Jodohku

Jodohku
BAB 165


__ADS_3

Hai readers, semoga dalam keadaan sehat dan bahagia 😁


Author hanya mau menyapa para readers yang baik hati.


Selamat membaca 🤗🤗


_________________________________________


Doni berjalan mengambil dua kaleng soft drink dari dalam kulkas dan memberikan sebotol untuk Tami. " Dinginkan dulu amarahmu, aku minta maaf jika sudah mengambil ciuman pertamamu, kalau kau tidak suka, dengan yang ku lakukan tadi, aku tidak akan pernah melakukannya lagi tanpa seijinmu", ucap Doni sambil menyodorkan softdrink itu pada Tami.


" Apa kakak selalu se-menyebalkan ini?, kalau tidak mau mengantarku aku akan pulang sendiri saja", ucap Tami sambil beranjak dari posisinya.


Doni mencari-cari sesuatu di laci meja disamping sofa, setelah menemukannya, Doni langsung menghampiri Tami.


" Kakak sungguh minta maaf Tam, jangan ngambek terus, sini biar kakak beri salep biar bibir kamu besok pagi sudah tidak bengkak lagi", ucap Doni menarik tangan Tami untuk duduk di dekatnya.


Awalnya Doni menempelkan kaleng softdrink yang dingin itu di bibir Tami, Tami sempat kaget dengan apa yang Doni lakukan,


" tenang saja, aku hanya berusaha menyembuhkan bengkak di bibirmu saja".


Tami terdiam saat Doni mulai mengoleskan salep di bibirnya, tapi detak jantungnya tidak bisa dikondisikan, hembusan nafas Doni yang terasa hangat di wajahnya dan sentuhan jemari Doni yang pelan dan lembut di bibir Tami, membuat jantung Tami berdetak kencang seperti hampir loncat dari tempatnya.


Doni menelan salivanya saat mengoleskan salep di bibir Tami, karena wajah mereka berada pada radius yang sangat dekat. Dia sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi jika Tami tidak memberinya ijin, Doni berusaha menahan hasrat dalam dirinya.


" Ayo cepat keluar, biar aku antar kau ke asrama, sudah hampir jam 9 malam, sebentar lagi pasti pintu masuk asrama akan di kunci", ucap Doni melihat jam di layar ponselnya menunjukan pukul 20.45 WIB.


Tami tersadar dari lamunannya dan segera berdiri bergegas keluar dari apartemen Doni.


Tepat pukul 9 malam, saat pintu asrama hendak dikunci, Tami berlari menerobos masuk kedalam asrama sambil melambaikan tangan ke arah Doni. " Sampai ketemu besok !", seru Tami sambil berlari dan menghilang setelah pintu ditutup.


Tadi di mobil, Doni menawarkan pada Tami untuk mengantarnya ke rumah Lisa besok pagi. Tami pun menerima tumpangan yang ditawarkan Doni dengan senang hati. Suasana hati Tami sudah lebih baik, karena ternyata Doni bertanggung jawab dengan mengobati bibir Tami yang bengkak.


Di dalam kamar, Tami menatap pantulan dirinya di cermin, bengkak di bibirnya memang sudah mulai mengecil, Tami tersenyum saat mengingat ciuman bersama Doni di apartemennya tadi.

__ADS_1


" Wah, aku sudah melakukannya, ciuman pertamaku bersama kak Doni", gumam Tami menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.


" Lebih baik sekarang aku bersihkan diri dan tidur, biar besok nggak kesiangan", ucap Tami yang hari ini tidur seorang diri, karena teman sekamarnya pulang kampung.


***


Doni sampai di apartemennya dan merebahkan diri di kasur, setelah mengantar Tami ke asramanya, tapi tiba-tiba pintu apartemennya terbuka dan seorang gadis yang sangat dicintainya muncul dari balik pintu dan menutup pintu apartemen itu kembali.


" Tami ?!", Doni terkejut melihat Tami masuk kembali ke apartemennya.


" Kenapa kau kesini lagi?, nanti kau tidak bisa lagi masuk ke asrama, ini sudah melewati batas jam malam ", ucap Doni.


Tapi Tami tetap terdiam dan hanya tersenyum dengan sangat manis.


" Apa kau mau menginap disini?, oh iya bajumu masih di mobil, tadi kau buru-buru lari masuk ke asrama dan lupa tidak membawanya, aku ambil baju tidurmu dulu, kau tunggu disini ya?", ucap Doni dan Tami hanya mengangguk, masih tersenyum manis.


Doni mengambil piyama satin berwarna merah milik Tami dari dalam mobilnya dan bergegas kembali ke apartemennya agar Tami tidak terlalu lama menunggu.


Tiba-tiba terdengar suara air mengalir dari kran yang terbuka. Doni berjalan ke arah kamar mandi dan betapa terkejutnya saat melihat Tami tengah mandi, tanpa mengenakan penutup tubuh dan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.


Doni langsung menelan salivanya melihat tubuh polos Tami yang begitu seksi di bawah guyuran air dari shower yang mengucuri tubuh polosnya.


Detak jantung Doni langsung berpacu begitu cepat melihat pemandangan yang sudah lama tidak dilihatnya, setelah lama tidak lagi bermalam dengan wanita-wanita dari club malam tempat nongkrongnya, hasrat ke-lelakiannya meronta-ronta.


" Tahan Doni, kamu harus bisa menahan keinginanmu", batin Doni.


" Tapi kenapa dia tidak menutup pintunya, itu berarti Tami mengijinkan aku untuk masuk kedalam", batin Doni bergejolak antara keinginannya menahan hasrat untuk masuk dan gejolak dorongan keinginan melampiaskan hasrat dari dalam dirinya.


Doni berinisiatif mengetuk pintu kamar mandi untuk menyerahkan baju tidur Tami.


" Tam, ini baju ganti kamu sudah aku ambilin", seru Doni dari luar pintu.


" Tam, kau mendengarku kan?, atau kau mau aku masuk membawakan baju ini?", tanya Doni, tapi Tami tetap tidak menjawab.

__ADS_1


" Kalau kau tetap diam aku masuk nih", ucap Doni kembali, dan Tami tetap diam tanpa sepatah katapun.


Doni langsung masuk kedalam kamar mandi dan menatap tubuh polos Tami dihadapannya.


" Bolehkah aku menyentuhnya?", Doni sudah tidak bisa menahan hasrat untuk mendapatkan kenikmatan bersama Tami.


Tami masih terdiam, hanya tersenyum manis menatap Doni. Doni benar-benar sudah hilang kendali, dia langsung melucuti semua pakaian yang di kenakannya, dan mulai mengecup semua bagian tubuh Tami yang polos.


Doni sungguh lihai dalam hal bercinta, Tami pun mulai terbawa ke dalam permainannya, Doni mengeringkan tubuh Tami yang basah dan menggendongnya ke atas ranjang.


Doni mengunci tubuh polos Tami dibawah kungkungan nya, setelah terdengar desahan kenikmatan dari bibir Tami karena permainan Doni yang membuat tanda kepemilikan di kedua gunung kembarnya. Doni langsung mencoba melakukan penyatuan tubuhnya dengan Tami, terdengar suara erangan Tami saat Doni mendorong tubuhnya dengan kuat dan melakukan penyatuan dengan Tami.


Doni terus menghujami tubuh Tami dengan membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuhnya. Tami masih terus mendesah menikmati setiap perlakuan Doni, lama-lama suara desahan Tami berubah menjadi suara dering ponsel yang sangat bising dan memekikan telinga Doni. Doni merebahkan diri dan memeluk Tami erat.


Doni terhempas dan membuka matanya, dan melihat panggilan masuk dari Tami,


" Apa ini?, kalau Tami menelepon siapa yang tidur bersamaku?",gumam Doni sambil melihat siapa yang dipeluknya.


" Bantal guling?, ya Tuhan, jadi semua ini hanya mimpi, sungguh mimpi yang sangat indah, kenapa kau membangunkan ku Tam, saat aku sedang bermesraan denganmu di dalam mimpi", Doni bangun dan duduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian menerima panggilan Tami.


" Halo, ada apa Tam?", Tanya Doni sambil menguap.


" Apa kau baru bangun tidur, lihatlah sudah jam berapa, semalam kan kita janjian mau ketempat Lisa jam 7 biar bisa sarapan bareng disana, kamu lihat sudah jam berapa sekarang, jam 8 kak Doni, buruan jemput Tami, atau Tami ke sana sendiri saja ya", teriak Tami dari dalam ponsel.


" Iya aku jemput kamu sekarang, tunggu sebentar aku langsung kesitu, tunggu di depan asrama ya", Doni menutup teleponnya dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk sekedar gosok gigi dan cuci muka.


Doni menatap ke seluruh bagian kamar mandi, mengingat mimpinya semalam melihat tubuh Tami yang polos tengah mandi di bawah guyuran shower. Kemudian Doni mengakhiri lamunannya dan membasuh mukanya dengan air dingin agar ngantuk nya hilang.


Doni langsung melajukan mobilnya untuk menjemput Tami ke asrama, karena mereka berdua hendak ke rumah Lisa untuk menengoknya.


_____________________________________


Jangan lupa, untuk mendukung novel ini dengan memberi Like 👍, vote, dan komentar, terimakasih 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2