Jodohku

Jodohku
BAB 182


__ADS_3

Esok hari yang cerah, dari kediaman Lisa di desa, dua mobil keluar dari garasi rumah pagi-pagi sekali, bukan pulang ke kota X, tapi Rafa mengajak Ayah dan bundanya juga untuk refreshing di fila mereka.


Rafa menyetir mobilnya, bersama Lisa di sampingnya, dan bi Rumi di belakang memangku Sultan. Mobil satunya ada Pak Jono yang menyetir mobil, sedang Bunda dan ayah duduk di belakang.


Semalam sebenarnya Lisa mengajak Susi dan Juna juga putra putrinya, tapi dengan berbagai macam alasan Susi dan memohon maaf menolak ajakan Lisa ke puncak. Akhirnya Susi sekeluarga tetap di rumah, dan keberangkatan Lisa dan rombongan ke puncak, sekalian berpamitan karena nantinya mereka langsung pulang ke kota X sepulang dari puncak.


Selama 6 jam perjalanan, akhirnya Lisa dan rombongan sampai di fila keluarga Rafa yang ada di puncak. Lisa dan bi Rumi yang menggendong Sultan langsung keluar mobil saat Rafa menghentikan mobil di halaman fila yang luas dan terdapat banyak pepohonan yang rindang.


Lisa menghirup udara dalam dan membuangnya pelan-pelan, " wah... sejuk dan segar sekali udara di sini, Sultan pasti akan betah karena disini adem", ucap Lisa, kemudian memindah Sultan dari tangan Bi Rumi ke dalam pelukannya.


" Ma..ma...ma...ma..."


" Pa....pa....pa....pa..."


Suara Sultan terdengar begitu nyaring.


" Putra mama pasti senang kan berada disini, baiklah kita masuk dulu ya", ucap Lisa berniat untuk masuk ke dalam fila menyapa mang Tono dan bi Juju yang bekerja menjaga fila sekaligus tinggal di fila itu.


" Wah, sudah sampai tuan Rafa dan nona Lisa, mari silahkan masuk", ucap Bi Juju menyambut kedatangan mereka.


" Apa ini den Sultan, cucu nyonya dan tuan besar?", tanya bi Juju sambil menyodorkan tangannya mengajak Sultan, tapi Sultan justru melengos dan menarik-narik masuk ke rumah, melihat ada burung berwarna biru yang ada di kandang yang tergantung di kuda-kuda atap Fila.


" Oh mau liat burungnya mang Tono, den Sultan suka liat burung?", tanya bi Juju.


" Baru pernah liat burung secara langsung Bi, di kota X papa dan kakeknya nggak melihara hewan apapun, makanya mungkin dia tertarik saat melihat burung yang berwarna-warni seperti itu", Lisa mengangkat tubuh Sultan dan mendekatkan ke kandang burung.


Mobil Nyonya Meisi baru sampai , terlihat tuan Johan dan nyonya Meisi turun dari mobil, dan melihat Lisa sedang menggendong Sultan , mendekatkan Sultan pada kandang burung yang tergantung untuk melihat burung cantik berwarna biru.


" Waduh cucu nenek suka lihat burung ya?, besok pas pulang ke kota X, nenek belikan burung yang cantik-cantik ya, nanti kita bikin kandang yang besar di taman belakang", ucap Nyonya Meisi.

__ADS_1


" Jangan dulu Bun, nunggu Sultan bener-bener bisa ngurus peliharaan, baru di kasih hewan peliharaan, kalau sekarang Lisa rasa Sultan tertarik pada burung itu karena warnanya yang cerah", ucap Lisa menolak dengan usulan bundanya.


Setelah lumayan lama melihat burung Lovebird milik mang Tono, mereka semua masuk ke dalam Fila, ketika hari sudah menjelang siang dan makan siang bersama.


Lisa dan Rafa tidur di lantai bawah, yang memiliki kamar luas dan tempat tidur yang luas juga, agar Sultan bisa leluasa bergerak saat tiduran.


Selama di puncak Lisa, bi Rumi, sultan, Rafa, ayah dan bunda bermain ke ladang bunga milik tuan Johan, disana sedang musim bunga mekar, sungguh pemandangan yang sangat indah di kebun bunga itu, udara disana juga wangi, bau wangi yang berasal dari bunga-bunga yang sedang mekar.


Sultan begitu terlihat bahagia melihat bunga yang berwarna-warni itu di sepanjang ladang.


Setelah hari sore mereka semua kembali ke fila.


Rafa, Lisa dan keluarga berada di fila selama dua hari satu malam, karena minggu siang mereka semua kembali ke kota X.


***


Sudah tiga hari Doni hanya bisa melihat Tami berbaring di ranjangnya, karena ternyata Tami tengah datang bulan sejak dua hari sebelum akad nikah.


" Kenapa?, nggak bisa tidur?", tanya Tami sambil bangun dari rebahan nya.


" Tam, kita kan sudah suami-istri, kenapa kamu masih melarang ku untuk menyentuhmu?", Doni justru balik bertanya.


" Kan sudah ku bilang, aku sedang datang bulan, nunggu bersih dulu, baru kakak boleh melakukannya, besok pagi aku keramas dulu, sekarang tidur saja, sudah malam , huaahm....", jawab Tami sambil menutup mulutnya yang menguap.


" Aku tidak bisa tidur, malam ini juga aku mau kita pindah ke kota X !, disini seperti gudang, lihatlah, apa kau tidak berinisiatif untuk menyingkirkan semua kado-kado itu", ucap Doni kesal.


" Kakak nggak lihat apa ini sudah jam 9 malam, mau ke kota X itu paling cepet 2 jam baru nyampe, nggak mau ah, Tami sudah ngantuk, bisa-bisa Tami tidur di mobil", ucap Tami menolak.


" Kamu kan sudah jadi istriku, jadi kamu harus nurut, ayo kita ke apartemen, disini panas dan sumpek banget", Doni menggendong tubuh Tami yang sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


" Eh, apa-apaan ini, turunin Tami , aku bisa jalan sendiri", ucap Tami sambil beringsut turun dari gendongan Doni. " Aku bilang ayah dan ibu dulu sebentar.


Tami pun masuk ke dalam menemui ayah dan ibunya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


" Yah, Bu, Tami mau ke apartemen kak Doni, dia yang minta dia bilang disini sempit dan panas, Tami pergi dulu ya", pamit Tami buru-buru.


" Kamu besok pulang lagi kan?", tanya Bu Soraya.


" Nggak tahu Bu, tergantung sama kak Doni".


Tami pergi keluar diikuti ayah dan bunda, kemudian Doni pamit pada kedua mertuanya,


" Yah , Bu maaf sebenarnya Doni betah disini, tapi besok pagi harus mulai berangkat kerja, kalau tidur disini takutnya kesiangan", ucap Doni beralasan, padahal Rafa sudah memberinya ijin cuti seminggu lagi, meski umumnya dari perusahaan hanya memberi cuti selama 3 hari, tapi karena Doni sudah banyak berjasa di hidupnya, dia diberi pengecualian.


" Kalian berdua sudah menikah, jadi jangan suka berdebat terus, yang akur", pesan Pak Farhan pada putrinya.


" Kami jalan dulu yah, Bu, kalau ada liburan kami akan berkunjung kemari", ucap Doni.


Doni langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba Rafa meneleponnya.


" Kenapa Raf?"


" Kamu masih di desa Don?", tanya Rafa.


" Aku lagi menuju apartemen ku, kenapa?"


" Lisa sudah booking kamar di resort Bali untukmu dan Tami bulan madu, besok pagi langsung terbang saja ke sana, nanti aku kirim alamat resort nya",


" Thanks ya Raf, kamu sama Lisa memang yang terbaik", ucap Doni ber terimakasih.

__ADS_1


Doni mengakhiri panggilan dan hendak menyampaikan kabar baik ini pada Tami, tapi saat melihat ke arah Tami, dia sudah tertidur dengan pulas.


" Rupanya kau benar-benar sudah mengantuk, baru beberapa menit perjalanan sudah tidur begitu pulas", ucap Doni yang mengulurkan tangan kirinya membelai rambut Tami yang tergerai indah.


__ADS_2