
Dering handphone membuatku terkejut...
Sesampainya di asrama tadi aku tertidur...
sekarang pukul sepuluh malam...
Siapa yang menelponku...
Dengan malas aku mencari hapeku didalam tas...
Mata ini masih terasa sangat berat...
Deringnya sudah berhenti.. aku pun berniat untuk melanjutkan tidurku.. tapi perut ini tidak bisa diajak kompromi... Ya aku memang belum makan... Makanan yang terakhir masuk keperutku jam dua belas siang tadi.. jelas saja cacing cacing diperut mulai demo...
Dengan Malas aku bangkit, mencari mie instan di lemari penyimpananku... Kosong...
Iya, aku belum belanja untuk keperluanku...
Aku keluar untuk meminta mie instan pada Rina...
Di luar masih ramai... apalagi di lantai satu..
namanya Asrama, mana pernah ada sunyinya...
"tertidur Ga.." Aku berpapasan dengan Rina di koridor..
"Iyaa, gak tau kenapa... berat betul ni mata... ada mie instan Rin? aku lapar..."
"Ada dikamar... Pak satpam dari tadi cariin kamu... katanya ada titipan buat kamu..."
"Titipan??"
"Iya, sana gih turun... tanyain.."
Setelah mengambil mie instan di kamar Rina..
Aku turun menemui pak satpam...
"Bu dokter, dari tadi saya cariin.."
Begitu melihatku, pak satpam langsung masuk kedalam rumah kecilnya 😁 (pos satpam maksudnya ni ya thor 🤪) menyerahkan sebuah bungkusan untukku...
"Apa ini pak?" tanyaku
"Gak tau saya bu dokter, kan saya gak berani buka"
😄😄 benar juga yaa...
"Maksud saya dari siapa?"
"Ooo itu tadi, yang suka pake mobilnya dr.Farid... tapi tadi naik mobil merah sama cewek cantik.."
aku membuka bungkusan... ternyata makanan..
sebenarnya aku lapar, tapi karena dia kemari bersama Kartika.. laparku menjadi hilang...
"Jam berapa dia datang?"
"Sehabis isya bu dokter... nanya sama saya bu dokter sampai di asrama jam berapa... tadi juga barusan telpon saya, tanya lagi bungkusannya sudah diambil apa belum.. saya bilang kalo bu dokter belum turun.."
oooooo rupanya dia punya informan di asrama ini..
"Saya sudah kenyang pak.. ini nasi bapak makan aja.. terima kasih ya pak"
aku bergegas naik keatas, selera makanku sudah hilang... mie instan yang kuminta dari Rina pun hanya ku taro diatas meja...
kuperiksa handphone..
terdapat sepuluh kali miscall... semua dari dr.Farid..
mungkin dia menggunakan dr.Farid untuk mencari tau keberadaanku...
Tidak ada chat yang masuk darinya...
Aku hanya bersandar di kepala tempat tidur sambil memainkan hape... melihat lihat media sosialku...
seseorang meminta pertemanan denganku di facebook dan Instagram... melihat namanya dahiku berkerut... Kartika Anggraini...
untuk apa dia memfollow ku...
kami baru bertemu dua kali...
Tapi rasa penasaran membuatku menerimanya...
Pasti dia memasukkan foto foto dipantai tadi..
kulihat beberapa kali dia mengambil foto melalui handphone nya..
Dan benar saja.. ketika aku mencari tau di halaman media sosialnya..
Kartika memasukan beberapa foto...
foto Malika bermain di pasir..
Fotonya bersama kakak Dali..
fotonya bersama Ina dan Ibu Mandala...
dan dua buah foto siluet...
foto pertama seorang laki laki yang berdiri memandang pantai.. di foto dari belakang... aku tau kalo itu adalah Mandala...
foto diberi caption "menikmati ciptaan Tuhan"
Ciptaan Tuhan mana yang dinikmatinya??
Pantai atau Mandala...
beberapa orang yang berkomentar di foto itu pun berpikiran yang sama denganku..
bahkan ada yang menanyakan di komentar..
Apa dia sang pujaan hati???
Tapi kartika tidak membalas satu pun komentar itu...
Foto siluet yang kedua...
Seseorang yang duduk diatas sesuatu... juga memandang lurus ke arah pantai... foto diambil dari samping... dengan caption "Sendiri itu.. menyakitkan."
APAAA!!!!!!
Aku jelas tau bahwa itu adalah fotoku...
dengan caption seperti itu??
Apa Kartika mengataiku bahwa saat dipantai itu aku hanya sendiri... dan itu menyakitkan...
Ngajak perang ni orang... 😤
tiba tiba sebuah inbox masuk...
__ADS_1
"terima kasih bu dokter sudah menerima pertemanan saya... tadi saya dan Dala mampir untuk mengantar makanan... kata Ama, bu dokter belum makan...
bu dokter sudah terima??"
Kartika seperti sengaja membuat perkara denganku..
Aku membalas chatnya...
"Saya sudah makan.. terima kasih... makanannya sudah saya kasihkan pak satpam"
Kartika membalas lagi...
"boleh saya berteman dengan bu dokter... teman Dala adalah teman saya juga.."
Balasanku...
"Saya tidak berteman dengan pak Kapten... kami kenal karena dia adalah keponakan dokter senior saya.. hanya itu"
Aku menulis "hanya itu" tapi air mataku keluar..
kartika membalas lagi..
"Saya pikir kalian punya hubungan yang dekat..."
balasanku...
"Jangan berpikir terlalu jauh"
Kartika membalas...
"Saya menyukai Dala... tapi Dala sangat sulit disentuh.. saya melihatnya memegang tangan dokter, saya tau kalo kalian ada suatu hubungan.."
Mandala memegang tanganku??
Oh mungkin waktu aku terpeleset di pantai karena sendal jepit yang kupakai... Mandala langsung menangkapku...
balasanku...
"Maaf, saya harus istirahat... besok saya harus bekerja..."
kartika membalas..
"Terima kasih bu dokter... maaf mengganggu waktunya"
Aku menarik nafas panjang...
Membaca kembali pesan yang ditulis oleh kartika...
"Saya menyukai Dala... "
Dia terus terang padaku kalo dia menyukai Mandala...
Apa Mandala juga menyukainya??
Kenapa kamu Ga??
Biar Mandala juga menyukai Kartika.. tidak ada urusannya kan denganmu..
Kamu bukan siapa siapanya Mandala...
Aaarrrrgggghhhhhhh...
Ada apa ini??
Kenapa aku menjadi seperti ini setelah ada kartika diantara aku dan Mandala...
Apa aku menyukai Mandala??
Tidak... itu tidak benar..
Ketika Kartika hadir, aku hanya merasa bahwa Mandala kurang memperhatikan aku..
Karenanya aku marah.. hanya itu...
Tidak... aku tidak cemburu...
Yudhis pernah menggandeng seorang wanita di Mall pun aku tidak cemburu...
Tidak... semua besok akan kembali seperti semula...
Semua akan baik baik saja...
Aku berusaha untuk memejamkan mataku...
Sejam kemudian aku terlelap....
-----------------
Yudhis datang memelukku...
berbisik di telingaku...
"kamu harus melanjutkan hidup..kamu akan bahagia"
alarm ku berbunyi.... waktunya sholat subuh
"Astagfirullah Alaziim...."
Aku bermimpi...
Cepat cepat aku mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh..
kenapa aku memimpikan Yudhis...
mungkin karena lama aku tidak kekuburnya...
Ya, setelah selesai tugasku disini, aku akan nyekar kekuburnya...
Didalam sholatku aku berdoa...
Untuk kemudahan dan kelapangan kuburnya...
-------------
Pukul 6.15 menit..
Seperti biasa, aku keluar dari gerbang asrama... berjalan kaki menuju rumah sakit..
Hari ini dr.Farid cuti... aku harus membiasakan diriku bekerja tanpa dr.Farid...
dipersimpangan jalan seperti kemaren...
Mandala menungguku... bersandar dikap depan mobil sambil memakan jajanan pasar yang sudah lebih dulu dibelinya...
melihatku datang, Mandala berjalan ke arah pintu penumpang... membuka kan pintu untukku..
tapi aku melewatinya begitu saja...
Mandala menarik tanganku...
Aku melotot kearahnya..
__ADS_1
"Keras kepala tu jangan dipelihara... kita sudah sama sama dewasa, jadi jangan bersikap seperti anak anak.. ayo masuk, hari ini kami semua berangkat.. ibu mau bertemu denganmu..."
Aku memandangnya... kami saling melihat..
"Kalo aku tidak ingin pergi?"
aku bertanya sambil terus melihatnya...
"aku sudah bilang, keras kepala itu jangan dipelihara kan??"
"Aku tidak ingin pergi.. dr.Farid cuti, aku harus bersiap lebih awal..."
"Baiklah.. terserah kamu..."
Mandala menutup pintu mobil, berputar menuju pintu supir..
sebelum masuk kedalam mobil kembali berkata..
"Tetap pada pendirianmu??"
Aku diam.. aku dilema...
"dokter chintya... haruskah aku memohon padamu.."
kemudian handphoneku berdering.. dari dr.Farid...
"Iya dokter..." sahutku pelan
"dokter chintya, bisa kerumah pagi ini... ada yang harus saya bicarakan, masalah pekerjaan kita.."
aku memandang Mandala...
" Baik dokter.."
Setelah menutup telpon, aku pun membuka pintu mobil dan masuk...
Mandala dan aku tidak saling berbicara...
aku hanya terus memandang keluar jendela...
Dan mandala, aku tidak tau.. karena aku tidak pernah menoleh ke arahnya sedikit pun...
Aku kesal padanya...
Kesal karena Kartika..
Sampai dirumah dr.Farid...
Mobil merah itu sudah berada disana pula...
mood ku bertambah buruk...
Aku turun dari mobil...
menunggu Mandala lewat didepanku...
"Tolong beritahu dr.Farid kalo aku menunggu beliau di teras.."
Mandala memandangku sesaat... Dari matanya aku tau kalo dia marah... tapi dia tidak bisa melampiaskannya padaku..
"okey"
hanya itu jawabannya... dan kemudian masuk ke dalam..
"dr.Chintya.... " dr.Farid muncul di belakangku...
"iya dokter..."
aku berusaha tersenyum.. dari dalam kudengar suara kartika dan yang lain bercengkrama...
"sudah sarapan?"
"sudah dokter.." jawabku pelan...
Kapan aku sarapan??makan malam pun aku belum..
"okey, duduklah.. ada beberapa berkas yang harus kamu bawa.."
dr.Farid menjelaskan padaku.. apa yang harus kulakukan dengan berkas berkas itu...
aku pun mengangguk, tanda kalo aku mengerti..
Kak Dali keluar menemui kami..
"Ega, ina dan ibu memintamu sarapan"
"Terima kasih kak, saya sudah sarapan.."
Aku berusaha tersenyum dengan wajar..
"Kami semua pergi, kamu bawa mobil saya.. kamu bisa memakainya setiap hari ke rumah sakit.. skalian kamu menjaganya.."
"Terima kasih dokter... tapi....."
"Tidak usah terlalu dipikirkan... kalo memang tidak mau memakainya... parkirkan di asrama.. kamu bisa berjalan kaki seperti biasanya..
Dali..ambilkan kunci mobil.."
"Bagaimana dokter pergi ke pelabuhan feri?"
"Kami kelandasan AU... Mandala mendapat ijin membawa helikopternya... ada kartika yang bisa mengantar kami.. sisanya bisa pakai taksi..."
Kartika...kartika...kartika 😤
"Apa saya mengantar dokter dulu berangkat?"
dr.Farid tersenyum...
"Kalo kamu tidak keberatan... saya akan menelpon rumah sakit.. meminta ijin untuk kamu datang terlambat.."
"Baik dokter.."
Kali ini Mandala yang keluar...
"Ini ama.."
Mandala memberikan kunci mobil..
"dokter chintya akan mengantarkan kita dulu, baru ke rumah sakit.. saya akan masuk untuk menelpon rumah sakit... kalian bicaralah... saya tidak tahan melihat wajahmu dan Ega yang seperti mau meledak.. selesaikan masalah kalian.."
dr.Farid masuk kedalam rumah..
Aku yang membereskan berkas berkas terkejut.. Masalah kami?? memang kami punya masalah??
menurut kalian???
-----------
jangan lupa like, vote dan komennya yaa
LOVE LOVE KALIAN SEMUA PARA PEMBACA SETIAKU 😘😘😘
__ADS_1