Jodohku

Jodohku
Pindahan...


__ADS_3

Rumah yang kami tempati tidak besar..


Terdapat dua kamar tidur, sedikit ruang tamu alias kecil hehehhee...


Dapur yang juga sedikit πŸ™ˆ


Kamar mandi yang di luar kamar tidur dan teras belakang buat jemur pakaian..


Dibanding rumah besar Mandala... ini adalah kebalikannya... tapi tidak begitu buruk...


Rumah sudah di cat rapi...


Kamar Mandi pun sudah di renovasi...


ini masih sangat bagus di bandingkan orang lain di luar sana yang harus tidur di jalanan...


Mandala membeli tempat tidur baru buat kami..


Kata Mandala tidak mungkin membawa tempat tidur yang di rumah besar...


Aku pun menurut...


Tempat tidur yang di beli Mandala sangat sederhana dan lebih kecil...


"Kecil tempat tidurnya..."


Aku memandangi orang orang yang memasang tempat tidur itu di kamar..


"Kamarnya juga kecil... lagian...:


Mandala berbisik di telingaku..


"Kamu juga tidurnya ku peluk terus.. makin kecil kasurnya makin enak kan?"


Aku melototkan mataku pada Mandala yang membelai kepalaku...


Mandala juga membeli satu sofa dan satu meja buat di letakkan di ruang tamu... hanya dengan satu sofa kecil, ruang tamu kami pun sudah sangat sesak 😁


"Untuk peralatan dapur, kita beli setelah selesai ini yaa"


Mandala berkata padaku.. yang kujawab dengan anggukan...


kami pergi membeli peralatan dapur...


Aku memilih kompor, magic com, dispenser dan peralatan lainnya dengan harga yang standar...


karena kata Mandala, tidak enak di lihat orang lain..


jadi beli yang biasa saja...


Tapi satu permintaanku pada Mandala...


Aku tetap harus menggunakan AC..


bisa masuk angin aku jika Mandala memutuskan hanya memakai kipas angin saja πŸ™ˆ


"Okey, tapi beli yang PK nya paling kecil yaa.. kamarnya kan kecil juga"


Aku mengangguk..


"Dan beli pake uangmu ya yang... uang gajiku sudah habis"


Mandala tersenyum sambil mengedipkan matanya..


Aku melototkan mataku pada Mandala...


"yang mau pake AC siapa?? itu yang beli"


"iyaa... iyaa..."


Aku melangkah dengan marah menuju kasir di iringi ketawa kecil Mandala...


Selesai itu semua, kami pun kembali ke asrama..


"AC baru dipasang besok, kita kembali aja dulu kerumah yaa.. sekalian pamitan sama melky"


"Iya, aku juga lupa membawa peralatan mandi dan make up ku tadi"


Selesai menyusun kompor dan lain lain pada tempatnya... kami pun kembali pulang...


Di luar rumah beberapa rekan kerja mandala menyapa kami..

__ADS_1


"kapan jadinya pindah bang.."


seorang tentara menyapa Mandala... sepertinya lebih muda dari mandala.. tapi sudah menggendong seorang anak πŸ˜₯


"mungkin besok.. masih ada barang yang belum dibawa"


Mandala berbicara sambil menggoda si anak yang digendong.. aku memperhatikannya..


ketika aku mendekat, anak itu pun melihatku..


dan lucunya si anak minta kugendong...


"boleh saya gendong?" aku bertanya lebih dulu pada sang ayah..


"boleh lah bu"


"berapa umurnya?"


"jalan enam bulan bu" sang ayah menjelaskan..


"yang mana rumahnya? boleh saya berkenalan dengan ibunya?"


"rumah saya di seberang lapangan bu.. itu yang ada jemuran di depan nya.. ibunya lagi masak bu"


si ayah menunjuk rumah yang bersebrangan dengan rumah kami..


"jauh juga.."


"minta jalan jalan terus, jadi tiap sore saya bawa jalan"


aku tersenyum melihat kesekelilingku...


mandala berbincang dengan rekannya yang lain lagi...


sore sore seperti ini, di asrama memang lebih ramai..


anak anak para tentara itu bermain bola di lapangan..


ada juga yang bermain sepeda keliling asrama..


seorang istri tentara yang tinggal disamping rumah kami bergegas keluar rumah dan langsung menyapaku.. rupanya dia adalah istri tentara yang sekarang berbincang dengan Mandala...


"Belum pindah sekarang mbak?"


"mungkin besok mbak, masih ada yang harus dibersihkan"


"kalo perlu bantuan bilang aja mbak, nanti saya panggilkan prajurit di depan..."


"Ga pa pa mbak.. tinggal dikit kok, saya bisa aja"


"Diacara waktu itu saya mau negur, tapi malu.. kalo sekarang tetanggaan, jadi wajib negur"


"kok malu sih mbak.. tegur aja, saya malah malu belum punya teman waktu itu"


"istri kapten.. malu saya negur.."


"yang kapten suami saya, saya sama aja ibu rumah tangga biasa"


"mbak dokter kan?"


"Iya, saya dokter... malu juga negur dokter?"


"ih mbak.."


kami berbasa basi lebih lagi.. terutama tentang kegiatan dharma wanita selanjutnya...


Mandala sekilas memandangku yang masih menggendong amel si anak tadi...


aku mengerti, kemudian memberikan amel pada ayahnya...


"sepertinya mengantuk"


"senang di gendong bu dokter, jadi hampir tertidur"


aku hanya tersenyum... sambil menyerahkan amel yang sudah terpejam pada ayahnya...


"pulang sekarang yang? katanya mau mampir lagi..nanti kemalaman"


Mandala berkata padaku.. sambil meraih tanganku dan menggenggamnya..


Orang orang yang berada di depan kami melihat kami dengan pandangan malu..

__ADS_1


Mandala yang bertindak mesra padaku kenapa mereka yang malu..


"kami pulang dulu"


Aku pamitan pada semua orang..


mereka semua mengangguk serempak πŸ™ˆ


Mandala tetap menggenggam tanganku menuju mobil.. membuka kan pintu mobil buatku.. membiarkanku masuk kemudian menutupnya kembali seperti film film romantis di televisiπŸ™ˆ


Mandala melakukan itu semua, tidak perduli dengan orang lain...


Aku pernah protes.. tapi kata mandala.


"Yang kuperlakukan istimewa adalah istriku sendiri.. jika aku bersikap begitu pada wanita lain baru salah.. jadi masa bodoh sama pemikiran orang lain.. ini istriku.. bagaimana aku bersikap, terserah padaku"


Sejak aku menyatakan cintaku pada Mandala...


Mandala memang sedikit menjadi lebay...


membawakan ku bunga di saat pulang kerja..


Mengirimkan makanan dengan kata kata mesra ke kampus tempatku sering nongkrong dan belajar bersama teman teman kuliahku...


Aku hanya bisa menarik nafas panjang melihat sikap mandala ini..


Tapi aku bahagia.. semoga mandala terus seperti ini padaku sampai maut memisahkan kami...


aku pun akhirnya terbiasa dengan sikap mesranya di depan umum πŸ™ˆ


Kami mampir di swalayan sebelum pulang kerumah.. akhirnya mandala memutuskan untuk sholat dulu di mesjid sebelum kami pulang..


"nanti kalo aku dinas, setiap kamu keluar, harus lapor dulu di penjagaan... jadi jangan buru buru setiap mau keluar rumah"


"Gak bisa bebas keluar gitu yaa?"


"Kalo suaminya dinas, istri dalam pengawasan"


"kenapa gitu?"


"Takut adanya perselingkuhan.. jadi harus jelas kemana perginya si istri"


"Kalo suaminya yang selingkuh?"


"suaminya kan dinas, bagaimana bisa selingkuh?"


"ah bisa aja... laki laki tu banyak caranya buat selingkuh.. pelakor sekarang banyak"


Aku berkata dengan menggebu gebu


"itu laki laki yang mana? yang jelas bukan aku"


Mandala tetap berkata dengan tenang..


"mungkin kamu tidak akan begitu, tapi kalo di jebak dan di goda? ada cewek seksi di depan mata lagi buka baju.. masa gak tertarik"


Aku mulai memprovokasi Mandala...


mandala hanya tersenyum..


"kalo ada cewek seksi di depan mataku... aku akan bertanya... bisakah kamu memuaskanku seperti istriku? dia sangat hebat di atas tempat tidur"


Aku memukul mandala setelah mendengar kata katanya...


"masih mau menggodaku? aku yang akan menggodamu balik"


aku hanya mengerutkan bibirku...


"aku bukan laki laki lain itu.. insya Alloh tidak akan ada wanita lain di depan mataku yang lebih seksi, lebih cantik, lebih hebat selain istriku"


Mandala berkata sambil mencubit hidungku..


"sudah, fokus kedepan... ntar nabrak lagi"


Mandala tertawa...


Akhirnya aku juga yang kalah..


Mandala selalu punya kata kata untuk membalikkan kata kataku.. yang akhirnya membuatku bungkam dan malu πŸ˜³πŸ™ˆ


---------------

__ADS_1


jangan lupa votenya yaaa


LOVE YOU 😘😘


__ADS_2