
Alwan bangun dari tidur nya dia melihat jam yang menjukkan pukul 10 siang. Alwan buru buru lari ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya alias mandi lalu bersiap siap, karena alwan hari ini ada pertemuan penting. Alwan dan lain nya akan pergi meninjau beberapa hotel, butik , perusahaan dan objek yang menjadi kerja sama mereka.
Alwan sudah selesai bersiap siap dia berang kat bersama asisten nya yaitu foni, dia tidak sempat membuka ponsel nya karena di buru buru, dia hanya mengambil nya dan memasuk kan nya ke dalam saku celana nya.
Alwan sudah sampai di tempat tujuan bersama doni, sampai di san di turun dari mob dan menemui beberapa klien nya di sana , alwan melihat salah satu klien nya adalah ayah Riska.
Dia tau kalu otu ayah riska karena alwan sudah berteman dengan riska sejak kecil ..walau pun Alwan mengenal ayah Riska tetapi dia tidak tau dengan keluarga Riska karena alwan mengenal ayah Riska hanya sebatas nama saja dan alwan juga tidak ingin tau menahu tentang keluarga riska dan teman teman nya yan lain. Alwan hanya mengetahui kalau riska pindah bersama orang tua nya ke negara J dan mengetahui nama ayah Riska karena tidak sengaja dia mendengar orang memanggil ayah Riska saat diri nya masih kecil , dan alwan juga tau kalau andi adalah sepupu riska . Alwan hanya tau itu saja tentang Riska k tidak lebih.
Alwan sedang berbincang bincang dengan klien nya setelah selesai berbincang mereka memutus kan untuk mengunjungi beberapa perusahaan dan tempat tempat lain nya.
Jam 5 sore alwan mengunjungi tempat terakhir yang akan di kunjungi nya hari ini dengan klien nya . Alwan dan para klien alwan sudah sampai di sebuah hotel. Mereka masuk kedalam dan meninjau hotel itu.
" tuan alwan ini adalah hotel yang akan di kelola oleh putri semata wayang saya yang saya sayangi " ucap ayah Riska menjelas kan pada alwan.
"Mari masuk tuan....biar kan saya memperkenal kan putri saya pada anda " ucap ayah riska pada alwan dan dia hanya mengikuti ayah riska dari belakang.
Alwan tau kalau itu adalah ayah riska, tapi ayah riska tidak mengenali nya karena dia belum pernah bertemu alwan, dan dia juga tidak tau kalau Riska berteman dengan alwan.
Mereka masuk ke ruangan di mana Riska berada . Mereka sampai di ruangan yang fi tunjuk kan ayah Riska pada semua alwan melihat riska yang tergila gila pada nya dan sampai melaku kan akai gila nya itu sedang kan riska sedang berdiri di dekat jendela.
Alwan tidak tau kalau riska lah yang meminta ayah nya untuk melaku kan kerja sama bersama alwan. Ayah riska selalu menuruti apa yang di minta putri semata wayang nya itu, walaupun kadang kadang apa yang di minta putri nya itu sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
Selain riska yang sangat tergila gila pada alwan , ayah riska juga menginginkan diri nya menjadi besan keluar ga kusuma yang sangat terkenal itu juga sangat kaya raya.
Alwan hanya melihat riska yang berdiri di depan jendela itu dan sama sekali tidak berbalik badan.
"Sayang sini...temui klien ayah " panggil ayah riska
Kemudian riska berbalik badan lalu tersenyum ke arah alwan dan berjalan mendekati nya.
"Halo alwan, selamat bekerja sama dengan kita." Ucap riska sambil mengulur kan tangan nya kepada alwan untuk saling berjabat tangan.
Alwan tidak menjawab perkataan riska dia hanya langsung mengulur kan tangan nya dan bersalaman dengan riska.
" ternyata kali an sudah saling mengenal ya, " kata ayah bella yang memang tidak tau kalau alwan dan bella berteman.
"Kamu memang anak yang pintar mencari teman, carilah laki laki yang seperti ini.." tambah ayah Riska yang memberi kode pada alwan .
******************
Viona sudah sesai dengan kampus nya , dia sedang menunggu pak toni menjemput nya, dan tak berapa lama mobil yang menjemput nya sudah datang . Viona segera masuk ke mobil nya dan pak toni melaju kan mobil nya.
" pak raisa tadi udah di jemput kan.." tanya viona pada supir nya
__ADS_1
"Tenang saja non..saya sudah menjemput nona raisa dengan selamat..." jawab pak toni
"Ah baik lah pak terima kasih." Ucap viona sambil tersenyum di bangku belakang .
Viona setelah itu hanya diam di dalam mobil dia tidak berkata apa apa . Dan tam terasa mobil susah memasuki pekarangan rumah kuarga kusuma.
Viona turun dari mobil dia sampai di rumah jam 6 sore... viona selalu pulang agak malem karena di kampus nya akan segera mengadakan ujian bagi tingkatan nya , jadi ada kelas tambahan untuk persiapan ujian .
Setelah viona turun dari mobil viona tidak langsung masuk ke rumah dia membuka ponsel nya dia melihat pesan yang dikirim nya tadi sebelum berangkat ke kampus.
"Hah..mas alwan lagi apa sih dia kok gak bales pesan aku, apa lagi membaca nya aja tidak dia sibuk banget ya
Viona menutup po sel nya lalu masu ke rumah dia naik ke atas menuju kamar nya lalu bergegas untuk mandi karena badan nya sudah sangat lengket . Selesai mandi viona segera mengena kan pakai an nya dan dia langsung memilih belajar agar tidak terus terusan kepikiran dengan suami nya itu.
" aku ini kenapa selalu memikirkan dia terus.."ucap viona di dalam kamar
" padahal aku tidak tau apakah dia juga sering memikir kan aku atau tidak..." ucap viona sambil membuka laptop nya.
Walaupun viona tidak sepintar Alwan dia tetap belajar. Kadang kadang viona merasa kesal karena otak nya di bawah rata rata. Kadang juga saat tugas kuliah nya sedikit lebih sulit viona langsung meminta bantuan Alwan.
Dia tidak pernah malu meminta bantuan dari alwan yang memang sangat pintar dan cerdas dalam semua mata pelajaran apa pun. Toh buat apa di sia siakan punya suami yang sangat cerdas itu mendingan viona manfaatin kepintaran nya itu.
__ADS_1
Setelah selesai belajar viona menutup laptop nya di samping ranjang nya yang terdapat meja nakas . Lalu dia membaringkan tubuh nya dia atas ranjang karena badan nya merasa pegal karena kelamaan duduk tadi.
Viona berusaha untuk tidak selalu memikirkan laki-laki itu yang tidak lain adalah suami nya sendiri.