
Genap satu tahun pernikahan ku dan Mandala...
Mandala meminta cuti dan mengajakku untuk berangkat ke turki menemui Mama dan Keluarganya di sana...
Aku tahu Mandala hanya ingin menghiburku karena dua bulan yang lalu aku kembali melakukan operasi pembersihan rahim...
Aku hamil tapi kembali janinku tidak dapat berkembang... dan kali ini dokter memintaku untuk tidak hamil dulu sampai enam bulan atau satu tahun kedepan..
karena berbahaya jika rahimku sering sering di bersihkan...
Aku protes tapi Mandala menyetujui permintaan dokter...
Aku kadang merenung..
Dulu aku pernah berkata tidak ingin punya anak dulu karena aku ingin fokus di spesialisku..
mungkin inilah jawaban Alloh untuk perkataanku...
Aku sekarang tidak lagi bekerja di rumah sakit karena kuliahku sudah di mulai..
Akhirnya aku memang benar benar fokus pada kuliahku...
Dan sekarang waktunya libur, sehingga Mandala bisa mengajakku liburan ke rumah Mamanya...
Mandala akhirnya juga kembali memutuskan untuk pindah ke asrama... dulu Mandala membatalkan karena saat itu aku lagi hamil dan kejadian kejadian yang terjadi setelah itu...
Keputusan ini diambil Mandala supaya aku memiliki banyak kegiatan bersama ibu ibu tentara lainnya...
sebenarnya aku tau, Mandala ingin menepis kesedihanku karena sebentar lagi istri Melky akan melahirkan..
Mandala tidak ingin melihatku menjadi sedih ketika melihat seorang bayi di rumah besar kami..
Padahal aku sudah ikhlas... dan berniat untuk membantu Tiara merawat anaknya kelak... tapi Mandala berpikiran lain...
Baiklah, aku akan ikuti maunya Mandala...
Kami sampai di rumah Kakak Dali di Turki... rumah yang sangat sederhana... tapi unik dan rapi...
Mama tinggal bersama Kakak Dali dan keluarganya.. sedangkan kakek mandala tinggal di rumah yang lainnya...
Mama memelukku...
"Sayang... masih ada kesempatan lagi buat kembali hamil.. sabar ya sayang"
Aku hanya mengangguk sambil menahan air mataku.
"Mom, kami mau liburan kemari.. jangan membuat menantu mama jd sedih"
Mandala tahu kalo aku sudah mulai ingin menangis..
"Sayang, jangan mempunyai anak itu di jadikan beban.. di bawa santai saja... Alloh sudah membuktikan bahwa kamu sudah pernah hamil..bukannya Mandul.. jadi suatu saat Alloh pasti akan memberikan kalian anak..percaya lah sama Alloh ya sayang"
"Iya mom, ega mengerti"
"Memiliki anak atau tidak, mama tetap sayang kamu.. kamu menantu mama.. Mandala bahagia dengan kamu bagi mama itu sudah cukup"
Mandala memeluk kami berdua..
Aku sedikit terisak..
"Udah ah adegan drama tivinya... ayo kita makan.. kasian Ega tu, pasti sudah lapar"
Kakak Dali memotong adegan kami..
Kami pun makan bersama... sesekali Mandala dan Kakak Dali berdebat seperti biasanya.. yang membuatku bisa tersenyum kembali..
Hari hari ku di Turki di Isi dengan jalan jalan.
Kali ini Mama, Kakak Dali, suami dan anaknya juga ikut liburan bersama kami..
Kami mengunjungi berbagai tempat wisata dan bersejarah...
Mandala tersenyum jika melihatku tertawa..
Mandala selalu memelukku setiap melihat aku tertawa senang..bahkan mandala tidak pernah melepaskan genggaman tangannya setiap kali kami berjalan...
Kapten... tenanglah... aku bahagia bersamamu..
bersama keluargamu...
Malam terakhir di Turki.. kami makan bersama di kediaman kakeknya Mandala..
Semua keluarga menyambutku hangat..
Paman, bibi dan sepupu sepupu mandala yang lainnya sangat ramah padaku..
Ternyata Mandala pun sangat fasih berbahasa Turki..
Hanya aku disini yang menjadi penonton setia mereka berbicara..
Tapi aku yakin, mereka tidak akan membicarakanku yang jelek jelek.. karena ada Mandala..
Mandala tidak akan membiarkan orang lain membicarakanku yang tidak tidak..
Malam ini terlewati dengan kebahagiaan dan senyuman...
Sampai kemudian kami pulang esok harinya...
Mama, kakak dali dan kakek mengantar kami kebandara...
Mama terus memegang lenganku...
"optimis terus ya sayang... yang terpenting bagi mama adalah kamu dan Dala bahagia..."
Aku memeluk mama...
ketika kakek memelukku.. kakek memberikanku sebuah kotak... dengan bahasa Turki yang di terjemahkan Mandala...
"Simpanlah ini buatmu... ini dari neneknya Dala... kembali lagi kemari tahun depan"
__ADS_1
Aku mengangguk dan tersenyum..
Kakek pun memeluk mandala...
berpamitan pada semua orang membuatku sedikit terharu.. Mandala merangkulku dan mengajakku untuk masuk keruang tunggu penumpang...
meninggalkan lambaian tangan mereka semua...
"Sedih meninggalkan turki?"
Mandala merangkulku kedalam pelukannya
"Enggak... tapi aku bahagia selama disini"
"Kalo ada rezekinya, kita tiap tahun mengunjungi Mama"
Aku mengangguk... dan makin menyandarkan kepalaku di dada Mandala...
"Sebelum kembali kerja, kita pindahan dulu.. kemaren sudah ada yang WA melaporkan kalo rumah sudah siap"
"Iya.. aku akan mengikuti kemana pun suamiku tinggal"
Mandala tersenyum dan tambah mempererat pelukannya...
------‐--------
Kami sudah di rumah...
Tiara yang sudah mengandung tujuh bulan,lebih banyak duduk di sofa dibandingkan bergerak melakukan aktifitas....
"Kakak... mau buahnya?"
Tiara menawariku buah jeruk yang dari tadi dimakannya menggunakan garam 🙈
Aku tersenyum..
"Dibanyakin gerak, nanti susah pembukaannya"
"Kata Melky, aku boleh operasi jika tidak mau melahirkan normal"
Aku memandangi Tiara.. Melky terlalu memanjakannya... apalagi sejak hamil.. Tiara berlagak seperti tuan putri yang rapuh di rumah ini..
Aku hanya tersenyum...
Entah kenapa aku sekarang kurang respek pada tiara.. bukan karena aku iri atas kehamilannya..
tapi memang akhir akhir ini tiara terlalu sombong..
mungkin pembawaan bayinya hahahaha..
"Aku keatas dulu yaa.. mau beres beres"
"Baik kak.. "
Aku pun kembali naik keatas...
Aku sudah mengemas barang barang yang akan aku bawa pindah ke asrama...
tinggal menutup bagian atas kardus...
Aku mencari lakban untuk merekatkan bagian atas kardus di ruang kerja Mandala...
Aku mencari di laci laci meja kerja Mandala...
Sampai kemudian aku menemukan sebuah tempat penyimpanan.. bukan berbentuk brankas.. tapi lebih seperti kotak segi empat yang terbuat dari kayu..
tapi cara membukanya tetap menggunakan kode..
Kenapa aku jadi kepo ingin membuka kotak tersebut.
Aku mencoba seluruh tanggal yang kuingat.. tanggal lahirku dan Mandala... tanggal lahir Mama.. tanggal pernikahan kami...
tidak ada yang pasnya...
Aku terus mencoba sampai ke tanggal pertama kali aku bertemu Mandala di saat aku pingsan di rumah sakit...
Dan berhasil.. aku hampir berteriak karena senangnya...
Di dalam kotak aku menemukan sertifikat rumah ini yang masih ber atas namakan Ayah Mandala dan dr.Farid..
kemudian ada surat surat perjanjian dengan pihak ketiga yang aku tidak mengerti...
Surat deposito atas nama Mandala dan Kakak Dali, peninggalan dari almarhum ayahnya Mandala..
Kemudian aku menemukan amplop coklat.. di depannya tertuliskan namaku...
aku mengerutkan alis.. lalu membuka amplop coklat tersebut..
Di dalamnya terdapat foto foto lamaku...
Ini foto waktu aku SMA..
Aku juga ingat, ini fotoku di lombok sebelum kejadian aku hampir mati tenggelam...
kenapa Mandala memiliki foto foto ini??
Apa Mandala yang menyelamatkanku waktu di pantai?
Aku juga ingat kalo Mandala memiliki luka di bagian pahanya...
mungkinkah Mandala orangnya????
"Yaaanggg dimana?"
Kudengar suara Mandala memasuki Kamar...
kebetulan, aku tidak perlu menunggu lama untuk penjelasannya..
"Di ruang kerja"
__ADS_1
Mandala memasuki ruang kerja...
melihatku duduk di depan kotak rahasianya.. Mandala sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum...
"Dari mana kamu dapat menebak kodenya?"
Mandala pun ikut duduk bersama ku..
"Kamu tidak marah?" tanyaku hati hati pada Mandala
"Untuk apa aku marah.. tidak ada surat perselingkuhan kan di dalamnya"
"Dan ini??"
Aku menberikan amplop coklat itu pada Mandala..
Mandala malah tersenyum lebar..
"Saatnya membongkar rahasia"
Mandala mengusap kepalaku..
"Kamu yang menyelamatkanku di lombok?"
Mandala mengangguk..
"Kenapa menyembunyikannya.. waktu di lombok juga tidak cerita"
"Untuk Apa?? untuk mendapatkan cinta balas budi atau cinta terima kasih?"
Aku memeluk lengan Mandala
"ceritakan semuanya kapten"
"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihatmu di bandara.. kita sama sama mendarat waktu itu.. tapi aku tidak tahu siapa kamu dan bagaimana untuk mendekatimu.. sampai kemudian aku melihatmu kembali di pantai.. dengan kameraku aku terus memotretmu.. aku pikir dengan foto yang kumiliki aku akan mencari tahu tentang dirimu.."
Mandala menarik nafas sambil mencium hidungku
dan lanjut bercerita...
"Entah kenapa, ketika melihatmu tenggelam aku langsung berlari spontan... sebagai putra lombok, aku sudah biasa bergelut dengan alam dan pantai di lombok.. aku berhasil membawamu ke daratan... menggendongmu keluar dari air seperti seorang jagoan"
Sampai disini Mandala tertawa dan aku pun ikut tersenyum...
"Aku tahu namamu ketika di Rumah sakit... aku pun harus keluar lebih dulu dari rumah sakit karena aku harus segera kembali kerumah.. aku takut keluargaku khawatir.. mereka tidak tahu tindakan heroikku.. kalo mereka tahu, mereka pasti akan mengatakan aku bodoh 😄"
"Aku mencari informasi tentang dirimu di berbagai media sosial.. tapi seluruh akun mu di block.. aku tidak bisa tiba tiba meminta pertemanan padamu.. sampai kemudian sahabatku Adi bertemu denganmu..."
"Adi??" aku berusaha mengingat nama itu...
"Tetangga Ummah dan Abi.. juga kenal dengan Adam.. dia melihatmu di gerbang kampus, pernah melihat fotomu dariku.. kemudian dia mengantarmu pulang setelah acara kampus... kamu ingat??"
"Ooh iyaa, ingat.. bang Adi tetangga Ummah.. dia sahabatmu?"
"Kami satu SMP dulunya.. dialah orang yang pertama kali tahu cerita heroikku... melalui adi aku bisa mengenal dirimu melalui akun akun media sosialmu.. tapi tidak banyak yang aku bisa dapatkan.. karena kamu jarang mengupdate statusmu... aku cuma tahu kamu adalah mahasiswi kedokteran dan sudah memiliki tunangan.."
"Kamu sudah tahu tentang Yudhis?"
"Tidak tahu namanya.. tapi Adi bilang kamu sudah di jodohkan.. akhirnya aku menyerah... hanya berharap pada Takdirku... jika memang Alloh berkehendak, kita pasti akan bertemu lagi.."
"Tidak mencariku lagi setelah itu?"
Mandala menggeleng
"Tidak, sampai kemudian kita bertemu di Rumah sakit.. aku yakin itu adalah kamu.. namanya juga sama.. tapi aku tetap tidak berharap.. aku tidak ingin mengganggu tunangan orang lain.."
"Sampai kamu pingsan di hadapanku.. dan terus menerus memanggil nama Yudhis... aku mencari tahu melalui rekan rekan doktermu dan juga melalui Adi.. dan akhirnya aku tahu bahwa tunanganmu sudah meninggal.."
Mandala mencium keningku lama..
"Aku tidak tahu.. bahagiakah aku waktu itu mendengarnya.. tapi aku merasa.. Alloh sudah mulai memperbaiki takdirku... mulai saat itu aku bertekad untuk mendapatkanmu dan memulai takdir yang di berikan oleh Alloh dengan sebaik baiknya.."
Mandala tersenyum memegang kedua pipiku..
"cerita selanjutnya kamu pun sudah tahu kan? Aku mencintaimu"
Mandala mencium bibirku...
Aku memeluk mandala...
"Terima kasih kapten"
"Untuk Apa?"
"Karena sudah mencintaiku begitu lamanya.. terima kasih sudah menyelamatkanku waktu itu walaupun nyawamu juga menjadi taruhannya.. terima kasih sudah menjadikanku istrimu..."
Aku memeluk Mandala dengan erat..
"Kapten....."
"Iyaa..."
Aku terdiam lama sambil menatap mandala
"Aku mencintaimu..."
Mandala tersenyum lebar.. terus terusan menciumi wajahku...
"Aku juga mencintaimu..."
Mandala menggendongku kekamar tidur...
Dan selanjutnya.....
Adegan di sensor yaa hahahahah
Jangan pada Baper sama Mandala dan Ega yaa...
Jangan lupa juga Votenya
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘😘