
Aku memasuki ruang forensik...
Sudah menjelang maghrib...
Aku tau dr.Farid tidak akan melakukan apa pun di jam seperti ini... beliau lebih memilih untuk menunda semua pekerjaan setelah sholat maghrib...
Kata beliau...
"Ijin sholat cuman 10 menit.. lebih lama ijin kita untuk makan.."
karenanya sejak berkerja bersama dr.Farid aku lebih memperhatikan waktu sholat... berbeda ketika aku berkerja bersama dr.Ryan... semua waktu sholat terlewati... hantam blas masa bodoh...
secara logika memang masuk akal... tidak mungkin kami meninggalkan pasien dengan tubuh terbuka menganga sedangkan kami ijin sholat... jelas kami harus menyelesaikan operasi dulu...
Tapi... paling tidak jadwal operasi bisa diatur sehingga kewajiban kita pada sang pencipta pun tetap dapat dilaksanakan...
Yaa... beda manusia memang beda karakter... beda pula pola pikirnya...
dr.Farid melihatku memasuki ruang forensik..
menghentikan kegiatannya dan melambaikan tangan memanggilku..
"Assalamualaikum dokter..." aku mengucap salam ketika memasuki ruangan kerjanya..
"Waalaikumsalam...duduk" dr.Farid menunjuk kursi didepan beliau..
"Are you okey?" tanya beliau padaku...
"Apa yang terjadi? dokter kepala memarahi saya... dia bilang saya tidak memperhatikan makanmu dan membiarkanmu istirahat..."
dr.Farid dengan serius memandangku... Aku pun merasa masalah ini menjadi serius sehingga bukan waktunya untuk bercanda.
"Maaf merepotkan dokter... bukan salah dokter, saya yang tidak bisa makan... setiap mau makan, saya merasa mual.."
"itu hal yang biasa, kamu baru pertama kali menangani kasus seperti ini... tapi kenapa jadi pingsan.."
"Saya pingsan karena menabrak tabung dokter... kepala saya pusing karena pelipis luka... jadinya saya pingsan.."
"bukan karena asam lambung yang naik?"
"bukan dokter, saya tidak mempunyai penyakit lambung yang akut... semua karena saya menabrak seseorang yang membawa tabung..."
" Okey... saya harap kamu sudah cukup beristirahat. masih banyak yang harus kita lakukan.. setelah maghrib.. sepuluh kantong itu masih menunggu"
dr.Farid menunjuk sepuluh kantong orange dan hitam yang berada diatas meja..
"baik dok.." sahutku sambil menelan ludah...
----‐------------------
Setelah sholat maghrib, kami kembali bertugas... tapi seperti biasa, tugasku hanya membantu...
Tim DVI dari mabes Polri sudah berada di tempat untuk melakukan tes DNA terhadap korban yang sudah tidak bisa lagi dikenali...
Aku akui.. setelah kedatangan tim DVI tugasku menjadi lebih ringan.. Aku hanya bertugas sebagai dokter tuan rumah, yang melayani para tamu... memenuhi apa yang diperlukan oleh para tamu...
Tapi tetap saja aku tidak bisa meluruskan kakiku dengan mudah...
dr.Farid selalu memanggilku untuk mewakili beliau.. menjadi juru bicara beliau untuk para tamu...
Entah apa maksud dr.Farid... tapi dengan begitu banyak orang dari ibukota yang mengenalku..
bahkan para relawan pun mengenalku lebih dulu sebagai "dokter tabung" 🙈
Yaa... setiap kali bertemu dengan para relawan ataupun wartawan, mereka akan menegurku dengan senyuman usil mereka... aku pun kadang bercanda dengan berkata
"Awas, nanti saya tabrak mau??"
__ADS_1
-------'xxxxxxxx---------
Setelah satu minggu proses pencarian korban kecelakaan pesawat..
Hari masih pagi... baru selesai sholat subuh, aku berencana untuk mencari sarapan untuk ku dan dr.Farid...
Aku meminta ijin dr.Farid untuk keluar...
Terus terang aku rindu suasana pasar hahaha...
jadi aku berencana untuk kepasar membeli beberapa kue tradisional khas pulau ini yang memang aku suka..
Berjalan ke arah luar rumah sakit...
Melihat beberapa relawan yang tidur di tenda... ada juga yang sudah bangun dan menikmati kopi hangat mereka...
beberapa orang yang mengenalku melemparkan senyum mereka seraya menegurku... aku pun membalas dengan senyuman pula...
"Kapten A... ini kopi hitamnya.."
Langkahku tiba tiba terhenti ketika melewati tenda basarnas dan mendengar obrolan itu... Kapten A???
Aku menoleh kearah tenda... melihat tiga orang yang duduk dikursi dengan satu orang yang berdiri... aku mengenali laki laki yang berdiri itu...
Yaa.. itu Andi, sang bawahan yang menemuiku...
Tapi ketiga orang yang duduk itu... mereka membelakangiku... aku hanya bisa melihat bagian belakang mereka saja...
Apa aku harus kesana dan menemuinya???
Tidak.. Jangan Ega... biarkan semuanya berlalu seperti apa adanya... jangan menjadi gadis yang terlalu aktif...
Aku mengurungkan niatku dan kembali melangkah pergi menuju pasar...
Setelah membeli empat bungkus nasi pecel dan beberapa kue kue... aku kembali ke rumah sakit...
"dr.Chintya... diminta dr.Farid untuk cepat.."
"kenapa?" tanyaku takut ada kejadian yang mendesak..
"dr.Farid bilang cacing diperutnya sudah meronta ronta..hahhaha"
"oalah... baiklah.. aku akan segera datang..tolong siapkan piring dan sendok untuk beliau yaa"
"okey dokter"
Aku menutup telpon sambil tersenyum..
jelaslah dr.Farid sangat lapar... karena kami bekerja sepanjang malam... selain membantu tim DVI, kami juga harus membuat laporan untuk rumah sakit kami sendiri khususnya...
Empat bungkus nasi pecel.. untukku, dr.Farid dan dua staf admin kami...
Aku melalui tenda tenda diluar dengan cepat... untunglah semua sudah sibuk dengan urusannya masing masing... sehingga tidak ada yang memperhatikanku lagi...
"Jangan jalan terlalu cepat, nanti nabrak lagi.."
sebuah suara membuat langkahku melambat...
Aku menoleh... melihat dua orang laki laki yang memakai pakaian basarnas...
tidak memperhatikan siapa mereka dan bagaimana wajah mereka... fokusku hanya satu...
"dr.Farid tidak bisa menenangkan cacing diperut beliau "🤭😄
Aku mengangguk dan tersenyum kecil..
kembali melangkahkan kakiku..
__ADS_1
ruang forensik sudah didepan mata... tapi aku merasa kalo ada seseorang yang berjalan dibelakangku...
Aku menoleh kebelakang.. dan benar, dua orang laki laki tadi berjalan dibelakangku... apa mereka mengikutiku??
ah Geer kamu Ga.. siapa tau mereka punya tujuan lain yang searah denganmu..
Yaa benar,, jarak kami pun tidak dekat... sekitar 100 langkah... pastilah dia punya tujuannya sendiri...
Membuka pintu ruang forensik...
Aroma ini???
huh.. aku berhalusinasi lagi... mungkin bau formalin yang kucium sudah berubah menjadi aroma lain...
Langkahku tertahan didepan pintu...
"Permisi dokter..."
Aku membalikkan kepala menuju arah suara...
Dua orang laki laki berpakaian basarnas tadi??
"Iyaa??" tanyaku dengan takut 🙈
"Kapten kami ada didalam... bisa tolong beritahukan kalo kami mencari..."
"Kapten...????" suaraku seperti tertahan di tenggorokan..
tiba tiba ada suara dari dalam...
"dr.Chintya... "
"IYA..." aku menoleh dan menjawab secara bersamaan... melihat satu orang staf berdiri di dekat pintu...
"Cacing diperut kami pun sudah berdemo.."
"Oh iya..." aku memberikan bungkusan yang kubawa...
"Mereka mencari seseorang..." aku menunjuk ke arah dua orang laki laki dari Basarnas...
"kapten kami.." sahut salah seorang dari mereka...
"Ooohh... yang didalam bersama dr.Farid?? akan saya panggilkan... tunggu sebentar..." Staf kami pun langsung menuju ruangan dr.Farid...
"Maaf, saya harus tutup pintunya... yang tidak berkepentingan dilarang masuk.."
"its okey dokter...silahkan, kami tunggu di luar.."
Aku mengangguk, kemudian masuk kedalam dan menutup pintu... menuju ruang admin untuk menyantap nasi pecelku...
Tapi... kenapa aroma parfum ini semakin tercium...
Hmmm... di ruang jenazah mmng sering banyak hal aneh... mungkin sekarang yang lagi viral, bukan bau bunga melati tapi bau parfum laki laki yang maskulin dan beraroma rerumputan...
hiiiiiiii... aku kembali menggidikan badan sambil memegang tengkukku...
masih pagi.. tetap aja horor...
makan dulu aahhh... biar otaknya ga buntu...
-------------'xx--------
>>> menggidikan bahasa indonesianya apa yaa 🙈
itu lho gerakan kalo kita merasakan sesuatu di tengkuk leher kita... seperti itu lah kira kira 😄
jangan lupa vote, like dan komennya yaa..
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘