
Aku menemui dr.Farid...
Dokter berumur lima puluhan lebih... menurut kabar, beliau sebentar lagi akan pensiun... tapi pihak rumah sakit belum mendapatkan pengganti beliau... kemungkinan Asisten beliau yang sekarang penggantinya... tapi pihak rumah sakit tetap harus mengikuti peraturan dari pemerintah...
Dimana rumah sakit milik pemerintah... tenaga medisnya haruslah berstatus pegawai negeri... yang artinya harus melewati tes penerimaan pegawai...
Punya keinginan Ga buat menjadi pegawai rumah sakit ini???
Hmmm... bisa dipikirkan hehehhehee...
Tidak... aku berkeinginan untuk kembali ke kota asalku... mengabdi disana... bukan di kota orang lain...
Tapi apa yang terjadi kedepannya nanti biarlah sang pencipta yang mengaturnya... tidak semua keinginan bisa sesuai dengan yang kita mau...
--------------
Ruangan dr.Farid satu pintu dengan kamar jenazah 🙄
hanya bedanya,,begitu masuk pintu utama... ruang jenazah disebelah kiri... dan ruangan dr.farid disebelah kanan... ditengah ruangan terdapat ruang administrasi kamar jenazah yang berisi dua orang pegawai rumah sakit...
Aku mengangguk melihat mereka... meminta ijin untuk menemui dr.Farid...
Mereka menghubungi dr.Farid mengatakan bahwa aku ingin menemui beliau.. kudengar suara dr.Farid untuk mengijinkan aku masuk... kedua pegawai ini mempersilahkanku untuk masuk...
Memasuki ruangan dr.Farid...
Begitu pintu kubuka... kulihat sebuah meja dan kursi di sudut ruangan... tapi tidak ada dr.Farid... aku terus masuk dan terkejut ketika menengok kekanan...
dr.Farid berada didalam ruangan kaca.. dengan seorang mayat dihadapan beliau 🙈
Aku mengetuk kaca... dr.Farid memberi kode untuk memakai masker dan menunjuk gantungan baju.. artinya aku harus melapis bajuku dengan pakaian operasi dan memakai celemek khusus...
Setelah semua itu... aku melangkah masuk dengan perlahan...
"Kemari... kamu dr.magang itu?"
"Iya dok.." sahutku sambil mendekat
"saya dr.Chintya Rismawati Marega" aku memperkenalkan diriku..
Aroma didalam ruangan ini beda...
Setiap rumah sakit pastilah bau obat... tapi ini...
baunya sangat menusuk.. seperti bau karbol kamar mandi 🙈
"kemari..."
dua kali dr.Farid menyuruhku mendekat.
Aku mendekatinya... melihat seorang mayat perempuan di meja panjang khusus operasi...
__ADS_1
"Takut?" tanya beliau lagi padaku..
"Tidak dok"
"Serius mau menangani mayat?"
dr.Farid berbicara padaku sambil terus melakukan tugasnya... membelah bagian perut untuk mengambil sisa sisa makanan pada usus 🙈..
Gerakan tangan dr.Farid sangat cekatan... sepertinya sengaja melakukan itu didepanku... melihat reaksiku ketika bagian tubuh itu diiris 🙈
"serius dok.." jawabku sambil terus memperhatikan apa yang beliau lakukan... aku berusaha untuk tidak merasa takut ataupun jijik...
"kamu tidak akan melakukan operasi... tapi kamu sebagai asistenku harus menyimpan sampel yang diambil dan ikut menganalisanya bersamaku..."
"baik dok "
Aku terus memperhatikan tangan beliau... sebagai cara supaya beliau menerimaku..
"kamu tau mayat ini?"
"saya dengar dari dokter kepala... wanita gantung diri dok"
"pake sarung tangan"
dr.Farid tipe dokter yang hanya bicara seperlunya.. aku cepat cepat memakai sarung tangan...
" pegang mayat ini, kamu harus terbiasa memegangnya"
Aku memegang bagian pundak mayat wanita ini... tapi bingung untuk melakukan apa lagi...
sepertinya dr.Farid mengetahui kebingunganku...
"klo gantung diri, apa yang dilihat pertama kali?"
"bagian leher dok"
"jadi bagaimana dengan lehernya"
Aku memeriksa bagian leher dari mayat ini... agak mengangkat dagunya sedikit...
dr.Farid mengarahkan lampu ke tempat yang kulihat..
"ada bekas guratan tali dok... tapi..."
"tapi apa..."
"waktu ditemukan, keadaannya seperti apa dok..."
tanyaku memberanikan diri..
"sudah diturunkan dari tali oleh suaminya.. katanya untuk melihat masih bernafas apa tidak"
__ADS_1
"talinya bergantung disana dok?" entah kenapa.. jiwa nonton film CSI ku muncul 😄
"iya.. tali ayunan anaknya"
"setahu saya, guratan ini lebih kecil dari tali ayunan.. dan ada guratan lain yang berlapis tapi sangat tipis"
"mata kamu jeli.. jadi apa menurutmu?"
"wanita ini bukan gantung diri... meninggal dulu baru kemudian digantung sebentar agar dtemukan"
"perfect... jadi guratan apa yang terlihat jelas dilehernya?"
"seperti kalung... wanita ini menggunakan kalung panjang... tali kalung itu yang dgunakan untuk menjeratnya sampai meninggal"
"good...analisa yang bagus.. kalung seperti apa yang bisa kamu jabarkan? liat dilayar biar jelas"
dr.Farid menunjuk layar televisi... dan terlihat jelas bagian leher mayat ini..
Aku terus memperhatikan layar... kadang menyipitkan mataku sedang berpikir...
"ada foto semasa hidup wanita ini dok? saya merasa wanita ini pasti selalu memakai kalung itu... seperti kalung kesehatan"
"polisi sedang menyelidikinya"
dr.Farid kembali pada mayat dihadapan beliau.
"saya suka analisamu... kamu cerdas dan jeli... besok saya tunggu kamu jam delapan pagi.."
"baik dok " jawabku semangat
"kamu boleh disini sampai saya selesai.. kamu boleh menjahitnya nanti ketika saya selesai.."
"baik dok"
Selanjutnya aku mengamati apa yang dilakukan dr.Farid... memberi pendapat jika ditanya...
membantu dr.Farid menyimpan sampel
dan menjahit bagian tubuh mayat wanita ini yang terbuka...
Pesan dr.Farid...
semua mayat yang masuk keruangan forensik ini juga memiliki keluarga...
perlakukan setiap mayat tersebut seperti keluarga kita sendiri...
bukan kemauan mereka untuk berada di kamar forensik... tapi sebisa mungkin kita melakukan yang terbaik untuk mereka.. membantu mereka mencari keadilan... semoga dengan usaha kita arwah mereka semua menjadi tenang dan damai di alam baka...
jangan terbawa mimpi yaa wajah mayat ini 🙈
jangan lupa vote,like dan komennya..
__ADS_1
Love u 😘😘