
Sudah satu minggu kami tinggal di asrama...
Sore ini, aku mencoba keberuntunganku di dapur dengan membuat pisang goreng 🙈
pisang goreng aja lho Ga.. apa sih susahnya...
Mandala baru pulang kerja, dan mungkin sekarang lagi tiduran atau mandi...
Entahlah.. sejak Mandala pulang, aku sudah bersibuk ria di dapur...
maklum, baru merasakan jadi nyonya dapur 😄😄
Tiba tiba mandala memelukku dari belakang...
Aku kaget dan hampir menjatuhkan adonan tepungku..
"ngagetin aja.. kalo tadi kena minyak panas gimana?"
Aku marah pada mandala... tapi mandala malah tambah memelukku erat... tercium bau sabun dan shampo dari badannya...
"Harum gak?"
Mandala menyodorkan rambutnya kewajahku...
"Bau.."
Aku mendorong mandala agar melepaskan pelukannya...
Mandala berdiri dbelakangku..
"Ada hikmahnya kita pindah, akhirnya kamu bisa kedapur kan"
"Sering kok kedapur sebelum ini... ngerebus air sama masak mie instan"
"Yang..."
"jangan ganggu, nanti kena minyak panas"
"panggil aku dengan panggilan lain dong.. papah kek, ayang juga kek.. atau apa.. tapi gak mau Aa"
"dipanggil kakek mau gak?"
"kugendong sekarang ni ya.."
Aku berbalik menghadap Mandala...
"dipanggil suamiku mau??"
Mandala tersenyum..
"terlalu lebay... masa sudah satu tahun nikah, panggilannya cuma aku, kamu.."
"nanti kalo sudah punya anak kan berubah jadi ayah"
Aku tersenyum manis pada Mandala...
"Sekarang aja dulu, masalah nanti ya nanti.. gak enak di dengar orang pake aku kamu gitu"
"Nanti aku pikirkan mau manggil apa... sekarang duduk di ruang tamu, sebentar lagi masak.."
aku mendorong mandala untuk keluar dari dapur..
Mandala pun keluar dan aku kembali dengan aktivitasku..
Aku menuju ruang tamu, tapi mandala tidak ada..
di kamar pun tidak ada...
Aku keluar, rupanya mandala bermain dengan anak anak di lapangan... padahal mandala sudah mandi 🙈
Aku pun keluar membawa pisang goreng yang diatasnya kubalur susu dan gula palm...
kuletakkan di meja luar...
Terlalu jauh untuk ku teriak memanggil mandala..
Aku pun meminta salah seorang prajurit yang lewat untuk memanggil mandala...
Mandala menoleh ke arahku ketika prajurit itu sudah memanggilnya...
Aku melambaikan tanganku...
Mandala datang bersama teamnya 🙈
untung semua pisang tadi kugoreng..
ternyata hari ini aku kedatangan team sepak bola..
"Sayang.. pisang nya sudah siap... cuci tangannya dulu.."
Aku sengaja mengucapkan kata sayang dengan nada manja... Mandala tersenyum sambil mengangkat alisnya...
"Ayo, kalian juga ikutin pak kapten cuci tangan di samping"
Aku memberi perintah pada anak anak yang ikut bersama mandala..
"Iya bu dokter"
Anak anak disini, juga kadang para istri prajurit, memanggilku dengan bu dokter, ada juga yang memanggil mbak... ibu kapten... tapi kebanyakan dari mereka memanggilku bu dokter...
Sedangkan mandala memang di panggil kapten..
__ADS_1
jadi anak anak pun memanggil mandala pak kapten..
sore ini teras rumah kami menjadi ramai..
mandala membuat permainan untuk mereka...
ada yang adu panco.. ada yang main catur..
mereka rame bersorak jika ada teamnya yang menang..
lama kelamaan, selain anak anak itu, para bapak bapaknya pun ikut berkumpul.. jadilah sore ini menjadi ceria..
Aku senang melihat Mandala yang perhatian sama anak anak..
Mandala pintar melihat bakat seseorang...
Terlebih dahulu mandala membuat mereka dekat dengan Mandala..
Membiarkan mereka bercerita pada Mandala tentang apapun..
mandala juga pintar memancing mereka berbicara..
jadi tidak salah...
setelah itu setiap sorenya rumah kami selalu dipenuhi anak anak...
Mandala pun setiap pulang kerja selalu membawa makanan kecil.. katanya buat anak anak kalo mereka datang...
Sore ini hujan...
Mandala pun belum pulang kerja...
Anak anak tidak ada yang keluar rumahnya...
Pintu rumahku di ketok dengan keras dan cepat...
Aku yang berbaring di kamar terkejut dan langsung memasang jilbabku...
Dua orang bocah muncul di hadapanku dengan basah kuyup ketika aku membuka pintu..
"kalian kenapa basah basah?"
"bu dokter, ayan jatuh, kakinya luka"
"sekarang dimana?"
"di pos.. kami takut pulang"
"tunggu sebentar.."
Aku masuk kembali kedalam, mengambil peralatan dokterku dan kunci mobil.. melihat kepanikan dan ketakutan anak anak ini, aku tahu lukanya ayan pasti serius..
mereka pun ikut masuk kedalam mobil..
aku pun membiarkan mereka masuk ke mobil dalam keadaan basah...
Mobilku stop di pos...
Aku marah pada para prajurit yang berjaga..
"kenapa anak anak yang kalian suruh basah basah?"
mereka tidak ada yang menjawabku...
Aku melihat luka pada kaki ayan.. untunglah aku dulu pernah bertugas di poli bedah...
"Ada pecahan kaca di lukanya... jadi kita harus ke rumah sakit.. ayo, ibu bawa ke rumah sakit.. tolong di gendong pak"
Aku meminta para prajurit itu untuk menggendong ayan kemobil dan membaringkan di kursi belakang..
Salah seorang anak yang tadi kerumah ikut bersamaku..
Aku mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena kulihat ayan pun masih sadar, hanya menangis tanpa suara...
Aku menelpon mandala dengan menggunakan headset...
"waalaikumsalam.. di mana?"
Aku bertanya langsung pada mandala..
Mandala berkata bahwa dia baru akan bersiap untuk pulang.
"Ayan jatuh, ini lagi otw rumah sakit... kalo bisa susul ke rumah sakit, bawakan baju kering dua stel ya... lengkap sama pakaian dalamnya.."
Mandala hanya menjawab "baiklah, hati hati dijalan"
Kami sampai di rumah sakit,
Aku membawa ayan masuk ke dalam IGD..
aku meminta anak yang tadi ikut denganku untuk menunggu mandala...
oia, namanya bejo.. nama gelaran, tapi dia lebih senang dengan panggilan itu...
Aku terus menemani ayan di dalam...
dokter jaganya mengenalku.. adik kelasku dulu kuliah, para perawat juga menghargaiku ketika tahu bahwa aku seorang dokter 🙈
jika mereka tidak tahu bahwa aku seorang dokter, pasti aku akan di usir keluar..
Mandala menelponku...
__ADS_1
Aku Keluar mengambil baju kering buat ayan dan meminta mandala untuk menemani bejo ke toilet mengganti baju basahnya juga..
Aku pun meminta Mandala untuk menelpon ibunya ayan.. supaya jangan khawatir, karena ayahnya ayan sekarang sedang dinas terbang...
Luka ayan sudah di bersihkan dan di jahit...
aku pun membantu ayan mengganti bajunya yang basah dan juga kotor...
setelah selesai di IGD dan menebus obat, kami pun pulang..
Mandala menggendong ayan kemobilnya
karena kursi belakang mobilku basah..
aku pun meminta bejo untuk ikut dengan mandala..
tapi bejo menolak.. katanya ingin menemaniku..
"kursi depan kan juga basah, nanti bajunya basah lagi.."
Aku berkata pada bejo
"Gak pa pa bu dokter.. kasian bu dokter sendirian"
Aku mengusap kepala bejo..
aku mengambil bed cover yang memang mau kulaundry tapi belum sempat di bagasi belakang mobil..
meletakkannya di kursi depan agak bisa di duduki bejo dengan nyaman...
Mobilku dan mobil mandala pun pulang beriringan menuju asrama...
"bu dokter maaf, kursinya jadi basah dan kotor"
bejo berkata padaku..
"gak pa pa.. kan bisa di cuci dan dikeringkan"
Aku kembali mengusap kepala bejo...
"yang penting, ayan sudah baik baik saja.. dan kalian, kalo main hujan hati hati... liat dulu tempat kalian mainan, ada beling atau kayu yang berbahaya... kalo luka begini kan jadi repot.."
"iya bu dokter"
kami sampai di rumah ayan, hari masih gerimis..
Aku turun lebih dahulu membawa payung...
mengantar bejo lebih dulu untuk mengetok pintu rumah ayan... kemudian menjemput mandala yang menggendong ayan masuk kedalam...
"Terima kasih banyak pak kapten.. bu dokter...
sudah membawa ayan ke rumah sakit"
"sudah kewajiban kami bu".
mandala yang menjawab...
"ini obat ayan bu, sekarang masih ada anastesinya.. nanti setelah hilang.. akan terasa sakit... jadi tiga jam lagi tolong ibu minumkan obat penahan nyeri ini... setelah itu minum per empat jam.. besok sebelum ke rumah sakit, saya akan kemari memeriksa ayan"
ibunya ayan mengangguk..
"terima kasih banyak bu dokter..."
aku mengangguk dan tersenyum.
"sama sama bu.."
"ayan, bu dokter pulang dulu, jangan lupa minum obat terus lukanya jangan kena air ya"
"terima kasih bu dokter, pak kapten"
ayan pun mencium tanganku dan mandala..
kami pulang dengan mobil masing masing..
sebelumnya aku mengantar bejo dulu kerumahnya..
baru kemudian kembali kerumah...
Mandala lebih dulu sampai di rumah, juga lebih dulu mandi...
aku pun datang langsung mandi...
keluar kamar mandi mandala langsung menyergapku..
"sekarang waktunya memperhatikan suamimu.."
Mandala menggendongku, membawaku ke kamar..
Mandala memang seperti itu, jika aku baru saja memperhatikan orang lain, maka setelah itu aku harus memperhatikannya..
Sikap cemburunya sangat tinggi...
Selalu ingin membuktikan ke orang lain kalo aku adalah miliknya...
------------------
jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU 😘😘
__ADS_1