
Kami Sampai di Rumah sakit...
Langsung menuju ruangan Yudhis di rawat...
Abi bertemu Papah.. bersalaman dan berpelukan...
Sebelum aku diijinkan untuk masuk menemui Yudhis, lagi lagi abi berpesan padaku...
"ingat, kalian belum muhrim.. mau bapak yang menanggung dosamu"
Rasanya aku ingin berlari jauh dari Abi...
Tapi yang kulakukan malah sebaliknya...
Aku mengangguk...tanda aku mengerti maksud abi 🙈
Aku memasuki ruangan Yudhis... Ruangan yang penuh dengan alat alat... sedikit terpana dengan pemandangan didepanku... entahlah bagaimana aku menjelaskan perasaanku saat ini...
Yang jelas, disaat aku melihat Yudhis dengan semua alat alat yang terpasang di tubuhnya, kakiku menjadi lemah.. aku hampir terjatuh kalo saja Yuri yang masuk bersamaku tidak langsung memelukku...
katanya cuman solidaritas??
😜😄😄
Note... kenapa Yuri masuk ke dalam ruangan bersamaku??
Kata abi, aku tidak boleh masuk sendiri, harus ditemani seseorang 🙈
Abi.... Yudhis tu sakit, lagi tidak sadar... bagaimana mungkin dia akan melakukan hal yang melanggar agama kepadaku...
Tapi aku tetap mengalah pada abi, dan membawa Yuri untuk masuk bersamaku...
Aku duduk disamping ranjang Yudhis..
memegang tangannya...
menyapanya dengan suara sedikit terbata...
menangis Egaa??
Enggak... lagi akting nangis...
"Aa... apa kabar, maaf Ega baru bisa datang...
Kuliah sangat padat... "
Aku terisak, Yuri membelai pundakku..
"Kenapa Aa tidur seperti ini? Ega datang mengunjungi Aa...bangun Aa... Aa gak mau ketemu Ega? Aa gak mau bercanda lagi dengan Ega??"
Aku terus berbicara sambil terisak...
Entah kata kata apa lagi yang kukeluarkan dari mulutku...
Sampai kemudian aku tertunduk, mencium tangan Yudhis...
Yuri mengajakku untuk keluar ruangan, karena perawat yang melihat kestabilan jiwaku 🙈😜
Aku kembali mencium tangan Yudhis, pamit padanya untuk keluar dan mencium pipinya..
(klo abi tau, langsung keluar ayat ayatnya 😁🙏 maaf abi 🙏🙏)
__ADS_1
Dan esok harinya, abi mengajakku pulang...
Papah tau bagaimana abi...
Aku memberitahu Yuri kalo aku harus mengurus ijin kuliahku dulu.. dan memang aku harus mengurus ijin kuliahku klo tidak mau nilai nilai ku merosot turun..
Dan keesokan harinya aku mulai mengurus ijinku... tapi sayang, dosen dosen itu melarangku ijin dengan alasan mata kuliahku tidak dapat diulang disemester depan.
Aku menelpon Yuri, menjelaskan semua...
Yuri berjanji akan memberitahu setiap hari keadaan Yudhis...
‐------------
Waktu terus berjalan.. tak terasa sudah tiga bulan Yudhis koma... keluarga mulai putus asa... mamah terus menangis setiap hari...
Dan hari ini, hari pertama libur kuliah, aku langsung berangkat tanpa memberitahukan siapa pun...
Bicara dengan abi, aku pasti tidak akan diijinkan...
Dengan Yuri, pasti akan menyuruhku untuk tidak berangkat sendiri...
Tapi hari ini, aku memantapkan niatku... menggunakan travel aku langsung menuju kerumah sakit... hanya membawa tas ransel dipundak...
Sejak Yudhis koma, aku hanya tiga kali menjenguknya.. ada perasaan bersalah pada Yudhis...
Sampai di rumah sakit.. hanya ada Yuri disana.... melihatku dengan terkejut.... kemudian memelukku...
"Sendiri teh?"
Aku hanya mengangguk...
"Boleh teteh masuk? tanya ku pada Yuri...
Aku membuka pintu...
Tersenyum pada perawat yang menjaga...
Mendekati ranjang dimana ada sosok yang pucat terbaring disana...
Wajahnya pucat...
rambutnya memanjang...
rambut tipis mulai tumbuh disisi kanan kiri pipinya..
hatiku langsung menghangat... seperti ada aliran listrik yang langsung mengalir ke mataku... membuat tetesan tetesan air keluar dari mataku...
Aku mencium tangan Yudhis... mencium pipinya...
Duduk di samping tempat tidurnya...
"Apa kabar Aa... Aa sekarang lebih kurus... sudah tiga bulan juga Aa gak potong rambut yaa... ini rambutnya sudah panjang... Aa juga sekarang sudah jenggotan..."
Aku berbicara sambil terus mengelus pipinya...
"Ega bersihkan Aa yaa..."
Kemudian aku beranjak keluar...
Mengambil sekotak peralatan yang memang selalu kubawa di dalam tas...
__ADS_1
"Buat Apa teh?" Yuri bertanya heran padaku...
"Mo bersihkan Aa..."
Aku pun langsung kembali masuk...Yuri mengikutiku...
Aku mulai dari kuku... aku memotong kuku tangan dan kaki Yudhis yang sudah seperti kuku drakula...
Yuri hanya diam memperhatikanku...
mungkin tidak terlintas dipikirannya untuk melakukan apa yang aku lakukan...
Bukan hanya memotong kuku, tapi aku juga mengikir kuku itu supaya halus...
Sebenarnya apa yang kulakukan ini hanyalah untuk mengisi waktuku...
Aku juga bingung apa yang harus kulakukan di rumah sakit...
Apa yang harus kubicarakan pada Yudhis...
Sambil memotong kuku, aku sambil berbicara, seolah olah Yudhis terbangun melihatku memotong kukunya...
"Jorok ih Aa, sampe panjang seperti ini... biasanya kan Aa selalu rajin potong kuku"
Aku terus bicara sendiri... biarlah perawat itu menganggapku gila... tapi bagiku Yudhis mendengar semua ucapanku..
Kemudian aku membersihkan rambut rambut tipis di kedua pipinya... merapikan kumis dan jenggotnya...
membersihkan kedua telinganya...
Setelah kurasa semua bersih, aku meminta ijin perawat untuk menyeka badan Yudhis... karena banyak rambut rambut yang jatuh dibadan dan seprei...
Perawat mengijinkan dan membantuku...
Sebagai Mahasiswa kedokteran, aku tau bagaimana melakukan sesuatu pada pasien koma...
Walaupun itu semua adalah tugas perawat, tapi sebagai seorang calon dokter, kami pun mempelajari semua itu...
Selesai melakukan bersih bersih... aku tersenyum puas melihat hasil karyaku...
Yudhis terlihat lebih tampan... dan aku merasa Yudhis sedikit tersenyum saat itu membalas senyumanku...
"Sudah cakep lagi kan..." Aku kembali mengelus pipinya..
"Tapi rambutnya gak bisa dikeramas... nanti kita gundul aja ya Aa rambutnya... biar tambah cakep dan bersih.."
"Aa udah lama kan gak tau berita terkini... Ega carikan yaa hot gossip hari ini "
Aku membuka handphoneku.. mulai mencari berita berita gosip..
Aku membacakan semua berita gosip yang ada di internet... dari berita Artis, pejabat, pemain bola, sampai berita kriminal...
Aku juga mengomentari sendiri berita berita itu... seolah olah aku sedang berdiskusi dengannya...
Perawat yang duduk diujung kamar pun tersenyum melihat tingkahku... bahkan terkadang ikut menimpali kata kataku... ikut juga mengomentari artis artis yang mencari sensasi..
Kata perawat, ruangan ini menjadi hidup karena aku...
bukan lagi menjadi ruangan yang sepi..
Yaa.. ruangan ini sungguh sepi... kadang hanya terdengar suara alat detak jantung yang membuat jantung kita pun berdetak kencang...
__ADS_1
Dan ruangan ini, kedepannya akan menjadi ruanganku... aku berniat, selama liburan ini akan menemani Yudhis.. membantunya untuk kembali bangun dan bangkit dari tidur panjangnya...