
Minggu yang melelahkan...
Dengan bantuan salah satu penyidik di kepolisian, aku berharap usaha kami membuahkan hasil..
Ari sahabatku, yang sekarang juga sudah menjadi penyidik di kota lain pun datang membantuku...
"bela belain nih aku cuti.."
Ari memelukku ketika kami bertemu di rumah sakit..
"Terima kasih bu penyidik, sudah bersedia membantu" Aku membungkukkan badanku di depan Ari..dan kami pun tertawa bersama...
"Bagaimana ibu?"
Aku dan Ari duduk di depan ruangan ibu...
"Besok sudah boleh pulang.. sudah tidak menangis lagi.. ibu lebih tenang sekarang"
"Sudah sampai mana penyelidikannya"
"Aku hanya menyelidiki sampai meja otopsi.. untuk urusan selanjutnya aku tidak mengerti.. ada bapaknya ayu dan salah seorang penyidik membantuku.. sekarang ada kamu, aku yakin akan cepat terungkap"
"Apa yang di dapat dari hasil otopsi?"
"Ada obat bius di dalam darah bapak yang berlebihan.. awalnya aku mengira karena operasi yang dilakukan para dokter disini... tapi dari pencatatan penggunaan obat bius selama operasi dan yang ku dapat masih jauh lebih tinggi.."
"bearti saat itu, walaupun bapak tidak di bius, masih bisa melakukan operasi?"
"kalo mereka tahu, sayang mereka tidak tahu..."
"kamu bisa memperkirakan dari mana obat itu masuk ke bapak?"
"menurut cerita ibu, bapak hanya minum teh"
"pemeriksaan terhadap para pengawal?"
"sekarang lagi di selidiki... aku belum mendapatkan hasilnya.."
"kalo menggunakan hasil darah sangat sulit, karena para dokter juga menggunakan obat bius di dalam operasi..."
"Itulah yang menjadikan ini semua buntu.. isi perut yang kuambil dalam otopsi pun tidak ada yang ganjil dan mencurigakan.. aku hanya berharap dari penyidik sekarang, semoga dapat bukti dari pemeriksaan di dalam mobil"
Ari bangkit dari tempat duduknya...
"Aku akan pamitan pada ibu, selanjutnya aku akan menghubungi bapak ayu, aku ingin bertemu penyidik itu langsung"
Aku pun ikut berdiri mengikuti Ayu masuk kedalam ruangan menemui ibu...
"Aku tidak bisa meninggalkan ibu terlalu lama... jadi sekarang, aku berharap padamu.."
Aku kembali memeluk Ari...
"Jagalah ibu, jangan khawatir, almarhum bapak juga seperti bapakku sendiri..."
Aku mengangguk sambil tersenyum...
Ari pun meninggalkan rumah sakit untuk selanjutnya menjadi detektif swasta sewaan ku hihihihi....
Esok Paginya aku membereskan barang barang ibu..
Hari ini ibu sudah di perbolehkan keluar rumah sakit..
walaupun masih terlihat murung, tapi ibu sudah tersenyum... dua minggu sudah berlalu, ibu terlihat lebih tegar...
Bapak Ayu dan istri beliau menjemput kami...
Oia, Mandala belum mendapatkan ijinnya untuk datang menemaniku...
Jadi Ayu dan Keluarganya lah yang membantuku menjaga ibu di rumah sakit..
"Untuk sementara, kami sudah memutuskan untuk tinggal kembali di rumah menemani ibu.."
Ibu nya Ayu berkata sambil menggenggam tangan ibu...
Aku tersenyum...
"Alhamdulillah, ibu memang perlu teman di rumah"
"Anaknya Ayu juga sudah besar, bisa di bawa juga jadi tambah rame kan rumah"
Ibunya Ayu kembali berkata..
"Dulu, almarhum bapaknya Ega juga suka culik anaknya Ayu buat di bawa ke rumah"
__ADS_1
Ibu berkata sambil tersenyum pada ibunya Ayu...
"Iya, kalo ketemu di jalan juga di bikin nangis dulu, kalo gak nangis gak afdol bilang bapak"
Ibu dan ibunya Ayu tertawa kecil bersama dan aku pun ikut bahagia melihat mereka...
Kami tiba di rumah...
Aku mengantar ibu istirahat dikamar...
Ketika memasuki kamar ibu langsung menangis..
padahal aku sudah membersihkan kamar untuk menyingkirkan barang barang yang kuperkirakan membuat ibu ingat pada bapak...
Tapi bagaimana pun usahaku, ibu tetap mengingat bapak... tidak mudah memang bagi ibu yang sudah menikah tiga puluh tahun lebih dengan bapak...
Dan semua penjuru rumah ini adalah kenangan mereka bersama...
setelah ibu minum obat dan berbaring di tempat tidur... aku berniat untuk menelpon Mandala...
tapi kemudian handphoneku berdering lebih dulu..
sebuah pesan masuk..
"Ada petunjuk baru, Hotel H kamar 616..jam dua siang.. datang sendiri"
Aku mengerutkan keningku...
Siapa ini??
Nomor yang tidak di kenal...
Dan sekarang sudah pukul satu siang...
bearti aku harus segera bersiap...
Aku pun meninggalkan catatan kecil di kamar jika terjadi sesuatu padaku nanti...
Menitipkan ibu pada ibunya Ayu, dengan alasan ada urusan yang harus kuurus...
Dan segera membawa mobil menuju Hotel yang di sebutkan di dalam pesan...
Masih ada setengah jam... aku menunggu di lobi hotel sambil memperhatikan orang orang yang datang... siapa tau ada yang kukenal...
Seorang pegawai hotel mendekatiku...
Aku terkejut tapi tetap mengangguk...
Pegawai hotel memberiku sebuah kertas...
"Datanglah sekarang"
Selain kertas berisi pesan, aku juga mendapatkan kartu kamar...
Aku mengucapkan terima kasih kemudian berjalan menuju lift...
Sampai di depan kamar 616 seperti di dalam pesan..
Aku membuka pintu menggunakan kartu kamar...
Sedikit ragu untuk masuk karena lampu kamar ku lihat tidak menyala...
Tapi aku harus tetap masuk... demi informasi yang ingin kudapatkan...
Aku membuka pintu dan terkejut...
Dari depan pintu terpasang lilin lilin dan berbagai macam bunga yang ditabur di lantai...
Aku menutup pintu, melepas sepatu dan berjalan menginjak bunga bunga tersebut...
Aku tersenyum.. ternyata ini ulah Mandala...
Ku lihat Mandala pun tersenyum sambil merentangkan tangannya...
Aku masuk kedalam pelukan Mandala...
"Lupa hari ini hari apa? Selamat bertambah umur istriku sayang"
Aku menggeleng...
"Selamat bertambah umur suamiku, imamku, kaptenku.. sahabatku..kee...."
belum selesai aku berkata kata... Mandala sudah mencium bibirku...
__ADS_1
Dan hari ini... kerinduan kami tertumpahkan...
Sepanjang siang hingga sore hari ini aku dan mandala berada di dalam kamar hotel...
"Kita tidak bisa menginap di sini, kasian ibu... mandilah, setelah itu kita pulang"
Aku menurut pada Mandala... bangkit dari tempat tidur dan bergegas mandi...
"Siapa yang membersihkan ini nanti?"
Aku bertanya pada Mandala yang baru selesai mandi sambil menunjuk ke bunga bunga yang berserakan dilantai...
"untuk apa kita bayar hotel kalo harus kita yang membersihkannya"
"Tapi kaann..."
"Mereka tahu kalo aku mempersiapkan pesta untukmu... dan mereka juga yang menyiapkan bunga serta lilinnya.. jadi mereka juga yang membersihkan"
Aku sedikit mengerutkan bibirku...
"Kenapa?"
Mandala kembali memelukku dan mencium kepalaku..
"Malu keluar dari sini nanti..."
"Kita berselingkuh jadi kamu malu?? kamu istriku.. aku bertemu istriku di hotel untuk merayakan ulang tahun kami bersama... tidak ada yang salah kan dengan itu?"
Aku masih terdiam di dalam pelukan mandala...
"Jangan terlalu banyak yang di pikirkan... sekarang pikirkan saja bagaimana caramu untuk bebas dari suamimu selama suamimu ini ada di dekatmu..."
Aku mendorong Mandala...
"mesum... ayo pulang, kasian ibu di rumah"
Mandala tertawa... membawa travel bagnya keluar kamar sambil menggenggam tanganku...
Sampai di rumah, kejutan kembali datang...
Ibunya Ayu membuat berbagai masakan, mengundang Ayu dan Ari untuk ikut makan bersana kami...
Ayu dan Ari memelukku...
"Selamat ulang tahun... semoga cepat punya momongan"
"Amin..."
Aku dan Mandala sama sama berucap...
Ayu berbisik di telingaku...
"Gimana kejutan di hotelnya? panas membara??"
Aku mencubit pinggang Ayu dan tertawa bersama...
Kami berdua pun mendapatkan tatapan dari Ari yang merasa kami menyembunyikan sesuatu...
Aku menjemput ibu dikamar untuk makan bersama kami... Mandala pun ikut bersama ku...
Melihat kami berdua datang, ibu memelukku dan Mandala...
"Doa ibu kalian berdua terus bahagia.. terus bersama"
"terima kasih bu... ibu pun harus terus sehat dan semangat..."
Mandala berkata sambil menggenggam tangan ibu.. sedangkan aku hanya meneteskan air mata tanpa berkata apa apa...
Aku ingat ulang tahunku di tahun kemaren..
Ketika Mandala bahagia mendapatkan kado kehamilan dariku...
Ketika semua orang bahagia dengan kehamilanku..
Dan di tahun ini....selain kehilangan bapak, kehamilan itu juga belum terlihat lagi padaku..
Ya Alloh.. tolong ijinkan aku untuk menjadi seorang ibu.. ijinkan aku untuk merasakan adanya makhluk lain di perutku... ijinkan aku ya Alloh untuk menjadi seorang wanita sejati dengan melahirkan seorang anak...
Semoga di tahun ini, Alloh SWT mendengarkan dan mengabulkan doa doaku...
------------
Doakan yaa... biar dokter Ega bisa cepat hamil..
__ADS_1
jangan lupa votenya...
LOVE YOU 😘😘