
Hari ini aku memutuskan untuk melakukan perawatan tubuh..
lulur.. medicure,,pedicure... apalah itu namanya semua...
Ibu meminta seseorang untuk datang ke rumah...
Tapi aku menolak... aku meminta ijin ibu untuk kali ini saja keluar... karena aku sangat bosan di rumah...
Ibu akhirnya memberi ijin.. dengan catatan segera kembali setelah selesai...membawa satu orang asisten ibu... dan diantar supir...
Baiklah.. yang penting aku bisa keluar rumah...
Kami menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang besar di kotaku... Di sana ada pusat perawatan kecantikan.. yang kubaca di media sosial sangat banyak peminatnya...
Aku sudah melakukan reservasi... dan jadwalku di tentukan pada jam dua siang...
Aku hari ini juga ingin merelaksasi seluruh badanku.. Aku ingin melonggarkan semua otot otot di tubuhku..
Jadi aku akan mematikan handphoneku...
Menikmati semua pijatan yang diberikan...
Sebelum mematikan handphone... aku memberitahu Mandala terlebih dahulu..
Takut jika nanti dia tidak bisa menghubungiku..
Sebagai buktinya kepada Mandala aku mengirimkan foto tempat perawatan ini...
"Hari ini aku perawatan tubuh... aku akan mematikan handphoneku... JANGAN GANGGU AKU.."
Tidak ada balasan dari Mandala... bearti Mandala masih berada di Udara...
Besok Lusa baru ijinnya Mandala keluar... dan tiga hari kedepan seluruh keluarga besar Mandala akan berada di kotaku...
Akhirnya aku menikmati hari ini... yang kata orang sering di sebut dengan Me Time....
Aku memilih seluruh perawatan yang ada... Dari rambut sampai ujung kaki...
Terserah lah berapa biayanya... Ada ATM Mandala yang bisa kugunakan... dan juga aku tidak sebegitu miskinnya... aku masih punya tabungan dari uang gajiku...
Selama ini aku belum pernah menggunakan ATM Mandala selain untuk biaya pernikahan yang diminta ibu...
Perawatan hari ini di akhiri dengan Mandi Air hangat..
Badanku terasa ringan... stres di kepalaku mulai menghilang...
Dan tadi pada saat dipijat dan dilulur... aku sempat tertidur hahahha... sehingga lengkap sudah kenikmatanku hari ini...
Keluar dari ruangan... aku berniat untuk membayar... tapi ternyata sudah dibayar oleh seseorang...
Alisku berkerut... Asisten ibukah?? tapi tadi aku sudah menyuruh mereka untuk pulang dulu... dan menjemputku lagi setelah kutelpon... kasian jika mereka menungguku berjam jam...
Dan mereka baru saja ku telpon... tidak mungkin secepat itu langsung datang...
"Siapa mba?" aku bertanya pada mba kasir...
Mbak itu menunjuk seorang ibu berpenampilan modis yang duduk di sofa bersama dua orang temannya..
Mereka tersenyum padaku... dan aku mendekati mereka...
"Maaf, ibu yang membayarkan biaya saya?"
Sang ibu berdiri...
"Iya, tidak seberapa... anggap sebagai hadiah untuk pernikahanmu.."
"Maaf, ibu siapa? saya akan memberitahukan ibu saya.."
Tiba tiba seorang laki laki masuk...
Aku mengenalnya... Om Rendy... kakak dari dr.Ryan...
Om Rendy mendekati ibu tadi...
"Apa kabar Ega... ini istri om.."
__ADS_1
"Oh, maaf om... saya tidak tau kalo ibu ini istrinya om Rendy..."
"Tidak jadi masalah..." Sang Istri berkata sambil tersenyum.
"Kamu memang cantik.. pantas Ryan tergila gila padamu.. Saya duluan yaa...
Pap... saya tunggu dimobil..."
Om Rendy mengangguk pada Istrinya...
"Keluarga kita memang tidak berjodoh..."
"Maafkan saya om.." sahutku dengan pelan tapi tegas
"Seandainya Om tau kalo hargamu sangat tinggi... Om pasti akan memberikan lebih kepada Bapakmu..."
"Maksud Om?"
"Bagaimana mungkin dalam waktu tiga bulan ini Bapakmu bisa membayar hutangnya pada Om jika memang tidak memiliki investor lainnya... dan investor itu adalah keluarga calon suamimu sekarang... Seandainya Om tau jika hargamu memang setinggi itu... Om akan memberi lebih ke Bapakmu..."
Om Rendy berkata dengan nada sedikit marah dan kecewa...
Aku terdiam... Om Rendy melanjutkan...
"Setelah menerima lamaran dari Calon suamimu itu, Bapakmu membayar dua puluh persen dari hutang.. dan dua minggu yang lalu, semua hutang selesai.."
"Selamat Ega... kamu menolak lamaran kami karena merasa di jual oleh Bapakmu... tapi untuk membayar hutang ke kami, bapakmu pun menjualmu pada calon suamimu..."
Aku benar benar merasa stress di kepalaku kembali muncul... inikah cerita sebenarnya sehingga Bapak merestui dengan mulus hubunganku dengan Mandala...
"Om pergi dulu...selamat untuk pernikahanmu minggu depan..."
Om Rendy berkata sambil tersenyum licik...
Aku terduduk di kursi... mengurai kembali semua ucapan Om Rendy... Apa yang harus kulakukan...
Aku harus menanyakan hal ini pada Bapak dan juga Mandala... Dan aku harus tau perjanjian apa yang ada di balik pernikahan ini...
Ketika Asisten ibu menjemputku... aku masih duduk di kursi...
"Eh.. Ayo.."
Kami pun beranjak pulang...
Di kejauhan, Om Rendy dan Istrinya tersenyum penuh kemenangan...
"Siapa suruh menolak Ryan dan membuat Ryan pergi jauh karena patah hati.." Ucap Om Rendy pada Istrinya..
---------------------------------
Sore ini Mandala tidak menghubungiku... dan Bapak pun belum pulang... aku dari tadi mondar mandir dikamar... aku ingin tau cerita sebenarnya dari semua ini...
Ketika aku mendengar suara mobil bapak datang.. Aku langsung keluar... kulihat bapak bersiap untuk istirahat di kamar... di depan bapak, ibu lebih dulu masuk kamar...
Aku mengetok pintu kamar bapak...
Ibu yang membuka pintu..
"Kenapa sayang... masuklah... bapak lagi mandi.."
"Setelah bapak mandi, panggil ega bu, ada yang mau ega tanyakan..."
"Baiklah sayang... nanti ibu beritahu bapak..."
Setengah jam kemudian, ibu memanggilku...
Aku masuk kekamar bapak dan ibu..
Waktu kecil sampai SMA aku masih suka tidur bertiga bersama mereka...
Itu sebelum bapak sibuk dengan pekerjaannya...
"Ada apa sayang..."
Bapak duduk di sofa sambil membaca koran...
__ADS_1
"Tadi Ega ketemu Om Rendy..."
Bapak menaruh koran di meja kecil samping sofa... menghirup jahe hangat kesukaan bapak...
"Lalu..." Bapak bertanya padaku...
"Apa kesepakatan bapak dengan Mandala..."
"Kesepakatan apa? apa yang dikatakan Rendy padamu?"
"Bapak melunasi hutang pada Om Rendy dengan menjual Ega pada Mandala..."
"Omong kosong... mulut Rendy memang berbisa..."
"Jadi apa yang sebenarnya..."
"Kamu sudah bertanya pada Mandala?"
"Belum..."
"Waktu Mandala datang melamarmu.. dia sudah mengetahui tentang hutang itu dan mengatakan akan membantu bapak..."
"Bapak sudah bilang bahwa kamu akan marah bila mengetahui ini.. tapi Mandala berkata... Dua puluh persen ini akan diberikan sebagai pinjaman jika kamu menolaknya... tapi jika kamu menerimanya, Mandala akan berinvestasi di proyek proyek supaya bapak bisa melunasi hutang dengan cepat pada Rendy..."
"Setelah kamu menerima lamaran Mandala... Mandala kembali membayarkan hutang pada Rendy sebesar lima puluh persen... dan sisanya dibayar Mandala kemaren setelah kamu pulang dari sana..."
"Kenapa bapak tidak memberitahu ega tentang ini?"
"Bapak liat kamu juga menyukai Mandala... hubungan kalian baik... tidak ada yang perlu di bicarakan.."
"Bagaimana caranya bapak mengembalikan uang mandala?"
"Investasi pada proyek... proyek itu dikerjakan dan keuntungannya akan menjadi milik Mandala..."
"Mandala sangat pintar, mendapatkan proyek dengan memanfaatkanku..."
"Bukan seperti itu sayang... Mandala tidak menginginkan keuntungan lebih... kami ada perjanjian...Mandala hanya mengambil sejumlah uang yang dia bayarkan ke Rendy dan sisanya di berikan atas nama kamu.. Perjanjian itu ada di ruang kerja bapak.."
"Seberapa lama proyek itu akan selesai?"
"Dalam lima tahun... pembangunan jembatan kembar"
"Boleh Ega membatalkan pernikahan ini? setelah lima tahun baru bisa diulang.."
"Ega.." ibu yang kali ini bersuara...
"Kamu ingin menjadi istri Ryan atau istri Mandala... jika waktu itu tidak ada Mandala membantu bapak, maka sekarang kamu sudah menjadi istrinya Ryan..
Mandala dengan sabar masih menunggu..."
Aku terdiam...
"Mandala mengatakan pada kami... bahwa dia mencintaimu... dan akan membantu kami untuk menyelesaikan hutang dengan Rendy.."
"Jika kamu membatalkan pernikahan ini, kamu akan melihat Bapak gantung diri di kamar ini.. dimana bapak harus menaruh muka bapak.."
Aku kembali terdiam...
"Mungkin cara Mandala untuk mendapatkan cintamu salah dengan mengambil kesempatan... tapi bapak yakin, Mandala sangat menyayangimu.. dia akan menjagamu.."
"Ega keluar dulu..."
Aku berlari kekamarku... menangis didalam kamar sendiri... mungkin sudah takdirku seperti ini...
Aku berharap yang dikatakan bapak benar... bahwa bapak akan membayar semuanya sesuai dengan kesepakatan... dan berharap Mandala benar benar tidak memanfaatkanku...
--------------------
Akankah Mandala dan Ega menikah di minggu depan??
Jangan lupa votenya yaa...
sudah turun nih peringkatnya...
LOVE YOU..😘😘
__ADS_1