Jodohku

Jodohku
CINTA SEJATI..


__ADS_3

Aku kembali ke kampung halaman hari ini...


Karena tugas, Mandala tidak bisa mengantarku...


Sehabis subuh mandala sudah mengetok pintuku...


"Ini berkas yang harus diberikan ke KUA disana.."


Mandala memberikanku sebuah map coklat...


"Dan ini tolong berikan ke bapak... " Mandala memberikan kembali Amplop coklat yang bersegel 🙄


"Ini apa?" tanyaku sambil membolak balik amplop..


"Amantua berniat untuk berinvestasi disana.. ini beberapa berkas yang di butuhkan bapak... jangan dibuka dan jangan sampai kececer atau hilang..."


Aku memandangi wajahnya Mandala..


"kenapa melihat seperti itu... tidak percaya padaku?"


"Jika kamu berbuat sesuatu dengan bapak... maka aku tidak akan segan segan membatalkan pernikahan ini.."


Wajah Mandala seketika berubah...


"Kamu bicara apa sih yang..."


Mandala seketika memelukku... seakan tidak ingin aku melihat kematanya...


"Sebelum ke bandara nanti.. mampir ke ATM... transfer uang ke rekening ibu... kata ibu catering dan WO harus dipanjar dl..."


"kamu yang membiayai semuanya?"


Aku masih betah di dalam pelukan Mandala...


"Tidak... di bagi dua sama bapak.."


"kenapa ibu tidak pernah membicarakan ini padaku.."


"Kenapa kamu yang tidak bertanya pada ibu?"


Aku terdiam.. dalam hati berkata..


"karena aku masih setengah hati mempersiapkan pernikahan ini.."


"Atau, kalau kamu tidak mau repot... berikan ATM itu ke ibu...biar ibu langsung menggunakannya sendiri..."


Aku menggeleng...


"Apa ini alasanmu untuk mengambil kembali ATM itu dari ku"


Aku menegakkan kepalaku memandangnya...


Mandala tertawa kecil.. mencium hidungku...


"Jangankan ATM... seluruh organ tubuhku pun jika kamu memintanya akan kuberikan...


"Lebay..." Aku kembali menyandarkan kepalaku didadanya...


"Yaangg...coba liat aku.."


Aku kembali mengangkat kepalaku..


Dan langsung berhadapan dengan wajah Mandala...


Mandala menurunkan wajahnya menciumku...


Aku sudah terbiasa dengan ciuman Mandala... tapi kali ini aku sedikit merespon...


Mandala sedikit terkejut dengan sambutan dariku...


Mandala melepaskanku... kembali mencium keningku...


"Aku akan merindukanmu.. satu bulan lebih lagi... tapi terasa satu tahun..."


"Gak usah lebay coba..."


"Cukup.. nanti ada setan diantara kita.."


Mandala melepaskan pelukannya...


"Temani aku sarapan... skalian antar aku turun"


Aku mengangguk... masuk kedalam untuk meletakan amplop...kemudian keluar lagi... berdiri di depan pintu kamarku...


"Ayo..." Mandala meraih tanganku...


Aku menggeleng... Mandala mengerutkan keningnya...


"Gendooongg..." ucapku dengan Manja...


Mandala tersenyum... menggondongku dan aku menenggelamkan kepalaku di dadanya...


Di ruang Makan... ada Melky dengan dandanan modisnya...


"Abang...Kakak..."


Melky tersenyum melihat kami datang...


"Melky... jangan lupa nanti antar kakakmu kebandara.."


"boleh minta imbalan?"


Melky berkata sambil tersenyum...


"Apa yang kamu mau"


Mandala pun menatap ke arah melky...

__ADS_1


"Ada motor balap keluaran terbaru... aku mau itu"


Melky terus saja menunjukan senyum manisnya...


"Terlalu mahal" jawab Mandala datar


"cctv di lantai tiga.... sepertinya juga ada di hape ini..."


Melky tersenyum sambil memperlihatkan hapenya...


Wajahku memerah...


"Melky..." sahutku protes...


"Bagaimana abang??"


Melky menantang Mandala...


Mandala tersenyum sambil mengeluarkan handphonenya...


"Selamat pagi Pak Harso... maaf mengganggu pagi pagi... iyaa saya ada perlu dengan Pak harso..


Tolong CCTV dilantai tiga rumah saya... pemantauannya dipisahkan dengan lantai satu dan dua... masukan pemantauannya di handphone saya...


dan tolong CCTV tangga darurat di belakang berikan salinannya pada saya...


iyaa... saya ingin memeras melky karena dia suka membawa wanita wanita masuk melalui tangga belakang langsung ke lantai 2..."


Mandala berbicara sambil memandang Melky yang tiba tiba memucat...


Akhirnya aku tertawa kecil melihat perubahan wajah Melky...


"Baik.. terima kasih pak Harso... saya tunggu kabar selanjutnya.."


Selesai Mandala menelpon... Melky langsung mendekatinya...


"Baaanngg... aku kan cuman bercanda tadi..."


"Masih mau memerasku?? Mau rekaman CCTV itu sampai ke amantua dan orang tuamu??"


"Kan tadi cuman bercanda bang.."


"Jadi tadi cuman bercanda??" mandala kembali bertanya dengan tegas...


"Iya.." Melky menjawab dengan pasrah atas kegagalannya memeras mandala...


"Ingat... aku memantau semua pergerakan di rumah ini.. jangan kamu pikir aku tidak mengetahui apapun.."


Melky menurunkan kepalanya lebih rendah lagi... terlihat sekali betapa takutnya dia pada Mandala...


Mandala berdiri... bersiap untuk berangkat kerja...


Aku pun berdiri...


"Jangan lupa antar kakakmu nanti kebandara"


Mandala mendekati Melky.. menepuk pundak Melky..


"Berhenti untuk bermain dengan banyak Wanita... kena penyakit, kamu yang rugi sendiri..."


"Aku belum menemukan cinta sejatiku seperti abang"


Mandala sudah berjalan di depan... tapi aku mendengar semua yang dikatakan Melky...


Cinta sejati??


Aku kah cinta sejatinya Mandala??


Ah untuk apa aku memikirkan itu...


Aku mengantar Mandala sampai ke mobil..


"Kalo sudah sampai di rumah jangan lupa telpon.."


"Iyaa... kamu juga hati hati menyupiri mobil dan pesawatnya.."


"Love You.." Mandala kembali mencium keningku...


Masuk kedalam mobil.. melambaikan tangannya dan mobil berlahan menjauh...


Aku kembali masuk kedalam rumah...


Melky pun bersiap untuk pergi...


"Aku kekantor dulu kak... nanti jam sebelas kakak ku jemput.."


Suara dan Wajah Melky kembali seperti semula...


Raut tampan yang mempesona...


"Okey... hati hati dijalan.."


"Okey kakak ipar.."


Melky melambaikan tangannya kepadaku...


Aku naik kembali ke lantai atas... bermalas malasan sebentar di tempat tidur... takut ketiduran aku cepat cepat mandi dan bersiap... mendorong koperku keluar kamar...


ketika aku keluar kamar... asisten rumah ini membersihkan kamar Mandala..


Kekepoanku pun muncul...


Aku muncul di depan pintu kamar mandala...


Si Mbak tersenyum dan mengangguk melihatku...


Aku masuk kedalam... kamar ini sangat luas... terbagi menjadi tiga ruangan di dalamnya...

__ADS_1


tempat tidur di ruangan tengah dengan sofa dan sebuah meja kecil...


Ruangan sebelah kiriku adalah kamar mandi dan ruangan baju...


Dan di ruangan sebelah kanan adalah ruang kerja Mandala... Aku masuk kedalam ruang kerja Mandala..


Didalamnya terdapat miniatur pesawat dan helikopter... kemudian ada meja kerja lengkap dengan laptopnya... disamping meja ada sebuah rak dinding kecil tempat foto foto... ada foto mama, kakak Dali beserta suami dan anaknya... foto Ama dan ina...


beberapa foto keluarga di turki dan sumbawa....


Fotoku terletak di atas meja bersampingan dengan laptop dan foto pertunangan kami yang tercetak besar di pajang di dinding...


Di deretan foto foto di rak dinding, aku melihat sebuah foto laki laki kecil... laki laki itu berumur sekitar 13-14 tahun... mungkin ini foto Mandala waktu kecil... aku seperti pernah melihat anak laki laki di foto ini... tapi aku lupa dimana dan kapan...


Aku mengambil foto... memandangi foto tersebut..


Handphoneku berdering... aku meletakkan foto dan mengambil handphone... dari Mandala...


"Halo..." sahutku dengan manja...


"Ada penyusup di ruang kerjaku..."


"dimana cctvnya..."


Aku melihat sekeliling...


"cukup jelas untuk melihat wajah cantikmu..


foto apa yang kamu lihat?"


"Anak laki laki di foto ini kamu?"


Tanyaku pada Mandala...


"Iya, kenapa?"


"Aku seperti pernah melihatnya dulu, tapi aku lupa dimana.."


Mandala terdiam sesaat...


"Kamu cukup melihat yang versi dewasanya saja.."


"sudah bosan melihatnya... katakan padaku dimana cctvnya" rengekku dengan manja pada Mandala...


"Di Garuda pancasila..."


Mandala memberitahuku tanpa ragu...


Aku menghadap ke Garuda Pancasila di dinding...


Menjulurkan lidahku dan memberikan ciuman jauh..


Mandala tertawa di telpon..


"Cepat turun.. melky sudah menunggumu.."


"Kasian Melky tadi pagi.."


aku menelpon sambil melangkah keluar...


"Melky belum dewasa, masih terbuai dengan gadis gadis perayu yang hanya menginginkan uangnya saja.."


"Waktu seumur Melky.. kamu juga seperti itu?"


"Tidak, waktu seumur melky aku berada di asrama militer di tempa dengan latihan dan latihan...


" Sudah dibawah...nanti melky mendengarnya.."


"Okey, hati hati dijalan ya sayang... jangan lupa telpon jika sudah sampai.."


Aku memutuskan telpon.


berjalan ke arah Melky..


"Sudah siap kakak?"


Aku mengangguk...


Melky mengambil koperku dan berjalan ke arah mobil... kami pun berangkat ke Bandara...


Melky mengantarku sampai ke pintu keberangkatan..


Entah petugas wanita mana yang dirayunya sehingga bisa masuk...


"Kakak.. sampai ketemu di pernikahan kalian nanti.. aku senang bisa mengenal kakak... aku tau kalo abang sangat bahagia dengan kakak... tolong carikan aku seorang gadis yang bisa membuatku bahagia juga.."


Aku tertawa kecil..


"Nanti pun akan ketemu jodohmu yang sebenarnya.. mungkin sekarang belum waktunya.. kamu hati hati menyetirnya yaa... sampai ketemu"


Aku masuk ke dalam ruangan.. melambaikan tangan pada Melky dan berjalan terus memasuki pesawat...


Bismillahhirrahmanirrahim..


Selamatkan perjalananku kali ini ya Allah...


---------------


Jangan lupa votenya yaa..


btw... kira kira dimana yaa Ega pernah melihat Mandala kecil??


silahkan komen yaa


buat menambah inspirasi author 😉


LOVE YOU 😘😘

__ADS_1


__ADS_2