Jodohku

Jodohku
Cinta pertama...


__ADS_3

Sehabis subuh, Mandala mengajakku berjalan jalan...


Lingkungan disini masih sangat asri...


Kami menuju pasar...


Mandala selalu menggenggam tanganku..


"Kapten... kapan masuk kerja?"


"Aku mengambil tiga tahun cutiku.."


"Tiga tahun?"


"Iyaa, selama ini aku tidak pernah mengambil cuti..


Kamu kapan mulai sekolah lagi?"


"Sudah mendaftar.. tinggal menunggu pengumuman di terima apa tidak.."


"Pasti di terima.. tidak ada universitas yang mau menyia nyiakan dokter cantik seperti kamu"


"Gombal..."


"Tapi suka kan sama gombalan suamimu ini?"


Aku mencibirkan mulutku..


"Kapten... tadi malam apa aku masih memanggil nama Yudhis?"


"Kamu sudah membaca surat darinya?"


"Belum.. karena keadaan ina waktu itu, aku lupa.."


"Mungkin kamu tidak harus membacanya.."


"kenapa?"


"Supaya bulan madu kita tidak terganggu.."


"Emang ini bulan madu?"


"Sekalian... mumpung kita disini.. bulan madu sekalian.."


"Kapten.. kenapa aku tidak harus membaca surat dari Yudhis?"


"Karena kamu pemikir... kamu suka memikirkan sesuatu, akhirnya terbawa dalam mimpi... kalo kamu membacanya, pasti akan terbawa dalam mimpimu lagi.."


"Tapiiii...."


"Tapi apa?"


"Kan aku penasaran sama isi surat nya.."


Mandala menepuk jidatku...


"Nanti, jika aku tugas kamu boleh membacanya, jadi kamu bisa memilih, memikirkanku yang lagi bertugas atau memikirkan isi surat itu.."


"Kapten.. kenapa kamu selalu membuatku memilih"


"Karena kamu memang harus memilih.."


Aku terdiam...


Mandala merangkul pundakku...


"Besok pagi kuajak jalan jalan kepantai..."


"Kenapa tidak sore ini?"


"Masih ada tahlilan nanti malam.. tidak mungkin kita keluar rumah sore ini.."


Aku mengangguk...


"Kalo malam, di pantai bagus gak?"


"Bagus, cuma dingin... di pinggiran pantai ada pondok pondok yang disewakan.. kamu mau menginap di sana?"


"Ada peralatan tidurnya juga?"


"Kalo gak salah ada.. nanti kutanya pada temanku yang jadi pengelola disana.."


"Malas ah, enak tidur di rumah.. aku paling tidak suka bergadang"


Mandala merangkulku lebih erat..


"Baik, enak di rumah... lebih leluasa buat bikin anaknya kan?"


"Kapteeeennnnn"


Mandala tertawa...


"Boleh tidak punya anak dulu?" Aku bertanya dengan hati hati..


"Selama ini kamu minum obat?"


Aku menggeleng...


"Terlambat kalo bilang sekarang tidak ingin punya anak.. kalo yang kemaren jadi bagaimana?"


Aku hanya mengerutkan mulutku...


"Kenapa tidak ingin punya anak?"


"Bukannya tidak ingin... tapi nanti... mau fokus spesialis dulu.."

__ADS_1


"Berdoalah semoga yang kemaren kemaren tidak jadi"


Dari perubahan suara Mandala aku tau dia tidak suka dengan perkataanku, tapi Mandala tidak pernah menolakku..


"Kapteenn... kamu marah?"


Mandala tersenyum..


"Tidak, untuk apa aku marah.."


"Serius gak marah?" aku merangkul pinggang Mandala dari depan... bersikap manja padanya..


Mandala memandangku..


"Mau kucium di depan orang banyak ini?"


Aku melepaskan tanganku sambil melotot kearah mandala..


Mandala berbisik di telingaku..


"Goda aku dikamar.. aku tidak akan marah lagi.."


Wajah dan telingaku menjadi hangat...


"Ayo pulang..." aku menarik kasar tangan Mandala...


"Kenapa? mo cepat cepat sampai kamar?"


"Kapteeennnn"


Mandala tertawa kecil, menggenggam tanganku dan kami berjalan pulang...


------------------


Aku tidak berani bertanya pada Mandala sampai kapan kami disini...


Tapi sepertinya tidak akan lama lagi..


Karena ku dengar, mama dan kakak Dali akan segera pulang ke Turki...


"Ega...Ikut ke Turki?"


Kakak Dali bertanya padaku...


Kami di kamar Mama... membereskan barang barang mama..


"Terserah pada Mandala... saya hanya ikut saja"


"Mandala tidak usah dibawa.. kamu saja.. kuliahmu belum dimulai kan? cuti mandala akan habis minggu depan.. merengek pada Mandala.. dia pasti akan mengijinkan"


"Siapa yang mau menculik istriku.."


Mandala tiba tiba masuk kedalam kamar...


"Kami bawa istrimu ya Dala"


"Tidak... jika istri Dala ke turki.. itu pasti sama Dala"


"Ikutlah kalo begitu... biar kakak minta Melky memesankan tiket untukmu dan Ega.."


"Tidak, waktunya tidak cukup...cuti Dala habis minggu depan.."


"Jadi, seminggu ini, apa kalian masih akan disini?"


"Tidak, Dala akan membawa Ega pergi juga dari sini.."


"Kemana?"


"Rahasia.." Mandala tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya menatapku..


"Biarlah kamu merahasiakannya... Kakak akan bertanya pada Melky..."


"Melky tidak akan berani buka mulut.."


Aku hanya diam melihat perdebatan kedua adik kakak ini...


"Kakak, Melky sudah transfer uangnya?"


"Iya, Melky juga sudah memberitahu kakak.."


"Baguslah..."


"Dala... kakak dengar ama juga akan membagi bagiannya setengah untuk keluarga Ina.."


"Tidak apa kak, kita juga sudah cukup.. biarlah ama membaginya dengan keluarga Ina... keluarga Ina di sini memang perlu bantuan.."


"Rumah Ama di sini juga sudah di kuasai mereka"


"Biarlah... ama bisa tinggal dengan Dala.. kakak tidak usah memikirkan bagaimana ama menghabiskan uangnya.. yang penting ama merasa itu tidak merugikannya dan kita..."


"Kakak cuma kurang suka dengan mereka.. seperti memanfaatkan ama.."


"Kalo di dengar ama, nanti salah paham.. kakak diam saja.. Dala dan Melky bisa mengatasinya.. yang perlu kakak perhatikan juga, jangan sampai uang kakak dihabiskan suami kakak untuk foya foya dan main perempuan.."


"DALA"


kakak Dali spontan memukuli mandala memakai baju yang memang di pegang kakak untuk dilipat...


"Kamu pikir kakak iparmu seperti itu?"


"Aku hanya mengingatkan kakak saja"


"Kamu juga harus di ingatkan... jangan sampai kartika masuk lagi dikehidupanmu... dia masih suka chat kakak menanyakan kabarmu.."


Aku langsung memasang telingaku... Kartika??

__ADS_1


"Biar saja dia chat kakak... yang penting bukan chat ke Dala.."


"Karena semua wanita mantanmu itu sudah kamu blok... jadi mereka tidak bisa chat kamu lagi.."


"Kakak..."


"Kenapa? takut Ega tau?? aku akan membongkar ke Ega semua mantan mantanmu..."


"Kakak cukup... ampun.."


Akhirnya Mandala berlari keluar kamar...


Di depan pintu Mandala berhenti dan menoleh padaku..


"Yang, Jangan percaya apapun yang kakak ceritakan padamu.."


Kemudian Mandala menghilang...


Aku memandang kakak Dali..


"Dasar Anak itu, sudah menikah tapi tetap saja suka mengganggu orang"


Aku tersenyum dan tertawa kecil..


"Dala banyak punya Mantan kak?"


"Bukan mantan, tapi gadis gadis itu mengejarnya..


Mandala itu dingin dan kaku pada perempuan... ketika dia menelponku dan mengatakan ingin melamarmu.. aku rasanya ingin pingsan saat itu"


"Mandala tidak punya pacar sebelumnya?"


"Secara resmi tidak, ada beberapa teman tapi mesranya.. termasuk kartika itu.. kartika sih yang mengejar mandala dari SMP..."


"Kartika teman SMP Mandala?"


"Iyaa, selepas SMP Mandala masuk sekolah Taruna.. dia tidak memiliki lagi teman wanita... tapi setiap dia pulang pas libur sekolah... teman teman SMPnya itu saling berebut untuk membawanya jalan.. Ina yang pusing karena Mandala setiap libur sekolah tidak mau keluar rumah"


Kakak Dali tertawa... kemudian memandangku..


"Ketika dia menceritakan tentangmu.. aku yakin, Mandala serius... karena selama mandala menjadi adikku, dia tidak pernah menceritakan wanita manapun kecuali kamu..."


"Apa yang diceritakan Mandala pada kakak tentang saya.."


Kakak Dali tersenyum...


"Dia mencintaimu dari sejak dia pertama kali melihatmu... hanya itu yang bisa kakak katakan"


"Kakak bikin saya penasaran..."


"Kamu cinta pertamanya Dala... Dala menemukanmu setelah sekian lama dan dia sangat bahagia.. sudah lah, sana temanin suamimu... kakak juga mau istirahat.."


"Baiklah kak, saya keluar dulu.."'


Aku keluar menuju kamar Mandala...


"Kok lama yang... lagi mencari informasi sama kakak"


"Ge eR... bantu kakak simpun simpun kok..."


"Barang kita sudah siap kan..."


"Barang kita cuma satu tas ini.. baju juga ini ini aja yang dipake"


"kode keras ni, kayaknya minta dibelikan baju.."


"Besok ke mall yaa, bete di rumah terus.. paling jalannya kepasar sama kepantai.."


"Iya, besok kita ke Mall.. tapi jangan beli terlalu banyak... nanti kita belinya di lain saja... kita kesini karena pemakaman Ina... tidak enak dilihat yang lain.."


"Baiklah suamiku sayang..."


Aku memeluk Mandala...


Mandala yang tidak siap karena kupeluk tiba tiba mengeluh kesakitan...


"Kamu tambah berat sih yang.."


Aku melotot pada Mandala kemudian turun dari badan Mandala...


"Ngambek, sini sayang.. gak berat kok... masih berat lagi beras satu karung... sini sayang.."


Aku tidur membelakangi Mandala... menutup seluruh badanku sampai kepala dengan selimut...


Mandala memelukku dari belakang... berusaha membuka selimut di bagian kepalaku...


"Kalo ngambek gini, biasanya lagi hamil.."


"Sembarangan..."


Aku berbalik... memukuli mandala dengan bantal..


Mandala membiarkanku memukulinya...


Kemudian menarikku kedalam pelukannya..


"Ayo tidur... "


Aku menurut... dan kami berdua pun tidur diiringi suara hujan....


------------------


Jangan lupa votenya yaa...


Biarkan Mandala dan Ega bahagia dulu sebelum Ega membuka surat dari Yudhis...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tetap stay di rumah...


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2