Jodohku

Jodohku
BAB 184


__ADS_3

Semoga pembaca lebih bijak dalam membaca bab ini.


ada adegan 21+


***


Tami sungguh tidak pernah menyangka jika permainan ranjang Doni bisa membuatnya merasa terbang ke awang-awang, dari awal dia mulai mencium setiap bagian sensitif tubuhnya dengan begitu mesra, membuat ada desiran aneh yang membuat tubuhnya tiba-tiba merasa panas, dan jantungnya berdegup dengan begitu cepatnya. Tami terlena, pasrah, dan begitu bahagia karena merasa teramat sangat diinginkan oleh suaminya.


Meski awal percobaan Doni sedikit kesusahan karena kondisi mis-V Tami yang masih gadis dan virg*n, berbeda dengan permainan-permainan yang pernah dia lakukan dengan perempuan-perempuan 'gampangan' sebelumnya, yang begitu mudah untuk menaklukan medan yang sudah sering dilewati.


Doni harus sedikit menahan gejolak dorongan keinginannya untuk langsung mencapai klimaks, karena Tami mer*nt*h kesakitan saat bercak merah mulai mengalir dari dalam bagian sensitif Tami dan mengotori bagian tubuhnya yang tengah mencoba melakukan penyatuan dengan Tami, serta miliknya pun sedikit kesusahan saat harus menerobos gawang milik Tami yang sangat sempit dan rapet itu.


Tubuh Tami sungguh memanas dan bergetar hebat saat sesuatu yang terasa keras dan tump*l dari bagian bawah tubuh Doni berusaha menyeruak masuk ke daerah pertahanannya.


" Pedih Kak", ucap Tami membuat Doni merasa iba dan akhirnya menuntaskannya sendiri di kamar mandi.


Tami sebenarnya sudah menahan rasa pedihnya agar Doni bisa puas mencapai 'tujuannya' , tapi semakin di biarkan Doni semakin cepat bergerak di atas tubuhnya, membuat rasa pedih itu sudah tidak bisa di tahan lagi.


" Maaf "


Hanya itu yang terus Tami ucapkan, meski berulang kali juga Doni menjawab,


" Tidak apa sayang, kita coba lagi nanti, terimakasih ya".


Tapi justru ketika Doni mendekatinya lagi saat hari menjelang sore, Tami sedikit takut karena mengingat betapa pedihnya yang di rasakan tadi, saat pertama kali.


Doni mengambil ponselnya, memutarkan sebuah film luar yang menampilkan adegan-adegan ranjang dengan begitu atraktif.


Tami langsung menelan salivanya saat menatap apa yang sedang dilakukan sepasang pria dan wanita di ponsel Doni.

__ADS_1


" Mereka berdua begitu buas, apa tidak sakit melakukan dengan posisi beraneka ragam seperti itu?", pikir Tami dalam hati.


" Lihat kan?, itu tidak akan sakit lagi jika kau sudah terbiasa, tadi itu proses membuka jalan, makanya sedikit susah, sekarang kita coba lagi ya?", bisik Doni membujuk Tami.


Akhirnya Tami menuruti kemauan suaminya itu, meski masih dengan perasaan sedikit takut.


Doni memulai kembali permainan ranjangnya yang begitu lihai, bakat yang dimilikinya dan sudah vakum selama beberapa tahun semenjak mengenal Tami, kini di keluarkannya lagi untuk mencoba membahagiakan gadis yang menjadi alasan dirinya tobat kala itu.


Memang terasa sedikit berbeda dengan sebelumnya, Doni sengaja membuat Tami untuk hanyut dan terlena dengan permainannya, memainkan jarinya di sekitar bagian sensitif Tami, hingga tanpa sadar Tami merasakan kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Tami mencapai puncak kenikmatan sebelum Doni melakukan penyatuan, itu akan lebih baik karena akan mempermudah jalan Doni melakukan keinginannya.


Dan benar saja, permainan mereka untuk yang kedua sudah lebih baik dan mereka berdua bisa mencapai puncak kenikmatan yang baru pernah Tami rasakan dan sudah begitu lama juga tidak dirasakan Doni.


Doni merebahkan diri di samping Tami sambil tersenyum begitu puas, " terima kasih sayang", Doni memeluk tubuh Tami yang masih bergetar hebat akibat permainan mereka yang baru saja usai.


Itu hanya sekilas cerita tentang kesan pertama Tami yang tidak akan pernah bisa dilupakannya sampai kapanpun.


Tami tersenyum bahagia melihat ekspresi wajah Doni yang tersenyum puas. " Jadi seperti ini rasanya surga dunia ", batin Tami.


***


Beberapa bulan kemudian,


Lisa dan Rafa tengah berada di kamar mereka, malam ini Sultan tidur lebih awal, mungkin karena kelelahan setelah seharian tadi belajar duduk dan semuanya begitu bahagia saat Sultan bisa duduk sendiri dengan entengnya.


" Papa...papa....mama...mama..."


" Tata....tata...tata..tata.."

__ADS_1


Kosakata yang di ucapkan Sultan juga semakin banyak dan sudah bisa mengulang beberapa kata.


Lisa sudah mulai berangkat kuliah sejak sebulan yang lalu, sehingga hari Sabtu dan minggu digunakannya unuk quality time bersama Sultan dan Rafa, seperti siang tadi.


" Jadi hari minggu besok kita mau kemana?", tanya Rafa sambil memijit tengkuk Lisa yang sebenarnya tidak pegal sama sekali, tapi karena pijatan Rafa terasa enak dan membuatnya lebih rileks, Lisa membiarkan Rafa terus memijatnya.


" Lisa mau di rumah saja, malas untuk keluar, cuma bikin capek, takutnya Sultan juga kecapekan kalau pergi-pergi jauh. Kita nunggu Sultan lebih besar sedikit lagi dan nunggu Lisa liburan kuliah, baru kita pergi jalan-jalan". Lisa berdiri dan mengambil tasnya yang ada di meja, kemudian mengeluarkan buku dan laptop dari dalam tasnya.


" Coba kakak ajari cara bikin ini, Lisa kemarin siang ada kuis di kelas, tapi jujur Lisa belum terlalu mengerti".


"Karena ada master IT disini, boleh dong minta di ajari sedikit?", Lisa menunjukan layar laptopnya tentang kuis yang diberikan dosen kemarin siang.


" Waaah maaf Nona, saya sedang sibuk memijit istri saya, jadi kalau minta diajari harus kasih hadiah sebagai ucapan terimakasih, bagaimana?" , ucap Rafa mulai menggoda.


" Ish.... jika istri Tuan tau tuan menggoda seorang mahasiswi, pasti Tuan akan dapat masalah besar dengan istri Tuan".


" Tapi karena saya lagi butuh bimbingan belajar, oke deh, Tuan mau hadiah apa sebagai ucapan terimakasih?, tapi nanti ya, usai Tuan menjelaskan dulu, bagaimana cara membuat seperti ini", ucap Lisa dengan candaannya.


" Harus dapat hadiahnya dulu, baru nanti aku kasih les private", ujar Rafa sambil meletakkan buku dan laptop Lisa, kemudian merangkul Lisa menuju ranjang mereka, dan memberi bimbingan fisik terlebih dahulu sebelum memberi bimbingan belajar.


" Wah bagaimana bisa kakak mengajakku melakukan ini saat aku hendak belajar", Lisa protes, meski tidak menolak semua perlakuan Rafa terhadapnya.


" Nikmati saja, kau tidak perlu melakukan apapun, tapi jika kau mau membalas perlakuanku aku akan lebih menyukainya", bisik Rafa di telinga Lisa, membuat Lisa merinding dan desiran aneh muncul dari dalam dirinya.


Lisa yang tidak mau permainan ini berlangsung terlalu lama karena dia sungguh-sungguh ingin belajar tentang kuis yang diberi oleh dosen kemarin langsung membalik keadaan dengan duduk di atas tubuh Rafa dan melakukan permainan ranjang yang sudah mulai di kuasainya.


" Setelah ini kakak harus benar-benar ajari Lisa ya, nggak boleh di tunda-tunda sampai besok, mumpung Sultan masih tidur, jadi Lisa bisa fokus belajarnya", ucap Lisa sambil tangannya mulai ' bermain '.


Rafa menatap Lisa lekat, menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar karena mengetahui betapa antusiasnya istrinya itu untuk belajar sampai dia yang saat ini membalik keadaan dengan melakukan permainan ranjangnya.

__ADS_1


__ADS_2