Jodohku

Jodohku
Orang yang selalu menjagamu itu... Jagalah dengan baik...


__ADS_3

Waktu terus berlalu....


Aku semakin sibuk.... bolak balìk antara kampus dan rumah sakit...


Sedikit pelajaran buatku...


Jangan terlalu memaksa mengambil mata kuliah semester atas dengan cepat... hasilnya adalah susahnya membagi waktu...


Praktek di rumah sakit tidak mengikuti jadwal kuliah dikampus... tapi disesuaikan dengan waktu dokter dan kondisi pasien yang akan ditinjau... kadang kala walaupun tidak berbentrokan dengan jadwal kuliahku tapi waktunya pasti mepet... aku harus bolak balik dengan cepat..agar kedua duanya bisa kujalani...


Kenapa kampus membuat jadwal mata kuliah praktek itu ditingkat empat... karena memang ditingkat empat mata kuliah teori tinggal sedikit...


Jadi para mahasiswa hanya tinggal mengatur jadwal mata kuliah praktek dengan para dokter pembimbing di rumah sakit...


Untunglah.. masih ada si untung yaa πŸ™„


teman teman satu kelompok praktek selalu membantuku... dan si assisten sok pun sudah mengetahui kesulitanku... bahkan kadang mentertawakanku jika aku datang dengan wajah yang merah setengah berlari...


Yang penting bagi kelompokku... aku tetap datang,tetap mengerjakan tugas tugasku...walaupun sering kali telat satu sampai lima menitan 😁🀭


Hasil yang terasa adalah...kakiku menjadi lebih besar karena lebih sering berlari hahahhaah... dan aku menjadi lupa makan... terkadang dimalam hari baru aku teringat untuk makan padahal perutku sudah membunyikan loncengnya memberi tanda...


Menyesal Ega?? sedikit hahahahha


Tunggu sampai semester ini berakhir, aku akan berdiskusi dengan dr.wahyu...


karena sudah pengalaman menjadi mahasiswa kedokteran... tentu dr.wahyu lebih tahu, mata kuliah teori dan mata kuliah praktek mana yang bisa kugabungkan... yang tidak membuatku menjadi atlet marathon...


dr. Wahyu...


Kalian taukan klo dia satu pulau denganku...


diluar jadwal praktek, dia suka menemaniku mengerjakan tugas tugas kuliah yang lainnya...


diluar praktek aku memanggilnya bang wahyu...


didalam rumah sakit, harus tetap memanggilnya dr.Wahyu...


Bang purba pernah bilang padaku klo dr.Wahyu menaruh hati padaku... aku hanya tertawa mendengarnya... mungkin aku sadar kalo memang dr.Wahyu menyukaiku... karena itulah aku sedikit memanfaatkannya untuk tugas tugas kuliahku 😁✌


Keseharianku sekarang hanya diisi dengan kuliah, tugas dan praktek di rumah sakit πŸ™ˆ


Aku melupakan yang lainnya...


Lupa untuk menelpon ibu dan bapak...


Lupa dengan Yudhis...


Sampai suatu saat di depan pintu masuk rumah sakit...


Suasana sangat ramai..suara ambulance terus terdengar..


Tapi bagiku ini sangat biasa... namanya juga Rumah sakit..


Sampai seseorang mengagetkanku...


"Ega??" seseorang memandangiku kemudian menegurku...seorang laki laki...


Aku terdiam... merasa tidak mengenalnya...


saat ini aku bersama dr.Wahyu dan Bang Purba keluar rumah sakit untuk makan siang...


"maaf...?" aku bertanya dengan heran..


"Saya Angga, teman satu kampus Yudhis dan sama sama juga di pembuatan stasiun" laki laki itu memperkenalkan dirinya...


"Maaf, saya tadi...." belum selesai aku berbicara, seorang wanita memanggil...


"bang angga...ayo cepetan,, udah mau dibawa keruangan"


"sebentar.. " sahut angga pada wanita yang memanggilnya.


"kebetulan ketemu disini... Yudhis kecelakaan...sekarang ada diruangan IGD... "


"apa??"


"ayoo... " jawabku bergegas menuju IGD tanpa menghiraukan dr.Wahyu dan Bang Purba


Angga mengikutiku dan ternyata dr.Wahyu pun mengikuti kami ke ruangan IGD...


Sampai disana, ada sekitar lima orang diluar pintu yang menunggu... aku melirik dr.Wahyu... dengan bantuannya, aku bisa masuk ke dalam ruang IGD...


Dan bersama dr.Wahyu πŸ™„


Yudhis terbaring dengan luka di kepala, tangan dan dibagian depan dadanya... dari hasil rontgen tidak ada yang fatal pada bagian kepala dan dada... tapi tangan kanannya patah dan perlu di pasang gift


Saat aku masuk Yudhis masih sadar... hanya saja matanya terpejam...


Aku memegang tangannya... seperti merasa bahwa itu adalah aku.. Yudhis menggumamkan namaku...


"Egaaaa....." dengan mata yang masih terpejam...


aku mendekatinya... kubelai wajahnya yang luka... tanpa sadar ada rasa sesak didadaku... aku berusaha untuk menahan air mataku untuk tidak jatuh...


Kenapa aku merasa sakit ketika melihatnya terluka...


air mataku menetes dengan sendirinya...


Yudhis membuka matanya...aku masih menggenggam tangan Yudhis...


Yudhis memandangku...


"Bodoh.. kenapa menangis? aku belum lagi mati.."


dengan suara yang pelan..Yudhis masih tetap bercanda denganku...


Aku hanya tersenyum kecil...

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak, kepala Aa terluka..."


Yudhis mengangguk kembali memejamkan matanya..


Aku mengambil sebuah kursi dan duduk disebelah ranjang sambil tetap memegang tangan Yudhis...


dr.Wahyu masuk bersama seorang dokter lainnya...


jelas dr.Wahyu melihatku menggenggam tangan Yudhis.. entah apa yang ada dipikirannya...


dokter lain yang masuk bersama dr.Wahyu yang menyapaku...


"Selamat siang, saya dr.adnan.. Saya dokter jaga yang menerima pasien tadi...boleh kita bicara sebentar??"


"baik.." sahutku... kemudian kembali memandang Yudhis...


"Ega keluar sebentar ya Aa..."


Yudhis mengangguk pelan, kulepaskan genggaman tanganku...


"Pasien perlu dioperasi... kami perlu tanda tangan.." dr.Adnan memberitahuku ketika kami sudah berada dluar ruangan..


"Baik, Saya akan tanda tangan... tapi saya harus meminta ijin pada orang tuanya dulu"


"Baiklah, kami harap secepatnya... karena luka dikepalanya harus segera cepat ditindak"


Setelah mendengar itu, aku langsung keluar ruangan...mencari handphoneku dan menelpon Papah... aku hanya bisa menelpon papah, karena aku takut mamah akan khawatir ketika mendengar Yudhis kecelakaan... sedangkan papah kurasa lebih kuat dari mamah...


Papah tidak mengangkat telponku...


Aku keluar mencari bang Angga temannya Yudhis...


"Ada pegang handphonenya Yudhis??" tanyaku ketika melihat bang Angga diruang tunggu...


Wanita yang tadi memanggil Angga memberikan handphone Yudhis padaku... kelima orang teman Yudhis yang menunggu diruang tunggu tidak berkedip melihatku...


"Kami mencoba membukanya..tapi terkunci..." wanita itu sambil memberikan handphone Yudhis memberitahuku...


Aku tidak sempat bereaksi atas kata katanya... kubuka handphone Yudhis dengan kata sandi yang memang kuketahui... tidak ada rahasia yang disembunyikan Yudhis dariku...


Kucari nomor telpon assisten papah... tersambung...


"Halo... den Yudhis?" sahut suara dseberang...


"Mang..ini Ega.. Papah ada?" tanyaku langsung to the point...


"Lagi rapat neng..."


"Penting mang...Aa kecelakaan... tolong panggilkan papah"


"Okey... baik... sebentar neng..."


kudengar suara langkah kaki setengah berlari...pintu diketok dan tak lama...


"Ega... kenapa nak?" Suara Papah kudengar...


"Pah... " Suaraku bergetar...


"Aa kecelakaan..harus dioperasi sekarang...ada luka dikepala Aa..bolehkah Ega yang tanda tangan operasinya??


Suaraku penuh dengan tangisan...


Papah terdiam...


"Kamu bisa tenang?" suara papah kembali kudengar...


"Iya pah..." sahutku dengan suara kembali bergetar...


"Berikan telpon pada dokternya.."


"Iya pah..."


Papah berbicara pada dokter Adnan...


Lima menit kemudian...dokter Adnan memberikanku kembali handphone Yudhis...


"Iya pah..." sahutku kembali...


"Ega... tanda tangani... dalam dua jam kami akan datang"


"Baik Pah..."


"Jaga Yudhis dan Tenangkan dirimu.."


"Iya pah..."


Selesai itu aku langsung menemui dokter Adnan... membaca semua berkas yang diberikan padaku... kemudian menandatanganinya...


Aku kembali ke ruangan Yudhis... Terus menemaninya sambil menunggu jadwal operasi...


Apa yang terjadi dengan Yudhisku??


Aku belum tau cerita pastinya... dari tadi aku hanya menemani Yudhis... bingung dan takut.


Aku takut terjadi sesuatu dengan Yudhis...


Aku bingung apa yang harus aku lakukan...


Aku yang biasa dimanja, disayang dan dijaga Yudhis.. kali ini harus menghadapi situasi seperti ini... menjaga orang yang selalu menjagaku...


Aku terus membuat Yudhis terjaga... karena itu pinta dokter padaku...aku terus mengajaknya berbicara... Yudhis hanya mengangguk.. kadang membuka matanya menatapku...


Disaat dia menatapku... aku akan tersenyum manis, membelai wajahnya yang terluka..


"Hauuuss..." kadang Yudhis berucap itu...


kubasahi sedikit air dibibirnya...

__ADS_1


"Aa puasa, mau operasi pasang gips... airnya dibibir aja ya.."


"Sejak kapan manggil Aa?"


"Sejak sepuluh tahun yang lalu" sahutku sambil terus membasahi bibirnya...


Yudhis tersenyum sambil mengisap isap air dibibirnya...


"Dibasahi pake bibir juga...enak nih" Yudhis tersenyum sambil meringis...


"Nanti..." sahutku setengah manja..


"Janji..???"


Aku belum menjawab... tiba tiba pintu ruangan dibuka... perawat berpakaian hijau masuk...


bersiap untuk membawa Yudhis keruangan operasi...


"gak dganti bajunya? " tanyaku pada perawat laki laki yang datang..


" gak boleh digerakkan mba kepalanya... nnt ddlm ruang operasi kami buka..."


"baik..." sahutku sambil menyingkir kepinggir...


Aku mengikuti mereka membawa Yudhis ke ruang operasi...di ruang tunggu masih ada bang Angga dan teman temannya... aku mengangguk kepada mereka sambil terus berjalan... mereka pun mengikuti kami...


Stop di depan ruang operasi...


seperti di film...Yudhis memandangku... aku menggenggam tangannya... perlahan sampai kedepan pintu tangan kami terlepas... dan pintu pun di tutup..


Aku dan lima orang teman Yudhis menunggu di luar ruang operasi...


Disitulah kemudian aku tau apa yang terjadi....


Yudhis dan kelima orang teman kuliahnya yang juga rekan kerjanya di stasiun televisi yang akan mereka dirikan...sedang melakukan proyek iklan untuk memperkenalkan stasiun televisi yang baru...


Mereka melakukannya di Outdoor... dan kecelakaan itu terjadi disaat shooting iklan...


Sebuah truk angkutan buah yang remnya blong berbelok arah menghindari keramaian dengan masuk ketaman tempat mereka shooting...


menabrak sebuah tempat istirahat (gajebo)


Dimana Yudhis dan teman temannya berada dibalik gajebo itu...


Truk terhenti dengan menabrak sebuah tiang lampu...


Tiang lampu jatuh dan pecah tepat mengenai Yudhis.


Yudhis sudah menghindar dari runtuhnya gajebo.. tapi ternyata tiang lampu yang berada di depan gajebo jatuh dan pas mengenai Yudhis yang berlari...


Aku menahan nafasku mendengar cerita teman teman Yudhis... membayangkan jika kejadian itu aku yang mengalaminya...


Aku mengalihkan pandanganku pada Bang Angga...


"Bang Angga... dari mana tau saya?"


Bang Angga cengar cengir...


"Yudhis pernah melihatkan fotomu padaku...waktu membeli mobilmu pun.. aku yang menemaninya.."


Aku tersenyum, tidak bertanya lagi.. kemudian pintu ruang operasi terbuka... seorang perawat keluar memberikanku barang barang Yudhis... dompet dan jam tangan... untuk baju dan celana diperlukan polisi untuk penyelidikan...


oia, bagaimana dengan si supir truk itu??


Menurut berita yang beredar di media sosial.. supir truknya meninggal dunia ditempat...


Innalillahiwainnailahirojiun...


Aku menyandarkan badanku ditembok... aku duduk dilantai... meluruskan kakiku... aku mulai merasa kepalaku sedikit pusing...


Ketika aku mendengar Yudhis kecelakaan, itu waktunya makan siang... dan sampai sekarang aku belum makan apa pun... sedikit mengelus perutku...


Wanita yang tadi, bernama Wita... mendatangiku...


"Belum makan kan mba? ini ada roti"


Aku menerima roti yang diberi oleh Wita..


"terima kasih"


Sekarang sudah jam lima sore... jelas klo kepalaku sedikit pusing... lumayan lah roti ini untuk mengganjal perutku dulu...


Ya Allah... aku melupakan kuliahku hari ini...


Aku menelpon salah seorang teman kuliahku...


Mereka mengatakan kalo aku sudah mendapatkan ijin.. salah seorang kakak tingkat yang mengijinkanku ke dosen...


Aku mengerutkan dahiku...


Siapa??kakak tingkat??


Aku membuka WA ku...


ternyata Bang Purba yang mengijinkanku...


Iyaa...siang tadi, Bang purba memang bersamaku di rumah sakit... tapi setelah aku memasuki ruang IGD.. aku sudah melupakannya...


aku mengirim chat balasan pada bang purba...mengucapkan terima kasih...


Bang Purba membalas chatku..


"Orang yang selalu menjagamu itu..Jagalah dia dengan baik"


HAAH???


Bang Purbaaaa... Kok tau πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2