Jodohku

Jodohku
Putri....


__ADS_3

"Ingat untuk tidak bete di rumah dan memikirkan yang aneh-aneh"


Mandala berpesan padaku sebelum melangkah keluar rumah.


"Asalkan terus menghubungiku,aku tidak akan berpikir yang macam-macam".


"Aku akan menelponmu setiap habis latihan. Ingat untuk selalu menaruh handphone di dekatmu".


Aku mengangguk sambil memeluk Mandala.


"Melky sudah ku beritahu bahwa aku berangkat, dia akan memantau keadaanmu".


"Aku baik-baik saja kapten. Aku berada di Asrama tentara, kurasa ini tempat yang paling aman".


"Jika kamu di asrama, jika kamu kelayapan di luar?".


"Kelayapan? kamu pikir aku abege cabe-cabean apa?"


Mandala tertawa sambil memelukku erat.


Mencium kepalaku, keningku, hidungku, kedua pipiku dan terakhir mencium bibirku.


"Aku akan merindukanmu".


sambil mengusap lembut bibirku dengan jari tangannya.


"Terus beri kabar".


Aku mulai sedikit terisak.


Ini pertama kalinya Mandala bertugas dalam waktu yang lama.


Mandala menggoyang-goyang badanku yang berada di pelukannya. Ini cara Mandala jika aku mulai menangis.


"Jangan menangis di kamar jika aku sudah berangkat, Okey!".


Aku hanya mengangguk kemudian mencium kedua pipi Mandala.


Mandala juga kembali mencium keningku lama sebelum menuju mobil untuk berangkat ke pangkalan.


Aku memandangi kepergian Mandala.


Mandala kembali tersenyum padaku.


Seiring kepergian Mandala, Aku berdoa agar Alloh memberikan suamiku kesehatan dan keselamatan di dalam tugasnya, agar bisa kembali lagi kepadaku.


----------------------


Sepi, sendiri di rumah.


setiap harinya aku hanya tidur dan bermalas-malasan.


Aku berusaha untuk tidak membeli makanan siap saji, jadi aku mulai membeli beberapa sayuran, ikan dan daging.


Kuhabiskan waktuku untuk berada di dapur sambil menunggu telepon dari Mandala.


Mandala setiap hari menelponku.


Selalu mengumbar kata-kata cinta dan rindu setiap kali menelponku.


Karena waktu yang berbeda, Mandala menelponku di saat malam hari. Jadi sekarang waktuku berubah. Aku bangun di malam hari dan banyak tidur di siang hari.🙈


"Assalamualaikum.."


Seperti biasa, malam ini aku menerima telepon dari Mandala.


"Waalaikumsalam.. belum tidur sayang?"


"Nunggu telpon dari kapten dulu kan?"


"Hahhahaha,iya lupa. Bunda Arin sudah ada kabarnya?"


"Iya, Lusa sudah mulai programnya. Aku akan menemui Bunda Arin lusa nanti".


"Kalo begitu, aku akan ubah jadwal menelponnya. Setelah kamu selesai dengan Bunda Arin, Chatting aku. Aku akan langsung menelponmu".


"Tapi di sana malam sekali. Kamu harus tidur dan istirahat".


"Aku akan tidur setelah makan malam. Aku akan memasang alarm agar bisa menelponmu di siang hari setelah selesai program dengan Bunda Arin".


"Sayang, itu akan mengganggu istirahatmu".


"Tidak ada yang terganggu, ini tentang kesehatan istriku. Jangan lupa untuk terus mengabariku tentang program yang di lakukan Bunda Arin".

__ADS_1


"Baiklah, aku berjanji".


Selanjutnya kami terus mengobrol tentang kegiatan kami sehari-hari sejak terpisah oleh jarak.


Dan obrolan kami selalu di akhiri dengan kata-kata


"I LOVE YOU" dari Mandala.


Begitulah Mandala, aku berharap Mandala akan selalu seperti itu kepadaku sampai kami terpisahkan oleh malaikat maut.


----------


Siang ini aku bertemu Bunda Arin.


"Masuk sayang, apa kabar kamu?"


Bunda Arin mempersilahkanku untuk masuk ke ruang praktek kecilnya yang merangkap menjadi ruang kerja.


"Alhamdulillah baik Bunda, sekarang pun saya sudah berhenti bekerja. Jadi saya hanya duduk bermalas-malasan di rumah".


"Mandala dinas keluar negeri?"


"Iya Bunda". Aku menjawab dengan lemah.


"Hahahahha, tidak ada Mandala, bagaimana bisa hamil? tapi paling tidak aku akan mempersiapkan tempatnya dulu sebelum di isi".


Aku hanya tersenyum dan mengangguk.


"Pertama kali, aku akan melakukan Hysteroscopy yaitu pengecekan organ dalam karena kamu sudah dua kali mengalami keguguran. Seperti dulu, tapi ini lebih lama prosesnya. Jadi aku akan melakukannya dengan sedikit bius, seperti operasi kecil".


"Saya mengerti Bunda".


"Aku akan melakukannya tiga hari kedepan. Sebelum itu, kamu tidak boleh mengkonsumsi obat-obatan. Tidak boleh menggunakan pembersih ****** dalam bentuk apapun. Dikarenakan tidak ada Mandala, aku tidak akan memberitahumu bahwa tidak boleh berhubungan badan sebelum dan sesudah Hysteroscope".


"Baik Bunda".


"Di hari terakhir sebelumnya, kamu puasa selama setengah hari. Aku akan memberitahumu kapan akan melakukan Hysteroscopy. Jika siang hari maka kamu akan puasa dari subuh. Kantong kemihmu harus kosong saat melakukan Hysteroscopy".


"Saya mengerti Bunda".


"Baiklah, jangan lupa untuk makan makanan yang sehat. Kita bertemu tiga hari lagi. Hubungi saya jika ada yang ingin kamu tanyakan".


"Baik Bunda, terima kasih. Saya permisi dulu".


Aku keluar dari ruang praktek Bunda Arin.


Setelah duduk dan beristirahat di atas tempat tidur, Aku memainkan handphoneku.


Mengirim Chat buat Mandala dan menunggu Mandala menelponku.


"Sayang, apa kata Bunda Arin?"


Aku menceritakan yang Bunda Arin katakan semuanya kepada Mandala.


"Kamu bisa menjalaninya sendiri?"


Mandala bertanya padaku setelah aku selesai bercerita.


"Demi seorang anak, apa pun akan kujalani".


"Sayang, telponlah ibu. Minta ibu untuk datang menemanimu di Rumah dan menemanimu selama menjalani program ini".


"Aku akan menelpon ibu setelah ini. Istirahat dan tidurlah kembali".


"Baik, jangan lupa sayang untuk terus mengabariku.


I LOVE YOU".


Perbincangan kami terputus.


Aku kemudian menelpon ibu. Menceritakan semuanya pada ibu dan meminta ibu untuk datang.


Ibu bersedia untuk datang dan menemaniku.


Selesai menelpon ibu, aku kembali mengirimi Mandala Chat.


"Sayang, Ibu bersedia datang dan menemaniku"


Mandala tidak membalas chatku. Aku tahu, mungkin Mandala kembali tidur karena di sana masih malam hari. Ketika bangun nanti, Mandala pasti akan langsung membalas chatku.


Asyik bermain handphone aku pun mengantuk, dan tanpa sadar mulai terlelap ke alam mimpi.


Aku terbangun di sore hari di saat handphoneku berdering. Ada panggilan masuk dari Melky.

__ADS_1


"Assalamualaikum Melky".


"Waalaikumsalam, kakak ipar Tiara dan Putri mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit".


Melky berbicara tanpa titik dan koma lagi.


"Baiklah, aku akan segera kesana".


Aku bangkit dari tempat tidurku. Berganti pakaian, mengambil tas dan langsung menuju mobil.


Sambil mengendarai mobil, aku membayangkan bagaimana wajah Putri yang menahan sakit. Aku meringis sendiri dan berharap secepatnya sampai le rumah sakit.


"Bunda, sakit".


Itulah kalimat yang di ucapkan Putri ketika melihatku datang. Aku langsung memeluknya..


"Apa yang terjadi?"


Aku bertanya pada perawat yang merawat dan menjaga Putri karena tidak ku lihat Melky di sekitar kami.


"Ibu dan Anak ini di tabrak dan di aniaya di depan sekolah. Anak-anak geng motor".


"Bagaimana ibunya?"


"Sekarang masih di ruang tindakan. Ibunya lebih parah karena melindungi anaknya".


Aku kembali memeluk Putri dengan erat. Tidak bisa kubayangkan bagaimana ketakutan Putri pada saat kejadian itu.


"Syukurlah kakak ipar sudah datang".


Kulihat Melky masuk keruangan tempat Putri di rawat.


"Bagaimana dengan Tiara?"


"Harus di operasi kak, patah tulang belakangnya dan bocor di kepala".


"Sudah lapor Polisi?"


"Sudah kak. Sudah di cari polisi semua pelakunya".


"Aku akan menemani Putri. Kamu temanilah Tiara. Si ade ada yang jaga kan di rumah?"


"Iya kakak ipar, aku memang memintamu untuk menjaga putri".


"Jangan khawatir, serahkan Putri padaku. Aku akan menidurkannya setelah ini".


"Terima kasih kakak Ipar".


Melky kemudian keluar ruangan meninggalkan kami.


Aku masih memeluk Putri. Menaruhnya di atas tempat tidur dan mulai menepuk-nepuk pantatnya biar putri tertidur.


Setelah Putri terlelap, aku mengirim chating kepada Mandala. Menceritakan tentang Tiara dan Putri.


Lima belas menit kemudian, Mandala menelponku.


"Aku sudah menelpon kenalanku di Mabes Polri. Aku minta di hukum berat para geng motor itu. Jika aku ada disana, sudah ku babat habis tempat mereka berkumpul".


"Sabar, jangan emosi. Sampai lupa ucapkan salam".


"Keponakanku di buat luka seperti itu".


"Semua sudah di tangani oleh polisi, tenanglah. Putri dan Tiara juga sudah di tangani dengan baik di rumah sakit ini".


"Baiklah, tolong jaga Putri ya sayang. Aku menyesal tidak ada di sana bersama mereka".


"Tenanglah, Putri juga seperti anakku sendiri. Jangan emosi, nanti berpengaruh pada tugasmu di sana".


"Baik sayang, aku percaya padamu. Sekarang aku bersiap dulu, Sampaikan salamku buat Melky dan Tiara, dan berikan ciumanku buat Putri".


"Baik Ayah sayang, Love You".


Setelah menutup telpon dari Mandala, aku kembali memandangi wajah kecil Putri. Jika aku tidak keguguran waktu itu, anak kami sama besarnya seperti Putri. Mereka mungkin akan tumbuh dan besar bersama. Karenanya aku sangat sayang dengan Putri. Aku sayang dengan kedua anak perempuannya Melky. Tapi dengan Putri aku memiliki perasaan sendiri, sejak Putri dalam kandungan hingga Putri besar, Perasaanku campur aduk terhadap Putri. Dari rasa iri hingga rasa sayang yang berlimpah.


Aku mencium pipi gembul yang berusia empat tahun ini.


"Ini ciuman sayang dari Ayah Mandala".


Putri sedikit bergerak. Aku kembali menepuk pantatnya.


Cepat sehat sayang, bunda tidak bisa melihatmu seperti ini.


------------------

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘😘😘


jangan lupa votenya yaa


__ADS_2