
Seperti biasa, Mandala bangun di waktu subuh..
Ketika aku membuka mataku...
Aku merasa perih dan sakit di tubuh bagian bawahku.
Aku memejamkan mata... mengingat yang terjadi tadi malam... dengan mengingatnya, wajahku kembali menjadi merah 🙈
Mandala keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk... 🙈
Baru kali ini aku melihat jelas bentuk tubuh Mandala..
Sebelumnya Mandala selalu memakai baju ketika sudah keluar dari kamar mandi...
"Sudah bangun yang..."
Mandala melepas begitu saja handuknya 🙈..
Aku menutupi wajahku dengan selimut...
Sepertinya Mandala sengaja menggodaku..
Dia tau Aku mudah merasa Malu dan wajahku mudah menjadi merah...
"Aku sudah berpakaian... buka selimut itu.."
"Seenaknya aja buka handuk.."
"Aku suamimu kan? tadi malam aja..."
"Jangan menggodaku terus..."
Mandala tertawa...
"Cepat Mandi... kita sholat subuh bersama"
"Iya..."
Aku berniat untuk beranjak dari tempat tidur... tapi akhirnya menyadari sesuatu...
"Kenapa?" lagi lagi mandala tersenyum menggoda..
"Lemparkan handuknya padaku..."
"Dikamar mandi ada baju handuk yang kering.."
"Tolong ambilkan.."
"Berjalanlah sendiri kekamar mandi... tidak ada orang lain.. hanya aku suamimu..."
"Kapteeeennn"
Mandala lagi lagi tertawa... mengambilkan baju handuk untukku.. setelah memakai baju handuk, aku pun berlari kekamar mandi...
--------------------
Kami sarapan dikamar...
Aku baru tau kalo ini adalah kamar khusus bulan madu... sarapan yang diantar pun semua berbentuk hati 🙈
"Hari ini di kamar saja, tidak usah kemana mana.. aku mau tidur seharian.."
Mandala mengupas jeruk dan memberikannya padaku...
Aku hanya diam tanpa komentar...
Tidur seharian itu maksudnya apa????
"Yang.."
"Iya..." aku memandang Mandala...
"kenapa banyak diam? masih sakit?"
"masih sedikit perih..." jawabku sambil sedikit cemberut...
"Selanjutnya tidak akan sakit lagi..."
Selanjutnya??? inikah arti tidur sehariannya??
"Kapteennn...."
"eh..."
"Boleh aku meminta sesuatu?"
"Katakan... apa yang kamu mau..."
"Boleh aku ke makam Yudhis?"
Mandala memandangku... kemudian tersenyum...
"Kenapa tidak boleh, aku akan menemanimu.."
"Serius kamu mau menemani?"
"Iya, kita pergi besok... hari ini aku mau full istirahat"
__ADS_1
"Baiklah... terima kasih.."
Aku mendaratkan ciuman di pipi Mandala..
"Cuma itu ucapan terima kasihnya?"
"Jadi?"
Mandala menunjuk bibirnya menggunakan telunjuk..
"Dikasih hati minta jantung.."
"Apa??"
Mandala menarikku kedalam pelukannya...
Menciumi seluruh wajahku... walaupun aku berontak tapi itu malah membuat mandala semakin menggangguku...
Dan hari ini kami memang di kamar... tapi mandala tidak beristirahat...
Mandala benar benar menggangguku seharian ini...
Aku pasrah pada kemauan Mandala...
Aku mengikuti apa maunya...
Sampai kami berdua benar benar istirahat dan tertidur pulas....
-----------------------
Malam harinya Mandala mengajakku makan di restoran hotel...
Aku merasa seluruh karyawan hotel memandangiku ketika kami keluar berdua... untunglah Aku mengenakan hijab, sehingga tidak terlihat jejak jejak Mandala di tubuhku 🙈
"Malam ini jangan ganggu aku lagi.."
"Tergantung..."
"Tergantung apa?"
Mandala hanya tersenyum..
"Kapten..."
"Boleh aku juga mengajukan permintaan padamu?"
Mandala bertanya padaku..
Aku mengangguk...
"Kalo abang... seperti Melky dong"
"Panggil aku dengan suami..."
"Lebay.. kayak sinetron... suamiku"
Aku tertawa kecil...
"Pokoknya jangan panggil aku kapten."
"Aku suka memanggilmu itu.."
Aku berkata dengan suara sedikit manja..
"Baiklah, kalo kamu memang suka.."
Akhirnya Mandala menyerah..
'Terima kasih suamikuuuu...." Aku berkata sambil menyentuh dagu Mandala...
"Jangan menggodaku... kamu mau tidak tidur malam ini?"
Aku melototkan mataku dan Mandala tersenyum manis melihat ekspresiku...
Malam ini, Mandala membiarkanku untuk tidur dengan pulas dan tenang..
-------------------
Melky menemui kami di hotel...
Karena aku dan Mandala akan ke makam Yudhis,
Melky bersama seseorang mengantarkan mobil Mandala ke hotel...
Setelah check out... Aku dan Mandala melanjutkan perjalanan ke kota kelahiran Yudhis...
Entah kenapa, selama perjalanan aku teringat dengan semua yang dulu aku lakukan bersama Yudhis...
Aku meminta Mandala untuk makan di tempat aku dan Yudhis dulu makan...
Aku mampir membeli jajanan kecil yang dulu kumakan bersama Yudhis..
Semua yang kulakukan bersama Yudhis, kuulang kembali sekarang bersama Mandala...
Entah Mandala mengetahui atau tidak kalo aku mengenang perjalananku bersama Yudhis,
tapi Mandala terlihat tenang dan santai...
__ADS_1
Mengikuti semua permintaanku...
Kami sampai di Makam...
Aku meletakkan bunga yang kubeli tadi dijalan diatas pusara Yudhis...
Aku berdoa cukup lama di depan pusara Yudhis... dan Mandala menungguku dengan tenang tanpa suara... membiarkanku sendiri berdoa dan terisak...
Ketika aku hendak berdiri, Mandala membantuku...
"Sudah selesai?"
Aku mengangguk...
Tanpa kusangka, Mandala duduk didepan pusara Yudhis tempatku tadi duduk...
"Saya Mandala suami Ega... seperti orang gila sebenarnya saya berbicara seperti ini... tapi saya juga tidak tau kenapa saya akhirnya memutuskan untuk bicara...
Saya tau kamu memiliki tempat sendiri di hati istri saya, saya tidak akan cemburu padamu...
Saya selalu berdoa untukmu...
Untuk orang yang pernah mengisi hati istri saya..
Sekarang Ega istri saya, sepenuhnya sudah menjadi milik saya... Kami akan selalu mendoakanmu.."
Aku tertekun... kenapa Mandala berkata seperti itu..
Mandala ingin mengatakan ke Yudhis kalo aku adalah miliknya... jangan ganggu aku... walaupun itu hanya lewat mimpi...
Kami pergi meninggalkan makam...
"Kerumah Yudhis yaa.. mau ambil surat buat kita.."
"Apa lagi?" Mandala terlihat sedikit kesal..
"Yudhis menitipkan surat... di berikan ketika aku sudah menikah"
"Kenapa tidak diberikan waktu di acara kita.."
"Mamah lupa membawanya.."
Mandala menarik nafas...
"Cuma sebentar... aku janji"
Akhirnya Mandala menyetujui untuk pergi kerumah Yudhis...
Sebentar yang kujanjikan, tidak semudah yang kuucapkan...
Kami harus menunggu mamah mencari dulu surat itu, karena sudah tiga tahun lamanya...
Dan akhirnya mamah menahan kami untuk makan malam bersama karena teteh datang dari luar negeri bersama suami dan anaknya...
Aku melihat bagaimana Mandala begitu tenang dan santai...
tidak ada raut wajah kesal, malah selalu tersenyum manis..
walaupun aku merasa bahwa Mandala tidak senang berada lama disini...
Mandala memandangi lama foto Yudhis yang ada di dinding rumah...
"Dia??" Mandala bertanya padaku...
Aku mengangguk...
Setelah makan malam, dengan berbagai alasan akhirnya aku dan Mandala bisa pamit untuk pergi...
Mandala tidak langsung pulang.. tapi mencari hotel untuk kami menginap malam ini...
"Gak langsung pulang?"
"Kita istirahat saja dulu...bahaya kalo kemalaman dijalan"
Aku mengangguk setuju, aku ingat kejadian dulu ketika Aku, Yudhis, Teteh dan Yuri hampir di rampok dijalan 🙈
"Aku ingin tidur di kota ini... ingin memelukmu di kota ini.. ingin mengatakan kepada orang orang di kota ini bahwa kamu istriku.. milikku.."
"Kapteeennn... kamu marah? bukan aku kan yang menahan kita jadi lama di rumah Yudhis"
"Kamu akan melihat kemarahanku malam ini.. bersiaplah..."
Mandala menggendongku menuju kamar mandi..
"Kapteeeennnn aku bisa mandi sendiri... lepaskan.."
🙈😉😘😘😘
----------------------
Apa yaa isi surat Yudhis??
Vote dooongggg biar semangat nih up nya...
"Sayangi diri sendiri, keluarga dan orang orang di sekitar kita dengan tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19"
LOVE YOU 😘😘😘
__ADS_1