
Niatku untuk ke Rumah sakit dan kerumah ummah tidak terlaksana...
Aku hanya berbaring diatas tempat tertidur..
Membaca kembali tiga surat dari Yudhis..
Rasanya dada ini sesak, penuh dengan air mata yang harus kutumpahkan...
Aku menangis terisak... seolah olah aku tidak menangis selama tiga tahun ini...
Aku tidak berani keluar kamar untuk turun makan kebawah...
mataku bengkak.. cairan terus keluar dari hidungku..
orang yang melihatku pasti tahu bahwa aku habis menangis...
Handphoneku berdering... aku tau itu pasti Mandala..
si Mbak asisten rumah pasti sudah memberitahukan mandala bahwa aku belum makan malam...
Aku malas menjawab telepon dari Mandala... tapi jika kubiarkan, maka semua akan kena masalah..
"Assalamualaikum.." Aku menjawab telepon dari mandala..
berusaha untuk membuat suaraku sewajar mungkin..
"Waalaikumsalam... sudah makan sayang?"
Kalo aku bilang sudah.. jangan jangan mandala hanya mengujiku berbohong atau tidak..
"Gak pengen makan.."
"Kenapa?"
"Sepi... makan sendiri terus... mana enak makan begitu"
Mandala tertawa...
"Katanya mo kerumah ummah... gak jadi?"
"Malas juga keluar rumah..."
"kok semua serba malas... katanya bosan, bete di rumah terus"
"Kapan pulang?" tanyaku dengan suara manja
"Baru juga dua hari.."
Aku menarik nafasku dengan panjang...
"Yaaanngggg" Mandala memanggilku
"iyaa" aku menjawab dengan malas..
"Kamu baru selesai membaca surat dari Yudhis??"
Aku langsung duduk tegak.. bagaimana Mandala bisa tau? apa ada CCTV di kamar ini?
"Kapteeennnn... kamu tau dari mana?"
"Jangan membuatku khawatir di sini... kamu pasti menangis kan.."
"Apa di kamar ini ada CCTV?" aku bertanya sambil mengedarkan mataku ke sekeliling kamar..
"Kenapa? kamu curiga aku memantaumu?"
"Tidak, tapi dari mana kamu tau?"
"Aku mengenal suaramu.. aku tau ada yg tidak beres dari suaramu"
"Cuma dari suara? bukan si mbak yang melapor?"
"Tidak, untuk apa aku selalu memantaumu melalui si mbak... Kalo kamu tidak mengangkat telepon, baru aku menghubungi mbak di rumah.. jadi apa benar kamu menangis?"
"Iyaa"
"Pantas.."
"Pantas apa kapten?"
"Pantas hari ini aku dilupakan... rupanya lagi asyik mengenang masa lalu"
"Kapteeeenn.."
"Okey, lanjutkan nangismu.. jangan lupa makan... aku tidak akan membiarkan istriku kelaparan karena asyik mengenang masa lalunya... aku akan menelpon si mbak untuk mengantar makanmu ke kamar"
"Kapteeeenn" aku memulai aksi manjaku...
"Aku tutup dulu... Assalamualaikum"
Mandala mematikan Panggilan telepon π
"Waalaikumsalam.."
Aku menjawab salam mandala walaupun panggilan sudah terputus..
Aku terdiam.. apa mandala marah padaku?
Apa benar hari ini aku tidak memperdulikannya?
memang benar hari ini aku tidak menelponnya..
__ADS_1
aku tidak meninggalkan pesan pesan di whatsapp nya.. aku asyik sendiri dengan diriku yang menangis karena membaca surat Yudhis...
Tapi.. aku kan tau Mandala lagi bertugas.. jadi aku memang tidak menelponnya..
Mandala marah padaku π
Biarlah, paling juga besok baik lagi.. mana bisa mandala berlama lama marah padaku...
Aku tau kalo mandala terlalu sayang padaku..
Sedikit aku merengek dan merayunya, Mandala pasti akan luluh padaku....
Aku meletakkan handphone di meja samping tempat tidur.. membukakan pintu buat si mbak yang datang membawakan ku makanan...
"Maaf ya mbak merepotkan" aku mengambil nampan dari tangan si Mbak..
"Sudah tugas saya bu.. tadi bapak bilang ibu lagi gak enak badan.. ibu mau saya pijit?"
"Mbak bisa pijit?"
"Bisa bu.. kalo ibu mau, ibu makan dulu... nanti satu jam lagi saya kembali.."
"Baiklah.. nanti saya panggil ya mbak"
"Baik bu, saya permisi dulu"
Si Mbak keluar kamar... aku pun langsung makan.. sebenarnya perutku memang lapar... tapi aku malas keluar kamar...
karena makanan sudah datang, mubazir jika tidak di makan hahahahha..
Satu jam kemudian, aku memanggil si Mbak kekamarku... lumayan ada teman ngobrol sambil memijit...
"Mbak, sudah berapa lama kerja di sini?"
"Sudah hampir lima tahun bu.."
"Mbak sudah menikah?"
"Sudah bu, suami saya bantu bantu dikantor pak Melky"
Aku hanya membentuk huruf O di mulutku...
Aku belum mengenal banyak orang di rumah ini kecuali Melky dan si Mbak asisten...
Untuk Asisten rumah yang lain aku belum mengenal mereka...
"Berapa orang yang kerja disini mbak?"
"Bertiga bu... saya, yang bersih bersih kebun, sama yang bersih rumah.."
"Kalo mbak yang masak?"
"Iya bu, saya yang masak sama mengawasi yang lainnya"
"Saya bu yang bersihkan.. tapi kalo ruang kerja Pak Kapten tidak bolehkan kami masuk.. saya cuma bersihkan kamar mandi dan sapu kamar... yang lain pak Kapten semua"
"Mbak..." Aku bertanya dengan sedikit ragu tapi tetap aku lanjut bertanya..
"Kapten pernah bawa pacarnya gak kesini?"
"Pacar saya gak tau bu... tapi pernah bawa satu perempuan, tentara juga"
"Nginap di sini?" aku kembali menyelidiki..
"Iya bu, tapi dikamar bawah.."
"Dibawah ada kamar? bukannya punya ama dan mama dibawah itu?"
"Ada bu, satu kamar lagi, biasa di pakai ibu mandali kalo datang"
Aku mengangguk.. rupanya melky waktu itu membohongiku...
"Kenapa tidak tidur di kamar depan.. dilantai tiga"
"Pak Kapten melarang orang luar untuk naik kelantai tiga"
"Oh yaa... " aku sedikit tidak percaya
"Cuma ibu yang pernah naik kelantai tiga.. Pak Melky juga jarang naik kelantai tiga..Pak Kapten juga tidak pernah ke lantai 2.. mereka bertemu di ruang makan.. kecuali memang sangat penting"
"Melky dan suami saya hubungannya bagaimana mbak?"
"Sangat Akrab bu... mereka sangat dekat... saling mengerti satu sama lain... seperti saudara kandung saja"
Aku menguap... aku memang sangat mengantuk malam ini..
"Mbak, kalo saya tertidur.. tolong tutupkan pintunya ya.."
"Iya bu, ibu tidur saja..."
Entah karena memang pijitan si mbak yang enak dan lembut atau karena aku terlalu lelah menangis... akhirnya aku tertidur...
Esok paginya aku bangun dengan segar...
Sepertinya tadi malam aku tidur sangat pulas..
Tidak terbangun di tengah malam dan tidak bermimpi apa apa...
Aku melihat handphoneku... tidak ada telepon masuk ataupun pesan di whatsapp.. Dimana Mandala??
Aku mencari nomor handphone Mandala dan menelponnya..
__ADS_1
Dua kali panggilan tapi Mandala tidak mengangkat..
Aku coba untuk ketiga kalinya... jika memang Mandala tidak menerima panggilan ini... aku tidak akan menelponnya lagi...
Egoisku mulai keluar lagi π
"Halo... selamat pagi bu.."
Terdengar suara perempuan yang menerima panggilan..
"Ini siapa?" tanyaku langsung...
"Maaf ibu, handphone pak Kapten tertinggal.. dari tadi berbunyi.. jadi saya beranikan untuk menjawabnya"
"Kapten kemana? kenapa bisa tertinggal"
"Kapten lagi bertugas.. tadi handphonenya tertinggal waktu mengambil obat bu.."
"Maaf, kamu siapa?"
"Saya dokter yang bertugas di sini bu"
"Baik, terima kasih.. kasih tau Kapten... ISTRINYA menelpon"
Aku menekankan kata istri pada kalimatku...
"Baik bu, akan saya sampaikan"
Panggilan kumatikan dengan wajah cemberut..
Tapiii... Kapten bukan orang yang ceroboh seperti itu, dia tidak akan lupa dengan barang barangnya...
Aku kembali berfikir...
Apa kapten memang sengaja?
Berkerja sama dengan wanita itu untuk membuatku marah seperti kapten kemaren marah tentang Yudhis..
Aku tersenyum...
Bisa jadi...
Kapten... tunggu saja nanti... aku juga akan mengganggumu...
Tapi telepon dari Mandala tidak pernah ada hari ini..
Aku menelpon pun tetap tidak di jawab..
Aku mengiriminya pesan... dibaca tapi tidak di balas..
Aaarrrggghhh kapten... apa sih maumu..
Malam ini aku kembali memanggil si mbak untuk menemaniku mengobrol... tapi si mbak menolakku karena suaminya juga sedang sakit...
Dan Hasilnya.. malam ini aku kembali tidak bisa tidur.
Duduk di teras kamar memandangi langit...
Mandala memang benar...
Sekarang aku harus bisa memilih... menangisi Yudhis dengan surat suratnya atau mengkhawatirkan Mandala yang jauh bertugas...
Lelah berfikir dan merenung....aku tertidur di teras...
Seseorang membangunkanku....
Aku membuka mata... sinar matahari langsung mengenai wajahku yang berkeringat dan merah karena terkena panas matahari..
"Ibu, kenapa tidur di sini.."
"Jam berapa sekarang?"
"Jam sepuluh lewat bu... maaf tadi saya ketok dan telpon ibu tidak menjawab... jadi saya telpon pak Kapten... pak Kapten ijinkan saya masuk untuk melihat ibu"
Aku merenung sesaat...
"Pak Kapten menerima panggilan darimu?"
"Iya bu..."
"Baiklah... saya mandi dulu... mbak boleh keluar"
"Baik bu, saya tunggu di ruang makan"
Aku mengangguk dan tersenyum kecut...
Berdiri mengambil handphoneku...
Hanya ada panggilan tak terjawab dari si Mbak..
tidak ada dari Mandala...
Aku melempar handphone dengan kesal ke atas tempat tidur...
Apa sih maunya ini orangπ€π€
----------------
Jangan lupa votenya yaaa
Terima kasih atas dukungan kalian semua..
__ADS_1
LOVE YOU πππ