
Dua minggu berlalu.....
Aku hanya bertugas di Unit Gawat darurat... tidak menjadi asisten dokter siapapun...
sampai hari ini... dokter kepala memintaku keruangannya...
Dan masalah dr.Ryan....
Masih terus berusaha mendapatkanku melalui bapak... tapi aku tetap menolak...
Yang membuatku heran, dr.Ryan tidak pernah membicarakan langsung masalah itu padaku...
tapi selalu melalui om Rendy...
bila bertemu denganku, dr.Ryan bersikap biasa..
seakan tidak ada hal yang terjadi...
seakan kami pun tidak saling mengenal..
yang ku khawatirkan semua fakta dibalikkan oleh keluarganya...
jangan-jangan keluarganya berkata bahwa bapak yang menginginkan dr.Ryan...
Oh tidak.. jika aku sampai mendengar seperti itu...
maka akan kubuat patah seribu pembawa berita itu 😜🙄
Rumor rumor pun kembali terdengar di rumah sakit bahwa aku berkonflik dengan dr.Ryan 🙈
karena itu aku mundur dari asisten dr.Ryan..
Entahlah dari mana gosip gosip itu cepat beredar..
__ADS_1
Aku terkadang berharap agar waktu cepat berputar... agar aku cepat menyelesaikan tugasku disini.. dan cepat pergi dari rumah sakit yang perawatnya suka bergosip...
-------------
Aku mengetuk pintu ruangan dokter kepala...
"Masuk dr.Chintya..." kudengar suara dari dalam...
Aku masuk dan mengucapkan salam...
"Selamat siang dok, kok dokter tau saya yang datang"
aku tau dokter kepala suka bercanda.. jadi aku pun sedikit santai bila berbincang dengam beliau...
"karena hanya dr.Chintya yang saya panggil" jawab beliau sambil tersenyum..
"Silahkan duduk.." beliau menunjuk kursi didepan meja beliau... aku pun duduk dan mendengarkan beliau...
oh iyaa... semua dokter,perawat dan tenaga medis disini memanggilku dengan nama depanku chintya.. hanya yang dekat denganku yang memanggilku Ega..
"Asisten dokter forensik mengajukan cuti karena orang tuanya sakit keras... kamu mau mengajukan diri menjadi asisten dokter forensik..."
sebelum aku menjawab.. dokter kepala kembali berkata...
"tenang... dokter forensik kita sudah tua... kecuali kamu mau dengan laki laki yang tua hahahhhaa"
sambil berbicara, dokter kepala tertawa...
"ini kesempatanmu untuk mengenal dunia forensik sebelum kamu mengambil spesialisnya... sebelum kamu berfikir terlalu jauh, kamu bisa menemui dr.forensik lebih dulu...jika memang kamu berniat, kamu bisa mengajukan surat... ini kesempatan langkamu... "
Aku tersenyum...
"terima kasih dokter untuk kesempatan ini, saya tau sangat sulit untuk menjadi asisten dr.forensik... dengan senang hati saya akan menerimanya..."
__ADS_1
"jangan terima sekarang... kamu temui dulu dr. farid.. setelah berbincang dengannya, baru ambil keputusanmu...saya tunggu besok"
"baik dokter.. saya boleh menemui beliau sekarang?"
"temuilah... kamu taukan dimana tempat kerja beliau... dengar-dengar ada pasien gantung diri yang lagi beliau kerjakan hahahha"
Aku tersenyum...dokter kepala selalu menggangguku.
Aku pun pamitan kepada beliau... sebelum aku sampai didepan pintu.. dokter kepala kembali berpesan....
"jangan lupa sholat... minta petunjuk... tidak mudah bekerja dibagian forensik"
"baik dok" sambil tersenyum aku keluar ruangan dan menutup pintu...
Hmmmm... bagian forensik memang yang kuinginkan... aku menyukai film film tentang bedah forensik... tapi di film tidak sama dengan kenyataan..
harus berhadapan langsung dengan wajah yang kaku dan pucat... aku pernah berhadapan dengan mayat Mr.X ketika kami praktek anatomi tubuh manusia... melihat organ tubuh secara langsung...
tapi di forensik tentunya tidak semudah itu... membelah tubuh manusia untuk mencari bukti penyebab kematian...
menghadapi berbagai pasien dengan berbagai kematian 🙈
Aku terus berpikir sambil terus berjalan menuju ruangan dr.farid...
Bisakah aku?? kata kata itu terus kuucapkan didalam hati...
Harus bisa Ega... jika memang ingin maju... ini langkah awalmu untuk menjadi dokter spesialis forensik...
Doakan yaa pembaca setiaku...
jangan lupa vote,like dan komennya...
terima kasih..
__ADS_1
Love u 😘😘