
Seluruh rangkaian acara hari ini selesai...
Rasanya kepala ini mau pecah...
Pakaian adat yang kupakai ini membuatku sakit kepala...
"Kenapa?"
Mandala memandang wajahku yang sudah memerah...
"Hiasan di kepala ini berat.. kepalaku sakit.."
"Istirahatlah dikamar... minta perias itu untuk melepas hiasan dikepalamu.."
Aku mengangguk... kemudian mendekati ibu...
"Bu... sudah kan?kepala Ega sakit... nanti malam juga harus gladi ke gedung..."
"Istirahatlah... Mandala mana? suruh istirahat juga.."
"Keluarga Mandala masih ada... Ega cuma akan melepas baju dan hiasan kepala ini... setelah itu Ega akan menemui keluarga Mandala..."
"Baiklah... terserah kamu... besok acara di gedung akan lebih melelahkan lagi.. bersiap untuk itu.."
Aku mengangguk... kemudian memanggil perias dan melepas semua aksesoris baju adat yang terpasang di badan dan kepalaku...
"Besok gak ada yang berat berat kan?"
Aku bertanya pada perias...
"Tidak, besok pake kebaya, jadi cuma pake mahkota kecil di atas jilbab..."
"Okey.."
Setelah berganti pakaian aku kembali keluar...
Keluarga Mandala juga bersiap untuk kembali ke hotel... nanti malam hanya kakak Dali beserta suami dan Ama yang akan mengikuti gladi di gedung...
"Titip adikku yaa.. jangan dimarahin terus.." Kakak Dali berkata sambil memelukku...
Aku membalas pelukannya kakak Dali dan berbisik di telinganya.. "Akan saya jadikan budak.."
Kakak Dali pun tertawa...
Setelah kepergian keluarganya untuk kembali ke hotel Mandala berbisik padaku...
"Aku harus ke hotel menemui teman teman satu angkatan ku di akademi.."
"Mereka datang?"
"Iyaa, mereka datang untuk upacara pedang pora besok..."
"Banyak perwira AU besok yang belum menikah?" Aku bertanya dengan antusias...
"Yaaannggg...." Mandala memperingatkanku..
"Bukan untukku.. aku sudah punya satu orang perwira AU yang bermata biru seperti langit... aku ingin memperkenalkan temanmu yang belum menikah pada Ari... boleh?"
"Kalo Ari tau, dia akan langsung menembakku... kamu kira dia tidak laku?"
Aku tertawa kecil mendengar perkataan Mandala...
"Iya, Ari akan mengamuk jika tau di jodohkan.. mau pergi kapan?"
"Sholat Ashar dulu... aku akan pergi bersama Melky.."
"Dimana Melky... aku tidak melihatnya dari tadi..."
Mandala tertawa...
"Melky takut bertemu dengan kakak iparnya.."
"Dia pikir bisa melarikan diri selamanya dariku... lebih cepat dia bertemu denganku, lebih baik.."
Mandala meraih pundakku...
"Ayo... aku takut di bully jika aku masuk sendiri kedalam"
__ADS_1
Kali ini aku yang tertawa...
-----------
Mandala pergi menemui teman teman satu angkatannya... mereka juga harus mempersiapkan formasi untuk pasukan pedang pora besok...
jadi ibu tidak bisa menghalangi Mandala pergi...
Kami hanya janjian untuk bertemu di Gedung Resepsi pukul delapan malam....
Untuk Resepsi besok... WO yang menjadi panitia harus bekerja sama dengan Staff protokol TNI AU... karena besok akan ada upacara kemiliteran... dan juga di kabarkan pada siang hari tadi bahwa para perwira tinggi di jajaran TNI AU akan hadir untuk merestui pernikahan kami...
termasuk Kepala Staf Angkatan Udara yang besok akan bertindak sebagai inspektur upacara...
Para Asisten bapak dan staf protokol di kantor bapak pun ikut sibuk... karena para pejabat di berbagai daerah juga akan hadir besok.. termasuk papah dan juga mamah...
Papah dan mamah sebenarnya sudah berada dari kemaren di kota ini... Tapi mereka tidak bisa menghadiri akad nikah kami tadi pagi... karena Mamah terus terusan menangis...
Papah takut... tangisan mamah akan mengganggu prosesi akad nikah...
Aku mengerti perasaan Mamah... Bagaimana pun juga mamah mengharapkan bahwa anaknya lah yang bersanding denganku...
Aku memejamkan mataku sejenak... meluruskan pinggang dan kaki yang mulai terasa pegalnya..
hmmm... membayangkan bagaimana acara besok akan lebih sangat melelahkan dibanding acara hari ini... 🙈
--------------
Ketika Aku datang di Gedung Resepsi, Mandala sudah datang lebih dulu.. bercanda dengan beberapa orang temannya... terlihat sekali bagaimana akrabnya melihat satu sama lain... seperti ada ikatan sendiri antar sesama alumni akademi angkatan udara...
Mandala melambaikan tangannya ketika melihatku...
Aku menuju ke arah mandala...
semua teman teman Mandala berdiri dan memberi hormat padaku...
Aku mengangguk dan tersenyum...
Mandala memperkenalkanku satu persatu kepada mereka...
Ada dua puluh dua perwira TNI AU yang akan bertugas besok di acara kami... satu orang sebagai perwira upacara... satu orang sebagai komandan pasukan dan dua puluh orang sisanya sebagai pasukan jajar kehormatan... dan kesemuanya itu masih lajang alias belum menikah...
mereka semua tampan dan berwibawa...
Tapi.. tidak ada yang melebihi ketampanan dari Mandalaku... (ih, kenapa jadi ikutan Mandala sih narsisnya)
Gladi bersih selesai pukul sebelas malam...
Aku sangat mengantuk... mataku sudah hampir tertutup... Aku dan Mandala pulang bersama diantar Melky...
Ketika melihat Melky aku tersenyum...
"Aku mengantuk.. tidak ada daya untuk menghukum dan membalas dendam padamu.. hukumanmu ku tunda..."
Melky hanya menyeringai...
Didalam mobil, aku benar benar tertidur...
Mandala membangunkanku ketika kami sampai di rumah... jika ini bukan di rumah orang tuaku... aku yakin Mandala tidak akan membangunkanku... tapi akan langsung menggendongku...
Dalam setengah sadar aku naik kelantai dua menuju kamarku sendiri... mandala sempat terdiam... kamar pengantin kami di lantai satu dan aku naik kelantai dua...
Aku melihat kebingungan Mandala..
Aku menariknya...
"Diatas saja tidurnya... Ega gak bisa tidur di suasana kamar yang baru..."
"oooh... okey... aku ambil koperku dulu..."
Mandala masuk kekamar pengantin mengambil kopernya kemudian menyusulku naik kelantai dua...
Dilantai dua ini hanya ada kamarku... jadi suasananya hening tidak seperti dibawah...
Aku mengganti pakaianku dikamar mandi... walaupun tidak ada Mandala aku memang selalu mengganti pakaianku dikamar mandi... itu sudah merupakan kebiasaan bagiku...
Ketika aku keluar kamar mandi... Mandala sedang membuka kopernya... mencari baju ganti...
__ADS_1
melihatku keluar kamar mandi tanpa hijab... Mandala memandangku...
Mandala kemudian berdiri.. membalik kan badanku dan membuka ikatan rambutku...
"Rambutmu panjang betul yang... kupikir rambut wanita yang berjilbab itu pendek.. paling panjang sebahu.. tapi ini sangat panjang..."
Mandala mengelus rambutku... menyuruhku untuk duduk dan mulai menyisir rambutku...
"aku suka wanita yang berambut panjang..."
Aku menghentikan gerakan tangan Mandala yang membelai rambutku..
"ganti baju dulu sana... bersih bersih dulu..nanti gatal gatal gak bisa tidur.."
Mandala tersenyum mengangguk, dan melangkah menuju kamar mandi... waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam...
Aku berbaring di sisi kiri tempat tidur seperti biasanya.. ketika Mandala naik keatas tempat tidur dan berbaring disampingku...aku berusaha memejamkan mataku...
ini bukan pertama kalinya aku tidur seranjang dengan laki laki... dulu waktu Yudhis sakit, aku suka menemaninya tidur diatas tempat tidur rumah sakit.. tapi kali ini, entah kenapa ketika Mandala naik ketempat tidur, jantungku berdegup kencang... aku takut Mandala bisa mendengar degupannya...
"Yaanggg..." Mandala memanggilku...
"emmmm..."
"Sini..." Mandala menarikku ke dalam pelukannya... dagunya diatas kepalaku...
"Gak biasa nah tidur begini.." Aku berusaha keluar dari pelukan Mandala...
"Mulai sekarang harus biasa... mulai malam ini aku akan tidur memelukmu.. mau kamu suka atau tidak.."
"Kalo lagi ngambek?" aku bertanya Manja pada Mandala
"Tetap akan kupeluk... aku janji... walaupun aku lagi marah padamu.. kamu lagi marah padaku... aku tidur akan tetap memelukmu..."
Mandala mencium kepalaku...
"Ayo tidur...besok masih ada acara... aku juga capek berat.."
Mandala mempererat pelukannya...
sambil mencium rambutku...
Dan akhirnya aku benar benar tertidur di dalam pelukan Mandala...
Di dalam tidurku...
Aku melihat kejadian ketika Yudhis di nyatakan dokter sudah meninggal...
Aku menjerit... aku menangis meraung...
Dan aku terkejut ketika Mandala mengguncang tubuhku...
Mandala menatapku... aku juga menatapnya...
kemudian aku memeluk Mandala...
"Aku bermimpi Yudhis lagi..."
"Aku tau, kamu tadi menangis menyebut namanya.."
"Maaf.."
"Apa yang harus dimaafkan... tidak masalah bagiku... sekarang coba pejamkan mata lagi sambil beristigfar.. "
Aku mengangguk di dalam pelukan Mandala..
terus beristigfar, membaca semua surah yang aku bisa...
Kenapa aku selalu bermimpi tentang Yudhis???
Untuk kesekian kalinya apakah ini tetap dianggap bunga tidur??
-------
Menurut kalian... apa yang terjadi pada Ega??
Jangan lupa votenya yaa...
__ADS_1
LOVE YOU...😘😘