Jodohku

Jodohku
Pacaran yang SAH


__ADS_3

Malam ini kami berdua menelusuri jalan sambil bergandengan tangan...


Beberapa kali kami singgah untuk membeli jajanan kecil..


Kami juga menuju arena pasar malam.. (kalo orang kita menyebutnya hahahahha...)


Disana ada berbagai permainan...


Kami tidak bermain, tapi kami berkeliling menikmati malam sambil mencoba berbagai makanan...


"Kayak orang pacaran"


"Siapa?" tanya Mandala padaku..


"Kita lah"


Jawabku sambil menikmati kue coklat yang diatasnya diberi ice cream..


"Orang orang yang pacaran disana itu, boleh gak cium pacarnya"


Mandala menunjuk sepasang pemuda pemudi yang asyik berpacaran


"Kalo disini pasti bolehlah.."


"Boleh gak ajak ketempat tidur?"


"Tergantung perempuannya, mau apa tidak... disini kan kehidupan mereka bebas"


"Dosa Gak?"


"Menurut agama kita Dosa.."


"Menurut agama manapun itu dosa... makanya Nikah dulu baru pacaran. Sah, mau diapain juga okey"


"Alaaahh... kamu juga dulu berani curi cium sebelum nikah"


"Khilaf..." Mandala merangkulku dari belakang


"Khilaf tapi sering"


"Siapa bilang sering... ketemu juga sebulan sekali.. setelah kamu menerima lamaranku, baru aku berani"


"Sekarang baru cari alasan"


"Sekarang bukan cari alasan lagi, tapi cari kesempatan..."


Mandala mencium pipiku dari arah belakang...


-----‐------------------


Ternyata malam ini ada parade busana kartun kartun yang melewati jalan jalan... termasuk jalanan di depan hotel kami...


kami duduk di balkon kamar... melihat ke bawah.. kearah jalanan yang penuh dengan orang orang yang menonton... beruntunglah kamar hotel kami memiliki balkon yang arahnya kejalan...


Ada dua kursi panjang di balkon ini...


Tapi Mandala malah memilih satu kursi untuk kami duduki berdua 🙈 tentu saja dengan alasan, dia ingin memelukku takut aku tertidur...


Dan benar saja, belum selesai parade, mataku sudah mengantuk... bergadang yang kurasakan hanya pada saat aku menjadi asisten dr.Farid... sebelumnya aku tidak pernah bergadang lama...


"Ini nonton parade atau parade yang nonton dia tidur"


"eehh cerewet" aku memeluk leher Mandala dengan manja.. sedikit mencium lehernya...


"Jangan memancing kucing yang lapar"


"Perasaan kucingnya lapar terus"


Mandala tertawa... menciumi pipiku sampai kesamping telingaku...


"Di liat tetangga kamar tuh.."


Aku menunjuk kebalkon di sebelah kamar kami dengan mataku..


"Okey..."


Mandala bergerak, menggendongku menuju tempat tidur... meninggalkan suara riuh di jalanan luar....


yang terdengar sekarang hanya suara nafas kami berdua...


----------------------


Aku bangun dengan malas pagi ini...


Mandala membiarkanku untuk tidur lebih lama...


Tapi kami harus ketempat amantua lagi..


karena amantua akan berangkat hari ini


Aku bersiap dengan cepat...


Rambut basahku pun harus kukeringkan dengan cepat karena Mandala sudah mendapatkan telpon dari amantua...


Ketika kami datang, amantua tersenyum...


"Maaf, mengganggu pengantin baru"


Aku tersenyum malu...


"Jangan Menggodanya Amantua, wajahnya akan berubah menjadi merah"


Amantua tertawa...


"Saya harus berangkat sekarang... ini buat kalian.."


Amantua memberikan sebuah amplop yang lumayan tebal..


"Apa ini amantua?"


Mandala yang bertanya..


"Buat bayar hotel disini, dan buat tiket pulang"


"Terlalu banyak"


Mandala menggeser kembali amplop tersebut kedepan amantua..


"Ini tidak banyak kalo buat kalian.. apa pun akan kuberikan buat cucuku"


"Dala sudah banyak menerima dari investasi amantua pada perusahaan... jadi Dala rasa ini tidak perlu"


"Dala..."


"Tidak amantua, Dala minta maaf, tidak bisa menerima ini"


Mandala menyerahkan kembali amplop ke Amantua..

__ADS_1


Aku hanya diam, tidak bisa memutuskan apa apa... biarlah mandala yang memutuskan ini sendiri..


Akhirnya amantua menyerah, memberikan amplop kepada anak buahnya...


Kami mengantar amantua di depan pintu hotel.. sampai kemudian mobilnya menghilang dari pandangan, baru kami berjalan keluar hotel...


kembali bergandengan tangan...


berjalan kaki, sambil menunggu taksi yang lewat..(angkot kali ah lewat 😄😄)


"Kenapa di tolak?" aku bertanya pada Mandala karena rasa penasaranku...


"Ternyata istriku mata duitan yaa.." Mandala meraih wajahku..


"cuma nanya di bilang mata duitan...penasaran tahu"


Aku langsung cemberut


"Kamu tau aku siapa?"


"Suamiku..." jawabku masih dengan cemberut..


"Maksudku, apa pekerjaanku"


"Tentara..."


"Dan bagaimana amantua dulunya?"


"Tapi kan dia kakekmu..."


"Aku menghormatinya sebagai orang tua dari ayahku.. tapi sebagai negarawan, kami berbeda pandangan"


"Apa hubungannya dengan amplop tadi?"


"Yaaanggg... jika ada orang yang tidak menyukaiku.. mereka akan mengambil kesempatan ini... mengambil fotoku yang sedang mengambil amplop dari orang asing.. atau mungkin juga amantua sengaja melakukan ini.."


"Sengaja?"


"Amantua ingin aku bergelut di bisnis keluarga.. bukan menjadi tentara... bisa saja amantua menjebakku dan akhirnya menjadikan ini senjata untukku keluar dari tentara.."


Aku membuka mulutku tanda tidak percaya...


"Perusahaan itu milik siapa?"


"Sahamnya lima puluh persen milikku dan kakak...sisanya milik ama dan melky"


"Orang orang diangkatan tahu kamu pemilik saham?


"Tahu, karena memang perusahaan itu awalnya milik inantua dibantu oleh kakeknya melky... setelah inantua meninggal, sahamnya di wariskan padaku dan kakak... setelah kakeknya melky meninggal... perusahaan turun... pada saat itulah amantua ikut berinvestasi sampai sekarang"


"Orang orang di angkatan tahu kalo aku memiliki saham karena warisan.."


"Akhirnya aku mengerti.."


"Kakek dari ibu di turki juga bukan orang sembarangan... semua orang diangkatan tahu.. karenanya mereka berpikir aku mendapat uang banyak semua dari warisan"


Aku kembali membentuk huruf O dimulutku..


Dan Mandala menggunakan kesempatan ini untuk mencium bibirku..


"Banyak orang.." aku mendorong mandala..


Mandala tertawa, merangkul bahuku...


"Ayo, kita jalan jalan lagi"


-----------------


Terutama pesanan Melky dan Ama...


Melky memesan sepatu yang jika di rupiahkan jumlahnya sangat fantastis...


"Kamu beli juga?"


"Tidak, untuk apa barang semahal ini, cuman untuk dikaki.."


"Melky suka barang mewah.."


"prestise buat dia.. karena memang pergaulannya mengharuskannya begitu"


"Pesanan ama sudah?"


Aku bertanya pada Mandala


"Sudah semua..."


Mandala berhenti di sebuah optik kaca mata...


"Yaaangg"


Mandala tersenyum padaku sambil melirik kedalam optik...


Aku menyerahkan ATM pada Mandala...


"Belilah..."


"Terima kasih sayang.. yok temanin"


Mandala memilih kacamata hitam...


Aku tau, dia memang suka memakai kacamata hitam..


Aku juga suka, suamiku terlihat lebih tampan dengan kacamata hitamnya...


"Cakep gak suamimu?"


Mandala memakai kacamata hitam barunya..


"Kayak tukang pijit"


"Tukang pijit plus plus khusus kamu kan?" Mandala tersenyum sambil mengedipkan matanya...


"Kenapa suka pake kacamata?"


Aku berjalan sambil memegang lengan mandala..


"Lebih keren..lebih pede.."


"dan bisa ngelirik cewek lain tanpa ketahuan kan?"


Mandala merangkulku..


"Cuma kamu cewek yang pernah kulirik"


"Gombal...pulang yok.. kaki udah pegel.. waktunya tukang pijit ni mijitin kaki.."


"plus plus kan pijitnya?"

__ADS_1


"Tau ah gelap..."


Aku menarik tangan Mandala untuk berjalan dengan cepat...


Tapi akhirnya kami berhenti juga membeli ice cream potong kesukaanku... menghabiskannya sebelum kami mencari taksi untuk kembali kehotel...


--------------------


Waktu liburan sudah berakhir..


Kami di Bandara menuju pulang...


Barang barang belanjaan harus dihitung di bea cukai...


Mandala memilih untuk membayar pajak...


Aku sempat protes pada Mandala...


"Kamu warga negara yang baik atau bukan?"


Lagi lagi Mandala menepuk jidatku


"Kan lumayan uangnya.."


"Makanya jangan beli barang luar negeri kalo tidak mau kena pajak... beli saja barang kita sendiri.."


"Okey baiklah pak Kapten..."


"Jangan lupa minta uang pajak sepatunya nanti sama melky"


"Uangnya boleh buatku?"


Aku tersenyum penuh rayu..


"Simpan di tabungan.. buat keperluan sehari hari... gajian masih lama"


Aku mengkerutkan mulutku...


"Kapten pelit.."


"Mulai sekarang atur pengeluaran untuk kita berdua.. makan dan bayar tagihan tagihan"


"Siap kapten..."


"Uang gajiku tiap bulan untuk kamu.. atur secukupnya"


"kirain untuk kamu itu... utuh.." aku sedikit cemberut


Mandala tertawa...


"Ingat nabung buat biaya kuliahmu.. tidak mungkin kita minta sama bapak lagi kan"


"kamu yang bayarin kuliahku?"


"Maunya siapa? presiden?"


"Lucu... kuliahnya gak murah tapi.."


"Aku tau, aku sudah bicara dengan Melky.. aku akan mengambil uang yang selama ini disimpan oleh Melky.."


"Kapteeenn... kenapa kamu begitu baik padaku"


"Kamu tu dokter kenapa jadi ***** sih... kalo aku tidak baik padamu... siapa yang harus baik padamu.. suami tetangga?"


"Hehehehehe... iyaa iyaa bercanda"


aku memeluk Mandala dari samping...


Tidak lama kemudian kami dipanggil..


Pesawat kami take off..


Dan aku kembali tidur di pesawat...


Mandala pun tertidur, mungkin dia juga lelah...


Kami di jemput Melky...


"abang... kakak ipar.. gimana perjalanan nya?"


Melky tersenyum penuh arti..


"ngejek lagi sepatumu ku buang nih"


"Iyaa kakak ipar... enggak ampun dah"


Mandala tertawa...


Dimobil Mandala menceritakan pada Melky tentang amantua... tidak ada yang di tutupi Mandala..


Sepertinya Mandala dan Melky saling terbuka satu sama lain...


"Jadi... bulan madunya berakhir nih"


Melky mulai memancing kemarahanku yang dari tadi diam..


"Enggak lah... tiap hari bulan madu kok"


Aku membalas Melky.


Mandala tertawa melihatku membalas melky..


"Melky... berhenti di kebab depan yaa"


"Kakak ipar, apa sudah jadi.. apa kakak ipar lagi ngidam?"


Melky lagi lagi menggangguku..


"Iya.. hebat kan abang kamu.. gak perlu obat kuat dari kamu.."


Melky melihat Mandala yang tertawa lebih keras kali ini...


Aku pun turun.. memesan kebab kemudian masuk kembali kedalam mobil...


"Melky, nanti tolong ambil kebabnya yaa... banyak yang merokok.. tidak bagus buat ibu hamil.."


Melky mengangkat tangannya tanda menyerah padaku..


Aku pun tersenyum di kursi belakang karena bisa menganggu Melky...


Tapi di kursi depanku Mandala berdoa dan berharap jika aku benar benar akan hamil...


-------------


Jangan lupa votenya yaa


sudah kembali kerumah nih.. akankah Ega segera membaca surat dari Yudhis??

__ADS_1


Tetap stay di rumah yaa pembaca setiaku...


LOVE YOU 😘😘


__ADS_2