
Rumah Sakit kami bersiap...
275 penumpang dan kru pesawat dikabarkan hilang dan belum di ketemukan...
Menurut analisa para pengamat, pesawat jatuh kedalam lautan...
dr.Farid yang sudah berpengalaman menghadapi kejadian seperti ini, memintaku dan staf administrasi kamar jenazah untuk mempersiapkan segalanya terlebih dahulu...
mempersiapkan lima ranjang operasi...
mempersiapkan lebih banyak tempat dikamar jenazah... dan mempersiapkan keperluan administrasi lainnya...
kami berharap para penumpang pesawat itu selamat, tapi tidak ada salahnya jika mempersiapkan lebih dulu... (kata dr.Farid lho yaa)
Halaman utara rumah sakit semakin ramai...
kenapa dihalaman utara? karena dekat dengan kamar jenazah dan tidak melalui Unit Gawat Darurat sehingga akses masyarakat untuk berobat tetap ada..
BNPB PROVINSI mulai mendirikan tempat...
begitu pula dengan BASARNAS dan POLISI..
Dokter kepala meminta pelayanan kepada masyarakat tetap dijalankan seperti biasanya...
karenanya tim medis di rumah sakit diatur dan ditugaskan sedemikian rupa, agar semua tetap berjalan pada tempatnya...
Dan tentu saja aku bertugas bersama dr.Farid..
menjadi penerima tamu pertama seandainya ada korban didalam kejadian ini...
Suara helikopter TNI AU, Basarnas dan Polisi mulai terdengar diatas rumah sakit...
Yaaa.. akomodasi yang bisa ditempuh dengan cepat hanya melalui udara.. jika harus menyebrang melalui pelabuhan sangatlah lama...
tapi yang kudengar dari siaran berita di televisi, disiapkan satu pelabuhan khusus untuk merapatnya kapal kapal TNI AL dan Basarnas dalam upaya penyelamatan dan pencarian korban..
tidak bisa kubayangkan... bagaimana penuh dan padatnya dipelabuhan...
Dan sekarang pulau ini menjadi terkenal... banyak stasiun televisi yang datang... semoga mereka bisa mengekspos keindahan alam kami... bukan hanya mencari berita tentang korban pesawat...
Jalur evakuasi melalui jalur air... kemudian dibawa ke rumah sakit... setelah selesai identifikasi, akan dibawa menggunakan helikopter untuk diserahkan kepada pihak bandara kemudian diserahkan kepada keluarga..
Dan tugasku sementara ini adalah mempersiapkan agar ruang forensik siap digunakan...
aku tahu, aku tidak akan menemani dr.Farid nantinya.. karena tim DVI dari Mabes Polri sebentar lagi akan datang...
__ADS_1
Apalah aku ini.. hanya seorang dokter magang 🙈😳
----------------------
Aku mencari dr.Farid karena aku membutuhkan tanda tangannya untuk pengeluaran barang dan obat obatan yang diperlukan...
Aku menemukan beliau... sedang berbicara dengan seseorang... dari pakaiannya seperti seorang pilot..
aku hanya melihat bagian punggungnya saja..
Aku semakin mendekat...
tiba tiba langkahku terhenti...
Aroma ini??
Bau parfum ini??
Aku pernah mencoba membeli parfum dengan merk yang sama... tapi ketika kugunakan... aromanya menjadi lain...
tapi aroma kali ini yang kucium benar benar sama...
aku benar benar ingat aroma ini... aku ingat ketika yudhis memelukku, aroma inilah yang kucium...
Ya Tuhan... Apa Yudhis ada di sini??
Apa Yudhis renkarnasi seperti di film film India??
Ini lebih gila lagi...
Aku menoleh kekanan dan kekiri mencari sesuatu yang tidak tampak...
(kamu pikir yudhis jadi hantu apa??)
Mamah dan Papah akan menamparmu jika kamu mengatakan itu...
dr.Farid melihatku yang bingung menoleh kekanan dan kekiri...
"dr.Chintya...." dr.Farid berteriak memanggilku yang akhirnya membuat kesadaranku kembali...
dr.Farid melambaikan tangannya menyuruhku mendekat... aku berjalan sambil menunduk..
keberanianku hilang... aku takut jika laki laki itu benar benar Yudhis...
semakin mendekat, aroma itu semakin tercium...
__ADS_1
aku yakin aroma itu dari laki laki yang berdiri didepan dr.Farid... langkahku terasa semakin berat... aku merasa berjalan sangat jauh untuk sampai ketempat dr.Farid...
"dr.Chintya... apa kamu baik baik saja?" dr.Farid kembali menyadarkanku...
" i..i..iya dok.." jawabku dengan tergagap...
"Ada apa?" dr.Farid menatapku dengan wajah penuh tanda tanya..
"Aku ingin memeluk laki laki ini dokter"
Tentu saja aku tidak berani mengatakan itu..
Menoleh kearahnya pun aku tidak berani.
Aku hanya menggeleng.. memberikan dokumen yang kubawa...
dr.Farid mengerti, mengambil dokumen... membacanya sekilas, menanda tangani kemudian memberikannya padaku kembali...
"Terima kasih dokter"
Aku pun langsung membalikkan badanku dan berjalan dengan cepat...
Dari tadi aku menahan nafasku.. agar aku tidak mencium aroma parfum itu.. agar aku tidak terbawa emosi dan memeluk lelaki itu..
Siapa dia??
Haruskah aku bertanya pada dr.Farid siapa laki laki itu???
Aku menyerahkan dokumen ke bagian administrasi... duduk dikursi.. menghela nafas dengan tenang...
Aku seperti habis berlari marathon 1000 Km..
Pikiranku kacau karena parfum itu 🙈
Oh Tuhan... tolong bantu aku...
Jauhkan penciumanku dari aroma parfum yang mengingatkanku pada Yudhis...
Apa yang sekarang harus kulakukan??
Menurut kalian??
Apa aku harus mencari tau siapa laki laki itu??
Jangan lupa like,vote dan komennya yaa
__ADS_1
Love U 😘😘