
Sebulan kemudian.
Rafa dan Lisa sudah menggunakan baju yang senada dengan ayah, bunda dan juga Sultan. Baju yang dipesannya dari butik langganan bunda sebulan yang lalu, dengan dominan warna putih.
Dress Lisa begitu cantik dengan bagian leher berbentuk kotak dengan kerutan di ujungnya, ada resleting Jepang di bagian dada agar Lisa mudah saat hendak menyusui, dengan lengan sampai siku dan pangkal lengan yang sedikit menggelembung, kemudian bagian pinggang yang kecil, sedang bawahannya berbentuk payung dengan ditambah kain burkat dari bawah pinggang yang juga berwarna putih, senada dengan kain dasarnya.
Rafa juga mengenakan setelan tuksedo berwarna putih bersih dari kemeja, jas dan celana yang juga berwarna putih, sama seperti Sultan yang dibuatkan mirip dengan setelan tuksedo papanya, tapi dengan bahan yang adem dan nyaman untuk bayi.
Nyonya Meisi dan Tuan Johan juga mengenakan pakaian serba putih, tapi celana tuan Johan berwarna abu-abu, saat nyonya Meisi menyuruhnya menggenakan celana putih, tuan Johan tidak mau, alasannya mungkin kurang sesuai dengan umurnya.
Konsep pada pesta yang diadakan oleh keluarga Novanda untuk menyambut kelahiran penerus keturunan mereka adalah pesta bernuansa elegan, dengan bunga dan kain-kain berwarna dominan putih dengan sedikit tambahan warna gold, dan warna hijau dari daun.
Di bagian kanan dan kiri gedung terdapat paresmanan berbagai masakan, dari makanan khas daerah di Indonesia, seperti gudeg, rendang, sate, gulai dan masih banyak menu lain yang menggugah selera. Ada juga menu dari luar, seperti nasi kebuli, berbagai macam pasta, lasagna, pizza, sushi, steak dan masih banyak lagi menu masakan luar negeri yang menggugah selera. Menu minuman juga sangat beragam, ada minuman dingin dan juga panas, berbagai macam minuman ringan bersoda.
Rafa, tuan Johan dan Nyonya Meisi mengundang relasi/ partner kerja, teman sekolah dan kuliah, karyawan dari OB hingga direktur, juga para kenalan mereka, begitu juga dengan Lisa, dia mengundang teman sekolah dan teman kuliahnya, tapi tidak terlalu banyak, karena Lisa hanya mengundang teman yang benar-benar dekat dan masih sering bertukar kabar.
Termasuk mengundang Tama dan Andre, mereka berdua datang dan memberi selamat pada Lisa atas kelahiran bayinya, juga mengucapkan selamat atas pernikahan Lisa dan Rafa yang tidak mereka hadiri.
Di ballroom hotel Dream night terdapat sekitar seribu lebih tamu undangan, dari berbagai kalangan dan usia, mereka menyatu menjadi satu menghadiri undangan dari keluarga Rafa.
Rafa naik ke atas panggung dan berbicara menggunakan mikrofon yang ada di genggamannya.
__ADS_1
" Selamat siang semuanya, terima kasih atas kehadiran saudara, teman-teman dan relasi yang sudah menyempatkan waktu memenuhi undangan dari kami. Selamat menikmati hidangan yang sudah kami sediakan, mohon maaf jika masih banyak kekurangan di sana-sini", ucap Rafa membuka acara, kemudian melanjutkan kalimatnya.
" Di samping kanan saya ini saya yakin tuan dan nyonya semua sudah mengenal siapa pria dan wanita paruh baya ini, mereka berdua adalah alasan keberadaan saya berada di dunia ini, orang yang paling penting dalam hidup saya, orang yang sudah mencurahkan kasih sayang, perhatian dan cinta kasihnya pada saya sampai saat ini dan tiada akhir.
Beribu-ribu terimakasih Rafa ucapkan pada ayah dan bunda , love you so much", ucap Rafa.
" Dan selanjutnya sebelah kiri saya ini, pasti baru beberapa dari tamu yang hadir disini yang sudah mengenalnya, jadi di acara ini saya ingin memperkenalkannya, dia adalah istriku tercinta, Lisa namanya, dia juga ibu dari putraku Sultan Hasan Novanda", ucap Rafa sambil merangkul Lisa yang tengah menggendong Sultan maju ke depan dan sedikit menundukan badan memberi hormat pada para tamu undangan.
Acara terus bergulir hingga masuk sesi pesta dansa, Rafa merangkul Lisa ke tengah-tengah gedung, dan mulai berdansa saat alunan musik mulai terdengar, diikuti oleh pasangan-pasangan yang lain, termasuk ayah-bunda, juga Doni dan Tami.
Andre dan Tama yang tidak membawa pasangan tetap duduk di kursinya.
" Tam, jadi apa yang terjadi selama kamu di kota ini?, aku kira kamu sengaja kuliah bareng Tami biar terus bisa gebet dia terus, ternyata kamu malah melepaskannya begitu saja", ucap Andre.
" Wanita memang susah di tebak, kita kira dia pengennya A, eh ternyata dia malah pengen B, kayak ibu2 yang naik motor nyalain sen kanan, eh tau-taunya beloknya ke kiri, itu kan bisa buat yang ada di sekitarnya jadi celaka, seperti kita yang berada di sekitar perempuan yang kita sayangi, ternyata mereka yang paling mudah membuat kita sakit hati", ucap Andre.
" Cewe banyak, sama yang lain saja Ndre, jangan terlalu dalam, dia sudah jadi istri orang, apa kamu mau jadi pebinor ( perebut bini orang) ", ujar Tama meledek.
" Br*ng*ek kamu Tam, otakku masih waras dan masih bisa dipakai buat berfikir, itu kenapa aku memilih kuliah di tempat yang berbeda dari kalian, salah satu tujuanku agar aku bisa melupakannya dan belajar membuka hatiku untuk gadis lain", ucap Andre menjelaskan.
" Ada anak cewek seangkatan sama kita, tapi dia di fakultas kedokteran, dia merapat terus waktu Ospek dulu, sampai sekarang masih sering banget hubungi aku duluan, entah itu nanya kabar atau bahas kuliah, tapi aku rasa dia memang sengaja deketin aku, lumayan cantik, cuma aku dengar dia anak pejabat, makanya aku main santai saja, kalau dia bilang suka baru aku balas, tapi kalau hanya sekedar tanya-tanya kabar dan sering nelepon tanpa menyatakan suka, aku malas ngomong duluan, lagian aku tidak terlalu menaruh hati padanya, tapi kalau dia berani ngomong suka, boleh juga dicoba sambil berusaha move on dari Lisa, apa salahnya", ucap Andre terkekeh.
__ADS_1
" Kalau aku masih malas membuat komitmen dan berpacaran, membuat ruang gerak kita jadi terbatas, lagian kan kita masih sangat muda, umur saja masih kepala satu, meski setahun lagi sudah berkepala dua, hehehehe", Tama terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
" Semoga saja kita diberi umur panjang, biar bisa membahagiakan kedua orang tua kita, mereka yang berjuang untuk semua yang kita miliki", ucap Andre.
Acara dansa pun telah usai, selanjutnya acara penutup, dan para tamu mulai keluar meninggalkan ballroom hotel Dream night.
Karena begitu banyak tamu undangan Lisa sampai lelah menyalami mereka semua sambil berdiri saat di hotel tadi, karena itu Lisa langsung masuk ke kamar dan tiduran bersama Sultan setelah mereka sampai di rumah.
" Mandi dulu sayang, kau kan sudah bersalaman dengan begitu banyak orang, nanti kalau ngajak Sultan banyak bakteri yang menempel", ucap Rafa mengingatkan.
" Baik papa", gurau Lisa sambil berjalan menuju kamar mandi, " jagain Sultan sebentar ya, mama mau mandi dulu", ucap Lisa sambil menutup pintu kamar mandi.
Lisa mandi sekaligus keramas karena masa nifasnya sudah selesai. Lisa juga melaksanakan sholat Maghrib bersama Rafa di kamar.
" Karena kau sudah suci, apa boleh nanti malam aku tengok sebentar?", tanya Rafa sambil tersenyum lebar.
" Belum boleh sayang, besok Lisa ke rumah sakit dulu, buat konsultasi sekalian mau pasang KB", ucap Lisa.
" Kalau main atas dulu gimana?", tanya Rafa dengan ekspresi wajah memelas.
Lisa menghembuskan nafas panjang, " Oke lah kalau begitu, tapi janji ya, belum untuk yang satu ini", ucap Lisa sambil menunjuk ke wilayah mis-V nya.
__ADS_1
" Oke-oke", senyum Rafa mengembang, karena apa keinginannya akan sedikit terobati.