Jodohku

Jodohku
suamiku tentara dan pilot


__ADS_3

Kembali bekerja....


itulah sloganku hari ini hahahhaa...


Mandala sudah lebih dulu berangkat...


sekarang aku sudah membuat jadwalku sendiri... bahwa sebelum berangkat kerja, aku harus menelpon ibu lebih dulu...


karena setelah aku di rumah sakit.. aku tidak akan bisa memegang handphoneku lagi...


Semua orang memelukku ketika aku sampai di ruangan para dokter...


Ada yang mengatakan "Kangeeenn sama kamu"


Ada yang bilang "ikut berduka cita"


Ada juga yang mengatakan "kok kurusan sih dokter"


Tapi para dokter laki laki mengatakan "tambah cantik aja bu dokter nih" 😳😳


Inilah dunia kerjaku....


inilah yang ku rindukan dari rekan rekan sejawatku..


selain aku merindukan bau ruangan forensik yang menyengat itu...


Aku mengenakan pakaian kebesaranku sebelum masuk kedalam ruang forensik....


"Pagi dokter Chintya.... "


Seorang staff menyapaku di iringi senyuman staff yang lainnya


"Pagi... apa kabar kalian semua?"


"Baik bu dokter... bu dokter sehatkan? kami merindukan bu dokter"


"Kalian merindukan traktiran makan siangku kan?"


"bu dokter bisa aja... tapi boleh juga kalo siang nanti di traktir lagi"


"Kita lihat pekerjaan hari ini... jika selesai cepat.. kita bisa pergi makan siang.. jika tidak, kita pesan antar saja"


"Kami ngikut bu dokter aja, mana yang bagusnya"


"pintar kalian ngegombal saya, ayo jelaskan pada saya.. korban yang masuk malam tadi"


Aku dan dua orang staff masuk kedalam ruangan khusus untuk otopsi jenazah...


Aku terkejut... kulihat sosok kecil mungil terbaring di atas meja otopsi...


"Ditemukan sudah meninggal oleh tetangganya di belakang rumah... perempuan, umur lima tahun"


aku seperti di kutuk menjadi batu.. diam terpaku memandangi wajah mungil di hadapanku...


"bu dokter.... bu dokter.."


Aku tersadar ketika seorang staff memanggil namaku..


"Keluarganya??"


hanya itu kata kata yang mampu kukeluarkan..


"Hanya tinggal ibu dan kakak laki laki.. di temukan juga meninggal di dalam rumah... jenazahnya sudah ada di kamar jenazah.. jenazah ibu akan di otopsi dr.Herman..."


"kita harus laporan pada polisi?"


"iya bu dokter.."


"baiklah, mari kita mulai... jika tidak kita tidak akan makan sampai malam... beritahu dokter magang, bawa jenazah kakak laki lakinya... kita otopsi bersama.. kita cari kemungkinan yang tidak mungkin"


"baik bu dokter..."


Salah satu staff menggunakan telepon untuk memanggil dokter magang yang aku tidak tahu entah mangkal dimana mereka...


staff yang satunya lagi membantuku...


"Tahu siapa nama anak ini?"


Aku mulai memeriksa bagian tubuh si gadis dari kepala.. leher... mulai membuka pakaiannya dan meneliti lebih seksama lagi...


"belum tahu bu dokter... polisi belum memberitahu namanya"


"foto di bagian lehernya ini... ini seperti bekas tangan.. jangan lupa on kan kameranya"


"baik bu dokter..."


Aku mulai pekerjaanku hari ini...


Entah kenapa... setiap ada jenazah yang masuk ke meja otopsiku dan belum di ketahui penyebab kematiannya... itu membuatku menjadi semangat...


apalagi jika pelaku kejahatannya belum di ketahui..


semangatku untuk menyelesaikan otopsi dengan cepat semakin berkobar seperti para pejuang 45 hehehe...


beda jika jenazah yang masuk adalah korban kecelakaan lalu lintas atau korban penusukan dimana pelakunya sudah diketahui...


Hari ini ketiga jenazah yang penyebab kematiannya masih misterius menjadi pemanasan lagi bagi otakku yang sudah satu bulan ini membeku...


Sore ini aku sudah selesai melakukan otopsi fisik luar.. selanjutnya tinggal menguji beberapa sampel yang kudapat dari tubuh korban...


jenazah pun sudah kukembalikan ke ruang jenazah..


"Lanjut untuk meneliti sampelnya.. saya pulang dulu"

__ADS_1


Aku memberi perintah pada dokter magang yang bertugas malam...


"baik bu dokter"


"jangan sampai sampelnya rusak... minta bantu dokter yang bertugas malam"


"baik dokter"


melihat dokter magang aku teringat diriku dulu hehehehe


Tapi aku beruntung... dr. farid sangat baik padaku.. hanya saja sebagai dokter forensik satu satunya, jadwal kerja kami terlalu padat... tidak perduli siang ataupun malam.. tidak ada jadwal bergantian..


beda dengan di rumah sakit tempatku sekarang bekerja.. ada pergantian jam kerja untuk pagi dan malam.. sehingga tugas kami bisa berbagi dan lebih ringan...


Aku keluar dari gerbang rumah sakit... tujuanku adalah mengunjungi Tiara dan Putri.. kemaren aku tidak sempat mengunjungi mereka karena mandala...


Aku juga sudah membawa beberapa mainan buat putri...


memasuki pintu rumah yang terbuka...


entah kemana para asisten di rumah ini.. membiarkan pintu terbuka...


Aku langsung masuk kedalam... memasuki ruang tengah, aku melihat seseorang duduk di sofa menonton televisi...


Seorang perempuan muda, cantik, kulitnya putih, rambutnya sebahu... wajahnya sangat muda... seperti remaja yang baru lulus sekolah menengah...


Aku memandanginya sesaat yang asyik nonton sambil mulutnya sibuk mengunyah keripik singkong...


Sadar ada orang yang memandanginya.. perempuan itu memalingkan wajahnya melihatku balik...


"Cari siapa?"


Dia bertanya padaku... bearti dia tidak mengenalku...


"Tiara ada?"


"ke dokter.."


Dia menjawabku dengan singkat..


"Melky dan Putri?"


"mereka pergi bersama... periksa kandungan"


mulutku membentuk huruf O...


"kamu siapa?" tanyaku padanya yang masih saja menonton televisi..


"Aku tinggal di sini..."


"Tinggal di sini?"


Aku makin penasaran...


"Suamimu? siapa?"


"Suamiku tentara, dia seorang pilot"


Aku tertekun... di rumah ini yang tentara dan pilot cuma Mandala... apa hubungan Mandala dengan perempuan ini?


"Aku juga akan pergi dengan suamiku besok seperti tiara.. periksa anak kami.."


"Periksa anak? kamu hamil?"


"Iya aku hamil.. liatlah perutku... sudah terlihat besar kan?"


Perempuan itu berdiri, memperlihatkan perutnya padaku yang memang membesar... kuperkirakan perempuan ini hamil empat atau lima bulan...


kemudian duduk kembali dan matanya tetap menatap televisi...


Aku menarik nafas panjang...


kemudian mbak Asisten rumah datang ke ruang tengah bersama seorang perawat...


"ibu, kapan datang?"


Mbak Asisten rumah menyapaku..


"baru saja, tidak ada orang di rumah?"


"Bapak Melky dan Ibu Tiara ke dokter kandungan.. putri juga dibawa"


"Salahku tidak menelpon lebih dulu.. ama juga tidak ada?"


"Ama tadi bilang akan ke supermarket.. ada yang ingin beliau beli"


"oooh, baiklah nanti saja aku kembali lagi.."


aku terdiam sesaat kemudian menatap mbak Asisten..


"Siapa dia?"


mataku mengarah pada perempuan yang duduk di sofa..


"Saya tidak tahu bu.."


"Siapa yang membawanya kemari?"


"Bapak bu.."


"Melky??"


"Bukan.. Pak Kapten dan Ama"

__ADS_1


"Sudah lama?"


"Baru satu bulan ini bu.."


"Baiklah, saya pulang dulu.. lain kali saya akan telepon dulu sebelum datang... terima kasih mbak"


Sebelum membalikkan badan, aku sempat melirik lagi perempuan muda itu... selanjutnya melangkah kan kaki keluar rumah...


Aku membawa mobilku dengan perlahan.. pikiranku bercabang.. berbagai macam dugaan dan prasangka baik serta buruk berkeliaran di otakku..


Apa yang terjadi... ada hubungan apa Mandala dengan perempuan muda itu...


Aaarrrgggghhhhh kenapa aku menjadi kacau seperti ini... dan mobilku tiba tiba saja sudah terparkir kembali di halaman rumah sakit..


kenapa aku tidak menuju pulang ke asrama..


Aku pun berdiam lama di dalam mobil...


Mencoba mencerna semuanya...


Mandala yang membawanya ke rumah besar..


Dia Hamil...


Anak Mandala kah itu??


Aku ingat bagaimana Mandala kemarin menolak ketika ku ajak kerumah besar..


Rupanya Mandala takut jika aku bertemu perempuan itu di sana...


Jika benar itu anak Mandala..


Apa yang harus aku lakukan??


Jelas aku adalah wanita yang kalah...


Dia memiliki anak dengan Mandala...


Aku menarik nafas panjang...


mematikan mesin mobil...


keluar dari mobil dan mengambil baju cadangan yang memang selalu kubawa di dalam mobil..


Biarlah mobil kuparkir di halaman rumah sakit...


Aku pun keluar gerbang dan memanggil taksi...


Tapi tujuanku tetap tidak pulang ke asrama..


Aku mencari sebuah guest house di aplikasi sebuah agen perjalanan..


Apa yang aku lakukan??


Seharusnya aku pulang dan bertanya pada Mandala.. bukan lari dan menghindar...


Tapi aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada diriku..


Aku tidak ingin pulang..


Aku merasa semua orang menyembunyikan sesuatu dariku..


biarlah aku bersembunyi lebih dulu.. biar mereka tahu bagaimana rasanya jika kehilanganku..


Aku mendekam diriku di dalam kamar guest house ini.. aku tidak menangis.. dari tadi siang tidak ada air mata pun yang kujatuhkan dari mataku..


Aku hanya merasa pikiranku sedikit kacau...


Aku hanya duduk diatas tempat tidur...


Melamun dan terus mamandang ke depan seperti orang yang kurang waras...


Mandala... mungkinkah dia mengkhianatiku??


kata kata itu terus berputar di otakku...


Aku mencoba untuk memejamkan mata... tapi aku hanya membolak balikkan badanku saja diatas tempat tidur...


Aku sudah mematikan handphoneku dari tadi..


Aku tidak ingin ada satu orang pun yang berhasil menelponku..


Aku ingin mereka merasakan kehilanganku walaupun hanya satu hari...


Aku ingin membuat Mandala menyadari arti diriku.. bagaimana rasanya jika dia tidak dapat mencari tahu dimana keberadaanku...


Aku harus tidur malam ini..


Besok aku akan meminta penjelasan pada Mandala..


Biarlah malam ini aku membuat kekacauan dulu di keluarga Mandala..


biar mereka tidak lagi menyembunyikan sesuatu dariku...


-----------


jangan lupa votenya yaa


LOVE YOU 😘😘😘😘


jangan berpikiran macam macam seperti dokter Ega yaa..


tunggu penjelasan pak kapten di episode selanjutnya..

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2