Jodohku

Jodohku
Rencana Melky dan Ama


__ADS_3

Sudah satu minggu aku merawat Putri.


Dan sudah dua hari ini aku tidur di rumah besar, karena Putri kemarin lusa sudah boleh keluar rumah sakit. Aku menemani Putri dan adiknya di rumah besar karena Melky masih harus merawat Tiara yang sampai satu minggu ini masih belum sadar dari komanya.


Ibu Tiara dan saudara Tiara yang lainnya datang untuk menjaga anak anaknya Tiara, tapi Putri lebih memilih bersamaku. Karenanya Mandala memintaku untuk berada di rumah besar terlebih dahulu sampai Putri benar-benar bisa ku tinggal bersama nenek dari Maminya.


Rumah ini terlalu penuh orang, seluruh keluarga Tiara datang. Sebenarnya aku malas berada di sini.


Tapi karena lantai tiga adalah kekuasaanku.


Aku lebih sering membawa Putri bermain di lantai tiga. Dan yang membuatku terkejut, karena aku sudah lama tidak datang kerumah besar. Mandala membuat kode password sendiri untuk bisa masuk ke lantai tiga.


Aku mempertanyakan hal itu pada Mandala. Menurut Mandala, sering kali keluarga Tiara datang berkunjung. Mereka ingin tahu tentang lantai tiga dan selalu berusaha untuk naik walaupun sudah di larang oleh Melky dan Tiara. Akhirnya Mandala memutuskan untuk membuat kode password sendiri.


Aku pun baru mengetahui kode itu dua hari yang lalu ketika Mandala memintaku untuk tinggal di rumah besar. Ibu pun terpaksa ku bawa ke rumah besar. Tidak mungkin ibu ku tinggal sendiri di Asrama.


"Ega..".


"Iya bu.."


Aku dan Ibu berada di dalam kamarku dan Mandala. Ibu ku ajak untuk tidur bersamaku, dari pada ibu tidur sendiri di kamar lain di lantai tiga ini.


"Ibu pulang saja besok ya, ibu juga bingung harus ngapain di sini"


"Tunggulah bu, kita akan kembali ke Asrama besok. Setelah itu Ega akan mengajak Ibu jalan-jalan".


"Bagaimana dengan Putri?".


"Masih ada keluarganya Tiara bu. Ega tidak mau di anggap menguasai Putri. Biarlah mereka yang merawat Putri. Ega akan bicara dengan Melky nanti".


"Kalo Putri tidak mau di tinggal?"


"Ega akan meminta ijin Melky untuk membawa Putri tinggal di Asrama. Semoga Melky mengijinkan".


"Ibu sungkan dengan keluarga Tiara. Kalo kita turun ke bawah mereka melihat kita seperti parasit".


"Hahahahhaa kata Mandala biarkan saja bu, mereka tidak tahu siapa pemilik rumah ini. Mereka kira ini adalah rumahnya Melky".


"Kenapa kamu tidak menunjukkan bahwa kamu adalah nyonya rumah ini".


"Untuk apa bu? apa ada untungnya buat Ega. Mereka sebenarnya sudah tahu dari Tiara. Dan pasti mereka juga sudah mencari tahu dari para asisten di rumah ini".


"Tapi tetap saja mereka bersikap sombong, seolah Tiara lah nyonya rumah ini".


"Tiara memang nyonya rumah ini bu, karena Ega tidak tinggal di sini. Jadi selama lima tahun ini, memang Tiara yang mengatur semua di sini".


"Apa Melky memiliki rumah sendiri?"


"Melky sudah memiliki rumah sendiri sebelum menikah dengan Tiara. Tapi Melky sudah berjanji pada Mandala bahwa dia akan tetap tinggal di sini merawat rumah dan juga Ama".


"Apa Melky tahu kelakuan keluarga istrinya itu?"


"Melky sering curhat dengan Mandala tentang permintaan dari keluarga istrinya. Tapi selagi permintaan itu masih wajar dan Melky bisa memenuhinya, Mandala selalu meminta Melky untuk memberikannya".


"Beruntung Melky memiliki saudara seperti Mandala".


"Mandala pernah bilang, ketika kita berniat untuk menikahi seorang perempuan, maka kita pun harus siap untuk menikahi keluarganya juga".


"Kalo sanggup, kalo tidak sanggup?"


"Makanya kan bu, jika permintaannya masih wajar saja. Jika permintaannya sudah aneh-aneh, pasti Mandala juga akan menegur Melky".


"Apa Melky begitu menurut pada Mandala".


"Melky menghormati Mandala. Mereka berdua bagaikan dua mata koin. Ega berharap tidak ada orang yang berniat untuk membagi koin itu menjadi dua bagian yang terpisah".


Pembicaraanku dengan ibu terputus ketika handphoneku berdering. Melky menelponku.


"Assalamualaikum kakak ipar"


"Waalaikumsalam, ada apa Melky?"


"Apa Putri bersama kakak ipar?"


"Iya, Putri di kamar bersamaku. Ada apa?"

__ADS_1


"Orang-orang di lantai dua, bagaimana membuat mereka pulang kembali ke sumatera".


"Melky, mereka adalah keluarga istrimu".


"Kakak ipar, tidak usah terlalu sungkan. Kakak ipar juga tahu bagaimana mereka".


"Kamu sekarang dimana?"


"Di kamar Ama. Aku menyusun rencana dengan Ama".


"Astaghfirullah alazim Melky. Baiklah, aku akan turun ke kamar Ama. Putri biar di sini bersama ibu".


"Aku tunggu di kamar Ama, kakak ipar"


Melky memutuskan telepon.


"Bu, Ega turun kekamar Ama dulu. Entahlah rencana apa yang akan di buat oleh Melky dan Ama".


"Turunlah, ibu akan menjaga Putri".


Aku turun ke lantai satu menuju kamar Ama.


Keluar Lift aku sempat melihat iparnya Melky duduk di sofa sambil menonton televisi.


Nikmatnya hidup, menonton televisi sambil memakan cemilan 🙈😄


Sempat melirik ke arahku yang langsung berjalan menuju kamar Ama.


Aku hanya tersenyum sekilas dan lanjut berjalan.


"Apa yang kalian rencanakan?"


Aku melihat Melky dan Ama duduk di sofa di dalam kamar Ama. Aku pun langsung duduk di pinggir tempat tidur di depan mereka berdua.


"Aku akan pura-pura sakit".


Ama langsung berdiri dari duduknya. berbaring di tempat tidur, menarik selimut dan berkata pada Melky.


"Melky SEKARANG".


Aku masih bengong dengan rencana mereka.


Perawat yang entah sudah tahu rencana Melky atau belum, masuk ke dalam kamar dengan sengaja membiarkan pintu terbuka.


Kemudian memasang infus pada Ama.


Aku hanya berdiri di samping tempat tidur.


Sempat ku lihat kearah pintu, iparnya Melky yang awalnya duduk manis di sofa menonton televisi, sekarang sudah berdiri di pinggir pintu. Mencari tahu apa yang terjadi di dalam kamar.


Aku mulai mengerti dan sedikit tersenyum.


Dokter yang merawat Ama pun datang dan menjadikan sandiwara Ama menjadi tambah dramatis.


"Ama perlu ketenangan. Beliau perlu istirahat. Apa yang menjadi pikiran beliau, sehingga menjadi drop kembali".


Sungguh, dokter ini pintar sekali ber akting.


"Mungkin Ama memikirkan apa yang terjadi pada istri saya dokter".


Melky yang menjawab.


"Kalo memang beliau memikirkan istrimu, sudah drop dari seminggu yang lalu. Tapi ini bukan karena itu. Sepertinya akhir-akhir ini beliau susah tidur".


"Ama pernah berkata, bahwa susah tidur di malam ataupun siang hari, karena di rumah begitu ribut".


Kali ini perawat yang menjaga Ama yang menjawab.


"Apa yang terjadi? bukannya selama ini baik-baik saja?"


Dokter kembali bertanya.


"Jika siang banyak suara langkah kaki berlarian. Jika Malam terdengar suara orang bernyanyian".


Lagi-lagi perawat yang menjawab.

__ADS_1


Aku dari tadi hanya diam. Dan sumpah, aku ingin tertawa menyaksikan adegan drama langsung di depanku ini.


"Aku akan menyelesaikan masalah ini".


Melky kemudian berkata dan melangkah keluar kamar.


"Melky..." Aku memanggil Melky.


"Tenanglah kakak ipar, semua akan baik-baik saja. Jangan Khawatir".


Melky kemudian keluar kamar. Bertemu dengan Saudara laki-lakinya Tiara yang masih mengintip di depan kamar Ama.


"Naiklah ke atas, aku akan bicara dengan kalian semua".


Melky meminta Iparnya untuk naik bersamanya kelantai dua.


Setengah jam kemudian, Melky masuk kembali ke kamar Ama menggendong adiknya Putri, Utami sambil tersenyum.


"Beres.. kita bisa tenang sekarang. Terima kasih dokter atas bantuannya".


"Baiklah, aku pulang dulu kalo begitu. Jangan lupa transferan untuk aktingku tadi".


"Hahahhaha jangan khawatir dokter. Kapten akan memberikan dokter bonus bulan ini".


Kapten????


"Abangmu tahu tentang semua ini Melky?"


Aku bertanya pada Melky.


Melky hanya tersenyum dan tertawa kecil.


"Kakak ipar bisa menanyakannya langsung pada Abang. Aku tidak ikut campur. Titip Utami juga kak, aku akan mengantar mereka semua ke Guest House dekat rumah sakit".


Melky memberikan Utami padaku.


Aku menerima Utami dari gendongannya Melky.


"Kenapa harus ke Guest House dekat rumah sakit?"


"Mereka datang untuk Tiara. Rumah ini terlalu jauh buat mereka bolak balik ke rumah sakit. Tidak ada alasan lagi buat mereka jika ku tempatkan di dekat rumah sakit".


"Apa mereka menerima begitu saja?"


"Aku katakan bahwa Ama perlu ketenangan. Dan juga Aku perlu bekerja, sehingga Aku perlu mereka semua untuk menjaga Tiara di rumah sakit".


"Tidak kusangka mereka akan menerima begitu saja".


"Apa kakak ipar percaya jika kukatakan bahwa aku akan memberikan uang pada mereka sebagai bayaran untuk menjaga Tiara?".


Aku menutup mulutku.


"Serius Melky??".


Melky mengangguk.


"Aku pergi dulu kakak ipar, sehabis ini kakak bisa menyuruh perawat untuk memandikan Utami".


"Tidak, biar aku sendiri yang mengurus Putri dan Utami. Tolong bawakan baju mereka ke lantai tiga".


Aku memberi isyarat pada perawat yang berdiri di belakang Melky. Itu perawat yang khusus menjaga Putri dan Utami.


Perawat itu mengangguk dan berjalan keluar kamar.


Aku dan Melky pun serempak memandang Ama.


"Pergilah kalian berdua, aku juga ingin mandi dan tidur dengan nyenyak malam ini"


Aku dan Melky tertawa bersamaan.


Ternyata cerita di balik drama ini adalah cerita yang sebenarnya.


Bahwa Ama memang benar-benar tidak bisa tidur di malam hari karena ulah keluarga Tiara.


------------

__ADS_1


Jangan lupa votenya yaa


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2