Jodohku

Jodohku
Mencari informasi


__ADS_3

Satu minggu berlalu.... Aku terus menemani ibu...


Kondisi ibu mulai membaik...


Aku berniat untuk menanyakan ke ibu detail kejadian malam itu...


Polisi sudah menangkap beberapa orang pelaku..


Tapi aku yakin mereka hanyalah kambing hitam..


Mereka mungkin benar eksekutor tapi siapa perencananya, itu yang harus kuketahui..


Tidak mungkin mereka tidak mengetahui kalo mobil yang mereka rampok itu adalah mobil pemimpin daerah mereka..


Dan bagaimana mungkin bisa lolos dari pengamanan..


Karena pekerjaannya, Mandala pulang lebih dahulu bersama Ama...


Aku pun sudah meminta ijin lebih lama pada pihak rumah sakit tempatku bekerja dan mereka memberikan ijin...


Aku menyuapi ibu makan..


"Bu...."


Aku memulai pembicaraan..


Ibu memandangiku...


"Ibu merepotkanmu.. kamu jadi tidak bekerja dan tinggal berpisah dengan suamimu.."


"Tidak bu, ibu jangan pikirkan itu... bagaimana ibu bisa merepotkan Ega, ini kewajiban Ega untuk merawat Ibu"


Ibu tersenyum tipis.. tangannya sesekali membelai tanganku...


"Boleh Ega bertanya kejadian malam itu bu..."


"seperti yang ibu bilang pada polisi... ibu tidak mengingat apa apa"


"Hari itu ada acara apa bu, kenapa pulangnya bisa kemalaman?"


"Peresmian gedung SMA di Hulu sungai... juga ada pesta rakyat... seluruh hasil sungai di masak dan dimakan bersama seluruh warga satu kampung"


"kenapa bisa pulangnya malam?"


"Karena acara baru selesai sehabis isya.. ada seperti tablig akbar malamnya itu"


"Mobil tidak ada pengiring keamanannya?"


"Ada, tapi bannya bocor... mereka berhenti untuk mengganti ban"


"mobil yang membawa ibu dan bapak lanjut jalan?"


"sepertinya itu yang diperintahkan ke supir.. supir tidak akan berani jalan jika tidak diperintah"


"Siapa yang memberi perintah? ibu tau?"


"Ibu waktu itu tertidur, bapak juga tidur lebih dulu dari ibu, jadi tidak mungkin bapak yang memberi perintah"


Aku menarik nafasku...


"Ibu yakin bapak saat itu tertidur?"


"Bapak sudah menurunkan sandaran kursi terlebih dahulu... minta ambilkan selimut sama ibu... kepalaku pusing.. begitu bapak bilang.. beberapa menit kemudian ibu lihat bapakmu tertidur pulas"


"Apa yang dimakan dan di minum bapak sebelumnya?"


"Yang kami makan sama seperti yang lainnya makan.. kalo kamu curiga, hanya pada minuman orang bisa memberi bapakmu obat tidur"


Aku memandang ibu...


"Ibu juga yakin bahwa ini ada dalangnya?"


Ibu mengangguk...


"Pasti team pengaman bapak...."


Aku pun berpikiran sama dengan ibu, ada team pengaman yang berkomplot...


"Team pengamanan waktu itu dari mana bu?"


"Team yang biasa.. kamu juga kenal kan sama mereka"


"Mereka sudah lama ikut bapak, tegakah mereka melakukan itu pada bapak?"


"Entahlah, ibu juga tidak mengerti.. mungkin karena uang"


"Ega akan menyelidiki keuangan mereka..."


Aku berfikir untuk meminta Melky untuk menerobos ke rekening bank mereka...

__ADS_1


"Apa yang di minum bapak waktu itu bu?"


"Waktu masuk mobil, bapak minum teh seperti biasa, setelah itu bapak bilang pusing dan ingin tidur"


"Ibu juga minum tehnya?"


"Ibu minum sisa bapakmu... cuman dua teguk kalo tidak salah"


"Siapa yang membuat teh itu bu, apa ibu merasa ada yang aneh pada teh atau airnya?"


"Ibu yang membuat di mobil seperti biasa, dengan air panas di termos seperti biasa juga"


"Siapa yang dimobil menemani ibu dan bapak waktu itu selain pak supir?"


"Mas Agung seperti biasa, kasian Agung, bagaimana dengan Istri dan Anaknya sekarang"


"Mereka mendapat uang santunan dan uang pensiun lebih dini bu.. bapak juga akan di berikan uang pensiun lebih dini"


Ibu mengangguk...


"Agung itu sudah seperti anak ibu sendiri..."


"Apa yang ibu ingat saat mobil di hadang oleh orang lain?"


"Ibu mendengar Agung berteriak pada Pak Supir...


tabrak saja pak kalo mereka masih menghadang..


pak supir menjawab, mobil mereka besar pak, hancur kita kalo menabrak"


"Bapak bagaimana waktu itu? masih tidur?"


"Iya, ibu melirik ke bapak.. dan bapak masih tidur... kemudian Agung menghubungi team pengamanan.. dan setelah itu terdengar suara tembakan dan pecahan kaca.. ibu juga waktu itu sangat mengantuk, tapi telinga ibu mendengar"


Ibu terdiam sesaat, seperti berusaha mengingat..


"Pandangan mata ibu juga buram, tapi ibu melihat mereka menarik bapakmu keluar mobil dan kemudian juga menarik ibu... setelah itu sebuah hantaman keras di kepala ibu, dan ibu tidak sadar lagi"


Aku mengepal tanganku...


Aku marah.. Ini yang mereka lakukan pada orang tuaku...


"Sekarang ibu istirahat, Ega akan menyelidiki hal ini lebih lanjut"


Ibu mengangguk dan tersenyum.. kembali membelai tanganku...


Setelah ibu tidur, aku pun keluar..


Setengah jam kemudian, bapaknya Ayu datang bersama istri beliau...


Aku pun mengutarakan maksudku...


"Pak, Ega yakin ada yang salah dengan perampokan bapak kemaren"


Aku memulai pembicaraan dengan Bapaknya Ayu


"Nak Ega mau menyelidikinya? bapak dukung"


Aku memandangi bapaknya Ayu... beliau membelai kepalaku...


"Bapak juga yakin ada yang salah?"


Bapaknya Ayu mengangguk..


"Cuma bapak takut, takut dengan kekuatan di balik ini semua.. sepertinya bukan orang biasa"


Aku juga ikut mengangguk...


"Sekarang saya perlu data team pengamanan bapak waktu itu pak, bisa bapak dapatkan dari koneksi bapak di kepolisian? juga laporan BAP dari tersangka yang di tangkap polisi..."


"Akan bapak usahakan... banyak masih yang loyal sama almarhum bapakmu... bapak bisa manfaatkan orang orang itu"


"Baik pak, terima kasih sebelumnya... bapak kabari saya jika sudah dapat informasinya"


Bapaknya Ayu mengangguk...


Kemudian aku menceritakan semua yang di ceritakan ibu padaku tadi... dan juga hasil otopsi yang kulakukan...


Beliau mendengarkanku sambil mengangguk ngangguk sepertinya berusaha mencerna semua kejadian ini satu demi satu...


"Bapak bisa hubungi salah satu penyidik? kita tidak bisa mengangkat kasus ini sendiri... harus ada penyidik kepolisian yang mengungkapnya... jika penyidik menolak, saya hanya bisa mengungkapnya lewat media"


"Bapak akan coba nak Ega.."


"Saya juga akan menelpon Mandala.. Saya akan minta bantuan dari angkatan untuk di belakang saya"


"Jika Angkatan yang berada di belakang layar?"


"Paling tidak saya mengetahui jawabannya pak.. biar hati saya puas..."

__ADS_1


"Baiklah, bapak akan cari tahu dulu para penyidik yang menangani kasus ini.. nanti bapak kabari nak Ega"


"Baik pak... terima kasih"


Bapaknya Ayu masuk ke dalam ruangan untuk menemui Ibu... Aku pun menelpon Mandala...


Menceritakan semua yang kubicarakan dengan Ibu dan juga dengan bapaknya Ayu...


"Aku akan mengurus ijin untuk beberapa hari, semoga di setujui.. aku akan kesana bersama melky membantumu"


Mandala berkata padaku...


"Iya, aku juga perlu kamu buat menghadap pangdam disini"


"Aku akan menghubungi beberapa teman almarhum ayah yang masih aktif untuk meminta bantuannya juga"


"Baiklah..."


" Istirahat mu cukup yang?"


"Iya, jika ibu tidur aku pun ikut tidur"


Aku berbohong pada Mandala


"Aku mengkhawatirkanmu.. setelah ibu sehat, bawa ibu kemari bersama kita"


"Lihat saja nanti.. ibu mau apa tidak.."


"Jika ibu tidak mau?"


Mandala bertanya dengan tegas padaku...


"Aku akan pindah kemari bersama ibu"


aku mengeluarkan kata kata itu semauku...


"Yaaaannggg..... terus aku?"


"Kamu boleh ikut pindah kemari.. atau kalo tidak, kamu boleh menikah lagi.. aku akan memberikan surat ijinnya"


"Kamu keracunan makanan siang ini? jadi bicara asal begitu?"


Suara Mandala sedikit keras..


"Mungkin... "


Suaraku terdengar lemah


"Aku akan berangkat sore ini.. tidak perduli dapat ijin atau tidak... otakmu perlu penyegaran biar tidak berpikir yang aneh aneh"


Aku tertawa...


"Biasa, kalo marah itu benar.."


"Benar apa?"


"benar kalo punya niat menikah lagi"


Aku pun tertawa..


"Yang..jangan suka bermain dengan kata kata itu.. aku tidak akan menikah lagi.. kamu tahu itu kan?"


"Suamiku sayang... jangan berjanji untuk sesuatu yang belum pasti... kedepannya nanti tidak tahu bagaimana rumah tangga kita.."


"Aku tidak tahu kedepannya nanti bagaimana... tapi doaku kita akan selalu bersama sampai maut yang memisahkan kita.."


"Ketika maut itu datang menjemputku di tahun depan, atau mungkin di bulan depan... masihkah kamu menepati janjimu untuk tidak menikah lagi?"


Aku berkata dengan sedikit tertawa mengejek mandala..


"Cukup yang, aku tidak ingin membahas ini lagi..."


Aku kembali tertawa...


"Suamiku.. apa kamu tidak merindukanku?"


"Yang... kamu membuatku gila hari ini... aku akan segera mengurus ijinku... jangan lupa makan dan istirahat... aku harus kembali ke pangkalan..."


"Baiklah, hati hati.. kamu juga jangan lupa makan"


"yang... aku tidak merindukanmu... tapi sangat merindukanmu... Aku mencintaimu"


Aku tertawa dan tersenyum lebar..


"Aku juga mencintaimu pak kapten"


---------------


Jangan lupa vote dan likenya yaa

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2