
Pukul lima pagi... Mandala membangunkanku...
"Yaaannngg"
Aku membuka mataku dan langsung melihat mata biru dihadapanku..
Memejamkan mata kembali dan mulai mencerna keadaan...
iyaaa... aku sudah menikah kemaren... jelas saja kalo Mandala sekarang tidur disampingku...
Aku kembali masuk kedalam pelukan Mandala...
"Hei..." Mandala sedikit terkejut
"Masih ngantuk... perasaan baru juga tidur.."
"Periasmu akan datang setelah subuh... ayo bangun sholat subuh dulu..."
"Periasnya suruh datang jam delapan saja.."
Aku masih bicara ngelantur...
Mandala mencium kepalaku...
"Okey, bicara sendiri pada ibu... sekarang biarkan aku mandi karena aku akan ke mesjid sholat subuh.."
Mandala melepaskan pelukanku...
Akhirnya aku membuka mata...
"Tau mesjidnya dimana?"
"Tau, aku sudah pernah kesana waktu pernikahan Ayu"
Aku pun akhirnya bangun dan berdiri...
"Siap siaplah, aku akan mengambilkan kunci motor.."
Aku mengantar Mandala sampai kedepan pintu...
suara azan sudah terdengar di mesjid...
"Sholat juga.. jangan tidur lagi..."
"Iyaaa.... cepat kembali..."
"Kenapa?? kangen?"
"Cepat sana pergi..."
Mandala tersenyum sambil mengelus kepalaku..
Aku naik kembali kekamarku... mandi, sholat subuh... dan turun kembali kebawah menyiapkan minum buat Mandala...
cieeeee.... sudah jadi istri sekarang... menyiapkan sarapan buat suami 🙈🙈
--------------
"Tumben..."
Ibu senyum senyum melihatku ke dapur...
"Ya sudah, kalo gitu ibu aja yang siapkan minum buat Mandala..."
"Eeehhh..... gitu aja ngambek... udah punya suami, ngambeknya di hilangin..."
"Susu murninya masih ada bu.."
"Sisa satu botol... Mandala suka itu?"
Aku mengangguk...
"Ibu akan suruh pesan lagi.."
Aku mengambil susu dikulkas... menghangatkannya... menaruhnya di gelas...
Merebus telur ayam kampung setengah matang...
Aku tau ini semua, karena aku pernah melihat mbak asisten di rumah mandala membuatkan untuknya... dan aku sempat bertanya sedikit...
Mandala sudah datang... duduk berbincang dengan bapak di ruang tengah... ketika ibu mengantarkan minum bapak.. bapak sempat bertanya pada ibu..
"Kamu tidak membuatkan minum buat menantumu?"
"Putrimu yang membuatkannya... biarkan dia berkreasi di dapur membuatkan sarapan buat suaminya.."
Mandala tersenyum sambil tertawa kecil...
Ketika aku datang pun.. ketiga orang di hadapanku tersenyum...
"Enggak jadi nih kalo di ejekin"
"Perut suamimu sudah berbunyi... berapa lama kamu membuat sarapan?"
__ADS_1
"Namanya juga amatiran... rebutan kompor lagi sama ibu"
Ibu dan Bapak tertawa... suasana pagi ini sangat hangat...
Aku tidak menemani mereka lagi.. karena periasku sudah datang... aku pun bersiap siap...
--------------------------
Aku di rias di kamar pengantin kami dilantai satu
Dan Mandala bersiap di kamarku di lantai 2...
Ketika aku melihat Mandala... Aku tertekun sejenak..
Mandala memakai pakaian kebesaran Angkatan Udara yang berwarna Biru...
Aku baru pertama kali melihat Mandala mengenakan baju itu...
Kalo baju penerbang... aku sering melihatnya...
"Kenapa, suamimu tampan?" mandala berbisik padaku..
"Narsis..." Aku merapikan sedikit.. padahal sudah rapi..
"Ayo kita berangkat..."
Bapak memberi komando...
Pukul sembilan pagi kami sudah berada di Gedung resepsi... pertama kali yang dilakukan adalah sesi foto... Aku dan Mandala memasang senyum di setiap sesi foto...
Pukul sepuluh para perwira TNI AU datang...
mereka menjadi pusat perhatian semua orang...
Mandala turun menemui mereka... ada beberapa orang yang tadi malam tidak bertemu denganku...
Ada juga beberapa perwira yang membawa istrinya...
Mereka semua menggenakan pakaian kebanggaan mereka.. dan saling berpelukan...
Pukul setengah sebelas, pembawa acara meminta kami semua untuk bersiap... Mandala masih mengajakku menemui beberapa orang perwira tinggi yang di hormatinya...
Diantaranya adalah kepala Basarnas yang pernah kutemui dulu waktu evakuasi kecelakaan pesawat..
Beliau datang bersama Istri...
Dan pukul sebelas kurang lima belas menit...
Semua dimulai...
Acara dimulai dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa upacara jajar kehormatan akan segera di mulai...
Kemudian Elang Elang Muda pembawa pedang pora sebagai Pasukan jajar Kehormatan memasuki area Gedung Resepsi...
Aku merinding melihat mereka...
Aku bertanya pada Mandala... apa pernah menjadi pasukan pedang pora...
Mandala menjawab dia selalu menjadi pasukan pedang pora... karena itu untuk menghormati rekan mereka satu angkatan yang menikah...
Setelah Pasukan Jajar Kehormatan yang membawa pedang berada di posisi...
Inspektur Upacara berserta ibu memasuki area...
Dan kali ini yang menjadi inspektur adalah Kepala Staf Angkatan Udara... perwira tertinggi di Angkatan Udara...
Suatu kebanggaan bagi kami berdua, beliau bisa hadir diacara kami...
Aku dan Mandala masuk ke area Gedung...
Kami berdiri di depan pasukan pedang pora...
Pembaca Acara membacakan riwayat singkat Mandala...
Disini aku sempat terkejut... ayah Mandala dulunya juga seorang Penerbang... bahkan berpangkat Mayor... meninggal dunia karena kecelakaan pesawat komersil
Tapi bukan ayahnya Mandala yang menjadi Pilotnya...
Ayah dan Ibunya Mandala melakukan perjalanan dari Singapura ke Indonesia... dan pesawat mengalami kecelakaan..
Yang lebih terkejut lagi.... ternyata Aku dan Mandala memiliki tanggal lahir yang sama...
Hanya saja Mandala empat tahun lebih tua dariku...
"Kenapa gak bilang, tanggal lahir kita sama?" aku berbicara setengah berbisik pada Mandala
"Kamu Gak nanya..."
Di dalam riwayat Mandala di jelaskan bahwa Kapten Adzkhan Mandala Putra Adibima adalah pilot pesawat tempur dan bertugas di Udara Wilayah Barat Indonesia.... juga merupakan Pilot Helikopter Basarnas untuk keadaan bencana...
Saat ini di sesama Alumni Akademi Angkatan Udara, Mandala adalah satu satunya yang berpangkat kapten...
Setelah pembacaan riwayat Mandala... maka Riwayatku lah dibacakan...
__ADS_1
semua tentang akademisku yang mereka ungkapkan, jelas dan pasti itu adalah informasi dari para Asisten bapak 😄
Setelah pembacaan Riwayat... Aku dan Mandala berjalan maju... Mandala berjalan memegang lilin di tangan kiri, dan tangan kanannya dalam gerakan hormat... lampu di area gedung sedikit di redupkan...
Kami berjalan di bawah pedang, diiringi oleh kata kata yang dibuat oleh pembawa acara...
kata kata yang menyentuh hati... teruntukku dan Mandala...
Sampai di tempat yang ditentukan kami berhenti...
kemudian Formasi bunga biru dibentuk...
Para perwira mengelilingi kami... pedang di atas kepala kami seperti payung...
Mandala memasangkan cincin kawin padaku...
Mencium keningku...
Kemudian Formasi biru berubah bentuk...
Semua Undangan bertepuk tangan...
Kemudian Inspektur Upacara memberikan karangan bunga kepada Mandala dan istri inspektur upacara memberikan seragam Pia Ardhya Garini kepadaku...
Sebagai tanda bahwa aku di terima di keluarga besar Angkatan Udara...
Kami Berfoto bersama Inspektur Upacara dan Istri...
Kemudian Inspektur upacara meninggalkan area upacara...
Pasukan Jajar Kehormatan mengantarkan kami ke pelaminan...
Kami berfoto bersama pasukan jajar kehormatan..
Kemudian ada pemberian trofi pernikahan.. dimana trofi ini akan di turunkan kepada pasangan yang akan menikah selanjutnya...
Mandala dan Aku adalah Pasangan ke 75 yang menikah dari 154 orang alumni akademi angkatan udara yang satu angkatan dengan Mandala...
Jika kelak ada yang menikah lagi, maka aku dan Mandala lah yang akan menyerahkan trofi ini kepada pasangan selanjutnya...
Setelah penyerahan trofi... seluruh alumni akademi angkatan udara naik ke atas pelaminan untuk berfoto bersama... Alumni yang hadir di acara kami termasuk pasukan jajar kehormatan ada sebanyak 75 orang...
Para Alumni kembali turun... mereka berbaris di depan pelaminan termasuk pasukan jajar kehormatan juga berdiri di depan pelaminan membentuk formasi V...
seketika mereka memberikan penghormatan kepada Mandala... Mandala membalas hormat mereka...
Upacara Selesai...
Pasukan Jajar kehormatan yang membawa pedang membubarkan diri dan perwira Upacara melaporkan kepada inpektur upacara bahwa upacara jajar kehormatan telah selesai...
Berakhirlah upacara kemiliteran untuk pernikahan kami... Tapi tugas kami sebagai pemeran utama Pria dan Wanita belum selesai...
Acara Resepsi masih berlanjut...sangat meriah...
Kawan kawan mandala menyumbangkan beberapa lagu dan membuat flashmob tarian india...
Keluarga Mandala dari Sumbawa pun memberikan suprise dengan menyanyi dan menarikan tarian khas sumbawa...
Mandala terlihat bahagia... senyum merekah selalu terlihat di wajahnya...
Ketika Papah dan Mamah naik keatas pelaminan...
Terlihat sekali bengkaknya mata Mamah...
Mamah memelukku erat sambil menangis...
Aku sempat bertanya pada mamah..
"Mamah, ada bawa surat dari Aa buat kami?"
"Tidak, maafkan mamah... jika kalian ada waktu, datanglah kerumah untuk mengambil surat itu..."
Aku mengangguk...
"Mamah jaga kesehatan... mamah terlihat kurang sehat..."
Karena banyaknya antrian tamu, papah mengajak paksa mamah untuk turun... mamah kembali memelukku...
"Jangan lupakan Yudhis ya Ga..."
Aku terdiam... tapi kemudian aku cepat sadar dan kembali tersenyum...
Mamah sepertinya yang belum ikhlas... mamah selalu mencoba cara agar aku selalu mengingat Yudhis dihatiku...
Mah, Yudhis punya tempat sendiri di hati Ega..
Tapi Yudhis adalah masa lalu Ega...
Tidak mungkin Ega terus melihat Masa lalu...
Dan sekarang Ega harus menghadapi masa depan Ega yaitu Mandala...
---------------------------------------------
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya yaa
LOVE YOU 😘😘