Jodohku

Jodohku
Kenangan Pahit...


__ADS_3

Pagi ini kami kembali jalan jalan di pantai..


Tapi pantai yang lain..bukan pantai di dekat rumah Mandala...


Tadi malam hujan.. jadi pagi ini benar benar dingin...


"Pantai ini banyak berubahnya yaa.."


Aku berjalan di atas pasir yang dingin...


"Karena hujan?" Mandala bertanya padaku...


"Bukan.. tapi memang berubah secara keseluruhan"


Mandala berhenti berjalan dan memandangku..


"Kamu pernah kesini sebelumnya?"


"Iyaa, waktu itu liburan sekolah... bersama teman teman SMA liburan ke sini.."


"Kok gak cerita.."


"Sebelum hari ini kita tidak pernah kepantai ini..jadi aku lupa buat cerita, lagian ada kenangan pahitnya disini"


Mandala hampir menjatuhkan handphonenya...


"Kenapa? mau dibuang handphonenya?"


"ayo kita duduk disana" Mandala membawaku ke pelataran sebuah cafe.. karena masih pagi, jadi cafenya belum buka


Aku melihat sekelilingku... mengingat sesuatu....


"Kami menginap di situ.. iyaa disitu.."


Aku kembali menunjuk sebuah penginapan..


"Kenangan pahit apa yang terjadi disini?"


Mandala bertanya padaku..


"Waktu itu, aku hampir tenggelam... rasanya seperti diambang kematian.."


Mandala hanya diam mendengarkan ceritaku..


"kalo tidak di tolong sama warga di sini.. mungkin aku pulang tinggal mayat saja lagi.."


"Itu namanya belum waktunya kamu meninggal"


"mungkin..."


"Kenapa bisa tenggelam?"


"waktu main ketengah, tiba tiba kaki keram.. gak bisa digerakan.. langsung seperti terseret begitu saja.."


"Teman temanmu?"


"Mereka berusaha menarikku.. tapi katanya aku seperti di tarik juga dari arah laut... hiiii serem pokoknya"


Aku menutup wajahku dengan tangan.


"Yang menolongmu?"


"Seorang pemuda... kata teman temanku sih warga sini...aku juga tidak melihatnya.. karena setelah menolongku, dia pun masuk rumah sakit bersama denganku..."


"kamu tidak mencarinya setelah itu mengucapkan terima kasih"


"mencarinya, tapi sudah pulang duluan dari rumah sakit.. bertanya pada orang orang disini.. mereka pun tidak mengenalnya"


Mandala tersenyum...


"kalo tiba tiba dia muncul di depanmu dan meminta imbalan?"


"apa yang bisa di mintanya?"


"minta kamu jadi istrinya.."


"Aku akan mengatakan kalo dia sudah terlambat.. aku sudah menjadi istri seorang kapten penerbang yang bermata biru..."


Aku teringat sesuatu dan memandangi Mandala..


"Kenapa melihatku seperti itu?"


"Kata teman temanku, pemuda itu bermata biru.. sama seperti suamiku"


"Temanmu tidak ada yang melihat pemuda itu?"


"Ada, ketua kelas kami waktu itu, tapi dia juga tidak bisa menjabarkan bagaimana wajahnya.. hanya berkata kalo pemuda itu bermata biru dan ada bekas luka dipahanya"


"Bekas luka??"


"Iya, waktu menolongku, celananya robek.. terlihat ada bekas luka jahitan yang panjang di pahanya'


"Nanti kita cari tahu... mungkin saja pemuda itu masih tinggal di sini.. apa yang akan kamu katakan kalo tba tiba Tuhan mempertemukanmu lagi"


"Berterima kasih padanya, karenanya aku masih bisa hidup, masih bisa kuliah, bisa ketemu suami yang tampan"


Aku memeluk Mandala...


"Kalo dia ternyata lebih tampan dari suamimu?"


"Aku akan berpaling padanya, meninggalkan suamiku"


"Beraniiiii?"


Aku menggeleng sambil tersenyum manja...


Mandala memelukku erat..


"Ayo kita pulang, kita harus kebandara siang ini"


Kami pun pulang kembali ke rumah Mandala.. meninggalkan cerita masa laluku di pantai ini...


--------------------------


Di Bandara siang ini...


Melky menjadi pemimpin rombongan untuk membawa Mama, Kakak Dali dan Ama kembali pulang ke ibukota sebelum berangkat ke Turki esok harinya...


Sedangkan Mandala dan aku...

__ADS_1


Kami sama sama di bandara... tapi tujuan berbeda dengan keluarga yang lain..


Aku pun baru mengetahui tujuan kami setelah Mandala melakukan check in...


"Untuk apa ke singapore.. katanya cutinya mau habis"


"Ngajak kamu belanja.."


"Sekalian ke Paris, nanggung kalo cuman singapore"


"Nanti kita ke paris, tunggu suamimu jadi milyuner"


Mandala mengambil penerbangan sore..


"Kalo gak sore, penerbangan malam.. senang betul"


Aku protes pada Mandala..


"Begitu sampai kan langsung tidur.."


Aku cemberut, duduk menyandarkan kepalaku di pundak Mandala sambil menunggu di panggil di ruang tunggu pesawat...


Akhirnya pesawat take off...


Kami duduk di kelas bisnis...


Aku pun sudah bersiap... menurunkan sandaran kursi, menutup mata dan terlelap...


Mandala membangunkanku ketika makanan datang..


Aku makan dengan malas.. setelah itu aku pun kembali tidur..


"Kok jadi tidur terus kayak **** sih yang"


Mandala mencium keningku..


"Gak tau, ngantuk berat.."


"Biasa, ibu hamil yang begini"


"Belum juga sebulan nikah"


Mandala tertawa... membelai kepalaku.. sampai aku kembali tidur..


Pesawat Landing di Bandar Udara Internasional Changi Singapore...


Seseorang membawa papan nama menjemput kami.


Kami pun menuju sebuah hotel...


Mandala memesan makanan di Restoran Hotel..


Aku pun kembali melingkarkan badanku seperti udang diatas tempat tidur...


"Mandi dulu yang... makan, baru tidur lagi"


Aku bangun dengan malas dari tempat tidur..


Melihatku yang malas malasan, Mandala langsung menggendongku kekamar mandi...


"Bisa mandi sendiri... turunkan"


Jika tidak karena bel kamar yang berbunyi..


Mungkin Mandala tidak akan keluar dari kamar mandi..


Aku makan dengan cemberut...


Mandala mematikan pendingin ruangan setelah keluar kamar mandi tadi... takut kalo aku kedinginan..


dan memang sangat dingin.. tanganku pun berkerut..


"Gak usah cemberut gitu.. besok pagi mandi sama sama lagi yaa?"


Mandala masih saja menggodaku...


"ENGGAK"


"Memangnya gak bisa masuk sendiri kekamar mandi"


"Besok harus belikan tas, sepatu, alat make up.. semua yang aku mau"


"Iya, besok kubelikan semua yang kamu mau.. asal mau mandi sama sama lagi"


"Kapteeeennn"


Mandala tersenyum..


"Cepat habiskan makannya... tadi katanya masih ngantuk"


"Udah gak ngantuk lagi.. berendam satu jam"


Mandala tertawa...


"Okey, kalo begitu, kita begadang lagi malam ini"


"Iya.. iya.. habis makan tidur.."


Mandala kembali tertawa... memberiku beberapa buah pencuci mulut...


Aku pun terus cemberut pada Mandala...


----------------


Berusaha untuk tidur di dalam pelukan Mandala...


Tiba tiba aku teringat sesuatu..


Aku pun meraba paha kiri Mandala...


"Kapteennn"


"eehhh"


Mandala yang sudah hampir terlelap kembali membuka matanya..


"Luka di paha kiri ini kenapa?


"Luka waktu tugas.."

__ADS_1


"Kapan?"


"Setahun yang lalu"


Aku pun kembali diam... meraba paha kiri mandala yang ada tanda lukanya..


"tangannya bisa berhenti meraba gak? mau adegan kamar mandi di ulang lagi?"


Spontan tanganku berhenti.. menaroh tangan di depan dadaku.. dan berusaha memejamkan mata..


ini ni.. siapa suruh kebanyakan tidur di dalam pesawat.. akhirnya sekarang jadi susah tidur kan...


----------------------


Aku membuka mataku...


Mandala sudah tidak ada disampingku..


Aku melihat jam... pukul delapan pagi...


Kenapa Mandala tidak membangunkanku subuh tadi..


Mungkin Mandala juga kesiangan bangun..


Kubuka Kamar mandi.. tidak ada siapa pun..


Kemana Mandala...


Aku menelponnya... tidak aktif..


Berulang kali aku telpon tetap tidak aktif..


Seketika aku panik...


Bagaimana jika Mandala pergi..


Pasportku ada di mandala...


Bagaimana aku sendiri di sini...


Aku melihat ke koper... baju baju Mandala masih ada..


Bodoh Ega... apa yang kamu pikirkan... benar kata Mandala.. kamu tu pemikir.. suka memikirkan hal yang tidak tidak..


Aku duduk sendiri di atas sofa...


Mendekap kakiku sambil menunggu Mandala datang...


Setengah jam aku menunggu... terus melihat ke layar handphone...


Tiba tiba pintu hotel terbuka... Mandala muncul dengan membawa beberapa bungkusan...


Aku memandangi Mandala...


Mandala juga memandangiku dengan tatapan heran..


"Kenapa belum mandi?"


Aku langsung memeluk Mandala dan menangis mengeluarkan semua emosiku yang tadi kutahan..


"Hei.. kenapa ini?"


"Kemana??kenapa gak bilang kalo keluar"


"Aku berjalan jalan di sekitar hotel dan membeli beberapa jajanan kecil,, kenapa jadi menangis?


"Takut.."


Mandala membawaku ke atas sofa.. terus memelukku..


"Apa yang ditakutkan"


"Takut kamu pergi meninggalkanku.. bagaimana nanti aku pulang.. pasportku semua dikamu"


Mandala menepuk jidatku..


kemudian kembali membelai rambutku..


"Sudah di bilang jangan terlalu banyak berfikir.. ayo sekarang mandi.. makan.. trus kita jalan jalan"


"Kenapa handphonenya tidak aktif?"


"Aktif kok..."


"Aku telpon tidak bisa"


Mandala mengambil handphoneku...


"Roumingnya belum diaktifkan, jadi kamu tidak bisa menelponku"


Mandala memegang wajahku..


"Jangan cepat panik... kalo kamu panik, tidak bisa berfikir secara baik.. kalo kamu panik, didalam otakmu muncul berbagai pikiran buruk"


Aku mengangguk dengan pelan...


Mandala tersenyum, masih memegang wajahku..


seketika mencium bibirku..


Aku mendorong Mandala...


"Belum sikat gigi.. aku mau mandi dulu"


Aku pun berlari kekamar mandi diikuti tawa Mandala...


-----‐------------------


Ega yang mudah panik..


Mandala yang tenang dan santai..


Ega yang mudah berpikiran macam macam..


Mandala yang selalu berfikiran positif...


Jangan lupa votenya yaa


ini khusus edisi bahagia Ega dan Mandala

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2