
Pagi ini.... Cuaca cerah... aku berdiri memandang langit di teras rumah sakit... mencari sarapan pagi buatku...
Sudah satu minggu aku tidur di rumah sakit ini...
Papah dan Mamah memintaku untuk tidur dirumah pada malam hari..
Pagi hari baru kembali ke rumah sakit... tapi aku menolak...
niatku kemari adalah menemani Yudhis siang dan malam.... membantunya untuk cepat kembali sadar..
Pernikahan teteh Yuni tinggal dua minggu lagi...
Aku tau semua keluarga sibuk..
Pernikahan ini sudah lama direncanakan sebelum Yudhis kecelakaan...
Sempat di tunda Papah satu bulan yang lalu, berharap Yudhis akan membaik...
Tapi kali ini pernikahan itu tetap harus di laksanakan karena calon suami teteh akan kuliah di luar negeri dan akan mengajak teteh ikut serta....
Walaupun suasana persiapan pernikahan sedikit sedih... tapi semua tetap harus dipersiapkan...
Teteh Yuni setiap ke rumah sakit selalu menangis..
meminta Yudhis untuk bangun menghadiri pernikahannya...
Tidak terkecuali dengan mamah... selalu menghabiskan berlembar lembar tisu untuk menghapus air matanya setiap datang ke rumah sakit.
Hanya Papah dan Yuri yang terlihat tegar...
Yuri lah yang selalu menemaniku mengurus Yudhis...
Pagi ini pun kutitipkan Yudhis pada Yuri...
Aku berniat untuk keluar menghilangkan jenuhku, menghirup udara luar yang lebih segar...
Aku duduk di sebuah halte di depan gerbang utama rumah sakit.. memandangi orang yang lalu lalang...
Tiba tiba handphoneku berdering...
YURI..... jantungku langsung berdetak kencang..
"Halo Yuri...."
"Teh cepat, Aa..."
Belum selesai kudengar kata kata Yuri, aku langsung berlari masuk....
__ADS_1
Didalam ruangan Yudhis sudah penuh dengan tim dokter dan perawat... Yuri memelukku ketika aku masuk...
"Aa kenapa Yur?"
"Aa Sadar teh... Aa bangun..." Yuri terus menangis dipelukanku...
"Alhamdulillah..." hanya kata itu yang kuucapkan..
Sempat kulihat tim dokter memeriksa Yudhis...
kulihat juga Yudhis membuka matanya menatap langit langit rumah sakit...
"Apa yang diucapkannya pertama kali tadi.."
dokter bertanya pada ku dan Yuri...
Aku memandang Yuri, karena memang Yuri yang menemani Yudhis...
"Aa memanggil nama teh Ega... kemudian 'haus"... kira kira seperti... Egaaa Haus... tapi antar kata terputus jauh..." Yuri mejelaskan..
Aku terdiam, ternyata Yudhis memanggil namaku ketika pertama kali bangun...
Ternyata Yudhis tau bahwa akulah yang menemaninya...
Air mataku menetes dengan sendirinya...
Dokter menjelaskan pada kami semua... bahwa sadarnya Yudhis sesuatu yang tidak diduga...
Dan untuk saat ini, semua kembali memerlukan proses.. seperti halnya anak bayi yang baru lahir...
butuh proses untuk Yudhis bisa bangun dari tempat tidur... artinya bangun dari tempat tidur pun butuh proses apalagi menginginkan Yudhis untuk duduk dan berjalan...
Dokter meminta kami untuk tetap bersabar....
Dan dokter tetap menempatkan satu orang perawat untuk menjaga Yudhis...
--------------
Kami berdiri mengelilingi tempat tidur Yudhis...
Mamah membelai kepala Yudhis sambil terus menangis...
Yudhis memandangi kami satu persatu,
Tak ada kata yang diucapkannya...
Hari ini... ruangan Yudhis di rumah sakit penuh... banyak keluarga, kerabat dan teman teman Yudhis yang tahu Yudhis sadar datang membezuk...
__ADS_1
Aku pun belum bertemu Yudhis secara langsung...
Aku pun tidak tau apa Yudhis sudah bisa berkomunikasi atau belum... tapi yang membezuk hanya berbicara pada Papah dan Mamah...
Aku memasuki musholla rumah sakit, berbaring diatas ambalnya... Musholla ini sepi jika tidak waktu sholat...aku mengambil kesempatan untuk meluruskan pinggangku... sampai akhirnya aku tetidur disana....
Seseorang membangunkanku..
Aku membuka mataku...
"Sudah mo maghrib mba..." wanita itu tersenyum padaku..
"Iya bu, maaf...."
"Ga pa pa mba... nanti banyak orang gak enak kalo diliat mba lagi tidur..."
"Iya bu..."
Aku beranjak bangun... Wanita ini tetangga kamar di rumah sakit 😁
sering kali kami bertukar senyum dan sapa...
"Masih banyak tamu bu dikamar?" tanyaku sambil duduk merapikan jilbabku...
"Sudah agak sepi mba... tapi masih ada tamunya.."
"Sadar ya mba si Aa.... "
"Alhamdulillah bu...."
Aku masih duduk sambil menyandarkan badanku di dinding.
"Mukzizat ya mba...."
"Mungkin ya bu... tapi semoga setelah ini tidak terjadi apa apa lagi.."
"Amin ya robbal alamin..."
"Saya ambil wudhu dulu bu..."
Aku beranjak setelah kulihat orang orang mulai banyak yang datang dan azan pun sudah dikumandangkan....
Diakhir sholat aku berdoa...
Semoga Allah memberikan yang terbaik buat Yudhis
dan yang terbaik buat hubungan kami berdua....
__ADS_1
Amin Ya Allah 🙏🙏😇