
Mandala kembali seperti semula... tetap mengirimiku chat setiap harinya...
Sepertinya dia sudah memaafkanku untuk masalah yang lalu..
Dan aku pun akan belajar untuk melupakan masa laluku...
Aku tidak bisa bersikap egois terhadap Mandala... dia sudah cukup baik padaku...
Hari ini... Hari terakhir kami Magang di rumah sakit Perpisahan kecil di buat untuk kami...
Dokter kepala ketika menyalamiku berkata...
"Kamu dokter yang penuh sensasi di rumah sakit ini.."
Aku hanya tersenyum menanggapinya..
Disaat perpisahan ini... tidak ada dr.Ryan.. karena sedang bersekolah di Ibukota dan dr.Farid tersenyum menyentuh kepalaku...
"Kita akan bertemu lagi nanti... jangan lupa itu.."
Perkataan dr.Farid menyadarkanku bahwa aku harus membuat keputusanku untuk Mandala...
Walaupun selama ini mungkin Mandala sudah menyadari dari sikap sikapku bahwa aku akan menerimanya...
Tapi aku belum mengatakan "Iya" secara langsung padanya..
Mau tidak mau aku harus menghadapi kenyataan ini..
Bapak dan Ibu sudah menelponku dari seminggu yang lalu, bahwa aku harus pulang terlebih dulu setelah magangku selesai....
Jadi besok kuputuskan untuk pulang...
Mandala sudah mengatur penerbangan untukku...
tapi aku menolak... aku memilih untuk pulang memakai pelabuhan feri bersama teman temanku...
Lebih asyik.. dan kupikir ini sebagai bentuk perpisahan kami..
Dan setelah tiga tahun tidak pulang..
Aku sampai di kota halamanku... kota tempatku di besarkan...
Begitu sampai... Aku tidak bertemu Bapak dan Ibu, karena mereka sedang menghadiri suatu acara...
Jadi aku memilih untuk kerumah Ayu sahabatku...
Dan Ayu... Bulan ini akan menikah..
Kehadiranku membuatnya bahagia...
Lagi pula aku sekarang masih pengangguran hahaha
Aku masih menunggu jadwal untuk ujian dokter internshipku... supaya aku bisa mendapat ijin praktek dan bisa melamar kerja di rumah sakit mana saja...
Selama di kampung halamanku..
aku sibuk membantu ayu..
aku melupakan semua yang terjadi selama aku kuliah dan selama aku magang...
seolah olah aku tidak memiliki masalah apapun...
Sampai seminggu aku disini...
Handphoneku berdering ketika aku sedang asyik kuliner bersama ayu...
dari Mandala...
Aku pun melupakan Mandala selama satu minggu ini..
"Kapteeennn"
Aku menjawab telepon..
"Sudah lupa sama yang disini setelah pulang kampung"
"lagi sibuk..."
"Sibuk..??"
"Sahabatku akan menikah... aku membantunya.."
"Walau semenit pun tidak bisa menghubungiku?"
"Maaf..."
"Aku menahan diri selama satu minggu ini, berharap kamu menghubungiku.... tapi aku sudah tidak tahan lagi... rupanya aku yang harus lebih dulu menghubungimu.."
"Maaf pak kapten..." Aku sedikit bercanda padanya sambil mengeluarkan suara manjaku...
"Aku akan menemui orang tuamu lusa... keluargaku ingin tau jawabanmu.."
"Harus dijawab? tidak bisakah kamu menebaknya sendiri..."
"Tidak... aku perlu kepastian.. Iyaa atau tidak..."
"Siapa yang datang?"
"Aku dan ama... kemungkinan aku akan membawa beberapa orang teman ayahku..."
"Para Tentara??"
"Bukan.. para serdadu belanda..."
"Lucu..."
"Egaaa..."
"Iyaa..."
"AKU KANGEN..."
"Aku lagi makan... sudah dulu yaa..."
__ADS_1
"Dokteeeerrr"
"Lagi makaaann..."
"Dokterrrrr...."
"Apa siiihhhh.."
"LOVE YOU..."
Kali ini aku yang memutuskan panggilan...
Dan benar, ketika aku pulang kerumah..
Bapak dan Ibu memberitahuku bahwa keluarga Mandala akan datang lusa...
Aku menarik nafasku...
Ya Allah... semoga ini adalah keputusanku yang benar...
Aku menelpon Yuri...
memberitahukan kabar bahwa aku akan di lamar...
Yuri tertawa sambil menangis...
Aku tau dia pasti teringat Aa Yudhis nya...
Dan benar saja... di malam harinya Papah menelpon Bapak... menanyakan kabar tentangku...
Mereka ikut bahagia... dan berharap laki laki itu bisa membahagiakanku..
Aku tau Mamah pasti menangis di sana...
Mah, putramu memiliki tempat sendiri di hatiku...
Papah berjanji akan datang lusa di acara lamaranku..
Dan Lusa itu pun tiba...
Rumah di bersihkan dan di tata rapi..
Ibu memesan makanan dari catering yang terkenal di kotaku...
Ibu mengajakku ke salon... mendandan wajahku... tapi aku menolak...
Aku bersedia memakai pakaian gamis bermodel gaun modern yang disiapkan ibu...
Tapi aku tidak ingin mukaku di make up tebal...
Aku ingin tampil apa adanya diriku sendiri...
Siang hari Papah datang...
Yang menakjubkan adalah papah datang bersama mamah dan yuri...
Seperti biasa, Mamah memelukku sambil menangis...
Yuri pun memelukku sambil berkata..
Aku hanya tersenyum...
Malam pun tiba...
Lagi lagi kejutan itu datang..
Mandala bukan hanya membawa Ama dan Ina tapi juga keluarga ibunya dari Turki...
Aku benar benar terkejut...
Apa Mandala tidak memikirkan bagaimana
Jika malam ini aku menolak..
Tapi seperti yang sudah pernah kukatakan..
Mandala sebenarnya sudah bisa menebak apa jawabanku...
Saat aku di panggil keluar...
Dihadapkan pada Mata mata yang tertuju memandangku...
Seketika aku ingin lari dan pergi...
Aku duduk di tengah diantara Bapak dan Ibu...
Aku tidak berani melihat kedepan...
Pandangan Mandala padaku membuatku ingin pingsan dan jatuh kedalam pelukannya...
Tapi pelan pelan aku mengangkat wajahku..
Melihat orang orang yang dibawa Mandala..
Mandala juga duduk ditengah.. berhadapan langsung denganku...
Mama disamping kirinya... dan sosok laki laki tinggi besar berwajah bule turki yang duduk disamping kanan Mandala ini pasti kakeknya Mandala...
kemudian ada Ama dan Ina serta kakak mandali dan suaminya...
keluarga Mandala benar benar lengkap..
ketika acara berlangsung, aku tidak begitu memperhatikan jalannya acara...
yang kutahu ketika aku dibawa ketengah...
berdiri saling berhadapan berdua Mandala...
Aku melihat bayangan Yudhis di belakang Mandala...
Aku sedikit gemetar...
memejamkan mataku kemudian membukanya lagi...
__ADS_1
"Egaa.. kamu baik baik saja?"
Mandala sedikit berbisik padaku...
"Maukah kamu bertemu orang tua Yudhis terlebih dahulu kemudian memintaku pada mereka?"
"Mandala sedikit mengerutkan keningnya... tapi tetap mengangguk.."
Aku membawa Mandala pada Papah dan Mamah..
yang diikuti tanda tanya semua yang hadir...
"Pah, Mah... ini Mandala...
Mandala... ini Papah dan Mamah orang tua Aa Yudhis..."
Mandala mencium tangan Papah dan Mamah kemudian berkata..
"Ijinkan saya untuk melamar Ega.. Ijinkan saya untuk membuat Ega bahagia seperti yang juga kalian inginkan waktu ega masih bersama anak kalian.."
Mamah menangis memelukku...
Papah memeluk Mandala...
Dan berkata...
"Kami restui kalian, kami pun yakin Yudhis akan tersenyum bahagia disana melihat Ega bahagia.."
Mandala memandangku...
"Egaa... aku tidak perduli bagaimana masa lalumu.. yang kutau aku akan membawamu menuju masa depan bersamaku...
MAUKAH KAMU MENJADI ISTRIKU??"
"Aku mau menjadi istri pertamamu... bukan istri keduamu..."
Semua orang terkejut... Mandala tertawa...
"Okey..helikopter itu akan kuganti namanya menjadi istri simpanan..."
Akhirnya semua orang pun tertawa...
Tiba tiba Mandala berlutut... dan kembali berkata..
" DOKTER CHINTYA RISMAWATI MAREGA.. MAUKAH KAMU MENJADI ISTRIKU.. MENJADI MAKMUMKU DUNIA DAN AKHIRAT....."
Mandala menjulurkan tangannya kedepan...
Aku menerima tangannya...
"IYA KAPTEN ADZKHAN MANDALA PUTRA ADIBIMA.. AKU BERSEDIA MENJADI MAKMUMMU DUNIA DAN AKHIRAT....
Mandala berdiri... sepertinya ingin memelukku...
Tapi tentu saja hal itu tidak akan dilakukannya didepan orang banyak...
Semua orang bertepuk tangan dan mengucapkan alhamdulillah...
Mandala mendorong kursi roda mama menuju ke tengah..
Aku mencium tangan Mama... mama menarikku kedalam pelukannya...
"Terima kasih sayang..." ucap mama padaku...
kemudian Mama memberiku sebuah cincin..
dan Ina memberiku sebuah gelang...
Mandala mengenalkanku pada kakeknya...
Kakek Mandala berwajah dingin...
Tapi ketika aku berada di depannya...
Kakek tersenyum dan memelukku...
Malam ini semua seperti mimpi...
Aku sudah berstatus sebagai tunangan Kapten Adzkhan Mandala Putra Adibima..
Pernikahan di sepakati satu bulan kedepan..
Tapi aku menolak... dibantu oleh dr.Farid aku menjelaskan bahwa aku harus mengikuti ujian dokterku bulan depan...
Aku menginginkan enam bulan kedepan baru ada pernikahan.. tapi kali ini Mandala yang menolak...
Kesepakatan akhir.. pernikahan diadakan tiga bulan kedepan pas di bulan ulang tahunku...
Mau tidak mau aku menyetujuinya...
Masih ada waktu tiga bulan sebelum aku menjadi Nyonya Mandala...
Setelah semua sepakat, keluarga Mandala Pamitan.. dan kembali ke hotel tempat mereka menginap..
Aku pun kembali kekamarku...
mengganti pakaian dan menghapus dandanan wajahku...
memikirkan kembali bayangan wajah Yudhis di belakang Mandala..
semoga itu hanya halusinasiku...
Yudhis sudah tenang di alam sana..
Dia bahagia melihatku bahagia...
---------xxxxxx---------
Jangan lupa like, vote dan komennya yaa
Jangan baper yaa...
pernikahan mereka masih tiga bulan lagi..
__ADS_1
apa yang terjadi selama tiga bulan itu bisa saja terjadi...
LOVE YOU 😘😘😘