Jodohku

Jodohku
Adzkhan.. Nama depanku....


__ADS_3

Kami berhenti disebuah mesjid...


Aku memandang ke Mandala...


"Sholat isya bentar yaa..."


Mandala turun dari mobil... aku pun mengikutinya...


Mandala sama seperti dr.Farid... tidak mau melewatkan waktu sholat..


Ikut sholat gak ya... entar bedaknya hilang dong ๐Ÿ™„๐Ÿ™ˆ


"Gak sholat? mo tunggu di mobil?"


Mandala melihatku hanya berdiri diluar mobil...


"Sholat..."


Aku pun akhirnya mengikutinya masuk kedalam mesjid.. bergerak cepat karena qomat sudah berkumandang...


Selesai sholat... aku melihat Mandala menunggu didepan mobil... setelah melihatku keluar mesjid barulah dia mendekati pintu mobil tempat kududuk..


membuka pintu.. menunggu ku masuk baru kemudian menutup pintunya kembali...


Terlihat sekali bahwa dia menjagaku...


Atau karena dia sedang berusaha untuk menarik simpatiku...


Didalam mobil aku memberanikan diri untuk memulai percakapan...


"Namamu Mandala... kenapa di angkatan orang orang memanggilmu kapten A..."


jawaban dari pertanyaan ini dari dulu sudah ingin kuketahui...


"Mandala nama tengahku... keluarga di Indonesia memanggilku Mandala..."


"Nama tengah?"


"Nama lengkapku Adskhan Mandala Putra Adibima... sulitkan kalo memanggil dengan nama depan... jadi sekarang orang orang itu memanggilku kapten A..."


"A..D...Z..." aku mengeja nama depannya...


"Salah... ADSKHAN... dalam bahasa turki yang artinya pangeran atau ksatria... seperti pangeran kan aku.."


Dia mulai narsis ๐Ÿ™ˆ


"Ayahku asli sumbawa... Bima NTB... Ibuku Turki... mereka bertemu diudara... dan dipisahkan juga diudara..." Mandala bercerita sambil terus menatap kedepan...


Aku memandangnya sekilas...


"Sekarang mereka??".tanyaku hati hati...


"Ayahku ADIBIMA... juga seorang penerbang... setelah keluar dari angkatan beliau menjadi pilot komersil luar negeri... bertemu ibu yang seorang pramugari..."


Mandala menarik nafas sejenak...


"Dalam tiga tahun pernikahan lahirlah kakak dan aku... kami hanya berjarak satu tahun lebih... setelah aku lahir ibu dan ayah tetap terbang... aku dan kakak di jaga dan dirawat oleh ama dan ina (dr.Farid dan istrinya) "


"Ina tidak bisa punya anak... beliau sakit... setiap hamil selalu keguguran... karenanya beliau sangat senang merawatku dan kakak..."


"Di umurku yang kesepuluh tahun... ayah dan ibu kecelakaan... ayah meninggal dunia... dan ibu selamat tapi kedua kaki beliau harus diamputasi..."


"Sejak itu kami tinggal dengan ama... ama dan ina lah yang merawat ibu... sampai kemudian keluarga ibu di turki datang untuk menjemput kami..."


"kembali ke turki?" tanyaku lagi..


Entah kenapa aku tertarik pada ceritanya...


"Saat itu aku sudah kelas satu SMP... aku kasian pada ina yang sudah merawatku dari bayi... aku memutuskan untuk tetap tinggal bersama ama... kakak dan ibu kembali ke turki..."


"Pernah bertemu lagi setelah itu?"


"Hahahhaha... kamu pikir kisah ini menyedihkan.."


Mandala tiba tiba mencolek ujung hidungku...


Beraninya dia ๐Ÿคจ๐Ÿ˜ค


"Setiap tahun setelah itu aku pulang ke turki atau kakak yang ke indonesia... tapi sejak aku mulai sibuk di basarnas.. aku mulai jarang pulang... sudah dua tahun ini aku tidak pulang.. terakhir waktu kakak menikah disana.."


"Kakakmu sudah menikah??"


"Iyaa.. aku sudah mempunyai keponakan perempuan yang lucu... kamu boleh liat fotonya nanti..."


"Pantas aja...."


"Apanya yang pantas??"


"enggak pa pa..."


"Hei... beri tahu apa.. atau aku akan menyatakan cinta nanti didepan teman temanku..."


"Gila... baru kenal beberapa hari juga..."


"Sudah waktunya aku menikah... aku yakin pada pandangan pertamaku ketika melihatmu... seperti kata ina.. Aku menyukaimu pada pandangan pertama.."


Ini orang.. ceplas ceplos banget sih... gak tau apa kalo lawan bicaranya ini lagi kagok setengah mati...


Untunglah kami sudah sampai...


Aku turun mengikuti mandala...

__ADS_1


Kami berjalan berdampingan...


jika berselisihan dengan orang..


Mandala akan membiarkanku jalan didepan... dia benar benar menjagaku ๐Ÿ™ˆ


Malam ini di sepanjang pantai sangat ramai...


Tadi aku sempat melihat kepelabuhan... ada dua kapal besar milik TNI AL yang masih berada disana..


"Boleh masuk kedalam kapal itu?" tanyaku pada Mandala..


"Bukan daerah kekuasaanku.. jika kamu ingin masuk kedalam helikopter atau pesawat tempur sekali pun.. aku bisa membawamu.."


"Jangan mengganggu daerah kekuasaan orang lain.. kalo aku sudah menjadi panglima TNI dan kamu sudah menjadi istri panglima...kamu bisa masuk kedalam kapal manapun yang kamu mau.."


Orang ini... kenapa setiap kata katanya membuatku langsung melongo **** ๐Ÿ™ˆ


Kedatangan kami disambut meriah... banyak yang bersorak mengejek Mandala...


"Kapten A... siapa yang kamu bawa... "


Mandala hanya tersenyum..


"Kalian sudah kenal kan.."


Beberapa orang memperhatikanku...


"Dokter Chintya??" suara suara penuh tanya itu pun menggema di telingaku...


"Kok bisa dengan dr.Chintya..."


"Hei.. kapan kalian jadiannya.."


"Kapten... akankah cinta bersemi setelah peristiwa itu.."


Mandala hanya tertawa.. kemudian menarik tanganku.. membawaku pergi...


Ketika Mandala menarik tanganku... mata mata itu kembali memandang kami...


Bukan hanya kalian.. Sumpah !! aku pun kaget ketika dia menarik tanganku...


Mandala mengajak ku bertemu dengan teman temannya di Basarnas.. dengan pangkat yang lebih tinggi dibanding gerombolan pertama tadi...


Mereka semua duduk berkeliling di depan sebuah bakaran besar... sepertinya mereka sedang berbeque... asal bukan daging manusia yang mereka bakar ๐Ÿ™ˆ


Ketika kami datang... beberapa orang berdiri...


"Kapten... "


mereka yang berdiri menunduk hormat.. jelas kalo pangkat mereka dibawah Mandala...


Mandala hanya mengangguk..


Catatan... masih dengan tangan yang menggenggam tanganku ๐Ÿ™ˆ๐Ÿคญ


"Malam Pak... "


Mandala memberi hormat...


"Mandala... sudah datang..."


yang diberi hormat menoleh dan melihat padaku... untunglah Mandala sudah melepaskan genggaman tangannya...


"Kenalkan Pak... " Mandala menunjuk padaku..


Aku menjulurkan tanganku...


"Chintya Pak..."


Si bapak menyambut tanganku... dan menepuk pelan dengan tangan satunya lagi..


"Duduklah.."


sambil menunjuk sebuah kursi...


Hanya sebuah kursi..


Aku atau Mandala yang duduk...


"Duduklah..." Mandala memberikan kursi itu padaku...


"Saya keluar ambil minum dulu pak..."


Si Bapak pimpinan mengangguk...


Mandala keluar meninggalkanku dan si Bapak...


"Kamu dokter di rumah sakit itu..?"


Si Bapak memulai pembicaraan kami..


"Hanya dokter Magang.. belum penempatan resmi.."


"Setelah itu..?"


"Saya akan kembali mengikuti Tes ujian untuk menjadi dokter tetap.."


"Mandala sudah seperti anak saya sendiri.. almarhum ayahnya satu angkatan dengan saya di Akademi.. kami bersahabat.."


Aku hanya mengangguk... sepertinya masalah baru akan muncul..

__ADS_1


Si Bapak lanjut berbicara...


"Mandala serius denganmu... apa kamu tau itu?"


"Kami baru bertemu pak..." sahutku datar...


"Saya tau itu... saya pun sudah memberitahu Mandala... Tapi Mandala yakin dengan kata hatinya.. dia percaya dengan apa yang hatinya katakan..."


Aku kembali terdiam... bingung kata apa lagi yang harus kukatakan...


"Saya ingin mendengar jawabanmu..."


Bapak itu kembali berbicara dengan tegas...


"Saya belum memutuskan sekarang... hati saya belum memberikan jawabannya... kalo memang saya dan Mandala berjodoh.. Allah SWT pasti akan mempermudah jalan kami..."


Si Bapak manggut manggut....


Kemudian seseorang masuk... memberitahukan bahwa makanannya sudah siap...


"Ayo kita makan dulu... urusan cinta ini, serahkan pada Allah... Biar Alloh yang menentukan jalan.."


Aku keluar mengikuti si Bapak...


Si Bapak menuju sebuah kursi...


memanggilku...


"Kamu malam ini tamu spesial kami... ayo duduk disini..."


Si Bapak menunjuk kursi yang berada disamping kanannya...


"Ayo kita makan.."


kemudian semua orang mulai menyantap makanannya masing masing...


--------------------


Untunglah aku orang yang mudah bergaul...


dengan mudah aku bisa berbicara dengan para pimpinan di basarnas ini...


Menanggapi candaan mereka...


Mandala malah tidak berbicara sama sekali padaku selama jamuan makan ini...


sesekali pandangan kami bertemu... di saat itu dia hanya tersenyum padaku...


Akhirnya semua selesai...


Aku pamitan pada semua orang... semua orang berkata


"kami tunggu undangannya..."


Undangan Apa coba????


Ketika melangkah pergi aku mencari handphoneku... kenapa tidak ada didalam tas...


"Kenapa?"


Mandala melihatku membolak balik isi tas di dalam mobil...


"Handphoneku mana yaa... kok ga ada dalam tas.."


"Yakin tadi bawa handphone?gak ditinggal diatas balkon?"


"Yakin... tadi sempat dipake habis sholat buat ngaca."


"Coba miscall..."


Mandala memberikan hapenya padaku...


Aku langsung mengetik nomor hapeku di hapenya...


dan berbunyi....


Handphone itu ada di tangan Mandala....


"Kamu...." Aku melotot


Mandala tersenyum manis... sambil menyimpan nomor hapeku di hapenya...


"Misi terselesaikan.. target sendiri yang menuliskan nomor hapenya..."


Aku merasa di jebak...


"Licik..."


"Bukan licik... tapi ini yang namanya kepintaran..."


Mandala tersenyum manis... maniiiiiissss sekali...


"Ayo kita pulang..."


Aaaaaarrrgggghhhhhh ini orang...


Boleh gak kulempar ke ruang angkasa....


Biar para alien sana yang menghukumnya karena menjebakku...


-------------------

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yaa


LOVE YOU ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2