Jodohku

Jodohku
dipisahkan oleh kematian.....


__ADS_3

Seminggu kembali berlalu....


Dalam seminggu ini aku membantu Yudhis untuk duduk, menggerakkan tangan dan kaki yang kaku....


Yudhis sudah bisa berkomunikasi walaupun kata yang diucapkannya terpatah dan terputus putus...


Aku senang dengan perkembangannya...


Aku ingin Yudhis segera bisa duduk dengan sempurna.. agar bisa hadir dipernikahan Teh Yuni...


Pagi ini... aku membuka semua jendela kamar...


membiarkan sinar matahari masuk mengenai semua isi kamar...


Yudhis sudah tidak menggunakan alat alat lagi...


Hanya terkadang memakai oksigen ketika nafasnya tidak stabil...


Yudhis memandangku...


Ada sedikit senyum di bibirnya...


"Maaf..." ucapnya padaku


"kenapa Aa minta maaf..."


sambil berbincang, aku membuka selimut dikakinya... memberikan sedikit pijatan dan membiarkan kakinya terkena sinar matahari..


"me..re..pot..kan" ucapannya masih terbata bata


"Ega gak merasa direpotkan...kenapa Aa berfikir begitu..."


Yudhis mungkin ingin kembali berucap, tapi tidak mampu diucapkannya...


setelah itu terapis masuk... mulai melakukan tugasnya... dan aku pun sarapan...


-------------------------


Hari demi hari semuanya semakin membaik...


Aku bersyukur, Yudhis sudah bisa duduk dengan baik... bisa menggerakkan tangan ke atas dan kebawah... hanya kaki yang masih kaku...


komunikasi pun sudah mulai lancar...


Yudhis selalu mengucapkan kata maaf padaku...


menurutnya dia sudah menyusahkanku...


Kadang kala disaat hanya kami berdua diruangan, Yudhis bersikap manja padaku... memintaku untuk memeluknya... menciumnya...


Seperti sore ini, Yudhis memintaku untuk duduk diatas tempat tidur...memeluknya kedalam pelukanku...


"Maaf..." selalu itu kata pertama yang diucapkannya..


"Kenapa Aa selalu meminta maaf..."


"Maaf, merepotkanmu..."


"Ega kan sudah bilang, Ega gak merasa direpotkan..."


"Maaf tidak bisa menemanimu selamanya.."


"Kenapa Aa bicara seperti itu..."


"Kelak..kamu boleh memilih lelaki yang terbaik buatmu..."


Aku tersentak, melepaskan pelukan... memandang matanya...


"Apa yang Aa katakan?"


"Kelak kan...." ucapnya padaku sambil tersenyum..


"Aa cepat sembuh... setelah Teh Yuni kita juga akan menikah..."


Yudhis hanya tersenyum...


"Aa lelah... Aa mau berbaring..."


"Baiklah..."


Aku bangkit dari tempat tidur...


meletakan bantal diposisinya dan membantu Yudhis berbaring...


"Aa mau wudhu? sebentar lagi maghrib..."


"Iya..."


Aku membantu Yudhis untuk berwudhu dengan membawa air dan baskom besar kekamar...


Sebelum sakit Yudhis memang rajin sholat, dia juga yang selalu mengingatkanku untuk sholat, dia juga yang membuatku berhijab...


Ketika sadar dari koma, Yudhis pun masih ingat kewajibannya sebagai muslim...


Dengan cara apapun Yudhis selalu berusaha untuk sholat...


Menurutnya kecelakaan ini adalah teguran buatnya.


Penebus dosa dosanya...


Dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertobat walaupun dalam bentuk sakit...


-------------


Dua hari lagi akad nikah Teh Yuni..


Rumah sakit sudah mengijinkan Yudhis untuk pulang dulu besok siang...


Dan hari ini aku membereskan barang barangku...

__ADS_1


Aku juga harus menjemput Bapak dan Ibu dibandara..


Di Rumah sakit ada Mamah dan Yuri... kupikir aku bisa meninggalkan Yudhis sebentar...


"Ega kebandara dulu ya Aa... mo jemput Bapak dan Ibu.."


Ucapku sambil membelai tangannya yang bengkak karena selang infus...


"Iya.... gak usah kerumah sakit lagi, istirahat aja dihotel sama Bapak dan Ibu... besok juga Aa pulang.."


"Enggak... nanti malam Ega tetap kesini.." sahutku dengan nada sedikit keras....


"Iya Ga... besok Yudhis pulang... kasian kamu, istirahat dulu malam ini ya..." Mamah juga memintaku untuk istirahat di hotel...


Aku memandang Yudhis...


Dia juga memandangku...


Matanya seolah olah berkata...


"Pergilah...aku akan baik baik saja"


Tapi entah kenapa... hati ini tidak tenang...


"Ega tetap disini malam ini... Aa pulang besok baru Ega pulang juga..."


"Kalo ada kamu..bagaimana Aa bisa pulang..." ucapannya terhenti..


Aku memandangnya...


"Aa..????"


Yudhis tersenyum...


"Pergilah... nanti bapak dan ibu menunggu lama..."


sambil berkata Yudhis meletakan jari telunjuknya di pipi...


Aku tersenyum... mencium pipinya sebentar...


Yudhis membalas mencium pipiku sambil berucap..


"I Love You"


Aku tertekun memandangnya...


Tanpa membalas ucapan cintanya... aku kembali mencium pipinya dan pamitan untuk pergi...


Yudhis memandangku sampai bayanganku hilang dibalik pintu...


-----------------------------


Jam 01.00 dini hari...


Entah kenapa, malam ini aku gelisah...


Aku dan Yuri tidur di sofa...


Aku mendekatinya... kulihat dari mulutnya keluar suara zikir, tapi matanya tetap terpejam...


Aku masuk kekamar mandi..


Mencuci mukaku... mengambil wudhu dan berniat untuk sholat malam...


Sebelum sholat, kulihat Yuri terbangun..


"Aa tidurnya tenang ya teh...


Aku melihat ke arah tempat tidur Yudhis..


"Teteh dengar tadi Aa berzikir... tapi ini sudah tidak lagi... kamu dengar dengarin Aa yaa...teteh mo sholat dulu..."


"Iya teh..."


Sahut Yuri sambil beranjak menuju kamar mandi...


Didalam sholat entah kenapa aku terus gelisah...


Bayangan Yudhis terbaring selalu ada didepanku...


Aku menyelesaikan sholatku dalam isakan tangis...


Yuri memandangku dengan heran...


"kenapa Teteh nangis..." tanyanya padaku...


Aku menggelengkan kepala...


"Entahlah... perasaan teteh gak tenang"


Memandang ke arah Yudhis yang masih terbaring tenang...


masih memakai mukena aku mendekati Yudhis..


memandanginya... seperti ada yang salah pada dirinya... kupegang nadinya... kuletakkan tanganku dibawah hidungnya..


Yuri pun berdiri melihat tingkahku....


"Teteh..????" tanyanya padaku...


"Panggil perawat Yur...sepertinya Aa sudah tidak bernafas..."


"Teteh bohong...gak mungkin..." Yuri berteriak...


Aku kemudian memencet tombol darurat...


Masih berdiri menjadi patung disamping tempat tidur Yudhis... melihat perawat dan dokter mencoba mengompa jantung Yudhis...


Namun dokter menggelengkan kepala...

__ADS_1


dan menyatakan kematian Yudhis pada pukul 01.25 dini hari....


Yuri berteriak histeris...


Seorang perawat yang mengenal kami berinisiatif untuk menelpon Papah...


Aku masih berdiri terpaku...


Mengingat seluruh kata kata Yudhis tadi siang padaku..


Mengingat pernyataan cintanya padaku...


Mengingat... bagaimana Yudhis memintaku untuk kelak mencari laki laki lain....


Air mata ini terus menetes tanpa suara...


Ketika ada seseorang yang memelukku..barulah aku tersadar... masuk kedalam pelukan orang itu... menangis sekeras kerasnya yang aku bisa...


sampai kemudian semuanya menjadi gelap....


-------------------


Ketika aku membuka mata...


kulihat ibu disampingku...


membelai kepalaku...


"Aaaa...." tanyaku pada ibu...


"Yudhis sudah tenang... inilah yang terbaik dari Allah buatnya...Ega sayang sama Yudhis...tapi Allah lebih sayang lagi..."


aku kembali menangis... sambil bangkit dari tempat tidur...


"Ega mo liat Aa bu...."


" Ayo....."


Ibu menggandengku keluar ruangan....


Yudhis sudah dibawa pulang..


Kami pun menuju rumah papah...


Bapak menggandengku memasuki rumah papah...


Melihatku, Papah memelukku... aku kembali menangis... begitu pun ketika aku mendekati mamah yang duduk didekat jenazah Yudhis...


Aku bersimpuh dikaki mamah... menangis sampai terisak isak... mamah pun menangis menarikku kedalam pelukannya...


"Aa memang pulang hari ini ya mah..."


"Iya... berpulang ke penciptanya..." suara mamah terdengar serak karena tangisan...


Aku menenangkan diriku...


Melihat Teh Yuni disisi jenazah Yudhis...


Aku memeluk teh Yuni... kami kembali menangis tanpa kata kata...


Aku membuka kain yang menutupi wajahnya....


Yudhis sangat tampan...


Wajahnya yang kurus tampak bersih dan putih...


Yudhis pulang dalam senyuman...


Bukan dalam Koma tidur panjangnya...


Yudhis memilih sadar dari komanya...


untuk meninggalkan kesan kepada kami..


menitipkan berbagai amanat buat kami semua...


menyelesaikan semua apa yang akan ditinggalkannya...


Aku menyeka air mataku...


Mencium pipinya... dan berkata...


"Pulanglah Aa... Ega ikhlas... Ega sayang Aa..."


😭😭😭


Selama ini aku selalu berkata...


Yudhis memang tunanganku... tapi belum tentu dia jodohku...


Ternyata Allah mengabulkan semuanya...


Yudhis memang bukan jodohku...


Kami sekarang terpisah... dipisahkan oleh kematian...


Ega... berhati hatilah sekarang berucap...


karena setiap ucapan itu adalah doa...


Dan malam ini, aku hanyut dalam lantunan doaku buat Yudhis...


Semoga Yudhis khusnul khotimah..


Diterima amal ibadahnya..


Dihapuskan Alloh dosa dosanya...


Dan mendapatkan bidadari di surganya Allah....

__ADS_1


Amin ya robbal alamin 😇😭


--------------------


__ADS_2