Jodohku

Jodohku
Pikiran pikiran....


__ADS_3

" Yang..."


Aku yang berada di pelukan Mandala dan bersiap untuk tidur tiba tiba teringat sesuatu...


"Hmmmmm"


"Kartika sudah menikah.. kenapa kamu tidak memberitahuku..."


"Waktu kita di Turki... mungkin aku lupa.. kenapa?"


Mandala membuka matanya dan balik bertanya..


"Kamu bertemu Kartika?"


"Iya, bersama suaminya"


"Ketemu Mantanmu dong"


"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalo Kartika menikah dengan dokter Ryan.... ehh tunggu.. siapa yang Mantan? dokter Ryan bukan mantanku..."


Mandala tertawa melihat ekspresiku...


"Awalnya aku juga tidak tahu.. sampai kemudian aku melihat postingan Kartika... ternyata dokter Ryan sudah bisa melupakanmu..."


Aku bergumam kecil...


"Sama sama patah hati bersatu..."


"Apaa? apa yang kamu gumamkan?"


"Benarkan? Kartika patah hati juga karenamu... menunggumu sekian lama.. tapi kamu tetap tidak menerimanya..."


"Dokter Ryan juga kan?"


"dokter Ryan tidak terlalu lama menungguku.. dan juga aku jelas jelas menunjukkan penolakan pada dokter Ryan... tapi kamu??? selalu memberi harapan pada Kartika"


"Aku awalnya berpikir akan menikahi Kartika..."


"APAAAAA?"


"Serius.. jika aku tidak menemukanmu waktu itu.. aku akan melamar Kartika di tahun depannya.. karenanya aku membiarkan Kartika untuk dekat denganku.. tapi jodoh berkata lain.. aku berhasil bertemu denganmu.."


Aku menggelengkan kepalaku melihat Mandala...


"Sungguh kejam..."


"Memang kejam, tapi perasaan tidak bisa di bohongi.. aku juga tidak pernah menyatakan cinta pada Kartika..."


"Tapi tidak juga menolak..."


"Kita harus punya rencana cadangan ketika rencana pertama tidak berhasil.. betulkan?"


Aku menarik nafasku dan menghembuskan lagi dengan kasar.... tidak menyangka suamiku berbuat seperti itu...


Mandala hanya tertawa melihatku...


"Itu Masa lalu.. Kartika pun sudah bahagia sekarang.. sini"


Mandala kembali menarikku kepelukannya...


"Apa rencana cadanganmu sekarang padaku?"


Aku bertanya pada Mandala...


"Rencana cadangan?"


"Iya, jika aku tidak bisa memberikanmu anak.. apa rencana cadanganmu..."


Mandala mempererat pelukannya padaku...

__ADS_1


"Takdir akhirnya mempertemukan kita, walaupun aku tidak pernah berpikir sama sekali bahwa suatu saat akan bertemu denganmu... apalagi berpikir untuk menjadi suamimu...semua ini akhirnya membuka pikiranku bahwa sesuatu yang tidak pernah kita kira akan terjadi jika Alloh menghendakinya.... "


Mandala menarik nafas sebelum lanjut berkata...


"Begitu pula dengan anak... rencana cadanganku hanyalah berdoa pada Alloh... tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Alloh..."


"Alloh menginginkan kita untuk pacaran lebih dulu... kita tidak pernah pacaran... lebih baik jika kita berdua dulu... jadi nikmatilah waktu yang ada ini, sebelum kita sibuk mengurus anak nantinya..."


Mandala mulai mencium leherku... dan itu biasanya sebagai isyarat mulainya serangan malam hari dari Mandala.....


-----------------


Pagi ini, kami mendapat telepon dari rumah sakit bahwa Sarah mengalami pendarahan...


Aku dan Mandala bergegas pergi...


Dijalan aku menelpon rumah sakit untuk terlambat masuk kerja...


Dan Mandala karena harus berangkat siang ini, maka pagi ini di sempatkannya untuk melihat keadaan Sarah..


"Apa yang terjadi dokter?"


aku bertanya pada dokter Irawan yang berdiri di depan ruang tindakan... sedangkan Sarah di tangani oleh dokter Kandungan...


"Entahlah, menurut para perawat, Sarah masih suka melompat lompat di atas tempat tidur sedangkan sekarang sedang hamil"


"Namanya juga otak lagi terganggu..."


Mandala menatapku tajam.. tatapan tidak suka... seolah olah aku mengatakan bahwa otak istrinya terganggu....


"Sarah tidak paham apa yang di lakukannya... pikirannya sekarang masih seperti anak anak..."


Aku memperjelas ucapanku tadi tanpa menghiraukan tatapan Mandala....


"Kita tunggu hasil pemeriksaan..."


Jika aku di posisi Sarah sekarang, apa Mandala juga akan seperti itu??


Iya, aku ingat... ketika aku mengalami sakit di pernikahan Melky... Mandala pun khawatir padaku...


mengkhawatirkan anak yang ada dalam perutku kala itu..


Tapi kini, dia khawatir karena anak yang ada di perut orang lain😭


Aku masih saja cemburu...


Cemburu pada Sarahkah aku??


Cemburu pada Kehamilan Sarah?


Atau cemburu karena Mandala sekarang mengkhawatirkan kandungannya Sarah?


Kadang kala aku merasa kecemburuanku pada Sarah berlebihan mengingat keadaan Sarah sekarang...


Tapi sebagai seorang Istri.. aku tidak bisa melihat suamiku memperhatikan orang lain...


tetap masih ada rasa sesak di dadaku ini..


Pintu ruang tindakan terbuka...


Dokter Mia, Spesialis kandungan keluar ruangan...


Menyalamiku dan dokter Irawan...


"Bagaimana Mia?" dokter Irawan yang bertanya lebih dulu...


"Untung pendarahannya tidak banyak... masih bisa diatasi... sudah di beri penguat janin... tapi Sarah tidak boleh bangun dari tempat tidur dulu selama tiga hari ini... mengingat kondisi mentalnya, aku serahkan pada kalian... yang jelas jika ingin anaknya selamat, Sarah harus lebih tenang..."


"Terima Kasih Mia... " dokter Irawan kembali menjabat tangan dokter Mia..

__ADS_1


"Apa kabar dokter Chintya... tambah cantik saja"


"Bukannya aku memang cantik dari dulu..."


"Aih,masih saja narsis.... jagalah Sarah... jika keadaan terus seperti ini, dia harus melahirkan di bulan depan.. tapi anaknya akan masuk inkubator dalam waktu yang lama... untuk bulan ini, usia bayi belum cukup... jika di lahirkan bulan ini, bayi akan mengalami cacat.. jika bukan cacat fisik maka cacat pada otaknya..."


Aku dan dokter Irawan juga Mandala mengangguk serempak...


Setelah dokter Mia pamitan dan pergi dari hadapan kami... Aku dan Mandala sama sama melihat dokter Irawan...


"Apa tindakan selanjutnya dokter?"


Mandala yang bertanya...


"Ketika sadar, Sarah pasti akan mengamuk melihat infusan di tangannya... aku tidak bisa lagi memberi sarah suntikan penenang karena kehamilannya... Aku berharap kalian ada di sini untuk menangkan Sarah ketika dia sadar nanti..."


"Maaf dokter, ada jenazah yang menungguku di rumah sakit... tidak bisa kutinggalkan..."


Aku berkata pada dokter Irawan...


"Aku harus berangkat siang ini.. tapi aku bisa di sini sampai waktunya berangkat nanti..."


Aku menatap Mandala... Mandala akan di sini menunggu Sarah??


Dada ku sedikit sesak...


Mandala memakai pakaian dinasnya... bila Sarah melihat itu... akankah Sarah memeluk Mandala seperti kemarin??


Akankah Sarah menangis di dadanya Mandala??


Kepalaku tiba tiba menjadi pusing memikirkan itu semua...


Mandala melihat gerakan tanganku yang tiba tiba memegang dahi...


Mandala memelukku...


"Aku sekalian pamitan, dari sini aku akan langsung ke pangkalan... Makan dulu sebelum ke rumah sakit... nanti kamu pingsan.. aku yang bingung mengurus dua orang wanita..."


Aku mencubit pinggang Mandala...


Tadinya aku sudah bahagia, tapi di ujung kalimat, lagi lagi Mandala menggodaku...


Mandala mencium kepala dan keningku..


" Jangan lupa untuk terus melihat keadaan Sarah dan Ama..."


Aku hanya mengangguk...


Kemudian pamitan pada dokter Irawan yang dari tadi hanya tersenyum melihat kami berdua πŸ™ˆ


Sekilas Aku melihat Mandala yang masuk kedalam ruangan bersama dokter Irawan...


Aku menarik nafasku... paling tidak Mandala masih perhatian padaku...


Jadi maksudmu.. jika Mandala masih perhatian padamu, tidak masalah Mandala membagi hatinya dengan wanita lain???


Tidak tidak tidak... bukan begitu maksudku...


Aaaarrrgggghhhhhh aku bingung sendiri dengan pikiran pikiran yang muncul di kepalaku...


Tenang... tenang... tenang...


Akhirnya aku mengendarai mobilku menuju rumah sakit tempatku bekerja masih dengan pikiran pikiran aneh di kepalaku πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


----------


jangan lupa like dan votenya yaa


LOVE YOU 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2