
Dua Hari berlalu....
Evakuasi terus berlanjut...
Sudah berpuluh puluh kantong jenazah yang masuk ke ruang jenazah..
Aku pun sudah tidak perduli lagi, apakah aku sudah mandi atau belum selama dua hari ini...
Yang kutahu aku hanya tidur selama dua jam setiap harinya...
Dan hari ini... dr.Farid mengijinkanku untuk beristirahat...
aku digantikan oleh staf beliau yang lainnya...
Tugasku pun hanya didepan ruang jenazah.. membuka kantong.. mencatat dan memeriksa barang barang yang ada ditubuh korban.. memasukannya menjadi satu, diberi label dan dsimpan bersama didalam kantong jenazah...
Aku sudah tidak perduli lagi bagaimana wajah dan bentuk tubuh korban yang datang...
Setelah membuka kantong jenazah, memeriksa tangan, kantong celana, kantong baju dan sebagainya... aku pun langsung menutup kembali kantong jenazah... tidak ada keinginan untuk memperhatikan bagaimana bentuk dan rupanya orang yang berada didalam kantong tersebut...
Selera makanku pun berkurang selama dua hari ini..
ada perasaan mual setiap kali aku mencoba untuk makan..
Dan hari ini, setelah diijinkan oleh dr.Farid...
Aku pergi keruangan dokter... membersihkan diriku...
mengganti pakaian dan pergi kekantin para dokter untuk memulihkan lambungku...
Aku terkejut begitu sampai dikantin... kantin penuh...
Rupanya kantin dijadikan sebagai dapur umum untuk para relawan dan tim medis yang membantu evakuasi...
Aku hanya menghela nafasku..
mencoba berbalik untuk mencari tempat makan yang lainnya...
Karena berbalik terlalu tergesa gesa.. aku tidak memperhatikan sekelilingku...
BRAAKK...
"Astagfirullah alazim..." aku mengucapkan itu sambil memegang pelipisku yang sakit...
"Kamu gak apa apa?" kudengar suara laki laki yang kutabrak tadi... laki laki itu seperti wartawan yang memanggul sesuatu dipundaknya... entah apa itu.. dan pelipisku mengenai benda itu...
Aku tidak menjawab pertanyaannya...
Kepalaku sakit... seperti di film kartun... ada beribu bintang berputar diatas kepalaku...
Aku merasa tubuhku limbung...
Sebelum aku jatuh, ada sesorang yang menangkapku...
Aroma itu... aku menciumnya kembali... sangat dekat... Aku berada didalam pelukannya....
"Yudhiiiissss"
Kemudian mataku menjadi gelap...
--‐-----------------
Ketika aku membuka mata....
__ADS_1
Kepalaku terasa sangat sakit...
"Sudah sadar Ga?"
Aku menoleh... kulihat dr.Rina... rekanku sesama dokter magang...
aku berada di ruangan dr.Rina...
"Aku kenapa Rin?" tanyaku pada dr.Rina
Kami rekan sejawat.. seangkatan... jadi aku hanya memanggilnya Rina tanpa gelar dokter... begitu juga sebaliknya Rina kepadaku...
"Kamu pingsan... tu pelipismu luka... kamu menabrak orang yang membawa tabung pemadam dipundaknya... untung kepalamu gak pecah"
Aku tersenyum tipis mendengar kata kata dr.Rina...
"Asam lambungmu juga naik.. kamu pasti gak makan dua hari ini"
Aku mengangguk ringan..
"Ayo bangun... aku sudah belikan kamu bubur... ayo makan dulu"
dr.Rina membantuku untuk duduk..
"Masih sakit kepalanya? habis makan minum obat, istirahat... habis itu kamu akan pulih kembali"
dr.Rina memberikanku bubur dan memaksaku untuk makan...
"Aku tau Ga, berat untuk menjadi asisten dr.Farid...
apalagi ada kecelakaan seperti ini.. kamu belum terbiasa.. Makan kemudian istirahat"
dr.Rina terus memberikanku ceramah...
Aku memang sangat lapar...
Aku meletakkan mangkok yang sudah kosong disamping ranjang...
"Lapar mbak??" dr.Rina mengejekku melihat mangkok bubur yang kosong tanpa sisa...
"Sangat..." jawabku setelah meneguk setengah botol air mineral..
"Rin... siapa yang membawaku kemari?"
Aku bertanya karena memang aku penasaran...
"Seorang Tentara angkatan udara... sepertinya seorang pilot..yang kamu tabrak itu juga seorang tentara"
"pilot?" bayanganku kembali pada sosok laki laki yang berbicara pada dr.Farid waktu itu...
"Dia menggendongmu seperti di film film... sosok pahlawan yang menyelamatkan kekasihnya yang terluka hahahahhaha" dr. Rina kembali meledekku..
"Huuuuhh" aku memonyongkan bibirku...
"ini minum obatnya... kemudian istirahat.. Apa kamu mau kepalamu terus sakit dan aku akan membawa dr.Ryan kemari untuk memeriksamu hahahaha"
Aku memasang wajah cemberut... dan mengambil obat dari tangan dr.Rina... meminumnya... dan mengobrol kembali dengan dr.Rina...
sampai kemudian dr.Rina pamit karena harus kembali bertugas...
Sebelum keluar ruangan, dr.Rina kembali berpesan..
"Tidur, berusaha untuk pejamkan mata... hapemu aku sita.."
__ADS_1
dr.Rina keluar ruangan dengan tersenyum puas sambil melambai lambaikan handphoneku...
"Rinaaaaaaaa"
"hahahahahha"
masih kudengar suara tawa dr.Rina di luar ruangan...
Aku terpaku sendiri diruangan ini...
berbaring... mencoba untuk memejamkan mataku...
menghitung domba untuk menghipnotis diriku 🙈
Seorang Pilot....
kata kata Rina kembali terngiang di telingaku..
Apakah dia orang yang sama?
Aku ingat, sebelum semuanya gelap..aku mencium kembali aroma parfum itu...
Orang yang menangkap dan memelukku itu...
Dialah orang yang memiliki aroma tubuh yang sama dengan Yudhis...
Yudhiiiiissss.... Aku merindukanmu...
Aku merindukan pelukanmu...
merindukan candaanmu...
Aku berbaring miring sambil memeluk bantal...
(gak ada guling di Rumah sakit 🤪)
Terbayang kembali semua kenanganku dengan Yudhis..
Aku meraba kalung yang kukenakan... itu kalung pemberian Yudhis di hari ulang tahunku...
Air mata ini menetes dengan sendirinya...
Aku sesengukan sendiri..
mendekap erat bantal seolah olah ingin meredakan rasa sakit di dadaku...
Ikhlas Ega.. Ikhlas...
Yudhis sudah tenang bersama Pencipta-Nya
Aku melantunkan doa doa untuk Yudhis dan juga untuk menenangkan diriku...
Mulutku terus komat kamit melafazkan ayat ayat Qur'an..
Sampai tanpa sadar layar mimpiku terkembang dengan baik...
Zzzzzzzzzzzzzzzzz
Jangan lupa Like, Vote dan komennya yaa...
Jangan cuman baca doang dong..
tanda jempolnya di klik yaa 😁😄
__ADS_1
Love You 😘😘