy,  dia hanya suka memainkan tubuh wanita saja.


Johan langsung melangkah menuju kamar Riska,  dia masuk ke kamar tanpa bersuara sesuai apa yang di kata kan Alwan,  dan Riska menerima nya dengan senang hati di dalam kamar  nya.


Ska menuntun mohon ke atas ranjang nya lalu menindih nya Riska langsung memperkosa johan di dalam gelap nya kamar Riska, dia bermain sangat agresif,  dia sangat bahagia pria yang dia gilai selama ini  sedang bersama dengan nya di dalam pelukan nya tanpa sehelai benang pun. Dia mengira itu adalah Alwan yang bersama dengan nya.


Sedang kan Alwan setelah itu melangkah kearah kamar yang berada di hotel itu yang di tempati eh diri nya. Alwan membaringkan kan tubuh nya dia atas ranjang nya mau segera mengambil ponsel nya dan melakukan kan panggil langsung vidio pada viona. Viona yang memang sedang menunggu telepon dari Alwan merasa sangat bahagia karena suami nya menepati janji nya,  jika dia kan menelepon nya setelah urusan nya selesai.


Viona segera mengangkat panggilan vidio dari suami nya  dia menatap ke arah ponsel nya  dan melihat ke arah Alwan dengan tampang nya yang penasaran.


"Kamu kenapa.. kenapa kamu menatap ku seperti itu...? " Tanya Alwan yang merasa bingung dengan tatapan viona.


" Aku penasaran sama kamu mas,  mas masih tetap utuh atau tidak.. "Jawab viona santai


" Haa.. apa maksud mu honey.. Memang nya kenapa aku harus tidak utuh, lihat lah aku ini masih lengkap dengan semua nya yang ada di badan ku"jawab Alwan


"Iya aku juga tau itu mas... aku juga bisa melihat mu dari dalam Handphon" Jawab viona


"Lah itu tau... lalu.. " Tanya Alwan masih bingung


" Kamu kan lagi di sarang kuntilanak mas,  nanti kalau kamu di gigit kan aku gak tau mas. "Jawab viona


Alwan tidak menjawab perkataan viona yang menurut nya aneh  dia hanya melihat viona di dalam ponsel nya dengan muka nya yang datar seperti biasa,  itu lah Alwan yang memang seperti jalan tol yang rata.


" Mas Alwan.. coba deh buka baju nya"suruh viona memerintah tah Alwan


" Buat apa..? " Tanya Alwan merasa heran dengan permintaan istri nya itu.


" Aku mau memeriksa satu buah mu,  apakah ada tanda tanda yang mencurigakan tidak " Jawab viona santai


" Kamu ini via memang aneh... "Ucap Alwan


" Cepetan buka baju nya mas... " Ucap villa

__ADS_1


Alwan menuruti perkataan viona dia langsung membuka seluruh pakaian nya hingga tidak tersisa satu pakaian pun,  dia tidak hanya membuka baju nya.  Viona terbelalak dan melotot kan mata nya yang melihat Alwan yang malah melepas semua pakaian nya dan sekarang Alwan tanpa busana nya.


__ADS_2