
Bekerja tanpa dr.Farid benar benar menguras tenagaku...
tapi dr.Farid selalu mengontrolku setiap hari.. memberitahuku apa yang harus kukerjakan didalam situasi tertentu...
Aku senang memiliki atasan seperti dr.Farid...
Tapi, mungkin karena Mandala...
Jika bukan karena Mandala menyukaiku, mungkin dr.Farid tidak akan bersikap perhatian seperti ini padaku..
Mandala...
Sang kapten ini setiap hari membuatku pusing...
setiap hari 100 chat yang masuk...
semua mengingatkanku untuk istirahat dan makan...
Tapi jika Mandala tidak menghubungiku..
aku sendiri menjadi gelisah...
Kadang kala disaat badan lelah karena pekerjaan... chat chat mandala lah yang membuatku tersenyum dan merasa segar kembali..
Pagi ini.. seperti biasa...
Chat dimulai...
"Pagi bu dokter... jangan lupa untuk sarapan pagi.."
"Pagi ini aku di tugaskan ke lokasi bencana di sumatera.. agak sibuk.. jadi nantinya agak jarang chat kamu.."
"jangan lupa untuk istirahat..."
Chat balasanku...
"ditugaskan ke lokasi bencana... bertemu orang orang baru... bertemu incaran dokter baru..."
Mandala chat..
"bisa jadi... kalo dapat dokter baru disana aku akan memberitahukanmu... siap di madu kan??"
Chat balasanku...
"Hubungan Putus.."
Mandala Chat...
"Memangnya sudah sambung jadi bisa putus.."
Chat Balasanku...
"Tau ah gelap.."
Mandala Chat...
"hahahaha... aku harus mempersiapkan istri pertamaku lima belas menit lagi.. beberapa hari ini mesinnya agak rewel... sepertinya perlu sentuhan khusus.."
Chat balasanku..
"Apa mesinnya sudah diperiksa untuk hari ini?jangan menakut nakutiku..."
Mandala chat..
"Tenang... semua sudah beres... jangan lupa makan ya sayang... istirahat yang cukup.."
Chat balasanku...
"Kemaren lusa kakak dan Mama telepon... mereka akan pulang hari ini.."
Mandala Chat...
"Iya, aku tidak bisa mengantar mereka hari ini... jam tujuh pagi ini aku sudah harus take off
chat balasanku..
"Telpon lah mereka dulu sebelum take off"
Mandala Chat...
"Tadi malam aku sudah bersama mereka di apartemen... baiklah, pagi ini aku akan menelpon dulu sebelum take off.. aku bersiap dulu.."
Chat balasan...
"Bismillahirahmanirrahim... hati hati.."
Mandala Chat..
"Sampai nanti 😘😘"
Chat kami terputus...
Setiap Mandala pamitan untuk terbang... hatiku selalu tidak tenang..
Aku takut akan mengalami rasa kehilangan itu lagi..
Walaupun aku masih belum mengakuinya... tapi Mandala sekarang sudah mulai menempati sisi lain dihatiku...
Butuh tiga tahun untukku menerima hati yang lain..
Jika sekarang aku mengalami kehilangan itu lagi..
Aku tidak tau harus bagaimana menghadapinya kembali...
Chating chatingku dengan Mandala...
Walaupun bahasa kami masih baku... tapi paling tidak kami sudah berkomunikasi..
Sebagai awal yang baik untuk memulainya hubungan..
----------------
Hari ini aku membawa mobil dr.Farid ke rumah sakit..
Karena sore nanti aku akan menjemput beliau di landasan AU...
Iya, Mandala sudah mengatur penerbangan untuk kedua orang yang dicintainya itu...
Di tengah jalan..hapeku berdering...
__ADS_1
dari Kakak Mandali...
"Assalamualaikum kakak..."
"Waalaikumsalam...Ega, kami sudah menuju bandara..."
"Iya kakak.. hati hati di jalan... bagaimana malika.."
"Malika is fine...dia happy... sampai ketemu di pernikahan kalian nanti... saya sangat berharap Mandala dapat membawamu ke turki sebagai istrinya..."
"Doakan saja kak..."
"Okey... Mom titip salam buatmu... kata mama, jangan sering sering bertengkar dengan Mandala...hahahahha"
"Salam balik buat Mama... baiklah saya tidak akan bertengkar dengan Mandala.. tapi akan mengajaknya perang dingin lagi..."
"Hahahahhahah Okey Ega... Sampai jumpa..."
"Hubungi saya setelah sampai..."
" Okey...daahh...Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.."
Sejak mengenal keluarga Mandala... Hatiku merasa hangat... apalagi akhir akhir ini... Bapak dan Ibu seperti melupakanku...
Mereka hanya menelponku disaat mereka memerlukanku..
Aku sangat sedih... ketika aku dewasa, semuanya berubah...
----------------
Aku menjemput dr.Farid dan Istrinya di Landasan AU..
Beberapa orang yang mengenalku menegurku lebih dulu...
"Kakak ipar"
Malah ada yang memanggilku seperti itu..
Aku sempat bertanya kepada mereka... kenapa memanggilku kakak ipar...
"Kapten A meminta kami untuk memanggil kakak ipar seperti di India dan Turki... Jika kami tidak menurutinya.. Kami akan kena hukum"
"Otak Kapten kalian itu memang sudah error.."
"Kakak ipar yang membuat otaknya kapten menjadi error..hahhaha"
"Sejak jatuh cinta pada kakak ipar... Kapten seperti lupa Daratan hahahhaha"
"Kalian bercanda... baiklah, kapan pesawatnya akan datang?"
"Sebentar lagi kakak ipar... sekarang Kapten lagi bertugas kan.."
"Iya, di kirim ke sumatera.. dia akan bertemu kakak ipar yang baru buat kalian disana"
"Tidak mungkin"
"Apanya yang tidak mungkin?banyak wanita yang akan mendekati Kapten kalian.."
"Sejak kami mengenal kapten.. Kapten bukan seorang playboy... bagaimana bisa seorang wanita mendekati Kapten, jika kapten pun tidak mau bersalaman dengan seorang wanita kecuali memakai sarung tangan..."
"Kalian serius?"
Aku ingat ketika minggu yang lalu, Mandala memelukku sebelum terbang di depan semua orang 🙈 ... wajahku seketika memerah...
Hape salah satu dari mereka berdering..
"Kapten menelpon... hati hati kalian" ucapnya pada yang lain
yang lain hanya tertawa kecil...
"Iya Kapten... belum datang.. sekitar lima menit lagi.. Siap.. baik kapten.."
hanya kata kata itu yang kudengar... aku hanya bisa menyimpulkan bahwa Mandala menanyakan pesawat yang membawa ama dan ina nya...
"Kapten.... Ada kakak ipar disini... kami sudah melayaninya dengan baik... kami sudah memberi kakak ipar minum... baik kapten.."
Handphone diberikan padaku...
"Halo..."
"kamu sendiri jemputnya.."
"Enggak, berdua mobil..."
"Mereka mengganggumu..."
Aku memandangi tiga orang didepanku sambil tersenyum licik...
"Mereka membongkar semua rahasiamu padaku.."
"KAKAK IPAR....." Mereka bertiga kompak berteriak..
Aku me loudspeaker handphone...
"Mereka bisa mendengar suaramu sekarang"
Aku memberi tahu Mandala...
Kemudian terdengar suara Mandala...
"Apa yang kalian lakukan??"
"Tidak Kapten... kami tidak melakukan apa apa.."
" Apa kalian mau bilang kalo kakak ipar kalian berbohong"
"Tidak kapten.. bukan begitu maksud kami.."
Aku tertawa senang...
berkata ke Mandala...
"Sudah, jangan ganggu mereka lagi... wajah mereka sudah memucat..."
Mandala pun tertawa...
"Kalo Ama dan Ina sudah sampai, beritahu aku.."
__ADS_1
"Okey... hati hati disana... carikan kakak ipar baru buat mereka..."
Mandala kembali tertawa... kemudian menyudahi panggilan...
Aku menyerahkan Handphone kembali.. dan berkata
"Maaf... "
"Tidak apa apa kakak ipar, kami tau kalo kakak ipar bercanda... dari pada bosan duduk menunggu"
"boleh aku bertanya pada kalian?"
"Kakak ipar akan memberitahu kapten nantinya.."
"Tidak lah... ini menjadi rahasia kita.."
"Kenapa kalian takut pada Kapten kalian?"
"Kapten senior kami..."
"Sepertinya kalian seumuran..."
"Kapten Lulusan terbaik di angkatannya... mengikuti pelatihan di luar negeri dan kembali mendapatkan peringkat sebagai lulusan terbaik... Kapten memiliki keahlian keahlian khusus yang dipelajari di luar negeri.. karenanya cepat mendapatkan pangkat Kapten"
"Kapten juga menguasai berbagai bahasa... karenanya kapten sering dipanggil untuk bepergian dinas bersama negara lain.."
"Apa kedudukan atau jabatan yang dipegang kapten kalian?"
"Kapten tidak menginginkan jabatan.. Kapten hanya ingin terbang..."
"Kakak ipar tau, Kapten sudah memiliki helikopter sendiri..."
"Kalian serius?"
"Keluarga Kapten di turki yang membelikan sebuah helikopter..."
"Dimana helikopternya sekarang?"
"Ada di landasan di Ibukota.. Kapten bilang dia ingin menikah nantinya menggunakan helikopter.."
"Kapten mendapatkan ijin untuk helikopternya?"
"Ijin khusus, Kapten memiliki hak diplomat..."
"Hak Diplomat?"
"Kakak ipar tidak tau, kalo kakeknya Kapten di turki adalah diplomat... orang kaya di turki... dulunya juga tentara perang di turki yang disegani..."
Aku menghela nafas...
Banyak yang tidak kuketahui tentang Mandala 🙈
Pesawat yang ditumpangi dr.Farid dan Ina sudah mendarat... hanya pesawat boeing kecil yang memuat dua puluh empat orang...
Masyarakat "berada" di sini memang biasa menggunakan landasan AU untuk mendaratkan pesawat komersil untuk keperluan mereka... termasuk pejabat pejabat pulau ini...
Aku melihat Ina di dorong oleh seseorang yang berpakaian Pilot lainnya... dan dr.Farid pun digandeng untuk keluar dari pesawat...
Aku menyambut kedatangan mereka....
Para pengantar pun mengantar Ina dan dr.Farid sampai kemobil...
Tak lama handphone salah seorang dari mereka kembali berdering...
"Halo.... sudah kapten.. baru saja... iyaa dengan kakak ipar... baik... siap Kapten.."
"Kakak ipar.. Kapten bilang handphonenya tidak bisa dihubungi..."
"Oh sebentar... "
Aku mencari hape didalam tasku...
Tapi tidak kutemukan..
Dimana handphoneku 🙈
"Handphone saya dimana yaa..."
"Kapan terakhir kamu menggunakannya?"
dr.Farid bertanya padaku...
"Sebelum menjemput dokter, saya mampir beli roti dulu... sudahlah,.mungkin jatuh... Ayo dokter kita pulang.."
"Pake handphone saya buat menelpon Mandala..."
"Baik dokter..."
Aku menggunakan handphone dr.Farid untuk menelpon Mandala.... sekali dering sudah diangkat...
"Ama... sudah sampai.." kudengar suara Mandala
"Kapteeennn..." aku bersuara pelan dan Manja 🙈
"Handphonemu kenapa? tidak bisa dihubungi.."
"Hilaaanngg... gak tau dimana...baru sadar hapenya gak ada dalam tas.."
Entah kenapa suara ini bermanja manja ria 🤭
"Ya sudahlah.. bukan rezeki lagi... cepat beli... susah mau menghubungi kamu.."
"Kamu kira beli pisang dipasar apa??"
"Aku masih ada tugas... nanti kutelpon lagi..."
"Okey... hati hati.."
Telpon terputus....
Handphone hilang bukan masalah... tapi didalamnya banyak foto foto kenanganku bersama Yudhis 😥
Kenapa kemaren tidak kupindah dulu ke laptop..
Hilanglah sudah semua 😭😭
Apa memang begini caranya agar aku benar benar melupakan Yudhis...
-------‐-'xxxxxxxx----------
__ADS_1
Jangan lupa Like, vote dan komennya yaa
LOVE YOU 😘😘