Jodohku

Jodohku
NGAMBEK..


__ADS_3

Sinar matahari memasuki kamar melalui celah celah horden ..


Aku menutup mataku menggunakan selimut...


Hmm... tidurku nyenyak sekali tadi malam..


Aku melihat jam di hapeku...


Jam 10 pagi...


Aku langsung duduk di tempat tidur...


Untunglah tes ku diadakan siang hari...


Tapi aku sekarang menjadi tamu di rumah orang, kenapa aku bisa bangun sangat siang...


Dengan cepat aku menuju kamar mandi...


berpakaian kemudian turun...


Dibawah sangat sepi... tidak ada satu orang pun di ruang tamu... aku menuju dapur...


Pelayan di dapur melihatku datang... tersenyum menyapaku...


"Selamat pagi bu... pak melky berpesan, kalo ibu bisa menelponnya jika ibu ingin bepergian..."


"Baik terima kasih..."


"Sarapannya saya siapkan sekarang bu.."


"iyaa boleh... terima kasih.."


Aku memeriksa handphoneku...


Ada chat dari Mandala...


"Nyenyak tidurnya yang?? aku ketok ketok pintu dan telpon.. tidak ada pergerakan... aku kira pingsan.. hampir kudobrak"


"Hari ini aku ada latihan bersama.. malam baru aku akan kembali.."


"Jangan lupa sarapan ya sayang.."


"Love You.."


Aku menikmati sarapanku sendirian...


"mba...dimana Ama dan Ina?" aku bertanya pada pelayan di dapur...


"Hari ini Ina harus ke rumah sakit... mungkin akan menginap sampai besok..."


"Oh yaa... nanti saya akan menelpon ama.."


Aku menyelesaikan sarapanku..


bersiap siap untuk pergi...


Aku memilih untuk menggunakan taksi...


kasian Melky jika harus bolak balik mengantarku...


Ibukota juga bukan jalanan yang sepi... tentu butuh waktu lama untuk datang menjemputku..


Aku mengikuti tes STR....


berakhir di sore hari...


setelah itu aku pergi kerumah sakit menemui Ina...


Ina berada dibangsal VIP...


tentu saja Melky dan Mandala tidak akan mengijinkan Ina di bangsal biasa...


Keadaan Ina sama seperti kemaren...


cuma kali ini dokter tidak mengijinkan pulang setelah kemo...


Ina tersenyum melihatku..


"Bosan di rumah sendiri?"


"Tidak Ina.. saya memang mau kemari menemani Ina.."


"Ina akan kuat, sampai kamu dan Mandala menikah.."


Aku tersenyum kecil... aku ingat ketika Teteh Yuni menikah.. Disaat kebahagiaan itu, ada kesedihan yang terasa... apa aku akan mengalaminya kembali...


Sampai kemudian Mandala menelponku baru aku sadar kalo sepanjang waktu aku menemani Ina...


"yaangg... Melky ke rumah sakit, kamu pulang ikut melky.."


" Gak, di sini aja, di rumah juga sepi.."


"Okey, nanti pulangnya kujemput..."


"Iyaa..."


Sampai pukul sebelas malam baru Mandala menampakkan wajahnya...


Masih memakai pakaian dinasnya...


Mengetok pintu kaca tanpa masuk ke dalam ruangan pasien...


"Aku belum mandi... kasian Ina... badanku kotor.."


"Aku pamitan sama ama dulu.." sahutku pelan...


"Gak usah, Ama sudah tidur..titip pesan sama perawat yang jaga saja"


"baik..."


Aku mengambil tasku... kemudian pergi bersama Mandala...


"Temani sebentar yaa..."


Mandala berkata setelah kami di dalam mobil..


"Kemana?"


Aku berbicara sambil menguap.. karena aku memang mengantuk..


"Mo cari STMJ dulu.. badanku pegel semua.. sepertinya juga masuk angin..."


"Minum vitamin..."


Aku berbicara dengan mata terpejam...


"Sudah setiap pagi... ini lagi pengen aja telur setengah matang.. siapa tau ada yang mau diajak tidur dikamar malam ini.."


Aku langsung membuka mataku...


"hahahahah bercanda yang..."


"Yaaanngg..."


Mandala kembali memanggiku..


"hhhmmmmmm" sahutku dengan malas..


"Kamu sekian lama bersama almarhum Yudhis...."


kata kata mandala terpotong...


Aku langsung membuka mataku.. duduk dengan tegak..


"kenapa??" tanyaku langsung...


"Aku juga bukan tipe laki laki yang mementingkan kesucian... tapi..."


Mandala berkata dengan pelan dan terbata...


bukan tipe mandala berbicara seperti ini...


"Katakan langsung pada intinya..."

__ADS_1


Suaraku terdengar sangat tegas..


"Aku harus mempersiapkan diriku lebih dulu... karenanya aku menanyakan ini..."


"APA?? Mau menanyakan apa aku masih perawan apa tidak? mau menanyakan apa yang aku dan Aa pernah lakukan??"


Suaraku sangat keras mengalahi suara mesin mobil..


"Yaaanngg bukan begitu maksudku"


"Kalo kamu tidak percaya denganku... jangan nikahi aku..TITIK...tidak ada pembahasan lagi..."


Aku kembali menyandarkan kepala pada kursi mobil.. memandang kejendela dan memejamkan mata...


"Maaf...maaf...maaf..."


Mandala mengusap kepalaku...


Aku tidak berpaling sedikit pun kearahnya..


Hatiku kesal karena Mandala meragukan diriku...


Sampai kemudian mobil parkir di halaman rumah..


Posisiku masih sama... aku tidak menoleh ke arahnya


Aku langsung turun begitu mesin mobil dimatikan...


Memasuki rumah dan langsung naik ke lantai tiga...


Mandala tidak mengejarku.. dia membiarkanku untuk "ngambek" padanya...


Tapi chat chat dari Mandala tetap masuk di handphoneku...


"Yaangg... maaf... aku tidak seharusnya menanyakan itu..."


"ngambeknya jangan lama lama ya sayang.."


"Aku capek.. aku tidur dulu.."


"Kamu juga tidur ya sayang.."


"Love you"


Tidak ada satu pun chat dari Mandala yang kubalas..


Kucoba untuk memejamkan mata...


Kantukku sudah hilang...


Akhirnya aku hanya membolak balikkan badanku diatas kasur..


Menjelang subuh baru aku bisa memejamkan mataku..


Dan lagi lagi aku terbangun di pukul sepuluh pagi..


Tapi kali ini aku tidak langsung bangun dan mandi..


Aku bermalas malasan dulu di tempat tidur...


Membuka buka media sosialku..


Sampai kemudian pintu kamarku di ketok...


Aku berdiri dan membuka pintu..


Melihat sosok pelayan yang membawakanku sarapan..


"Ibu, ini sarapannya... ibu bisa sarapan di kamar jika malas keluar dan turun.."


"baik, terima kasih"


Aku mengambil nampan yang berisi makanan..


meletakkannya di atas meja...


Mencuci muka dan menyikat gigi... baru kemudian membuka nampan sarapanku...


Ada seikat bunga mawar dengn tulisan "Maaf"...


kekanakan... dikiranya aku abege abege yang masih di bangku sekolah menengah...


Sebuah Chat masuk...


"Yang, nanti di jemput melky jam empat sore... sudah terima bunga mawarnya??"


Aku hanya membaca chat, tidak membalasnya...


chat kembali masuk...


"Yaaannggg....."


"Kita akan coba baju akad nikah dan resepsi nanti... jangan cemberut yaa sayang"


Lagi lagi hanya kubaca...


"Aku akan terbang lima belas menit lagi... terus tidak balas chatku... jangan menyesal kalo ini adalah chat yang terakhirr.."


Mandala akhirnya mengeluarkan ancamannya..


Aku membalas chatnya...


"Bodo, sudah pernah kok merasakan di tinggalkan"


Chat kembali masuk...


"masih kata sandinya Bodo?"


chat balasanku...


"BODO...BODO...BODO..."


Chat Mandala...


"I LOVE YOU.. aku terbang dulu..."


Ada rasa bersalah di dalam hatiku...


Mandala sangat baik...


Dan tidak ada salahnya sebagai calon suami Mandala menanyakan padaku hal itu...


Bagaimana pun juga seorang laki laki pasti menginginkan untuk menjadi yang pertama buat istrinya...


Tapi keegoisanku berbicara lain...


Aku marah dengan pertanyaan Mandala...


Lagi pula, aku orang yang jujur dan terbuka..


aku pasti akan memberitahukan lebih dahulu kepada calon suamiku jika memang diriku sudah tidak Suci lagi..


Aku tidak suka jika diriku di ragukan oleh orang lain...


-----------


Sore ini.. aku sudah siap ketika Melky datang menjemputku...


"Sore kakak..." Melky menyapaku sambil membukakan pintu mobil..


"Terima kasih, maaf merepotkan, saya seharusnya bisa menggunakan taksi saja..."


"Tidak kakak...kemaren waktu kakak menggunakan taksi, saya di semprot selama setengah jam oleh Abang.. saya tidak berani lagi hari ini hahahaha"


Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Melky...


Sampai di sebuah rumah busana milik seorang desaigner...


Desaigner ini katanya teman Mandala... entah teman di masa kapan... aku malas menanyakannya...


Aku sudah dua kali kemari... pertama ketika mengukurkan badanku dan yang kedua sekarang ini pada saat mencoba baju...


Melky mengantarku masuk..

__ADS_1


Seorang karyawan rumah busana menyambut kami..


"Silahkan masuk, sudah di tunggu didalam..."


"Kakak, saya pergi dulu... nanti abang yang akan jemput kakak..."


"okey..." Aku mengangguk pada Melky...


Aku memasuki sebuah ruangan lain bersama karyawan rumah busana...


Seseorang yang anggun dan cantik menyambutku..


"Silahkan masuk dokter... apa kabar? badannya tidak berubah kan?? jika tidak saya harus merombaknya ulang hahahha"


Desaigner itu bercanda dan tertawa kecil...


"Sepertinya begini begini saja" sahutku dengan polos...


"Baju Kapten akan diantarkan sebentar lagi.. tunggu baju kapten atau dokter mau coba terlebih dahulu..."


"Saya akan coba terlebih dahulu..."


"Baiklah... bantu dokter Ega..."


Memerintahkan karyawan tadi untuk membantuku...


kami masuk lagi kedalam ruangan lain..


Ada sebuah baju kebaya panjang berwarna putih dan ungu didalamnya.. terpajang pada sebuah patung..


baju kebaya putih itu untuk akad nikah...


dan aku memilih ungu buat resepsi...


Aku membuka pakaianku...


mencoba baju kebaya putih dengan dibantu karyawan tadi...


"Cantik bu dokter...." karyawan tersebut memujiku sambil membenarkan posisi jilbabku... agar bentuk atasnya kebaya terlihat..


"Ayo kita keluar..."


Ketika kami keluar, Mandala sudah berada disana..


Duduk manis di sofa sambil berbincang dengan sang desaigner.. mereka terlihat sangat akrab... (ciee cemburu 🤪)


Mandala tidak menggunakan seragamnya... tapi memakai celana jeans dan baju kaos...


sepertinya juga sudah mandi... karena rambutnya yang agak basah...


Begitu melihatku, semua mata tertuju padaku...


Mandala berdiri... mendekatiku...


Seperti biasa, memelukku sebentar kemudian mencium ujung kepalaku... sambil berkata


"Maaf ya sayang..."


Aku hanya diam...


"Gak usah menebar kemesraan disini... gimana dokter... ada keluhan? bagaimana bajunya dipake dibadan?"


Sang desaigner mendekati kami...


"Agak sempit didada...saya agak susah bernafas..."


"Tambah besar dong dadanya... kamu apain Kapten?"


Mandala tertawa sambil terus memperhatikanku...


Sedangkan aku merasa bahwa wajahku sudah seperti kepiting rebus...


Kemudian Mandala mencoba juga bajunya...


Kami difoto berdua...


Sebagai koleksi sang desaigner...


Ketika aku mencoba kebaya ungu ku... aku merasa seperti Yudhis hadir memandangiku...


Kebaya ungu ini adalah keinginanku dan Yudhis ketika kami akan menikah...


Ega... sadar.. sekarang bukan Yudhis calon suamimu..


Cuman aku yang mencoba kebaya buat resepsi... karena Mandala nantinya akan memakai Seragam TNI AU nya...


Sedangkan setelah Akad nikah. aku akan memakai pakaian adat daerahku untuk upacara adatnya...


Memikirkannya saja aku sudah pusing... begitu panjang deretan acara yang akan dilakukan..


"bu dokter..." panggilan karyawan itu membuat ku sadar dari lamunan...


"Iyaa..." jawabku sambil memandangnya...


"Kita keluar..."


"Oh iyaa, baik...."


Aku mengikutinya keluar...


Dan lagi lagi diluar aku melihat pemandangan dua orang yang terlihat akrab, saling bercanda bahkan duduk mereka terlihat sangat dekat..


Aku saja tidak pernah duduk sedekat itu dengan mandala.. kecuali mandala yang menarikku kedalam pelukannya...


"Kebaya ini terlihat cantik kamu pakai dokter...."


sang desaigner berkata sambil setengah bersorak


Kebayanya yang cantik????


Mandala melihat perubahan wajahku..


"Calon istri saya pakai apapun pasti cantik,bukan hanya kebaya ini saja.."


Aku melihat mandala.. dia tersenyum padaku..


Setelah kurang lebih dua jam akhirnya kami keluar..


Aku menarik nafas lega..


"kenapa?"


Mandala meraih pundakku..


Aku tetap diam..


"masih ngambek?"


aku tidak menjawab..


"okeeyy..."


Tiba tiba mandala menggendongku...


"lepasin.." aku berontak


orang orang semua melihat kami..


"Istri saya kakinya sakit, jadi gak salah kan klo saya gendong ke mobil.."


Mandala berkata pada orang orang yang melihat kami dan dengan cueknya menggendongku ke mobil..


Aku menyembunyikan wajahku di badannya Mandala


Arrrrgggghhhhh


Tunggu pembalasanku Kapten...


-------------


jangan lupa like vote dan komennya


Vote yang banyak yaa

__ADS_1


biar semangat up nya 😄


LOVE YOU


__ADS_2