
Minggu yang sedikit mendung...
sebenarnya cuaca seperti ini lebih enak untuk tidur dan bermalas malasan dikamar...
sejak menjadi asisten dokter forensik jadwalku beubah arah..
ketika kami harus menangani seorang jenazah..
Aku bisa tidak pulang berhari hari karena harus dengan cepat memberikan hasil otopsi..
tapi kebalikannya... jika tidak ada kejadian yang mengharuskan seseorang tergeletak di ranjang operasi kamar jenazah... aku menjadi lebih santai...
Seperti hari ini... pas untuk tidur setelah dua hari yang lalu aku dan dr.Farid menangani pasien tenggelam dipantai...
Tapi aku sudah berjanji pada mbak Ratih untuk menjaga anaknya..
Mbak Ratih seorang bidan yang bertugas di Unit Gawat Darurat.. yang menerima pasien ibu hamil terlebih dahulu....
Mbak Ratih memiliki seorang putri cantik berumur empat tahun... Aisha.....
Aku sangat suka padanya... mulutnya sangat ceriwis... kata orang kalimantan tu "lantih"....
Sehari harinya jika bundanya bekerja, aisha di titipkan disebuah rumah Quran sekalian tempat penitipan dan bermain anak... karenanya di umur masih sekecil ini.. Aisha sudah pintar melantunkan surah surah pendek dan doa doa....
Aisha pun kerap sering bermain bersamaku... dia paling suka jika melihatku datang membawa crayon dan buku gambar...
Jika kalian bertanya dimana ayahnya Aisha....
Bunda dan ayahnya Aisha bercerai ketika Aisha masih didalam perut...
Ayahnya seorang kapten kapal... lebih memilih untuk berlayar dan melabuhkan cinta di tiap daratan yang di singgahi...
Sebelumnya Aisha diasuh oleh neneknya... ibu dari mbak Ratih... tapi dua tahun yang lalu, nenek Aisha meninggal dunia....
__ADS_1
Akhirnya Mbak Ratih membawa Aisha ke asrama kesehatan...
karena untuk tinggal dirumah neneknya sangat jauh dari rumah sakit...
Pihak rumah sakit mengijinkan.. dan penghuni asrama pun menjaga Aisha seperti Aisha milik kami bersama... terkadang ibu bos besar kami di rumah sakit (istri dari dokter kepala) membawa Aisha jalan jalan..
Aisha banyak memiliki penggemar yang membelikannya baju ataupun mainan...
Tapi mbak Ratih tetap waspada... hanya memberikan Aisha pada orang orang yang memang dipercaya olehnya...
Dan hari minggu ini, mbak Ratih mempercayakan Aisha padaku...
Mbak Ratih harus bekerja dihari minggu karena menggantikan rekannya yang cuti..
------------
Pintu kamarku diketok...
"masuk ca, tidak tante kunci.." aku tau Aisha yang mengetok pintu kamarku...
Aku salut dengan Mbak Ratih yang masih bisa menyiapkan makan Aisha diwaktu waktu sempitnya untuk masuk bekerja...
"Sini sayang... " aku menyalakan televisi dan mencari kartun buat Aisha...
Aisha masuk dan duduk ditempat tidurku...
"hmmmm sudah harum" aku mencium pipi gembul dan rambutnya...
"Titip ya Ga.." suara Mbak Ratih didepan pintu..
"Iya Mbak, tenang aja... hari ini Aisha menjadi putriku sehari" aku sambil terus memeluk meluk Aisha...
"Dadah sayang... jangan nakal yaa, nurut sama tante Ega"
__ADS_1
"okey bunda" jawab Aisha pada bundanya yang membuat kami tertawa...
"Pergi dulu Ga..." Pamit mbak Ratih padaku..
"Hati hati dijalan mbak..."
Aku mengantar Mbak Ratih sampai bayangannya hilang dibalik tangga, dan kembali kekamar...
"Aisha sudah makan?" tanyaku pada Aisha yang lagi asyik menonton kartun di televisi...
Aisha tidak menjawab..
"Kalo gak jawab, tante matikan ni tivinya..."
"Jangan nte Ga.." sahutnya dengan penyampaian yang lucu dan menggemaskan...
"makanya jawab, Aisha sudah makan apa belum?"
"Sudah nte.. " jawabnya sambil memandangku...
"Ya sudah, Aisha sekarang boleh nonton kartun... tante boleh tidur disamping Aisha?"
Aisha mengangguk....
Sejam kemudian Aisha tertidur, mungkin karena harus bangun di subuh hari mengikuti kebiasaan bundanya... di jam sembilan pagi Aisha sudah tertidur...
Aku mematikan televisi... mengganti dengan berita.. siapa tau ada peristiwa heboh yang terjadi di negaraku ini....
Dan Esok hari kejadian heboh itu benar benar terjadi..
Penasaran? ikuti terus cerita nya Ega yaa...
jangan lupa vote, like dan komennya...
__ADS_1
Love You 😘😘😘