
" Terima kasih atas kehadiran saudara sekalian yang sudah menyempatkan waktu untuk datang ke rumah kami, di acara aqiqah sekaligus pemberian nama putra pertama kami. Semoga kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian di catat sebagai amal kebaikan", ucap Rafa yang bertindak sebagai Shohibul bait ( tuan rumah ).
" Setelah meminta pendapat pada beberapa orang yang sangat penting dalam kehidupan kami, dan juga berdiskusi bersama istri, kami putuskan dan umumkan nama putra pertama kami yakni SULTAN HASAN NOVANDA, yang menurut bahasa Arab bisa di artikan sebagai seorang pemimpin, atau orang berpengaruh yang baik dari keluarga besar Novanda", ucap Rafa mengumumkan nama putranya.
" Wah nama yang bagus, tante Tami suka dengan nama itu, hai Sultan...." gumam Tami sambil mencium pipi bulat dede Sultan.
Lisa pun tersenyum dengan tingkah Tami yang seolah sedang mengobrol dengan sultan.
Setelah membaca surat Yasin dan tahlil, kemudian acara inti pencukuran rambut Sultan oleh beberapa kesepuhan ( orang yang di tuakan), diiringi dengan sholawat nabi.
Kemudian acara syukuran hari ini dilanjut dengan pengajian yang mengundang seorang penceramah muda yang juga dosen di salah satu universitas ternama yaitu ustadz Irsyad Al Fatih.
Para tamu undangan pun memusatkan perhatian pada ustadz Irsyad yang sedang membahas tentang anak sholeh adalah salah satu dari 3 amalan yang tidak akan putus dan pahalanya senantiasa mengalir di saat seseorang sudah wafat/ tiada.
Karena nyonya Meisi yang tidak mau ribet untuk mengolah daging kambing, maka Rafa memutuskan menghubungi jasa aqiqah yang sekalian dimasakkan kambingnya dan sampai di kediaman mereka sudah berupa masakan matang, dua ekor kambing di masak untuk di bagi pada para tamu undangan dan tetangga dekat dan seekor kambing sebagai suguhan untuk para tamu undangan.
Usai acara dan setelah semua tamu undangan sudah pulang, tinggal keluarga Rafa dan keluarga Tami yang masih ngobrol santai di ruang tengah.
Beberapa orang pekerja dari sewa tenda tengah membereskan tenda yang tadi digunakan sebagai tempat pengajian, dan tempat para tamu undangan berada.
" Alhamdulillah, meski harus berbulan-bulan Lisa tidak melakukan berbagai aktifitas berat dan dia pasti sangat jenuh berbulan-bulan di rumah saja, tapi kini kami bersyukur, Lisa melahirkan dengan mudah dan secara normal, cucu kami juga sehat tanpa kurang suatu apapun", ucap Tuan Johan saat mengobrol bersama kedua orang tua Tami.
" Benar sekali, jujur sebelumnya saya sudah merasa khawatir dengan keadaan Lisa yang pernah pendarahan saat hamil 4 bulan, tapi memang kita harus terus berdoa dan berusaha, karena yang menentukan itu Yang Maha Kuasa", ucap Pak Farhan.
__ADS_1
" Oh iya pak Farhan, apa hubungan Tami dan Doni juga akan segera di sahkan?, atau nunggu Tami selesai kuliah?", tanya Nyonya Meisi.
" Mungkin sebentar lagi akan kami nikahkan mereka berdua, saya sebagai orang tua pihak perempuan jujur merasa khawatir karena tidak bisa memantau mereka secara langsung. Saya percaya sepenuhnya pada putri kami, tapi kadang anak-anak kalau sudah jatuh cinta itu bisa jadi buta dan kebablasan ", ucap Bu Soraya.
" Benar itu jeng, mending segera di sahkan, terus rencananya kapan?", tanya Nyonya Meisi.
" Nunggu Tami menyelesaikan kuliahnya di semester dua ini, setelah mereka menikah saya serahkan keputusan pada merek berdua, mau langsung punya anak atau menundanya, saya nggak mau ngatur-ngatur" ucap Bu Soraya.
" Kakaknya Tami juga baru belajar bekerja beberapa bulan di perusahaan migas yang ada di kota sebelah, sepertinya belum kepikiran menikah, jadi nanti Tami ngelangkahin kakaknya, tapi saat kemarin kami bahas itu, si Akbar tidak masalah sama sekali, jadi bisa segera di lakukan setelah Tami menyelesaikan kuliah dia semester ini", ucap pak Farhan menjelaskan.
" Oh iya, nanti pas acara 40 harinya Sultan, kami itu sudah merencanakan akan mengadakan pesta di hotel Dream night, tadinya acara ini rencananya untuk pesta pernikahan Rafa dan Lisa yang dulu hanya menikah di rumah dan secara sederhana sekali, tapi ternyata kemarin saat mengandung Lisa tidak diperbolehkan untuk beraktivitas yang bisa membuatnya kelelahan, jadi kami mengundurkan jadwal booking ballroom di hotel untuk acara 40 harinya Sultan besok sekaligus untuk memperkenalkan Lisa dan Sultan sebagai anggota keluarga kami", ucap Tuan Johan menjelaskan.
" Ibu dan ayahnya Tami tolong di usahakan untuk hadir di acara itu ya, kalian sudah seperti keluarga bagi Lisa, jadi kehadiran kalian sangat penting untuk kami", ujar Nyonya Meisi dengan ekspresi wajah memohon.
" Kalau begitu mari silahkan ini teh sama kuehnya di nikmati, dari tadi ngobrol terus, jadi lupa nggak di persilahkan suguhannya", Nyonya Meisi mempersilahkan kedua orang tua Tami untuk menikmati teh manis yang masih hangat itu.
***
Rafa dan Doni berada di kamar Lisa bersama Sultan yang sedang di gendong oleh Tami.
" Jadi apa kamu akan mulai kuliah lagi Lis, mengejar ketinggalan ?, bukankah kamu setiap hari dirumah juga belajar saat nggak bisa kemana-mana?", tanya Tami.
" Entahlah, akan aku coba, semoga Sultan anteng dan nggak rewel, jadi aku bisa fokus belajar ngejar ketinggalan, tapi kalau yang jadi prioritas utama untukku sekarang ya Sultan", ucap Lisa.
__ADS_1
" Bener, ngapain mikirin kuliah, cukup suamimu saja yang bekerja, dan kau tetap urus anak, Rafa juga nggak masalah meski kau hanya lulus SMK", ujar Doni.
" Nggak gitu juga lah, Lisa tetep akan melanjutkan kuliah setelah Sultan sudah bisa di tinggal, aku juga sudah ngobrol sama bunda, dan bunda bilang nggak masalah kalau nanti Lisa kuliah boleh nitipin Sultan sama bi Rumi di rumah, karena bunda sudah menambah seorang ART lagi di rumah, namanya bi Minah, dia saudaranya bi Ati", ujar Lisa memberi tahu.
" Betul Lis, pendidikan itu penting, meski suami mencukupi segalanya, tapi kita juga perlu kecerdasan untuk bisa mengimbangi suami kita, atau saat tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, juga saat ada acara pesta dan kondangan, biar nggak malu-maluin saat ditanya-tanya sama orang lain", ucap Tami sambil meletakkan Sultan di box bayi karena sudah tertidur pulas.
" Jadi apa kamu juga akan menyelesaikan kuliahmu dulu baru mau menikah dengan Doni, Tam?", tanya Rafa setelah Tami duduk di sofa sebelah Doni.
Doni melingkarkan tangannya di pundak Tami, kemudian menatap wajah Tami saat dia hendak menjawab pertanyaan Rafa.
" Kita sudah nentuin tanggal kok, tiga bulan lagi kita menikah, habis itu terserah kak Doni mau langsung punya baby atau menundanya, soal kuliah kan misal aku hamil, bisa ambil cuti seperti Lisa saat ini, jadi meski jadwal wisudanya molor ya nggak masalah, tapi tetep harus selesai kuliah dan wisuda", ungkap Tami.
" Calon ibu dari anak-anakku ini memang pinter banget bikin keputusan", Doni mengecup kening Tami lembut.
" Dilarang mesra-mesraan disini ya, hormati aku dan Lisa yang lagi puasa berhubungan", gerutu Rafa.
" Sabar bos, nunggu 40 hari itu nggak lama, main cantik saja di luar", kekeh Doni menggoda Rafa.
" Dasar bre*g*ek , di suruh jangan bermesraan malah sok ngasih solusi", Rafa menyandarkan kepala di pangkuan Lisa dan mengecup bibirnya.
" Kalau cuma main atas kaya gini si aku juga tahu, tapi Lihat se-seksi apa istriku sekarang, itu yang bikin aku nggak tahan", Rafa kembali mengecup Lisa.
" Dasar kalian berdua gila, nyuruh kita jangan bermesraan malah dia sendiri pamer kemesraan di depan kita, keluar saja yuk Tam", ucap Doni sambil menarik tangan Tami keluar dari kamar Lisa.
__ADS_1
Rafa dan Lisa terkekeh melihat mereka berdua keluar kamar sambil ngomel-ngomel nggak jelas.