Jodohku

Jodohku
kepergian Ina...


__ADS_3

Aku kembali kerumah... mengambil keperluanku dan Mandala...


Mandala tidak ingin meninggalkan Ina di Rumah sakit.. dan aku pun akan berada di mana pun suamiku berada...


(sejak menikah, kenapa jadi lebay yaa 🙈🤭)


Kamar Rawat Ina terdiri dari dua ruangan...


satu ruangan pasien dan satu ruangan tunggu...


Aku dan Melky di ruangan tunggu...


Karena dokter melarang banyak orang didalam ruangan pasien


Tidak ada pembicaraan antara aku dan Melky...


Melky asyik dengan laptopnya...


Dan aku membaca buku...


Aku sudah menguasai sofa dengan bantal dan selimutku.. sehingga Melky mengalah dengan duduk dilantai 🙈


Mandala keluar...


Berbaring di sofa bersamaku...


"Aku pejam mata sebentar yaa.."


Mandala masuk kedalam selimut dan memelukku..


Aku merasa risih pada Melky..


"Susah berhadapan dengan penganten baru.. maunya pelukan terus.."


"Jangan berisik, mataku sangat berat.."


Melky pun diam tanpa suara...


Ketika aku memastikan bahwa Mandala memang sudah tertidur... Aku berbicara setengah berbisik pada Melky...


"Melky... jangan diambil hati perkataan abangmu yaa"


"Tenang kakak.. aku lebih dulu mengenal abang dari kakak... aku tahu bagaimana menghadapi singa yang sekarang sedang kakak peluk.."


Aku tersenyum...


"Bagaimana kabar Mama?"


"Seluruh keluarga abang masih di sumbawa... sebenarnya akan kemari besok karena lusa akan berangkat sama sama abang dan kakak ke turki..


tapi dapat perintah pembatalan dari kapten...mana ada lagi yang berani protes..."


"Tolong kamu liat, bagaimana keadaan di dalam? aku tidak bisa bangun dan berdiri.."


"Baik.."


Melky masuk kedalam ruangan pasien...


kira kira lima belas menit kemudian Melky keluar...


"Kakak ipar, kondisi ina semakin menurun.."


Aku mengangguk, kemudian membangunkan Mandala...


Kami semua masuk kedalam ruangan pasien..


dr.Farid berkata kepada Mandala...


"Dala... kita harus mengikhlaskan Ina mu?"


Mandala menangis di kaki Ina...


Tak lama Tim dokter datang...


dr.Farid menanda tangani persetujuan untuk melepas seluruh alat alat yang dipasang di tubuh Ina..


Hanya tertinggal pendeteksi jantung..


Lima menit setelah seluruh alat di lepas...


Pendeteksi jantung pun bereaksi...


Mandala terus tertunduk dalam diam...


Aku mendekatinya...


Memeluknya... membiarkannya menangis di dalam pelukanku...


Aku pernah merasakan kesedihan ini...


Aku pernah merasakan kehilangan ini...


Tapi Mandala seorang laki laki... dia lebih kuat dariku...


Setelah tim dokter keluar, Mandala melepas pelukanku dan berdiri...


"Kamu temani Ama... aku dan Melky akan mengurus semua"


Aku mengangguk...


Mandala dan Melky keluar... kudengar banyak yang ditelpon mereka...

__ADS_1


Ama meminta supaya jenazah Ina untuk dimandikan dan di kafani terlebih dahulu sebelum dibawa ke sumbawa...


Pihak Rumah sakit menyetujuinya...


Aku dan Ama yang menyaksikan proses jenazah Ina dimandikan dan dikafani... kemudian dimasukan kedalam peti..


menjelang subuh semua proses selesai...


Setelah sholat subuh, jenazah di sholatkan di mesjid dekat rumah sakit sebelum akhirnya di bawa ke landasan angkatan udara...


Mandala dan Ama yang mengiringi jenazah Ina di dalam helikopter TNI AU...


Sedangkan aku dan Melky menggunakan penerbangan pertama pesawat komersil menuju sumbawa, lombok...


Kedatanganku dan Melky selisih dua jam dengan kedatangan Helikopter yang membawa jenazah Ina..


Ketika kami tiba di rumah duka, Jenazah sudah siap untuk dikuburkan... Aku dan Melky langsung menuju ke pemakaman...


Ama dan keluarga di sumbawa tidak ingin menunggu terlalu lama... mereka ingin jenazah cepat dimakamkan...


Aku melihat Mandala masuk kedalam lubang kuburan.. baju putih yang di pakainya terlihat sekali berubah menjadi coklat...


Wajah Mandala sudah terlihat seperti biasa, tapi bagiku masih terlihat jelas bagaimana Mandala sangat kehilangan Ina...


Aku adalah wajah asing di sini...


Ketika aku datang bersama Melky...


Banyak mata yang memandangku...


Tapi aku tidak perlu menjelaskannya...


Keluarga Mandala yang kemaren hadir dipernikahan yang menjelaskan...


setelah itu aku hanya mendengar mereka berbisik..


"itu istrinya Dala"


"oo itu istrinya Dala"


Setelah prosesi pemakaman selesai...


Kami berjalan pulang menuju kediaman Mandala...


Di kampung Halaman ayah Mandala ini..


Ama dan Mandala memiliki rumah masing masing..


Rumah Ama di tempati oleh salah seorang keluarga dari Ina...


Dan rumah Mandala yang merupakan rumah warisan, selama ini hanya di tempati oleh penjaga rumah, yang diberikan kepercayaan untuk membersihkan rumah...


Dan di rumah ini, yang sudah di renovasi oleh Mandala... ada kamar yang memang milik Mandala...


Mandala Mandi membersihkan badannya..


aku pun juga mandi... karena sejak semalam dari rumah sakit, tidak ada satu pun dari kami yang mandi..


(Mandinya gantian lho ya, tidak bersamaan 🤭)


Keluar dari kamar mandi... kulihat mandala tertidur...


pintu kamar kami di ketok...


"Ega.. ayo makan..di tunggu di bawah"


Kakak Dali yang mengetok kamarku..


Aku pun keluar bersama kakak Dali..


"Mana Dala?" Mama bertanya padaku..


"Dala tidur mom... kasian, dia benar benar lelah"


"Dala juga belum makan"


"Biarkan dia tidur dulu sebentar, nanti akan saya bangunkan untuk makan.."


"Sisihkan makanan ini untuk Dala.."


"Iya mom"


Aku pun sebenarnya sangat mengantuk...


Kulihat Melky pun makan dengan cepat


Kemudian pamitan... jelas sekali melky juga ingin segera tidur..


"Kakak.." aku berbisik pada kakaknya Mandala...


"Boleh saya pamit buat tidur? saya benar benar mengantuk... dari semalam di rumah sakit belum ada tidur.."


"pergilah, bawa makanan Dala masuk.. bangunkan Dala untuk makan dulu.."


"Baik.."


Aku menyelinap pergi... seluruh kamar terletak di lantai dua.. dilantai satu memang khusus untuk keluarga berkumpul..


Rumah ini walaupun sudah di renovasi, tapi tetap masih menyisakan bangunan lamanya di beberapa bagian...terutama di kamar utama milik Mama..


sedangkan kamar Mandala, semua sudah hasil renovasi..

__ADS_1


Aku membangunkan Mandala untuk makan..


Tapi Mandala tidak bergerak untuk bangun... malah menarikku untuk tidur di dalam pelukannya..


"Istirahat, matamu sudah terlihat sangat lelah.."


Mandala memelukku.. aku bersembunyi di dada mandala... dan akhirnya terbuai di alam mimpi...


Malam ini, sehabis shalat isya...


Rumah kembali ramai dengan kehadiran warga di sekitar rumah ama dan mandala ini...


Tahlilan di sini sama saja dengan tahlilan dikotaku...


Cuma disini masih perkampungan, sehingga masyarakatnya sangat akrab satu sama lain...


ketika ada undangan pun, pasti banyak yang datang...


Mandala waktu SD bersekolah di sini..


jadi malam ini banyak teman teman SD Mandala yang juga datang..


Mereka semua menggunakan bahasa daerah,


Aku hanya diam...


Kakak Dali yang lama tinggal di turki pun masih bisa berbahasa daerah sini...


Mereka membicarakanku di depanku pun aku tidak akan tahu 🙈


Mandala memperkenalkanku pada beberapa teman masa kecilnya... tapi setelah itu tetap memintaku untuk masuk...


"Jangan duduk di sini, duduklah dengan kakak di dalam" mandala berbisik padaku..


Aku pun mengangguk dan mengikuti...


Setelah semua tamu pulang, Mandala tetap mengobrol dibawah bersama keluarganya yang lain..


Aku pun naik keatas menemani mama dikamar..


"Rumah ini banyak kenangannya.." Mama berbicara padaku..


"Dikamar inilah Mandali lahir... belum sempat kerumah sakit.. kalo Dala lahir di rumah sakit..


Mama Mandala seperti menerawang ke masa lalu..


"Bersama Ayah mereka, banyak kenangan kami di sini.."


"Waktu Dali sakit, hujan deras, ayahnya baru pulang tugas...kami berjalan kaki menuju klinik... dulu tidak seperti sekarang ini semua mudah dicari.. dulu kalo sudah malam, tidak ada kendaraan yang lewat.. kami juga dulu tidak memiliki kendaraan... hanya sepeda untukku kepasar... ayahnya selalu di jemput mobil dinas jika harus terbang...


Dali itu tidak sekuat Dala... dari kecil suka sakit sakitan.. kalo Dala memang kuat, Di saat ayahnya meninggal.. Dia tidak menangis... dia ikut menguburkan ayahnya... padahal waktu itu dala masih SMP... Dala merawatku di rumah sakit.. Dala tidak pernah mengeluh padahal aku tau dia sangat capek... Anak sekecil dia, harus sekolah, harus merawat ibunya dan kakaknya yang sakit sakitan... waktu itu ama dan Inanya belum datang..


Setelah Ina datang... baru aku merasa lega...


Tapi sekarang Dala bahagia... dia sudah menemukanmu... mama berharap kalian cepat punya anak... Dala sangat suka anak anak..."


Wajahku memerah ketika Mama membicarakan tentang anak... aku dan Mandala pun belum pernah membicarakan tentang ini...


Mandala tiba tiba masuk...


"Belum tidur mom? ini sudah malam.."


"Mama masih berbincang dengan menantu mama"


"Sekarang biarkan menantumu juga beristirahat"


"Kamu tidak mengijinkannya menemani mama?"


"Kalo menantu mama menemani mama... bagaimana Dala akan punya anak?"


Mama tertawa dan wajahku menghangat...


Aku melotot pada Mandala...


Mandala membenarkan posisi mama di atas tempat tidur... memberi mama selimut.. kemudian mengajakku keluar...


"Kami ke kamar dulu mom.. mo bikin anak"


Aku mencubit tangan Mandala... tapi mandala malah merangkul bahuku...


"cubit sekali lagi, aku gendong nih"


Arrrggghhhhh Mandala...


Dia memang suka membullyku...


Suka menggangguku...


Suka membuat Wajahku memerah...


Tapi aku mulai menyukainya.. 🙈😍


---------------------------------------


Jangan lupa votenya yaa...


harap bersabar untuk menunggu Ega membuka surat dari Yudhis 😄😄


Jangan lupa untuk tetap stay di rumah..


Jaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan keluarga kita...

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2