
Aku berangkat kerja hari ini dengan hati bahagia...
Selesai sarapan aku langsung bersiap untuk pergi..
Melky pun keluar dari lift untuk bersiap pergi..
"Melky, boleh aku numpang?"
"Dengan senang hati kakak ipar... aku akan minum dulu sebentar"
"Sarapanlah.. santai saja.. aku akan menunggumu"
Aku duduk di ruang tamu menunggu melky sambil tersenyum membaca chat dari Mandala..
"Selamat pagi sayangku... selamat bekerja cintaku.. semoga hari ini semuanya berjalan lancar.. LOVE YOU"
Aku benar benar seperti seorang anak SMA yang mendapat pesan dari pacarnya di pagi hari..
tersenyum sendiri seperti orang gila memandangi layar handphone...
Aku tidak pernah seperti ini pada Yudhis dulunya..
Apa aku benar benar jatuh cinta pada mandala??
Entahlah... biar saja rasa ini menghinggapi hatiku..
tidak merugikanku.. bahkan membuatku menjadi semangat..
"Kakak ipar..."
Suara Melky membuatku terkejut dan hampir menjatuhkan handphoneku..
"Melky, jangan membuatku kaget.."
"Kakak ipar melamun tapi tersenyum sendiri.."
"Aku merindukan Abangmu"
Aku pun berdiri dan bersiap untuk pergi bersama Melky...
Dan pekerjaanku hari ini pun lancar..
Aku makan siang di kantin dokter bersama dr.Wahyu dan dokter senior lainnya..
Aku juga sudah mengatur jadwal operasi untuk para dokter seniorku ini..
Mereka pun baik padaku...
mengijinkanku untuk selalu ikut serta di dalam operasi yang mereka kerjakan...
Dipoli bedah umum ini ada empat orang dokter, satu orang sekolah ke luar negeri.. aku sebagai gantinya dengan posisi asisten..
Di poli bedah lainnya yaitu bedah tulang, bedah mulut, bedah syaraf.. kudengar juga terdapat empat orang dokter di setiap bidangnya...
Dokter dokter senior ini memintaku untuk mengambil spesialis bedah nantinya.. dan bisa lanjut bekerja bersama mereka..
Aku hanya tersenyum... aku memang mengambil spesialis bedah tapi bedah forensik 🙈
Aku ingin seperti dr.Farid... tersenyum bahagia ketika berhasil mengetahui penyebab kematian seseorang.. merasa berguna ketika berhasil mengidentifikasi seseorang dan mengembalikan kepada keluarga sebenarnya...
Tapi menjadi dokter forensik jelas tidak akan bisa membuka praktek sendiri... aku hanya akan bekerja di rumah sakit... mengandalkan gajiku sebagai dokter pegawai rumah sakit...
kata dr.Farid itulah dokter yang sebenarnya... bekerja penuh untuk rumah sakit.. bukan mencari keuntungan di luar dengan memeras uang pasiennya 🙈
Teringat dr.Farid aku jadi merindukan beliau... sejak kepergian Istri beliau, dr.Farid sendiri di pulau itu...
siapa yang mengurus beliau? aku lupa menanyakan hal ini pada Mandala....
Mandala?? baru kupikirkan... dia sudah menelponku..
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam... sudah makan yang?"
"Sudah, ini baru mau kembali.."
"Makan dimana?"
"Dikantin rumah sakit bersama kak Wahyu dan dokter lainnya.. kak wahyu titip salam.."
"Sampaikan salamku balik.. jam brp pulang?"
"Setelah ini ada jadwal operasi.. aku mengikuti operasinya... setelah selesai operasi langsung pulang"
"aku juga setelah ini harus terbang kembali.."
Setelah itu Mandala terdiam...
"Kapteeeenn ada apa?"
"Aku merindukanmu.."
Aku tersenyum mendengar kata kata mandala..
"Aku juga sangat merindukanmu suamiku... sekarang aku harus masuk keruangan... para dokter itu sudah memberi kode padaku untuk bersiap.."
"Baiklah, jangan lupa jaga kesehatanmu.."
"Kamu yang harus jaga kesehatan.. kamu jauh di kota orang.."
"Aku tutup ya sayang... Assalamulaikum"
"Waalaikumsalam..."
Aku menyimpan handphone dengan wajah ceria..
"Yang senyum senyum habis di telpon mantan pacar"
dr.Wahyu menggodaku...
Aku semakin memperlebar senyumanku di depan dr.Wahyu... kemudian bersiap untuk berganti pakaian operasi...
Operasi selesai....
__ADS_1
Aku bersiap untuk pulang...
kulihat Melky sudah mengirim chat padaku...
Mereka sudah menungguku di parkiran rumah sakit..
"Ega, mau ku antar sekalian?"
dr.Wahyu menawarkan ku tumpangan..
Aku menggeleng..
"Adik iparku dan pacarnya sudah menungguku dibawah "
"Ayo kita turun sama sama"
kami pun turun bersama menuju parkiran mobil...
Melky keluar mobil ketika melihatku...
aku pun memperkenalkan Melky pada dr.Wahyu...
dan Melky memperkenalkan pacarnya padaku dan dr.Wahyu...
"Maaf kalian menunggu lama.. jadwal operasi agak molor sedikit.."
"Santai kakak ipar, kami bisa menunggu kakak ipar lebih lama"
Melky mulai menjalankan mobilnya...
Aku memperhatikan gadis yang duduk di kursi depan disamping Melky...
Wajahnya sangat Muda... sepertinya jauh lebih muda dariku dan Melky....
Kulitnya putih, wajahnya manis... selalu tertunduk.. mungkin takut denganku...
Kami sampai di rumah makan yang dipilih oleh Melky... Aku semakin jelas melihat wajah calonnya Melky... tubuhnya juga kurus.. dan tingginya standar.. kalo berdiri dengan melky...hanya sedada melky saja.. dibandingkan tinggiku.. jelas sangat jauh..
aku pun lebih tinggi sedikit dari Melky...
Tapi gadis ini sangat manis... wajahnya enak dipandang dan dilihat...
"Melky..."
"iyaa kakak ipar.."
"Apa kakak iparmu ni menakutkan?"
"Apa yang kakak tanyakan?"
"pacarmu tidak berani mengangkat kepalanya... seperti melihat hantu.."
Melky tertawa.. berkata pada pacarnya..
"Lihat dan berbicaralah pada kakak ipar.. kelak kakak ipar akan menjadi sahabatmu di rumah"
Gadis itu mengangkat kepalanya melihatku.. aku pun terus menatapnya.. dia kembali menunduk... aku tersenyum lucu..
"Bagaimana jika nanti bertemu dengan abangnya melky, suamiku... apa kamu akan terus menunduk sepanjang waktu?"
Gadis itu bersuara... dan mengangkat kepalanya..
"berapa umurmu?" aku bertanya padanya..
"Tahun ini 20 tahun kak"
"Masih sangat muda.." aku berkata sambil memandang Melky yang tersenyum padaku..
"peraturan pemerintah 20 tahun sudah boleh nikah kan kak"
Melky membela diri...
"Kamu kuliah?"
Gadis itu menggeleng..
"Tidak, saya bekerja menjadi penyanyi di klub.."
Aku kembali memandang Melky..
"Dia akan berhenti bekerja setelah aku melamarnya kak"
Melky membela gadis itu...
"Dari mana asalmu?"
"Saya dari sumatera"
"Orang tuamu?
"Tinggal ibu, ayah sudah meninggal dari saya masih kecil"
"Kamu berapa saudara?"
"Empat, saya anak ketiga.. kedua kakak saya sudah menikah.."
"Adikmu?"
"Masih SMU kak..."
"Kenapa kamu bekerja jadi penyanyi tidak melanjutkan kuliah?"
"Saya pernah kuliah, tapi terputus..
abang dan ibu tidak bisa lagi membiayai kuliah saya.. jadi saya memilih untuk bekerja.. saya cuma bisa menyanyi..."
Aku memandangi gadis polos di hadapanku ini...
"Kamu dulu kuliah apa?"
"Kedokteran kak..."
Aku terkejut... gadis ini ternyata pernah kuliah di kedokteran...
__ADS_1
"sampai semester berapa?"
"berhenti di semester ketiga, usaha abang bangkrut.. tidak bisa lagi membiayai uang makan saya..untuk kuliah saya mendapat beasiswa...tapi kemudian beasiswa saya terputus karena nilai yang tidak mencukupi... saya kurang belajar karena harus mencari uang untuk makan"
Aku terus memandangi gadis ini..
Ada sedikit rasa kagum padanya...
cuma memang nasib tidak berpihak padanya untuk terus kuliah...
"Kalo kalian memang serius ingin menikah.. kakak akan meminta abang kalian untuk melamar dan memberitahukan keluarga di lombok.."
Melky dan gadis itu tersenyum..
"Terima kasih kakak ipar"
Kami pun makan sambil terus berbincang..
Gadis itu tidak lagi menundukkan kepalanya.. tapi tetap bicara dengan sopan padaku...
Kami mengantarnya pulang ke sebuah kost kostan...
sangat biasa, terletak di dalam gang... dan memang dekat dengan kampus yang di sebutkannya tempatnya kuliah dulu...
Aku dan Melky pun kembali pulang kerumah...
di dalam mobil.. aku bertanya hal yang penting pada Melky...
"Melky.. kakak tau kamu suka membawa gadis gadis dari klub.. boleh kakak bertanya sesuatu padamu?"
"Silahkan kak"
"Apa kamu sudah membawa gadis itu kekamar?"
aku bertanya dengan kata kata yang halus..
Melky mengangguk..
"Tapi aku adalah yang pertama baginya kak... karenanya aku ingin bertanggung jawab... setelah berhubungan dengannya.. aku tidak pernah mencari wanita lain lagi"
"Apa dia hamil?"
"Tidak kakak, aku selalu bermain aman"
"Mulai sekarang hentikan semuanya dulu....hargai dia sebagai wanita calon istrimu... tahan sedikit nafsumu sampai kalian menikah resmi nanti..."
Akhirnya aku berkata terus terang pada Melky...
Melky hanya tersenyum nyengir...
Aku tau laki laki playboy seperti Melky akan berhenti ketika menemukan wanita yang pas di hatinya...
"Melky, tiara gadis yang polos.. tolong jangan sakiti dia.. jaga dia dengan baik.."
"Kakak, aku melihat bagaimana abang dan kakak.. sejak itu aku sudah bertobat tidak akan main wanita lagi.. kemudian aku bertemu tiara, aku ingin memiliki tiara seutuhnya"
"Kakak akan bicara pada abangmu.. sekarang kita harus istirahat.."
Aku dan melky pun menuju kamar masing masing..
Mungkin memang seharusnya melky menikah.. biar melky bisa berubah dan aku akan memiliki teman di rumah ini...
sampai di kamar, aku membersihkan diriku...
berbaring diatas tempat tidur dan menelpon Mandala.. handphone mandala tidak aktif...
sudah jam sembilan malam... apa Mandala masih bertugas??
Aku pun mengirimkan pesan pada Mandala...
memintanya untuk menelponku di esok pagi karena malam ini aku sudah sangat lelah..
Aku pun tertidur...
Di tengah malam... aku terkejut.. seseorang memelukku dari belakang... aku berontak..berusaha melepaskan pelukan itu..
"ssssttt... ini aku suamimu?"
Aku membalikkan badanku... melihat langsung ke orang yang memelukku..
"kenapa? sudah terbiasa tidur tidak kupeluk?"
Mandala memandangiku...
Aku langsung masuk kepelukan mandala..
memeluknya erat seolah tidak ingin dia pergi lagi..
mencium aroma tubuhnya..
Mandala mencium kepalaku..
aku terus memeluknya..
"Kenapa sudah kembali?"
"Tidak senang suaminya pulang?"
Aku mengangkat kepalaku.. memandangi wajah Mandala yang sedikit menghitam...
"Belum juga empat belas hari..."
"Ada beberapa barang yang harus di beli... besok sore kembali berangkat.. seharusnya aku tidur di pangkalan.. tapi aku ingin mengambil hak ku sebagai suami dulu malam ini.."
Mandala tersenyum manis padaku...
Aku mengerti maksud Mandala...
Menuruti apa yang di mau oleh Mandala..
Dan malam ini aku pun kembali tidur dalam pelukan mandala.. walaupun besok aku di tinggal tugas kembali, tapi malam ini aku sangat bahagia...
----------------
__ADS_1
jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU 😘😘😘😘